author-banner
nevasava
Author

Novels by nevasava

Balas Dendam Istri Palsu

Balas Dendam Istri Palsu

“Kalian berdua menghancurkanku lebih dulu. Membunuhku, membunuh buah hatiku. Jangan salahkan aku kalau pembalasanku akan lebih kejam.” Milea Kartika Renjani bersumpah akan membalas berkali lipat kekejaman mantan suami dan juga mantan sahabatnya. “Kamu tahu aku benci pelakor. Anak pelakor tidak akan pernah menjadi istriku. Kalian itu hanya sampah masyarakat.” Ardito Zein Barata. Dia sangat mencintai perempuan yang pernah menjadi istrinya. Sayangnya, perempuan itu sudah melakukan kesalahan fatal. “Sudah kukatakan, aku akan selalu mendapatkan apa yang aku inginkan, Milea. Kamu bisa memiliki Ardito selama aku tidak menginginkannya. Tapi, saat aku menginkan pria itu—maka dia akan menjadi milikku.” Aurora Kaya Abimanyu. “Jangan menyerah. Bangkit dan balas mereka. Kamu bisa memakaiku untuk balas dendammu, Milea.” Kai Dallen Abraham. Pria misterius yang selalu ada di sisi Milea, si anak pelakor.
อ่าน
Chapter: Putus Asa
“Pak Ardito yang meminta saya untuk tetap tinggal dan menemani anda.”“Tolong bicara biasa saja. Jangan memanggilku nyonya. Jangan memakai kata anda.”“Anda istri bos saya.”“Aku bukan perempuan yang diinginkan bosmu.”Kai tidak menyahut. Pria yang duduk di depan Milea itu hanya menatap datar istri atasannya. Kai menghembus pelan napasnya. Dia diminta sang atasan untuk mengajak keluar wanita itu supaya terhibur.“Namaku Milea. Aku sahabat Aurora. Kalau kamu tidak percaya, coba cari media sosial Aurora. Kamu akan tahu jika aku tidak berbohong.” Milea menatap serius Kai.“Tolong bantu aku. Aku harus kembali ke Jakarta.” Tatapan Milea berubah. Penuh harap.Kai mengambil ponsel di atas meja lalu fokus menggulir layarnya. Beberapa saat kemudian, tanpa mengatakan apapun–Kai meletakkan ponsel miliknya ke depan Milea.Dengan kening mengernyit, Milea menatap Kai sebelum menurunkan pandangan mata. Semula Milea menatap biasa layar benda di depannya, namun dua detik kemudian Milea dengan cepat men
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-05-07
Chapter: Tak Ada Harapan
Milea hanya bisa mengumpat sang teman yang ternyata sedang melakukan hal terlarang bersama sang kekasih–Elias. Ponsel sudah tak lagi melekat di telinga, dan panggilan sudah tak lagi tersambung. Milea sudah mematikan sambungan tersebut.Wanita itu berkali-kali menghentak keras napasnya. Apa lagi yang harus ia lakukan sekarang? Siapa yang bisa ia mintai pertolongan, selain dua orang yang masih bergumul di atas ranjang itu? Milea memukul-mukulkan pelan ponsel di tangan kanan ke telapak tangan kirinya, sementara isi di dalam kepala wanita itu sedang bekerja keras. Haruskah dia menghubungi Zayn? Milea mendesah. Hubungannya dengan Zayn sudah putus satu tahun lalu. Apa yang akan Zayn pikirkan jika ia tiba-tiba menghubungi pria tersebut?Milea resah. Saat ini waktu yang tepat untuk berusaha pergi karena Ardito sedang tidak ada di rumah. Milea tidak tahu bagaimana cara melarikan diri jika pria itu sudah kembali nanti. Jadi, tidak ada pilihan lain. Lupakan prasangka Zayn saat ia menghubungi pr
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-03-17
Chapter: Resmi Menikahi Calon Suami Sahabat
Milea tak punya kuasa menolak pernikahan tersebut. Otaknya masih belum bisa mencerna apa yang terjadi hingga kata ‘SAH’ itu terdengar. Semua terjadi begitu cepat. Pernikahan yang digelar hanya di halaman rumah dan dihadiri oleh tidak lebih dari 50 orang itu benar-benar terjadi. Kilat foto menghujani sang pengantin baru.Semua orang tersenyum. Mereka terlihat ikut berbahagia setelah menjadi saksi pernikahan seorang pengusaha sukses asal Indonesia yang kini menetap di Singapura.Meskipun acara itu tampak sederhana, namun semua makanan mewah yang tersaji, serta dekorasi elegan di tempat berlangsungnya acara, memperlihatkan nilai sang pengantin. “Selamat atas pernikahan kalian. Semoga kalian segera mendapatkan momongan.”“Terima kasih.” Ardito mengangguk sambil tersenyum. Pria itu memegang tangan sang istri yang melingkar di lengan kirinya. Ardito mengayun langkah bersama Auroranya. Menyapa tamu di tiap meja sebelum kemudian duduk di meja yang memang disiapkan untuk mereka berdua."Ayo k
