author-banner
My Nona
My Nona
Author

Novels by My Nona

Dihina Berandalan, Istri Bos Malah Ketagihan!

Dihina Berandalan, Istri Bos Malah Ketagihan!

21+ --- Menjadi pengganti ranjang istri bosku selama awal pernikahan, siapa yang menolak? Demi tidak dipecat karena masa laluku sebagai narapidana terbongkar, Bos tempatku bekerja menawariku untuk memuaskan istrinya, Nyonya Rose. Sebagai karyawan, tentu aku harus patuh. Apalagi, istri bosku sangat cantik, tapi tidak pernah mendapat kepuasan batin selama pacaran hingga menikah. Namun yang tidak aku duga, ternyata istri bosku tahu itu adalah akal-akalan suaminya dan malah memintaku melanjutkan tugas yang harusnya hanya semalam saja. "Suamiku yang memintamu, kan? Tetaplah di sini karena aku memilihmu, bukan dia!"
อ่าน
Chapter: Bab 129 Dicuekin Nyonya
Rose sempat melirik Julian sekilas sebelum beralih ke Marta. “Boleh, terima kasih ya, Marta. Kayaknya memang masuk angin. Perutku memang agak mual.”Marta buru-buru membuatkan teh jahe andalannya di dapur. Sementara Julian di belakang sempat garuk-garuk kepala, merasa sedikit aneh dengan majikannya.“Kok rasanya akhir-akhir ini Nyonya sering mual? Apa beneran hamil? Ah, nggak mungkin. Kemarin kan udah dicek hasilnya negatif,” batin Julian heran, menerka-nerka sendiri.Tak lama kemudian, suara derap langkah sepatu yang tegas terdengar bergaung memantul dari arah tangga tengah.Daniel berjalan keluar dari sana dengan setelan kemeja yang sudah rapi dan wangi parfum mahal yang menyengat hidung. Pria itu langsung melangkah menghampiri istrinya saat mendengar percakapan sebelumnya.“Sayang, kamu kenapa? Sakit?” Daniel menempelkan punggung tangannya ke dahi Rose sekilas. “Masuk angin atau ... mau datang bulan?”Meski aslinya acuh tak acuh, Daniel termasuk hafal dengan kebiasaan istrinya. Ter
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-07-22
Chapter: Bab 128 Pucat dan mual
“Nyonya Rose, Mas! Nyonya Rose!” Vanya berbisik gemas, tangannya meremas lengan kursi plastik. “Di atas balkon belakang tadi … nyonya lagi asik main tumbuk-tumbukan!”Uhuk!Julian kesedak kopi yang baru saja disruputnya itu sampai muncrat. Lidahnya langsung melepuh perih.“Attahhh!” desis Julian sambil menaruh cangkirnya ke atas meja. Vanya buru-buru mengambil tisu bekas alas pisang goreng untuk menyeka dagu Julian yang basah kena semburan kopi.“Duh, Mas Julian ini kebiasaan deh, kopi masih panas bukannya ditiup dulu asal sruput aja!” omel Vanya. “Tapi wajar juga kalau kaget, aku tadi di belakang juga sampai gak bisa napas lihat nyonya main tumbuk-tumbukannya panas banget.”Makin seret lagi tenggorokan Julian. Jelas Vanya sempat tahu apa yang mereka lakukan di atas sana tadi.“Tumbuk-tumbukan gimana, Mbak? Nyonya lagi numbuk jamu di atas?” tanya Julian sambil terkekeh pelan.Vanya langsung merengut gemas, tangannya mengibas-ngibas di udara heboh. “Ih, Mas Julian mah polosnya kebange
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-07-13
Chapter: Bab 127 Garis dua?
Perut Rose melilit lagi, seperti diaduk-aduk dari dalam. Rasa panas yang membuat enek langsung menjalar naik ke dada.“Huk!”Rose buru-buru membekap mulutnya rapat-rapat. Dia mati-matian menahan cairan pahit yang mendesak ingin keluar dari tenggorokan.Julian yang baru selesai merapikan seragam satpamnya langsung menoleh. Sepasang mata tajamnya menyipit melihat wajah Rose pucat pasi dalam sekejap.“Kamu kenapa, Rose?” Julian melangkah mendekat, menatap penuh selidik.Rose menggeleng cepat. Dia menarik napas dalam-dalam, berusaha menormalkan debaran dadanya yang tidak karuan. “Enggak, aku nggak apa-apa. Mungkin ... agak masuk angin. Ini gara-gara kamu sih, mainnya malah di balkon terbuka gini.”Julian terkekeh pelan. Suara baritonnya terdengar santai tanpa beban. Tangan besarnya yang kasar bergerak maju, mengusap lembut helai rambut Rose yang sedikit basah oleh keringat. Tanpa aba-aba, kedua lengan kekarnya langsung menyusup ke bawah tubuh Rose, membopong wanita itu untuk dibawa masu
