author-banner
Beam Ratchanon
Beam Ratchanon
Author

Novel-novel oleh Beam Ratchanon

Jangan Berhenti Mencintaiku!

Jangan Berhenti Mencintaiku!

Faradilla Agatha punya segalanya, kecuali satu: Angga Prasetya. Dulu, Dilla membuang Angga karena status sosial yang tak setara. Kini, saat ia menyadari bahwa hanya ketulusan Angga yang ia cari, sebuah cincin emas di jari manis pria itu menghancurkan harapannya. ​Angga bukan lagi pemuja yang mudah ditaklukkan. Ia membentengi hatinya dengan sebuah pertunangan sandiwara, lelah hanya dijadikan pelarian. Namun, kehilangan kemewahan dan diusir dari rumah justru membakar obsesi Dilla. Di sebuah rumah kecil pinggiran kota, sang mantan influencer ini bertekad merebut kembali miliknya. ​Dilla tak peduli dicap egois atau menjadi orang ketiga. Baginya, Angga adalah dosa yang sengaja ia pilih. Sanggupkah Dilla meruntuhkan benteng Angga, atau justru ia yang hancur oleh sandiwara yang ia percayai?
Baca
Chapter: BAB 20 : Yang Tumbuh di Bawah Tanah
Tiga minggu pertama berjalan lebih baik dari yang Dilla bayangkan.Bukan baik dalam arti mudah, kakinya masih pegal setiap malam, tangannya masih berbau sabun cuci bahkan setelah dicuci tiga kali, dan ia masih sesekali salah hitung kembalian sampai Ryan dengan sangat tidak dramatisnya muncul dari balik mesin espresso dan membenarkan tanpa berkata apa-apa. Tapi baik dalam arti yang lebih dalam dari itu. Baik dalam arti setiap pagi ia bangun dan tahu apa yang akan ia lakukan hari ini, dan itu terasa cukup.Kontennya tumbuh dengan caranya sendiri.Bukan pertumbuhan yang meledak seperti dulu, bukan satu postingan yang tiba-tiba ditonton tiga puluh juta orang dan membuat ponselnya tidak bisa berhenti bergetar selama dua hari. Ini pertumbuhan yang lebih lambat, lebih organik, seperti tanaman yang benar-benar berakar daripada bunga plastik yang terlihat sempurna namun tidak membutuhkan tanah.Setiap hari ia merekam hal-hal kecil. Cara uap dari mesin espresso naik di pagi hari ketika kafe mas
Terakhir Diperbarui: 2026-06-21
Chapter: BAB 19 : Tiga Orang Satu Kamera
Senin pagi datang lebih cepat dari yang Dilla siapkan.Ia berdiri di depan cermin kecil di kamarnya, merapikan rambutnya untuk ketiga kalinya, lalu melepasnya lagi. Diikat tinggi terasa terlalu formal. Digerai terasa terlalu berusaha. Akhirnya ia memilih dikepang satu ke samping, pilihan yang tidak terlalu memikirkan diri sendiri, yang justru adalah poin utama dari semua ini.Ia mengambil ponselnya, mengecek baterai, lalu meletakkannya kembali.Hari pertama sebagai kreator konten resmi Together in Tune. Bukan sebagai Faradilla Agatha dengan dua puluh juta pengikut. Bukan sebagai anak tunggal pengusaha properti. Hanya sebagai Dilla, perempuan dengan kepang satu yang masih belum hafal cara membuat latte art dan sering salah hitung kembalian.Ia mengembuskan napas panjang.Oke. Semoga lancar.Masalah pertama muncul bahkan sebelum ia menyalakan kamera."Kamu mau mulai dari mana?" tanya Ryan, berdiri di balik mesin espresso dengan tangan terlipat dan ekspresi seorang pria yang sudah terbia
Terakhir Diperbarui: 2026-06-09
Chapter: BAB 18 : Tanda Tangan
Kamis malam, Dilla tidak bisa tidur.Bukan karena kasurnya yang keras, ia sudah cukup terbiasa dengan itu. Bukan pula karena suara jangkrik yang setiap malam bersahutan di luar jendela, itu justru sudah menjadi semacam pengantar tidur yang aneh namun menenangkan. Melainkan karena map putih tipis itu masih tergeletak di atas meja kecil di sudut kamarnya, tepat di tempat yang sama sejak Faradiba menyerahkannya lima hari lalu.Dilla menatapnya dari atas kasur.Map itu tidak bergerak. Tentu saja tidak bergerak. Namun entah mengapa ia terasa seperti sesuatu yang hidup, sesuatu yang sabar menunggu, tidak terburu-buru, sangat yakin bahwa pada akhirnya Dilla akan datang juga ke arahnya.Ia mengembuskan napas panjang, melempar selimut tipis ke samping, dan bangkit.Di meja kecil itu, Dilla membuka map putihnya untuk ketiga kalinya dalam seminggu ini. Lembar demi lembar ia baca ulang di bawah cahaya lampu meja yang kuning remang, setiap klausa, setiap angka, setiap paragraf kecil yang terselip