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-03-17
Chapter: Pengakuan Milea
“Saya bukan Aurora. Tolong hentikan semua ini. Saya bukan perempuan yang anda inginkan.”“Sebenar lagi kita menikah. Bicaralah lebih non formal. Rasanya telingaku panas mendengar cara bicaramu yang seperti bawahanku.”Milea menelan ludah susah payah.****Mereka tiba 2 jam lalu di sebuah rumah besar milik Ardito. Yang membuat Milea terkejut adalah ketika melihat halaman rumah itu sudah didekorasi untuk sebuah acara. Lalu, saat masuk ke dalam rumah, sudah ada banyak orang yang sedang sibuk mengatur ini itu. Lalu ia dibawa ke sebuah kamar.Di dalam kamar itu dua orang perempuan berusia sekitar 30 tahun sudah menunggunya. Perempuan itu langsung memintanya untuk membersihkan tubuh. Setelah mandi, Milea harus memakai gaun pengantin. Semua berjalan begitu cepat. Waktu seolah tidak memberi tempat bagi Milea untuk sekedar memikirkan apa yang terjadi. Dalam sekejap ia sudah dimake up sedemikian rupa, dan siap dengan penampilan sebagai seorang calon pengantin.Milea yang sedang berada di tempa
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-03-17
Chapter: Terjebak
“Maaf, saya harus ke toilet.” Milea meremas telapak tangannya. Mendengar apa yang dikatakan oleh Ardito, tangan wanita itu bergetar. Syok berat. Menikah? Kenapa jadi begini? Milea menurunkan kedua kakinya. Beranjak dari tempat berbaring sebelumnya, Milea memutar kepala, mencari keberadaan tas nya.“Mencari tasmu?” tanya Ardito, melihat Milea mencari-cari sesuatu. Melihat anggukan kepala Milea, Ardito menunjuk sebuah meja di depan Kai.Milea langsung berjalan menuju tempat Kai sedang duduk. Sampai di tempat tersebut, Melia menatap marah Kai, sebelum menyambar tali tasnya. Milea berbalik, hanya untuk kebingungan melihat sekitar. Sepasang mata wanita itu mengerjap saat menyadari sesuatu.Detik berikutnya, Milea terbelalak. Saat ini dia sedang berada di udara? Di atas pesawat? Milea melangkah ke jendela dan melihat awan-awan bertumpuk di luar sana. Fix, Milea kini sadar ia sedang berada di dalam alat transportasi udara.Milea kemudian memutar lagi langkah kakinya. Wanita itu kini berdiri
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-03-17
Chapter: Pertemuan Pertama
Milea buru-buru masuk ke dalam sebuah kafe. Dia terlambat 5 menit. Wanita itu mengedarkan pandangan mata–mencari keberadaan seorang pria yang memakai kemeja navy garis-garis. Menurut Aurora–sahabatnya, pria itu kemungkinan berkepala botak, dan perut buncit. Mukanya mungkin dipenuhi jambang dan kumis.Milea bergidik membayangkannya. Langkah kaki wanita itu memelan ketika melihat seorang pria dengan kemeja berwarna navy garis-garis duduk sendirian di sebuah meja. Pria itu sedang menikmati isi di dalam cangkir sambil memperhatikan layar ponsel.Milea menarik napas panjang. Kalau bukan karena Aurora sudah banyak membantunya, dia tidak akan sudi menemui siapapun pria yang dijodohkan dengan sahabatnya itu.“Kamu harus membantuku, Milea. Aku tidak mau menikah dengan pria pilihan papa. Kamu tahu aku sudah punya Elias. Aku hanya akan menikah dengan Elias.”“Lalu aku harus apa?”“Temui laki-laki itu atas namaku. Buat dia ilfeel sama kamu, supaya dia menggagalkan perjodohan itu.”“Kenapa tidak k
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-03-17
บางทีคุณอาจจะชอบ
Menikah Demi Hak Asuh
Menikah Demi Hak Asuh
Dera Tresna
255 views
TUAN MUDA WIJAYA YANG BERGAIRAH
TUAN MUDA WIJAYA YANG BERGAIRAH
Suryadharma
221 views
Pembalasan Sang Siren
Pembalasan Sang Siren
Eloise Vox
216 views
Anak Haram yang Dibenci Ayahku
Anak Haram yang Dibenci Ayahku
Marsalsa
207 views
Dikhianati suami, Dimiliki CEO
Dikhianati suami, Dimiliki CEO
Orangsukses
181 views
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status