Share

Altar

Author: Senja
last update publish date: 2026-04-12 20:04:53

"Pernikahan ini tidak boleh terjadi! Adrian dengarkan Ibu! Dia bukan wanita baik, kamu harus menikah dengan orang yang setara dengan kita!" teriak Victoria histeris.

Suasana di dalam gedung yang tadinya tenang dan khidmat seketika pecah menjadi kekacauan. Suara teriakan Victoria menggema, memantul di dinding-dinding aula yang megah, menghancurkan momen sakral yang tengah dipersiapkan.

Wajah wanita itu merah padam, meronta di tengah kepungan para ajudan yang berusaha menahannya agar tidak mende
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Istri Kontrak Sang Miliarder    Tuduhan Untuk Clara

    Suasana aula yang tadinya dipenuhi kemewahan kini berubah menjadi mencekam dan dingin. Sirine ambulans yang meraung di luar gedung seolah menjadi latar belakang pengadilan dadakan di tengah aula. Adrian berdiri dengan napas memburu, tangannya menggenggam erat sebuah botol kaca kecil yang ditemukan di dalam tas tangan satin milik Clara."Clara... jelaskan padaku kenapa racun ini ada di tasmu?" desis Adrian. Matanya yang tadi menatap penuh gairah, kini hanya menyisakan kilatan kemarahan dan kekecewaan.Clara yang baru saja mencoba mencerna situasi mengerikan ini langsung tersentak kaget. Wajahnya yang cantik kini pucat pasi seputih gaun pengantinnya."A-apa?" tanya Clara dengan suara bergetar, ia benar-benar bingung dengan apa yang baru saja terjadi."JELASKAN INI!" bentak Adrian, suaranya menggelegar menghancurkan keheningan aula. Ia melangkah maju, memperpendek jarak hingga napasnya yang panas menerpa wajah Clara."Ibuku memang tidak menyukaimu, Clara! Dia mungkin jahat padamu, tapi k

  • Istri Kontrak Sang Miliarder    Victoria keracunan

    Suasana Pesta masih menyisakan keriuhan di aula utama, namun Adrian seolah tidak peduli lagi dengan para tamu pentingnya. Ia menarik tangan Clara dengan langkah lebar, membawa istrinya menuju sebuah ruangan privat yang tenang di bagian belakang gedung. Begitu pintu tertutup rapat, suasana sunyi seketika menyergap, hanya menyisakan deru napas mereka berdua.Adrian menyudutkan Clara ke dinding pintu, mengurung tubuh mungil wanita itu dengan kedua lengan kokohnya. Tatapannya yang gelap dan intens seolah ingin melahap Clara saat itu juga."Kamu luar biasa tadi," bisik Adrian, suaranya rendah dan serak, mengirimkan getaran aneh ke seluruh tubuh Clara. "Cara kamu membungkam wanita itu... benar-benar menunjukkan siapa Nyonya Wijaya yang sebenarnya."Tangan Adrian naik, menyelipkan anak rambut Clara ke belakang telinga, lalu jemarinya turun mengelus rahang istrinya dengan sangat posesif."Tapi sekarang," lanjut Adrian sambil mendekatkan wajahnya hingga hidung mereka bersentuhan, "aku ingin m

  • Istri Kontrak Sang Miliarder    Resepsi

    Aula dengan aura elegan. Lampu kristal yang menggantung di langit-langit gedung memancarkan cahaya keemasan, memantul pada deretan gelas kristal dan dekorasi bunga lily yang memenuhi setiap sudut ruangan. Alunan musik klasik dari kelompok orkestra menambah kesan prestisius pada malam yang sakral ini.Adrian dan Clara melangkah perlahan menuju tengah lantai dansa untuk melakukan First Dance mereka sebagai suami istri. Adrian melingkarkan tangannya dengan posesif di pinggang ramping Clara, sementara Clara menyandarkan tangannya yang sedikit gemetar di bahu kokoh pria itu."Adrian... aku tidak pandai berdansa," bisik Clara lirih, merasa gugup di bawah sorotan lampu dan ratusan pasang mata.Adrian menatap dalam ke netra Clara, sudut bibirnya terangkat membentuk senyum tipis yang jarang ia tunjukkan. "Ikuti saja langkahku. Aku akan mengajarimu," jawabnya dengan suara bariton yang menenangkan.Adrian semakin mengeratkan pegangannya, menarik tubuh Clara hingga menempel sempurna pada tubuh te

