공유

Bab 32.

작가: NasaNasa
last update 게시일: 2026-06-11 21:48:57
“Sudah kukatakan dia tidak akan kemana-mana, Kai.” Ardito menatap tajam Kai. Mereka berdiri berhadapan tak jauh dari ranjang tempat Milea berbaring. Sang pelayan sudah keluar beberapa saat lalu. “Kamu melawanku?” tanya Ardito tidak suka.

Kai tidak langsung menjawab. Pria itu memutar kepala ke arah ranjang. Dadanya bergerak kentara ke atas, lalu tertahan beberapa detik sebelum akhirnya kembali turun. Hembusan karbondioksida lolos dari sedikit celah mulut yang terbuka.

“Aku tahu kamu tertarik pada
NasaNasa

Terima kasih sudah membaca, Nasa

| 좋아요
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • Balas Dendam Istri Palsu   Bab 34.

    Tubuh yang semula tampak sintal segar hingga tampak seksi itu, berubah menjadi kurus hanya dalam waktu satu bulan. Tak lagi tampak segar, wajah yang semula bersinar itu kini juga tampak seperti bunga yang layu. Penampilannya tak pernah terlihat rapi.Tubuh yang semakin terlihat kecil itu setiap hari hanya terbungkus daster lusuh. Entah berapa banyak bobot tubuh Milea yang hilang, luntur bersama keringat serta pikiran yang terkuras karena Aurora.Milea bukan hanya kurang istirahat, ia juga kurang makan dan minum. Aurora hanya memberinya makan satu kali dalam sehari. Hanya air putih pun, dia dijatah. Tidak diperbolehkan mengambil sesuka hati. Jangan harap dia mendapat makanan yang bergizi. Aurora benar-benar memenuhi ancamannya. Mantan sahabatnya itu menciptakan neraka untuknya.Aurora tidak memiliki kegiatan lain selain menyiksanya ketika Ardito tidak berada di dalam rumah.Ardito? Milea sungguh tidak tahu bagaimana hati seseorang bisa berubah dalam waktu sesingkat itu. Pria yang tadiny

  • Balas Dendam Istri Palsu   Bab 33.

    "Siapa kamu sebenarnya, Kai? Apa hubunganmu dengannya? Kenapa kamu begitu membela perempuan miskin itu?”Kai menatap lurus wanita di depannya. “Hanya orang miskin yang berempati pada sesama orang miskin, Nyonya. Silahkan keluar. Saya khawatir suami Nyonya sekarang sedang mencari Nyonya.” Kai menjawab dengan ekspresi wajah datar.Aurora tidak menyahut. Sepasang bibir wanita itu masih terkatup rapat, namun ekspresi wajahnya menggambarkan rasa tidak percaya. Beberapa detik yang Aurora hanya menatap sang lawan bicara sebelum memutuskan untuk memutar tubuh. Kakinya baru satu kali terayun ketika wanita itu kembali berhenti lalu menoleh.“Kamu bukan seorang pewaris tunggal yang sedang menyamar, kan?”“Kalau iya, apa kamu akan berbalik mengejarku dan membiarkan Ardito bersama dengan Milea?”“Apa?” Mulut Aurora terbuka. “Tidak mungkin.”Kai menarik sebelah sudut bibirnya, sementara sepasang mata pria itu mengecil. Ekspresi wajah yang membuat Aurora menatap marah sebelum akhirnya benar-benar ber

  • Balas Dendam Istri Palsu   Bab 32.

    “Sudah kukatakan dia tidak akan kemana-mana, Kai.” Ardito menatap tajam Kai. Mereka berdiri berhadapan tak jauh dari ranjang tempat Milea berbaring. Sang pelayan sudah keluar beberapa saat lalu. “Kamu melawanku?” tanya Ardito tidak suka.Kai tidak langsung menjawab. Pria itu memutar kepala ke arah ranjang. Dadanya bergerak kentara ke atas, lalu tertahan beberapa detik sebelum akhirnya kembali turun. Hembusan karbondioksida lolos dari sedikit celah mulut yang terbuka.“Aku tahu kamu tertarik pada perempuan itu.” Suara Ardito kembali terdengar. Dia masih mengingat betul kedekatan mereka berdua. Dan hal itu membuat hatinya sakit. Membayangkan mereka akan bersama, jujur saja ia marah. Namun, Ardito menahan sekuat tenaga.Kai belum meluruskan pandangannya. Pria itu hanya melirik Ardito dua detik lalu kembali memperhatikan perempuan yang masih berbaring di atas ranjang dengan mata terpejam. Milea masih belum sadar."Benar, kan? Kamu tertarik padanya. Perempuan itu bekasku, Ka. Jangan pernah

  • Balas Dendam Istri Palsu   Bab 31.

