author-banner
adelheid adesaputri
adelheid adesaputri
Author

Romans de adelheid adesaputri

Aku Hamil Anak Musuhku

Aku Hamil Anak Musuhku

Diana tak pernah menyangka hidupnya akan berubah hanya karena satu malam yang penuh emosi. Saat ia mengetahui dirinya hamil, kebahagiaan itu langsung berubah menjadi kekhawatiran—bayi yang dikandungnya adalah buah dari Randy, musuh bebuyutannya. Dulu mereka selalu berseteru, saling menjatuhkan dalam urusan bisnis dan pribadi. Namun kini, keadaan memaksa mereka menghadapi kenyataan yang tak bisa dihindari. Di tengah rahasia, tekanan keluarga, dan konflik batin, Diana harus memutuskan apakah ia akan membenci atau menerima Randy—dan bayi mereka—di hidupnya. Cinta, dendam, dan pengkhianatan berpadu dalam kisah penuh drama ini. Akankah Diana dan Randy menemukan jalan untuk berdamai, atau masa lalu akan terus menghantui mereka?
Lire
Chapter: Bab 9 — Dugaan yang Menakutkan
Diana berdiri membeku di depan wastafel, tangannya mencengkeram tepi keramik seolah itu satu-satunya yang menahannya agar tidak jatuh. Nafasnya pendek-pendek, dadanya naik turun tidak teratur. Ia bahkan belum melakukan apa pun, belum membuka alat itu, belum memastikan apa pun—tapi rasa takutnya sudah terlalu besar, seolah jawaban yang belum ada itu sudah menghancurkan segalanya. “Aku… aku belum tahu apa-apa,” gumamnya pelan, mencoba menenangkan diri. Namun suaranya sendiri terdengar asing, seperti milik orang lain yang sedang berusaha bertahan. Ia menatap pantulannya di cermin. Mata itu terlihat lebih lelah dari sebelumnya. Ada kegelisahan yang tidak bisa disembunyikan. Diana menarik napas panjang, lalu menghembuskannya perlahan. Tangannya perlahan membuka genggaman, namun masih gemetar. “Ini cuma kemungkinan,” katanya lagi, lebih tegas, seolah mencoba meyakinkan dirinya sendiri. “Belum tentu benar.” Tapi kata “kemungkinan” itu justru membuat pikirannya semakin kacau. Ia menund
Dernière mise à jour: 2026-04-16
Chapter: Bab 8 — Tanda yang Mengganggu
Diana hampir menjatuhkan ponselnya saat bayangan di balik jendela itu bergerak—atau mungkin hanya ilusi yang dipicu rasa panik. Nafasnya tersendat, dadanya terasa seperti diperas sesuatu yang tak terlihat. Ia tidak langsung mendekat, hanya berdiri membeku beberapa langkah dari kaca, seolah jarak itu bisa melindunginya dari sesuatu yang bahkan belum pasti nyata.Tangannya bergetar saat ia mencoba menarik napas panjang. “Tenang… ini tidak masuk akal… ini pasti cuma bayangan,” bisiknya, meski suaranya sendiri terdengar rapuh di telinganya.Ia akhirnya memaksa diri melangkah mendekat. Setiap langkah terasa berat, seolah lantai apartemennya berubah menjadi medan yang tak bersahabat. Saat ia sampai di dekat jendela dan menarik tirai sedikit lebih lebar, pandangannya langsung menyapu ke luar. Jalanan sepi. Lampu kota redup. Tidak ada siapa pun.Kosong.Diana memicingkan mata, mencoba memastikan. “Tidak mungkin… tadi jelas ada…” gumamnya, lalu menghentikan kalimatnya sendiri. Jantungnya masih
Dernière mise à jour: 2026-04-15
Chapter: Bab 7 — Bayangan yang Tidak Hilang
Diana terbangun dengan napas terengah, jantungnya berdetak begitu keras seolah ingin keluar dari dadanya. Keringat dingin membasahi pelipisnya, sementara matanya menatap kosong ke langit-langit kamar yang terasa asing meski ia tahu ini adalah apartemennya sendiri. Tidak ada suara selain detak jam di dinding—tik… tik… tik—yang justru membuat kepalanya semakin penuh.Ia mengangkat tangan, menutup wajahnya, mencoba mengatur napas. Tapi bayangan itu kembali muncul. Tatapan dingin itu. Suara rendah itu. Cara seseorang berdiri terlalu dekat tanpa benar-benar menyentuh, tapi cukup untuk membuat ruang terasa sempit.“Kenapa…” bisiknya pelan, suaranya serak. “Kenapa aku tidak bisa melupakannya?”Ia duduk perlahan, menarik selimut menjauh dari tubuhnya. Pagi belum benar-benar datang, langit masih gelap kebiruan. Namun pikirannya sudah berisik sejak beberapa jam lalu. Setiap kali ia memejamkan mata, adegan itu kembali. Tidak pernah lengkap, tidak pernah jelas, tapi cukup untuk membuat dadanya se