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-07-12
Chapter: Bab 126 Adonan Pisang
Tak sabar bergosip dengan Julian di depan, Vanya langsung berbalik. Berjalan mengendap-endap dengan posisi paha yang sedikit rapat karena bagian selangkangannya masih terasa basah dan berkedut aneh. “Aduh, ini ngapain masih kedut-kedut sih! Padahal udah nggak sabar mau ngegosip, ah!” batin Vanya.Baru saja kakinya hendak berbelok menuju arah lorong untuk menyelinap keluar ke pos satpam, sepasang mata tajam sudah mengintainya dari ambang pintu dapur.“Van! Ngapain kamu jinjit-jinjit begitu kayak maling jemuran?!”Deg!Vanya tersentak kaget sampai hampir melompat. Dia langsung membalikkan badan dan mendapati ibunya, sudah berdiri berkacak pinggang menatapnya penuh selidik.“I-Ibu ... bikin kaget aja,” sahut Vanya sambil tersenyum kaku.“Kamu itu ya, buang sampah kok lama bener! Ditungguin dari tadi malah mondar-mandir gak jelas. Ngapain aja sih? Terus itu kamu mau ke mana? Dapur di kiri, kamu malah mau nyelonong ke arah depan!” semprot Marta beruntun dengan logatnya yang khas.Jantung
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-07-12
Chapter: Bab 125 Kedut enak
“Siapa itu? Masa iya Pak Daniel? Tapi jam segini ngapain di atas goyang-goyang begitu? Gerakannya aneh lagi, kayak oplet mogok lagi diengkol. Penasaran deh, mending aku intip dikit kali ya … siapa tau malah lagi ritual pesugihan.”Dirundung rasa penasaran yang sudah di ubun-ubun, Vanya mencoba mendekat sambil menggenggam erat kresek sampahnya. Dia bergeser beberapa langkah lagi ke tengah halaman, menyusup di bawah bayangan rimbunnya daun pohon mangga agar posisinya aman tidak terlihat dari atas.Semakin dekat dia melangkah, suara dari arah balkon justru terdengar semakin absurd dan nyaring di telinganya. Bukan cuma gerakan aneh di atas sana, tapi juga suara ceplakan basah yang amat jelas.Celpak! Plak! Celpak! Plak!“Buset, senam malam macam apa sampai bunyi klepek-klepek begitu? Apa Pak Daniel lagi nepokin nyamuk pakai paha?” batin Vanya, mendadak merinding sendiri dengan imajinasinya.Begitu jaraknya makin dekat, jantung Vanya seketika berdegup kencang. Siluet di atas balkon itu mul
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-07-11
Chapter: Bab 124 Jangan Muncrat!
“Ah, persetan. Nikmati saja yang di depan mata dulu. Barang bagus begini gak boleh kalau dianggurin, mubazir!” batin Julian.Sentuhan bibir Rose di ujung pusakanya benar-benar luar biasa, menghisap seluruh kewarasan Julian. Tapi karena tak mau muncrat duluan sebelum ronde dimulai, Julian mencengkeram lembut rambut Rose lalu menarik kepala wanita itu menjauh dari selangkangannya.Flop.Bunyi basah yang seksi itu terlepas ke udara. Rose seketika mendongak resah, menatap tidak rela dengan bibir yang sedikit terbuka karena permennya direbut secara paksa.“Kenapa dilepas?” protes Rose dengan suara parau yang sarat akan tuntutan.“Nanti muncrat duluan, Sayang. Kalau si Diky tumbang di awal, pemanasannya bisa lama lagi,” kilah Julian,Mata Rose langsung menyipit tajam. Dia tahu betul satpam pribadinya ini cuma beralasan untuk menggodanya.“Bohong! Kemarin saja kamu sanggup tiga ronde gak pakai jeda, nggak ada ceritanya si Diky loyo. Malah makin gagah dan keras, tuh!” tagih Rose, sama sekali
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-07-11
บางทีคุณอาจจะชอบ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status