    Milea memutar langkah, berdiri kaku menatap Ardito yang sedang berjalan masuk ke dalam rumah sambil merangkul Aurora. Bibir wanita itu bergetar. Tangannya meramas kain di dada. Sakit sekali melihat pria yang dicintai bersama dengan perempuan lain.Dia belum sempat meminta maaf. Lebih tepatnya tidak bisa meminta maaf disaat Aurora ada bersama Ardito. Melihat tatapan mata Ardito padanya tadi, harapan itu seakan luntur begitu saja. Ternyata cinta Ardito tidak sekuat yang pria itu katakan.Ardito menatapnya ... jijik. Milea merasakan patahan demi patahan di dalam hatinya. Ranting bunga itu satu per satu patah. Membuat mawar yang mekar perlahan menghitam lalu berjatuhan. Wanita itu memukul dadanya sendiki kala rasa sesak mulai terasa.Milea merasa pasokan di sekitarnya semakin menipis. Wanita itu kesulitan bernapas. Milea berusaha keras tetap tersadar. Memaksa kaki yang terasa semakin lemas untuk terus bertahan.Semula Milea masih bisa menahan kedua kakinya untuk tetap menyangga bobot tubuh

  • Balas Dendam Istri Palsu   Bab 30.

    “Tidak. Aku tidak akan meninggalkan rumah ini. Di sini tempatku tinggal. Bersama suamiku.”“Bodoh!” umpat Kai kesal. Pria itu hampir saja membanting ponselnya sendiri setelah Milea mengakhiri panggilan secara sepihak. Kai menghentak keras napasnya. Pria itu mengancingkan jas ketika mendengar suara hentakan heels di belakangnya. Kai memutar tubuh. Bola matanya bergerak hingga bertemu tatap dengan sepasang mata perempuan yang kini melangkah ke arahnya sambil tersenyum miring.Kai menekan katupan rahangnya kuat-kuat. Berusaha untuk mempertahankan ekspresi wajah datar. Kai mengalihkan pandangan ke belakang tubuh wanita itu. Ardito belum terlihat.“Aku belum sempat bicara denganmu.”Dengan terpaksa Kai mengembalikan pandangan pada seorang perempuan yang kini sudah menghentikan ayunan kakinya. Pria itu menatap datar tanpa mengatakan apapun.“Ardito sedang ke toilet.” Aurora menahan rambut yang terbang karena angin malam itu cukup kencang. Menyelipkan ke belakang telinga, meskipun tidak bert

  • Balas Dendam Istri Palsu   Bab 29.

    Milea tidak bisa tenang. Sudah malam, dan Ardito masih juga belum kembali. Nomor ponsel pria itu pun tidak bisa dihubungi. Sejak Ardito memilih pergi ke kantor bahkan sebelum turun dari dalam mobil, apalagi masuk ke dalam rumah–mereka belum berkomunikasi.Seakan Ardito sengaja memutus semua jalan komunikasi, Kai pun tidak bisa dihubungi.Wanita itu berjalan mondar mandir di ruang tamu sambil menggigiti kuku tangan. Sesekali memutar kepala ke arah pintu yang dibiarkan terbuka. Berharap seseorang yang ditunggu muncul. Namun tidak. Ardito tak kunjung muncul. Membuat Milea semakin kalut.Wanita itu berjalan keluar dari dalam rumah. Berdiri di teras, Milea menggulir layar ponsel kemudian membawa benda tersebut ke telinga kanan. Untuk yang sekian kali wanita itu berusaha agar bisa terhubung dengan Ardito.Milea menggigit bibir bawahnya. Sedikit napas lega lolos dari celah bibir wanita itu ketika mendengar nada sambung. Setelah dari tadi nomor Ardito tidak aktif, sekarang akhirnya nomor itu

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status