Terakhir Diperbarui: 2026-06-09
Chapter: BAB 17 : Yang Tidak Terucap
Maya tidak bisa tidur malam itu.Ia berbaring di kasurnya dengan langit-langit putih bersih di atasnya, sangat berbeda dari langit-langit kusam di kamar Dilla yang pernah ia bayangkan ketika membaca caption konten sahabatnya, namun matanya tidak mau menutup. Pikirannya terus memutar ulang satu hal yang sama.Ekspresi Faradiba di ujung trotoar itu.Tawa yang berbeda. Punggung yang terlalu tegak. Kepuasan yang terlalu dalam untuk sekadar urusan bisnis.Maya menyipitkan mata ke langit-langit. Mungkin ia terlalu paranoid. Mungkin ia terlalu protektif pada Dilla sampai melihat ancaman di mana-mana. Mungkin Faradiba memang hanya wanita ambisius yang cara bicaranya di telepon terasa berbeda dari cara bicaranya di depan orang.Mungkin.Namun mungkin tidak cukup untuk mendiamkan perasaan yang sejak sore tadi bersarang di ujung tulang dadanya seperti duri kecil yang tidak bisa dicabut.Ia mengambil ponselnya, membuka browser, dan mengetikkan satu nama.Faradiba Adiyani.Hasilnya tidak banyak, F
Terakhir Diperbarui: 2026-06-09
Chapter: BAB16 : Bukan Dilla Yang Dulu
Rabu siang, kafe Together in Tune sedang di jam paling sibuknya.Dilla bergerak cepat di antara meja-meja, membawa nampan dengan kedua tangan, menghafal pesanan tanpa mencatat, kebiasaan baru yang ia banggakan diam-diam karena tiga minggu lalu ia masih harus menulis ulang pesanan yang sama tiga kali sebelum benar. Rambutnya diikat tinggi, celemek cokelat tuanya sudah ada noda kopi di sudut kanan bawah sejak tadi pagi, dan ia tidak peduli.Ia sedang mengantarkan dua gelas latte ke meja dekat jendela ketika ponselnya bergetar di saku celemek.Satu notifikasi WhatsApp dari nama yang sudah lama tidak muncul di layarnya.Maya 🌻: Dill, aku kangen kamu. Kamu baik-baik aja kan? Aku lihat konten-konten kamu belakangan ini... bisa ketemuan nggak?Dilla berhenti sejenak di samping meja, nampan kosong di tangannya. Ia membaca pesan itu dua kali. Bukan karena tidak mengerti isinya, melainkan karena ia tidak menyangka Maya akan mengirim pesan sepeduli itu, bukan pesan yang menanyakan drama, bukan
Terakhir Diperbarui: 2026-06-09
Chapter: BAB 15 : Tamu Tak Diundang
Senin pagi di Together in Tune selalu lebih sepi dari hari lainnya. Hanya ada dua atau tiga pelanggan tetap yang datang membawa laptop, memesan kopi yang sama setiap minggu, dan duduk di sudut yang sama pula. Dilla sudah hafal semuanya, Pak Budi yang selalu pesan es kopi susu tanpa gula di meja dekat jendela, dua mahasiswi yang bergantian menggunakan earphone sambil mengerjakan skripsi, dan seorang pria paruh baya yang tidak pernah memesan apa-apa selain teh tarik dan duduk selama dua jam penuh hanya untuk membaca koran.Rutinitas itu membuat Dilla merasa aman. Terprediksi. Dan setelah berminggu-minggu hidupnya terasa seperti kapal yang diterjang badai, rasa terprediksi adalah kemewahan baru yang jauh lebih ia hargai daripada tas bermerek manapun.Ia sedang mengelap meja nomor tujuh dengan ritme yang sudah otomatis ketika lonceng di atas pintu berdenting.Dilla tidak langsung menoleh, sudah kebiasaan barunya untuk menyelesaikan apa yang sedang ia kerjakan sebelum menyambut tamu. Namun
Terakhir Diperbarui: 2026-06-09
Anda juga akan menyukai
PERNIKAHAN PELUNAS HUTANG
PERNIKAHAN PELUNAS HUTANG
Romansa · LilyAnnie
8.9K Dibaca
Orang Asing Itu Kekasihku
Orang Asing Itu Kekasihku
Romansa · Sabrina Nurul fuaddah
8.9K Dibaca
Tergoda Rayuan CEO Muda
Tergoda Rayuan CEO Muda
Romansa · pramudining
8.8K Dibaca
Bos, I'm Pregnant!
Bos, I'm Pregnant!
Romansa · Isrrinya JENO
8.8K Dibaca
TERJEBAK SKANDAL
TERJEBAK SKANDAL
Romansa · Aggiacossito
8.8K Dibaca
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status