  • Istri Kontrak Sang Miliarder    Malam pernikahan

    Langkah kaki Clara di atas karpet beludru merah itu terasa begitu ringan namun pasti. Setiap pasang mata di ruangan itu tertuju padanya, namun Clara hanya fokus pada satu titik,Adrian. Pria itu berdiri tegak di ujung altar, mengenakan setelan tuksedo hitam yang sangat pas, menatap Clara dengan tatapan kagum.Di barisan depan, bisik-bisik kekaguman mulai terdengar dari para rekan bisnis Adrian."Nona Clara begitu cantik, Tuan," bisik Mark, salah satu rekan kerja Adrian, saat pria itu lewat di dekatnya. Adrian menoleh, matanya berkilat tidak senang mendengar pujian yang dirasanya terlalu akrab itu.Mark yang tidak menyadari perubahan aura Adrian malah melanjutkan dengan nada bercanda yang berbahaya. "Jika Anda suatu saat mencampakkannya, berikan saja padaku."Anton, kolega Adrian yang lain, ikut menimpali sambil mengangguk setuju. "Benar. Walaupun rumor mengatakan Nona Clara berasal dari desa, tapi lihatlah dia. Sangat cantik dan penampilannya sangat menarik. Dia punya pesona yang berbe

  • Istri Kontrak Sang Miliarder    Altar

    "Pernikahan ini tidak boleh terjadi! Adrian dengarkan Ibu! Dia bukan wanita baik, kamu harus menikah dengan orang yang setara dengan kita!" teriak Victoria histeris. Suasana di dalam gedung yang tadinya tenang dan khidmat seketika pecah menjadi kekacauan. Suara teriakan Victoria menggema, memantul di dinding-dinding aula yang megah, menghancurkan momen sakral yang tengah dipersiapkan.Wajah wanita itu merah padam, meronta di tengah kepungan para ajudan yang berusaha menahannya agar tidak mendekat ke arah altar.Adrian mengepalkan tangannya kuat-kuat hingga buku-buku jarinya memutih. Urat lehernya menegang, menunjukkan amarah yang sudah mencapai puncaknya."Ibu! Jangan ikut campur! Ingat, Ibu sudah kelewat batas kemarin!" bentak Adrian dengan suara menggelegar, membuat beberapa pekerja dekorasi di sekitar mereka menghentikan aktivitasnya karena takut.Victoria tidak menyerah. Ia mengalihkan pandangan tajamnya pada Clara yang berdiri mematung di samping Adrian. Clara hanya bisa menundu

  • Istri Kontrak Sang Miliarder    Survei Gedung

    Langkah kaki Adrian yang tegas menggema di Anak tangga,meninggalkan suasana mencekam yang seolah membekukan udara di sekitarnya. Clara menyusul dari belakang sambil sibuk merapikan pakaiannya yang kusut. Hatinya bergejolak, di satu sisi ia merasa terlindungi oleh sikap Adrian yang begitu protektif, namun di sisi lain, keposesifan pria itu mulai terasa seperti jeruji besi yang perlahan mengurungnya.Adrian berhenti tepat di depan barisan pelayan yang sudah menunduk ketakutan. Tatapannya dingin menyapu satu per- satu wajah mereka dengan kemarahan yang tertahan."Ingat, malam di mana calon istri saya dijebak bukan berarti kalian semua akan lolos begitu saja," ucap Adrian, suaranya rendah namun penuh penekanan yang mengerikan. "Kali ini mungkin saya membiarkan kalian bernapas. Tapi setelah acara pernikahan kita nanti... lihat saja kepala siapa yang akan saya ledakkan."Ancaman itu bukan sekadar gertakan. Para pelayan gemetar hebat, bahkan beberapa di antaranya hampir kehilangan kekuatan u

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status