author-banner
Beam Ratchanon
Beam Ratchanon
Author

Novel-novel oleh Beam Ratchanon

Jangan Berhenti Mencintaiku!

Jangan Berhenti Mencintaiku!

Faradilla Agatha punya segalanya, kecuali satu: Angga Prasetya. Dulu, Dilla membuang Angga karena status sosial yang tak setara. Kini, saat ia menyadari bahwa hanya ketulusan Angga yang ia cari, sebuah cincin emas di jari manis pria itu menghancurkan harapannya. ​Angga bukan lagi pemuja yang mudah ditaklukkan. Ia membentengi hatinya dengan sebuah pertunangan sandiwara, lelah hanya dijadikan pelarian. Namun, kehilangan kemewahan dan diusir dari rumah justru membakar obsesi Dilla. Di sebuah rumah kecil pinggiran kota, sang mantan influencer ini bertekad merebut kembali miliknya. ​Dilla tak peduli dicap egois atau menjadi orang ketiga. Baginya, Angga adalah dosa yang sengaja ia pilih. Sanggupkah Dilla meruntuhkan benteng Angga, atau justru ia yang hancur oleh sandiwara yang ia percayai?
Baca
Chapter: Bab 12 : Dinding yang Mulai Goyah
Sinar matahari sore itu terasa terik dan menyengat, kontras dengan suasana hati Dilla yang sedang menuju sebuah toko percetakan di pinggir jalan raya untuk memesan menu baru kafe. Namun, langkahnya terhenti saat melihat mobil yang sangat ia kenali terparkir di depan sebuah butik pengantin yang tak jauh dari sana.Angga berdiri di samping mobil itu, tampak rapi dengan kemeja yang pas di tubuhnya. Ia sedang menunggu Faradiba yang baru saja keluar dari butik dengan menjinjing beberapa kantong besar. Senyum Faradiba begitu cerah, sementara Angga membalasnya dengan anggukan tipis yang bagi orang awam terlihat seperti kesopanan, namun bagi Dilla, itu adalah belati yang perlahan mengiris harapannya.Dilla mencoba menunduk, mempercepat langkah agar tidak terlihat. Namun, keberuntungan sedang tidak berpihak padanya."Dilla?" suara melengking Faradiba menghentikan langkahnya.Dilla terpaksa menoleh dan memasang senyum paling palsu yang pernah ia miliki. "Ah, Bu Fara. Pak Angga."Faradiba melang
Terakhir Diperbarui: 2026-04-23
Chapter: Bab 11 : Di Antara Reruntuhan dan Logika
Aroma tanah basah setelah hujan sore itu menyelinap masuk melalui jendela ruang belakang kafe, membawa hawa dingin yang kontras dengan suasana hangat yang mulai menyala di area depan. Dilla menatap tumpukan piring yang baru saja selesai ia bersihkan. Jemarinya yang kini terasa sedikit perih karena sabun cuci adalah pengingat harian bahwa hidupnya telah berubah total. Tidak ada lagi kenyamanan masa lalu; yang ada hanyalah realita kasar yang harus ia hadapi setiap hari sebagai helper di kafe milik tunangan pria yang ia cintai.Logika Dilla terus berteriak, mengingatkan bahwa setiap detik yang ia habiskan di gedung ini adalah sebuah kesalahan. Berada di bawah pengawasan Faradiba sama saja dengan menaburkan garam di atas luka yang belum kering. Nama wanita itu seperti duri halus yang selalu menusuk tepat saat Dilla merasa sudah cukup kuat untuk bertahan. Kemarin, pemandangan Faradiba yang merangkul lengan Angga dengan begitu posesif masih membekas jelas di benaknya. Realita itu menghantam
Terakhir Diperbarui: 2026-04-23
Chapter: Bab 10 : Dunia Sempit Sekali
Dunia seolah berhenti berputar. Nampan di tangan Dilla bergetar hebat, membuat es batu di dalam gelas Americano berdenting riuh. Wanita di balik meja itu, Faradiba, menatap Dilla dengan ketenangan yang mengerikan."Letakkan saja di meja, Dilla. Jangan sampai tumpah," ucap Faradiba halus, namun setiap katanya terasa seperti perintah militer.Dilla melangkah maju dengan kaku. Saat ia meletakkan nampan, matanya tak sengaja melirik bingkai foto di meja. Foto Angga yang tertawa lepas. Hati Dilla mencelos; itu adalah tawa yang dulu hanya miliknya, dan kini tampak begitu asing."Sungguh tidak kusangka kita akan bertemu disini," Faradiba menyandarkan punggungnya, menatap Dilla dari ujung rambut hingga ujung kaki. "Manajerku bilang kamu punya potensi. Tapi bagiku, kamu hanya staf baru yang harus membuktikan diri. Jadi, silakan kembali ke bawah. Meja nomor lima butuh perhatianmu."Dilla tidak menjawab. Ia hanya menunduk dan segera keluar dari ruangan yang terasa menyesakkan itu.Sisa hari itu b
