LOGIN21+ --- Menjadi pengganti ranjang istri bosku selama awal pernikahan, siapa yang menolak? Demi tidak dipecat karena masa laluku sebagai narapidana terbongkar, Bos tempatku bekerja menawariku untuk memuaskan istrinya, Nyonya Rose. Sebagai karyawan, tentu aku harus patuh. Apalagi, istri bosku sangat cantik, tapi tidak pernah mendapat kepuasan batin selama pacaran hingga menikah. Namun yang tidak aku duga, ternyata istri bosku tahu itu adalah akal-akalan suaminya dan malah memintaku melanjutkan tugas yang harusnya hanya semalam saja. "Suamiku yang memintamu, kan? Tetaplah di sini karena aku memilihmu, bukan dia!"
View MoreRose sempat melirik Julian sekilas sebelum beralih ke Marta. “Boleh, terima kasih ya, Marta. Kayaknya memang masuk angin. Perutku memang agak mual.”Marta buru-buru membuatkan teh jahe andalannya di dapur. Sementara Julian di belakang sempat garuk-garuk kepala, merasa sedikit aneh dengan majikannya.“Kok rasanya akhir-akhir ini Nyonya sering mual? Apa beneran hamil? Ah, nggak mungkin. Kemarin kan udah dicek hasilnya negatif,” batin Julian heran, menerka-nerka sendiri.Tak lama kemudian, suara derap langkah sepatu yang tegas terdengar bergaung memantul dari arah tangga tengah.Daniel berjalan keluar dari sana dengan setelan kemeja yang sudah rapi dan wangi parfum mahal yang menyengat hidung. Pria itu langsung melangkah menghampiri istrinya saat mendengar percakapan sebelumnya.“Sayang, kamu kenapa? Sakit?” Daniel menempelkan punggung tangannya ke dahi Rose sekilas. “Masuk angin atau ... mau datang bulan?”Meski aslinya acuh tak acuh, Daniel termasuk hafal dengan kebiasaan istrinya. Ter
“Nyonya Rose, Mas! Nyonya Rose!” Vanya berbisik gemas, tangannya meremas lengan kursi plastik. “Di atas balkon belakang tadi … nyonya lagi asik main tumbuk-tumbukan!”Uhuk!Julian kesedak kopi yang baru saja disruputnya itu sampai muncrat. Lidahnya langsung melepuh perih.“Attahhh!” desis Julian sambil menaruh cangkirnya ke atas meja. Vanya buru-buru mengambil tisu bekas alas pisang goreng untuk menyeka dagu Julian yang basah kena semburan kopi.“Duh, Mas Julian ini kebiasaan deh, kopi masih panas bukannya ditiup dulu asal sruput aja!” omel Vanya. “Tapi wajar juga kalau kaget, aku tadi di belakang juga sampai gak bisa napas lihat nyonya main tumbuk-tumbukannya panas banget.”Makin seret lagi tenggorokan Julian. Jelas Vanya sempat tahu apa yang mereka lakukan di atas sana tadi.“Tumbuk-tumbukan gimana, Mbak? Nyonya lagi numbuk jamu di atas?” tanya Julian sambil terkekeh pelan.Vanya langsung merengut gemas, tangannya mengibas-ngibas di udara heboh. “Ih, Mas Julian mah polosnya kebange
Perut Rose melilit lagi, seperti diaduk-aduk dari dalam. Rasa panas yang membuat enek langsung menjalar naik ke dada.“Huk!”Rose buru-buru membekap mulutnya rapat-rapat. Dia mati-matian menahan cairan pahit yang mendesak ingin keluar dari tenggorokan.Julian yang baru selesai merapikan seragam satpamnya langsung menoleh. Sepasang mata tajamnya menyipit melihat wajah Rose pucat pasi dalam sekejap.“Kamu kenapa, Rose?” Julian melangkah mendekat, menatap penuh selidik.Rose menggeleng cepat. Dia menarik napas dalam-dalam, berusaha menormalkan debaran dadanya yang tidak karuan. “Enggak, aku nggak apa-apa. Mungkin ... agak masuk angin. Ini gara-gara kamu sih, mainnya malah di balkon terbuka gini.”Julian terkekeh pelan. Suara baritonnya terdengar santai tanpa beban. Tangan besarnya yang kasar bergerak maju, mengusap lembut helai rambut Rose yang sedikit basah oleh keringat. Tanpa aba-aba, kedua lengan kekarnya langsung menyusup ke bawah tubuh Rose, membopong wanita itu untuk dibawa masu
Tak sabar bergosip dengan Julian di depan, Vanya langsung berbalik. Berjalan mengendap-endap dengan posisi paha yang sedikit rapat karena bagian selangkangannya masih terasa basah dan berkedut aneh. “Aduh, ini ngapain masih kedut-kedut sih! Padahal udah nggak sabar mau ngegosip, ah!” batin Vanya.Baru saja kakinya hendak berbelok menuju arah lorong untuk menyelinap keluar ke pos satpam, sepasang mata tajam sudah mengintainya dari ambang pintu dapur.“Van! Ngapain kamu jinjit-jinjit begitu kayak maling jemuran?!”Deg!Vanya tersentak kaget sampai hampir melompat. Dia langsung membalikkan badan dan mendapati ibunya, sudah berdiri berkacak pinggang menatapnya penuh selidik.“I-Ibu ... bikin kaget aja,” sahut Vanya sambil tersenyum kaku.“Kamu itu ya, buang sampah kok lama bener! Ditungguin dari tadi malah mondar-mandir gak jelas. Ngapain aja sih? Terus itu kamu mau ke mana? Dapur di kiri, kamu malah mau nyelonong ke arah depan!” semprot Marta beruntun dengan logatnya yang khas.Jantung
“Kalau begitu, saya mulai ya, Nyonya,” ucap Julian pelan.Tangannya bergerak mantap melepas kemeja yang sejak tadi sudah terbuka. Begitu terbuka, tubuh Julian langsung terpampang dengan jelas, jauh lebih berisi dan maskulin dibanding Daniel.Rose sampai tak sengaja menelan ludah, matanya seolah ter
Jam kerja Julian akhirnya berakhir hari itu, tepat ketika jarum jam menunjuk angka enam. Ketika dia ingin meninggalkan loker, ponsel di saku celananya bergetar.Sebuah pesan masuk dari nomor tanpa nama."Jadwal berubah. Datanglah ke Kamar 1001 Hotel JK malam ini. Gunakan pintu belakang staf untuk m
Brak!Pintu langsung terbuka lebar. Rose berdiri dengan napas memburu."Apa maksud omonganmu barusan?" teriak Rose memecah keheningan.Daniel terlonjak di kursi hingga rokok di sela jarinya nyaris terlepas. Wajah angkuhnya mendadak pucat saat melihat istrinya berdiri dengan mata nyalang dan pipi ba
“Gantikan aku di ranjang, tidurlah dengan istriku yang cantik itu, dan lima puluh juta sebagai bayaranmu di awal!” ucap seorang managar keuangan bernama Daniel.“Bapak bercanda? Kayaknya, pendengaran saya agak bermasalah,” balas Julian. Suaranya bergetar menahan kaget.Pasalnya, Julian hanyalah seo
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviewsMore