author-banner
Zee Alzera
Zee Alzera
Author

Novel-novel oleh Zee Alzera

Jangan Minta Jatuh Cinta

Jangan Minta Jatuh Cinta

Alba terlahir sebagai wanita karir, hari-hari penuh soal tangung jawab kerja, tempat kerja itu menjadi salah satu alasan mengapa ia tak ingin buru-buru menikah, tetapi ternyata serangan amat berisik datang saat orang-orang kantor memberinya label perawan tua, risau dengan hal itu Rio rekan kerja Alba memberi tawaran mengejutkan, sebuah hubungan berkedok pertemanan dengan keuntungan. Akankah mereka berhasil?
Baca
Chapter: Bab 11
Semburat merah merona di wajahku saat ini tentu saja tak bisa kututupi, "Pak Rio, kendalikan tingkahmu," lirihku saat kulihat beberapa orang berdiri mengamati kami berjalan beriringan dengan tetap bergandengan tangan dari depan kantor ruang pimpinan, ruang tata usaha, lapangan dan ruang guru. Rio seperti tak mendengarku berbicara, dia terus menuntunku hingga masuk ruang guru, mengabaikan semua orang tanpa takut akan dihujat warga sekolah. Begitu aku duduk di kursi, Rio menatapku, pandangan meneduhkan itu langsung otomatis menghipnotis seluruh pusat indraku menjadikan diriku tunduk tanpa perlawanan. Rio bergerak mengelilingi kursi kerjaku lalu berdiri tepat di belakangku sambil sedikit membungkukan badan menyentuh pungung kursi, dengan suara tegas namun enak didengar di telingga, Rio membuat jantungku berdebar-debar tidak karuhan, "Kita bukan anak kecil lagi Alba, jadi kurasa kita harus memberitahu kabar bahagia ini." Pandangan Rio mengedar ke segala arah, para wakil pimpinan s
Terakhir Diperbarui: 2026-02-25
Chapter: Bab 10
"Ceritakan sosok mantan kekasihmu." Rio menatapku lekat, aku mengalihkan pandangan lantas mengambil kursi, kami duduk berhadapan sekarang dengan jarak yang cukup dekat namun nyaman kurasakan. Aku tersenyum sembari memandangi ranum wajah pemuda ganteng pujaan wanita-wanita sekantor ini yang telah mencuri perhatianku dan menikmati tubuhku dalam beberapa waktu kebelakang. "Tentu, saya akan bercerita, tapi sebelum itu saya ingin Pak Rio menjelaskan, apa yang mendasari Pak Rio ingin saya menceritakan sosok mantan." Aku memutar otak agar bisa memperlambat sensasi kepalaku yang ingin meledak karena membuka luka batinku. "Saya menyangkal dugaan terhadap kamu Alba, tetapi melihat tanda-tanda di tubuh kamu, saya tak bisa menyembunyikan fakta, mungkin itulah salah satu alasan mengapa kamu tidak menjawab pertanyaan saya sebelumnya terkait berapa kali kamu pernah tidur dengan lelaki lain." Rio terdengar menghakimiku, tetapi sebenarnya dia sudah menganalisaku sejak jauh hari sebelum be
Terakhir Diperbarui: 2026-02-24
Chapter: Bab 9
"Syafa keponakanku kelas 8E tahun ini." Nada bicara Rio sungguhan terdengar lembut di telinga. "Loh Pak, tadi aku dapat info dari Bu Iren."Aku menatap Rio yang juga menatapku. "Bu Iren mengerjaimu." "Apa? Benarkah begitu, astaga." "Based on data Alba, jangan lupakan itu." Rio mengusap pungung tanganku perlahan lantas memberi kecupan kecil di sana, menyalurkan kehangatan sekaligus keintiman yang tidak pernah aku rasakan sebelumnya. "Kau memang benar, seharusnya tadi aku membuka website dan daftar nama-nama siswa terlebih dahulu, tetapi aku malah mengacak-acak dokumen di dalam lokerku." "Tapi sudah selesai bukan?" "Sudah sih, tapi capek sekali." Rio menarik tangan, menyuruhku untuk duduk di bangku yang baru saja dia duduki, tanpa perlawanan aku menurut. Dia berdiri tepat dibelakangku lantas meletakan kedua tangan di atas pundakku, kurasakan pijatan-pijatan keci dari jemari besarnya "Sebelah sini," aku menyentuh belah tangan Rio lantas mengesernya ke bahu kiriku.
Terakhir Diperbarui: 2026-02-23
Chapter: Bab 8