Terakhir Diperbarui: 2026-04-10
Chapter: Bab 9 : Together in Tune
Sinar matahari menyelinap melalui celah gorden katun di kamar Dilla. Tidak ada lagi asisten yang menyanyi kecil sambil membuka tirai otomatis, tidak ada aroma kopi arabica dan english breakfast yang diantarkan ke tempat tidur, dan yang paling nyata: tidak ada keheningan mewah. Sebaliknya, suara tukang sayur yang berteriak di depan pagar dan deru motor tetangga yang memanaskan mesin menjadi alarm alaminya.Dilla menggeliat, punggungnya terasa kaku karena kasur yang ia tiduri mulai terasa tidak nyaman. Ia menatap telapak tangannya. Kuku-kuku yang biasanya dihias nail art mahal kini polos, bahkan ada sedikit sisa sabun cuci di sela-selanya. Seminggu telah berlalu sejak ia memutuskan angkat kaki dari kenyamanan Menteng.Kesehariannya berubah total. Kini, kegiatannya bukan lagi hangout bersama rekan selebgram yang selalu ia banggakan, melainkan menghitung lembar demi lembar uang di dompetnya. Dari sisa tabungan 300 juta yang ia gunakan, Dilla sadar ia tidak boleh impulsif. Inflasi dan gaya
Terakhir Diperbarui: 2026-04-07
Chapter: Bab 8 : Debu di Atas Mahkota
Suasana di dalam mobil terasa hening sejak Dilla dan Angga meninggalkan taman kota. Terlihat gemerlap lampu-lampu jalanan dan gedung pencakar langit dari luar jendela mobil. Namun, Dilla merasa semua gemerlap itu menghilang karena ia padamkan sendiri. Ia terus menatap layar ponselnya yang penuh dengan notifikasi Instagram bak tsunami.“Jangan dibaca terus, Dilla” suara berat Angga memecah kesunyian. Sesekali ia melihat tangan Dilla yang terus-terusan membuka layar ponsel, menunjukkan rasa gelisah“Aku menghancurkan kehidupanku sendiri, Ngga” bisik Dilla pelan “tapi aku yakin, ini cuma keresahan sementara”Sesekali Angga melirik Dilla, ia hanya diam tidak menanggapi, karena Angga masih cukup skeptis dengan keputusan Dilla. Meskipun begitu, ia tetap mendukung keputusan Dilla, dan melihat usahanya untuk menjadi lebih mandiri.Mobil Porsche putih yang dikendarai Angga akhirnya berhenti di depan pagar rumah besi berwarna hitam yang sedikit berkarat di pinggiran kota. Sangat jauh dari gemer
Terakhir Diperbarui: 2026-04-07
Chapter: Bab 7: Sandiwara Cinta yang Belum Usai
“Halo semuanya,” ucapnya di depan layar ponsel yang menghadap ke wajahnya, suaranya stabil meskipun matanya sembab “Saya Faradilla Agatha, ingin mengklarifikasi mengenai foto yang beredar. Benar itu adalah saya sedang dalam keadaan mabuk, dan itu murni kesalahan saya karena tidak bisa mengontrol emosi di tengah tekanan pribadi. Namun di dalam foto itu bukan seperti yang dikabarkan oleh banyak orang, karena saat itu saya dalam keadaan mabuk, dan pria yang ada di dalam foto tersebut adalah teman lama saya yang berniat menolong saya agar saya sampai di rumah dengan selamat, kami tidak pernah memiliki hubungan spesial, selain pertemanan. Saya memohon maaf atas kebingungan dan kekacauan yang telah terjadi. Dan dengan ini juga saya mengumumkan bahwa saya akan mengambil waktu jeda dari media sosial, untuk beristirahat dan belajar menjadi pribadi yang bertanggungjawab.” Setelah menekan tombol post, Dilla merasa seolah sebuah rantai tak kasat mata baru saja terlepas. Ia menatap Angga denga
Terakhir Diperbarui: 2026-03-14
Anda juga akan menyukai
Gairah Cinta sang Pewaris
Gairah Cinta sang Pewaris
Romansa · LuciferAter
901.2K Dibaca
Mempelai yang Tak Diharapkan
Mempelai yang Tak Diharapkan
Romansa · iva dinata
887.4K Dibaca
TURUN RANJANG
TURUN RANJANG
Romansa · naftalenee
876.2K Dibaca
HOT NIGHT
HOT NIGHT
Romansa · Jemyadam
868.0K Dibaca
Istri Nakal Mas Petani
Istri Nakal Mas Petani
Romansa · juskelapa
813.6K Dibaca
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status