author-banner
Justme
Justme
Author

Novels by Justme

Ibu Menjualku Demi Satu Milyar

Ibu Menjualku Demi Satu Milyar

Elsa sudah delapan tahun diperas menjadi LC dan tulang punggung keluarga, tetapi ibunya melarang keras dia berhenti. Di tengah rasa muak itu, sang ayah justru kalah judi satu miliar rupiah hingga menyeret Elsa ke dalam jeratan Bram—pria kaya raya dengan fetish seksual sadis yang suka mencambuk dan memasung tubuhnya. Demi menyelamatkan rumah dari lintah darat, Elsa terpaksa pasrah menjadi budak nafsu demi menghidupi keluarga yang tidak tahu diri.  "Jangan bertingkah seolah kamu paling menderita, Elsa! Bram memenuhi semua permintaan Mamah, dia bahkan berniat menikahi kamu." 
Read
Chapter: 39. Mengembalikan Satu Milyar pada Bram.
Landy berjalan membelah kerumunan orang yang menari dengan heboh di Club, di tangannya sebuah tas berisi uang tunai sebesar satu Milyar telah dia siapkan demi membayar hidup sang mantan istri. Ponsel Elsa tidak bisa di hubungi, Landy tidak ingin membuang waktu lagi untuk menunggu. Pria itu segera mendatangi tempat pertemuan yang telah dia janjikan bersama Bram setelah jam kerjanya berakhir. "Saya harap urusan kita berakhir di sini. Uang yang Anda berikan pada orang tua Elsa, uang yang tidak pernah Elsa lihat bentuknya ini, telah saya kembalikan!" Landy menyodorkan tas ke atas meja di ruang VIP Club. Di depannya, Bram duduk bersandar pada sofa sembari menyesap rokok dan meneguk segelas Wine. Di sebelahnya ada dua orang pria bertubuh atletis tengah bermesraan dengan dua orang wanita malam. "Kamu tangguh juga ternyata! saya pikir kalian hanya rakyat jelata!" Sahut pria itu sembari meniup asap rokok dengan santai. "Saya enggak peduli pen
Last Updated: 2026-08-22
Chapter: 38. Sebuah Kekuatan, Entah dari Mana!
"Saya sudah muak dengan semua ancaman kamu, Bram!" Bisik Elsa dengan wajah menantang,"... Jika kamu berani menganggu orang terdekat saya, saya akan hancurkan kamu dan hidup kamu!" Mendengar ancaman Elsa Bram tercekat sejenak, kemudian secepat kilat dia merubah raut wajahnya. Pria itu tertawa sumbang melihat kegigihan Elsa untuk mengalahkannya. "Sebelum semua ancaman kamu itu terjadi, kamu mungkin akan hancur lebih dulu bahkan sebelum kamu keluar dari ruangan ini, Elsa!" Sahut Bram, dengan seringai licik di wajahnya. Elsa mendecih, kemudian tertawa sumbang atas kalimat Bram,"Saya memang sudah hancur! apa lagi yang mau kamu hancurkan dari saya? kamu mau bunuh saya? silahkan!" Elsa mengulurkan kedua tangannya dengan gestur pasrah yang di buat-buat. Bram mengerutkan dahinya, gelagat Elsa sangat aneh. Wanita itu berbeda dari biasanya, dia menjadi sangat liar dan berani. Seolah dia punya dua kepribadian. "Kamu enggak berani? Bukankah bia
Last Updated: 2026-08-18
Chapter: 37. Keberanian Elsa dan Alter Ego yang terpendam!
"Kamu mungkin harus istirahat lebih banyak dan mengunjungi dokter, Elsa! saya akan menghadapi Bram sendirian," Kalimat itu masih terngiang di telinganya, meski kini dia hanya bisa meringkuk di atas ranjang dengan tubuh gemetar. Elsa belum selesai dengan masa lalunya, dirinya terus menolak untuk mengingat masa-masa menyakitkan itu. Tubuhnya terus bereaksi berlebihan ketika dia memikirkan apa yang harus dia lakukan di club ketika bertemu dengan Bram nanti. Dia bangkit dan duduk di sisi ranjang dengan napas yang seolah tercekat, kemudian Elsa mengikuti instruksi Landy lagi untuk menenangkan diri. Dia sudah menolak ide pria itu untuk tetap di hotel dan membiarkan Landy menyerahkan uangnya sendiri. Elsa tidak mungkin membiarkannya masuk ke dalam kandang singa seorang diri. Wanita itu memberanikan diri, dia bertekad untuk datang ke tempat Bram bekerja seorang diri, siang ini, Elsa akan menemui Bram dan memohon sekali lagi. "Saya minta m
Last Updated: 2026-08-15
Chapter: 36. Trauma yang mendalam dan Serangan Panik!
"Malam ini, kita ke Club tempat kamu bekerja dulu ya! saya sudah hubungi Bram! dia meminta untuk bertemu di sana,"Elsa mendadak kelu, napasnya tersengal dan dadanya berdegup kencang. Mendengar bahwa dia akan kembali ke tempat kerjanya yang dulu, membuat nyalinya ciut dan dia mendadak kehilangan kata-kata. "Elsa? kamu masih di sana kan?" Panggil Landy dari balik telepon genggamnya, ketika dia menyadari wanita itu hanya diam."Eh, Iya Mas! Aku masih di sini!" Sahutnya terbata dengan wajah penuh kerisauan."Ada apa? Kamu enggak ingin datang ke Club?" Tanya Landy yang seolah bisa membaca gelagat Elsa dari jauh. Elsa menarik napas panjang, menetralkan perasaannya yang kini takut dan kalut,"Entah Mas! aku bingung dengan diri ku sendiri, tiba-tiba aku merasa enggak nyaman, mendengar kamu menyebut tempat itu! aku, aku merasa takut dan asing," Ujarnya dengan wajah lesu. "Kamu enggak mau kembali ke sana? kalau begitu, kamu enggak perlu
Last Updated: 2026-08-12
Chapter: 35. Kamu bukan anak ku, Elsa!
".Enggak mungkin, Mah! bukan hidup seperti itu yang aku inginkan, aku enggak mau menjalani hidup dengan cara kotor seperti itu lagi, aku ingin bertobat, Mah!" "Lancang sekali kamu menyebut itu kotor! Elsa, kamu bisa hidup selama ini dari dunia yang kamu sebut kotor itu, " Sahut Ibu tidak mau kalah. Elsa menggeleng, menolak perkataan Ibunya,"Maafkan Elsa, Mah! Bukan maksud Elsa membangkang. Hanya saja, kita punya pandangan berbeda tentang hidup. Elsa enggak akan memaksa Mamah untuk setuju dengan pendapat dan pilihan hidup Elsa. Aku sudah memutuskan untuk menjalani hidup dengan cara ku sendiri, Mah. Jadi aku mohon Mamah mengerti!" Elsa berujar lirih, berharap Ibu paham maksud hatinya. Ibu menggertak gigi dari balik ponsel dengan wajah geram,"Lalu bagaimana dengan keluarga mu? Ibu dan Ayah? terus Rian? kamu tega menelantarkan kami?" tuntut Ibu.Elsa menggeleng pelan,"Aku pikir Rian susah cukup dewasa untuk mencari nafkah sendiri, Mah. Dan untuk
Last Updated: 2026-08-10
Chapter: 34. Aku ingin Bertobat, Mah!
"Saya akan cari Elsa! dan menyerahkannya pada kalian," Ibu memekik, suaranya parau oleh tangis yang tertahan. Membuat kedua penagih hutang itu berhenti mengacak-acak isi rumah. "Saya- saya akan memaksanya untuk menikah dengan Bram,"Ujar Ibu dengan suara yang terpotong karena takut dan kalut, dia berusaha mengiba agar para rentenir itu memberi kelonggaran,"... Saya mohon! saya akan lakukan apapun untuk dapatkan Elsa dan membawanya pada Bram. Saya- saya janji!" Sambungnya lagi dengan terbata. "Sayangnya Bos tidak memberi kami opsi lain. Segera kosongkan rumah ini, dan jangan harap kalian bisa hidup dengan tenang!" Ancam salah satunya, dia kembali melempar figura foto keluarga di atas dinding. Prang! Pecahan kaca berserakan, membuat Ibu tidak kuasa menahan tangisnya yang akhirnya pecah. kedua orang itu melenggang pergi, meninggalkan ibu yang menangis sembari mengepalkan tangan di atas lantai yang penuh serpihan barang hancur.
Last Updated: 2026-08-08
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status