Aku meniup debu yang menutupi kotak kecil itu dengan tenaga dalam dan mengetuk-ngetuknya di atas meja, aku lupa apa isi dalam kotak tersebut, mengapa juga ada di dalam lokerku, aku agak lupa karena tersembunyi di antara tumpukan dokumen-dokumen administrasi sekolah. "Kau sedang apa Bu Alba?" tanya rekan kerja sebangkuku melihat meja kami berantakan karena aku baru saja membongkar isi lokerku. Tanganku tertahan tidak jadi membuka kotak misterius, menyimpannya kembali ke dalam loker. "Maaf ya Bu, meja kita jadi berantakan." Aku berusaha membereskan dokumenku yang memakan tempat agar rekan kerja sebangkuku bisa menaruh tasnya. "Nggak papa kok Bu Alba, setelah ini saya masuk kelas, ini tadi nengok teman-teman saja di sini." Aku melempar senyum ke arahnya, lantas masih terus mencari daftar kontak wali murid kelas 8E di mana aku pernah menjadi wali kelas. "Sedang mencari apa Bu?" "Daftar kontak wali murid kelas lama Bu, kebetulan tadi wali kelas 9E minta data rapor siswa
Terakhir Diperbarui: 2026-02-21
Chapter: Bab 7
Rio menyeret sebuah bangku di depan mejaku yang kebetulan kosong, menghadapkan ke arahku hingga posisi kami berhadapan, sementara mataku mengamati pergerakan aneh untuk kesekian kali dari pemuda ganteng ini sambil terus merasakan ritme jantungku berdebar-debar tidak menentu. "Ehm, apa kau gila, kenapa duduk di sini?" Bisikku mencoba menyadarkan bahwa ini tempat kerja dan banyak pasang mata melihat kami. Rio tersenyum menatapku, "Baiklah, kalau begitu abaikan aku, kau lanjutkan saja pekerjaanmu." Rio membuka ponsel, siap berselancar di internet. Aku malas berdebat dengan Rio saat ini, tetapi ada rasa tidak nyaman mencuat di benakku, bukan karena Rio duduk di depanku mengamati kegiatanku, melainkan masih terasa bahwa orang-orang di dalam kantor memandangiku. "Kau tidak pergi?" tanyaku setelah Rio cukup lama terdiam, dia mengalihkan pandang dari ponsel. "Untuk apa Alba? Justru aku duduk di sini untuk melindungi, agar orang-orang segan padamu. Kau masih melihat mereka memandangim
Terakhir Diperbarui: 2026-02-20
Chapter: Bab 6
Rio menatapku cukup lama, seperti mencari jejak dan tanda dalam benakku, pertanyaan sama dari Rio tentang berapa kali aku tidur bersama laki-laki lain belum terjawab, tetapi ada keyakinan mutlak bahwa dia tahu aku menyimpan banyak rahasia. Suara alarm dari ponsel Rio terdengar nyaring, membuatku terbangun dari kantukku semalaman, kuraih ponsel itu dari atas nakas lantas mematikannya . Aku menggulingkan badan ke belakang pungung, tak kudapati Rio di atas ranjang, tetapi pandanganku terhenti kala melihat pemuda ganteng ini sudah duduk di sudut kamar membelakangi posisiku. Mendengar helaan napasku, Rio menoleh, "Selamat pagi Tuan Putri, kau tidur nyenyak sekali." Rio mendekatiku dan kini duduk di tepi ranjang. Aku menguap beberapa kali, lalu mengangkat kedua tangan, jemariku reflek membentuk bujur sangkar kecil mengerakan tanganku dari ujung kepala hingga badan Rio seolah aku sedang mencari angle kamera, "Kau rajin sekali, pagi-pagi buta sudah selesai mandi." "Tentu saja, aku
Terakhir Diperbarui: 2026-02-19
Anda juga akan menyukai
Terjerat Hasrat
Terjerat Hasrat
Romansa · Frank R
223.6K Dibaca
Nafkah Istri Pertama
Nafkah Istri Pertama
Romansa · Silla Defaline
223.5K Dibaca
Manusia 30 Triliun
Manusia 30 Triliun
Romansa · Lembayung
223.2K Dibaca
Bingkisan Daster Bekas Mertua
Bingkisan Daster Bekas Mertua
Romansa · Silla Defaline
222.7K Dibaca
I Love You My Secret Daddy
I Love You My Secret Daddy
Romansa · Dianning
221.2K Dibaca
Jeratan Mantan Suami
Jeratan Mantan Suami
Romansa · Jus Pir
218.7K Dibaca
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status