Dernière mise à jour: 2026-04-13
Chapter: Bab 6 — Jarak yang Dipaksakan
Diana menatap jalanan dari jendela apartemennya, hujan tipis menetes di kaca, seolah meniru perasaannya yang bercampur aduk. Setiap tetes air tampak seperti pengingat malam-malam yang baru saja ia lalui—malam yang mengubah segalanya, malam yang membuatnya kehilangan pijakan dalam hidupnya. Ia menarik napas panjang, mencoba menenangkan diri, tapi hatinya masih berdebar kencang, rasa marah dan malu masih bercampur, membuatnya sulit berpikir jernih.“Kenapa semua ini harus terjadi padaku?” gumamnya pelan, suaranya nyaris tenggelam di dalam suara hujan. Ia menunduk, menutupi wajahnya dengan tangan, menahan air mata yang nyaris tumpah. “Kenapa aku tidak bisa hanya menjalani hidup normal?”Teleponnya bergetar di meja. Diana menatap layar, tangan gemetar. Pesan itu dari Randy. Ia menahan diri untuk tidak membukanya, menahan napas, menahan emosi yang mencoba kembali menyeretnya ke malam itu. “Tidak… tidak sekarang,” bisiknya, menutup telepon dengan kasar. Ia memutuskan untuk menjauh, untuk me
Dernière mise à jour: 2026-03-25
Chapter: Bab 5 — Musuh dalam Kehidupan Nyata
Diana berdiri di tengah ruang tamu, napasnya terengah, jantungnya berdegup liar. Pesan di telepon masih terpampang jelas, menyisakan rasa marah yang membakar kulitnya. “Kau… kau dari pihak mereka?” suaranya hampir tak terdengar, tapi penuh dengan kemarahan yang terkumpul.Randy, yang duduk santai di sofa, menatapnya dengan tatapan dingin, matanya menyipit tipis seolah menilai setiap reaksi Diana. “Ya, Diana. Aku dari pihak yang berseberangan. Dan kau… kau baru menyadarinya sekarang.” Suaranya rendah, mantap, dan tidak menunjukkan satu pun rasa bersalah.Diana menatapnya dengan mata membara, darahnya mendidih. “Berarti… semua yang kau lakukan selama ini… semua kebohongan, semua permainan… semuanya untuk menguntungkan pihakmu?” Ia menepuk meja, hampir menjatuhkan gelas yang ia pegang. “Kau benar-benar menghancurkan hidupku!”Randy mengangkat bahu, menatapnya dengan tenang. “Aku tidak bilang ini mudah. Tapi aku tidak bisa membiarkan pihakku kalah hanya karena pertimbangan perasaanmu. Kau
Dernière mise à jour: 2026-03-25
Chapter: Bab 4 — Nama yang Tidak Seharusnya Diketahui
Diana menatap layar teleponnya dengan tangan gemetar. Suara di seberang terdengar tenang, tapi setiap kata yang keluar membuat seluruh tubuhnya menegang. “Apakah kau benar-benar tahu siapa dia?” suara itu menekannya lebih daripada ledakan kemarahan semalam.Diana menelan ludah, jantungnya berdetak kencang. “Aku… aku tidak tahu. Aku pikir… aku tidak boleh tahu.” Napasnya tak beraturan, matanya membesar, menatap Randy yang kini berdiri di dekat jendela, tetap tenang dan tak terpengaruh.Randy menoleh, ekspresinya tetap dingin. “Diana, kau tidak akan belajar kalau terus menutupi dirimu sendiri. Jika ada sesuatu yang harus kau ketahui… aku akan memberitahumu.” Suaranya datar, tapi ada tekanan halus yang membuat Diana tidak berani mengalihkan pandangan.“Randy… ini… ini serius. Orang di telepon ini… mereka tahu nama aslimu. Mereka tahu keterkaitanmu dengan semua masalah yang aku alami.” Diana menekankan kata-kata itu, suaranya penuh ketegangan, hampir seperti jeritan yang tersendat.Randy
Dernière mise à jour: 2026-03-25
Vous vous intéresseriez aussi à
Not Just An Escape
Not Just An Escape
Romansa · Azuretanaya
12.0K Vues
CINTA SANG KUPU-KUPU MALAM
CINTA SANG KUPU-KUPU MALAM
Romansa · Ayu Kristin
11.9K Vues
Menikah Dengan Pria Gila
Menikah Dengan Pria Gila
Romansa · Nychinta
11.9K Vues
Modern maid
Modern maid
Romansa · Ade Tiwi
11.9K Vues
The Hot chef and me
The Hot chef and me
Romansa · Rianievy
11.9K Vues
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status