Chapter: Nyaris Kehilangan Kendali"Rangga Tirta..." ucap Putri Jayasari lirih. Kepalanya masih bersandar di bahu pria itu. "Apakah kau senang telah diangkat menjadi Jenderal Perang?"Rangga Tirta yang semula menegang perlahan memaksa dirinya untuk tetap tenang. Ia menatap lurus ke depan sebelum akhirnya mengembuskan napas pelan."Sepertinya lebih banyak tidak senangnya," jawab Rangga Tirta."Kenapa?" tanya Putri Jayasari. Ia sedikit mengangkat wajahnya, berusaha mencari jawaban dari ekspresi pria di sampingnya."Tanggung jawab yang hamba pikul kini jauh lebih besar dibandingkan sebelumnya," ucap Rangga Tirta tenang. "Jika hamba memimpin perang, bukan hanya nyawa hamba yang dipertaruhkan, tetapi juga nyawa seluruh prajurit yang berada di bawah komando hamba.""Lalu?" Putri Jayasari kembali bertanya. Tatapannya tidak pernah lepas dari wajah pria itu. "Apa lagi yang membuatmu tidak senang?"Rangga Tirta terdiam sejenak. Pandangannya kosong menatap lantai sebelum akhirnya tersenyum tipis."Entahlah." Ia menggeleng pelan.
Last Updated: 2026-06-25
Chapter: Pertemuan TerlarangSetelah pelantikan resmi selesai, para prajurit mengadakan pesta besar untuk merayakan pengangkatan Rangga Tirta sebagai Jenderal Perang Kerajaan Jayantara. Sebelumnya, Rudha Wisesa telah meminta izin kepada Maharaja Jayawardhana untuk mengadakan perayaan tersebut, dan sang raja mengizinkannya. Hingga malam tiba, suara tawa, dentingan gelas, serta alunan musik masih memenuhi camp para prajurit."Rangga Tirta," ucap Rudha Wisesa dengan wajah memerah karena pengaruh arak. "Sedikit sekali kau minum. Ini pesta untukmu, jadi habiskan semuanya."Rangga Tirta hanya tersenyum tipis sambil menatap gelas di tangannya. "Jenderal tahu aku tidak terbiasa minum sebanyak itu," jawabnya tenang sebelum meneguk sedikit arak di dalam gelasnya."Tidak, aku tahu itu bukan alasanmu." Rudha Wisesa menunjuknya dengan gelas yang hampir kosong. "Jika kau benar-benar seorang lelaki, minumlah sampai tidak sadarkan diri. Percayalah, itu sedikit membantu menghadapi perasaan yang tidak bisa kau lawan."Rangga Tirta
Last Updated: 2026-06-24
Chapter: PelantikanSiang hari di alun-alun Kerajaan Jayantara, ribuan orang telah berkumpul untuk menyaksikan pengangkatan Jenderal Perang yang baru. Para prajurit berdiri berbaris dengan tombak dan panji-panji kerajaan yang berkibar mengikuti embusan angin, sementara rakyat memenuhi setiap sisi alun-alun dengan wajah penuh antusias.Di atas panggung batu bertingkat yang dibangun khusus untuk upacara kerajaan, Maharaja Jayawardhana duduk di atas singgasananya. Di samping sang Maharaja, Putri Jayasari, Patih Wiranega, Jenderal Rudha Wisesa, dan para pejabat tinggi kerajaan telah bersiap mengikuti prosesi sakral tersebut.Sementara itu, di bawah panggung batu, Rangga Tirta berlutut dengan satu kaki sambil menundukkan kepala. Zirah peraknya memantulkan cahaya yang membuat sosoknya tampak gagah dan berwibawa."Angkat kepalamu, wahai prajurit terpilih," ucap Maharaja Jayawardhana sambil berdiri dari singgasananya.Rangga Tirta segera mengangkat kepalanya. Tatapannya lurus tertuju kepada sang raja yang berdir
Last Updated: 2026-06-24
Chapter: Aku Hanya Seorang PrajuritPutri Jayasari berlari menuju kamar pribadinya sambil menahan isak tangis. Salah satu tangannya menutupi mulutnya, berusaha meredam suara sesenggukan yang terus keluar.Namun air mata yang membasahi pipinya tidak mampu ia hentikan. Setiap langkah yang ia ambil terasa semakin berat, seolah sebagian dari hatinya telah direnggut begitu saja.Di lorong istana, Nirmala yang sedang membawa beberapa pakaian segera menghentikan langkahnya ketika melihat sang putri dalam keadaan seperti itu."Tuan Putri?" panggil Nirmala dengan wajah terkejut. "Apa yang terjadi?"Namun Putri Jayasari tidak menjawab. Wanita itu langsung membuka pintu kamarnya dan menjatuhkan tubuhnya ke atas ranjang.Ia memeluk bantal dengan erat lalu membenamkan wajahnya di sana. Bahunya bergetar hebat seiring tangisan yang akhirnya pecah.Nirmala yang sebelumnya mengejar dari belakang segera memasuki kamar. Begitu melihat Putri Jayasari menangis seperti itu, ia buru-buru mendekat dengan wajah penuh kekhawatiran."Tuan Putri..
Last Updated: 2026-06-23
Chapter: PerpisahanRangga Tirta dengan tenang menghindari serangan Putri Jayasari yang datang bertubi-tubi. Namun di tengah pergerakannya, tanpa sengaja ia melihat sosok Maharaja Jayawardhana yang tengah berdiri di pendopo istana.Seketika, langkahnya berhenti. Pedang di tangannya segera diturunkan dengan hormat."Tuan Putri," ucap Rangga Tirta dengan tenang. Napasnya masih teratur meskipun baru saja berlatih."Maharaja Jayawardhana berada di tempat ini. Mari kita hentikan latihan untuk sementara.""Ayahku?" tanya Putri Jayasari dengan wajah terkejut. Pedang di tangannya perlahan ikut diturunkan. "Di mana?""Maharaja berada di pendopo istana," jawab Rangga Tirta sambil mengarahkan pandangannya. "Di sebelah kanan Tuan Putri."Putri Jayasari segera menoleh ke arah yang dimaksud. Begitu melihat sosok ayahnya, wajahnya langsung berubah cerah."Ayah!"Tanpa memedulikan rambutnya yang sedikit berantakan dan keringat yang membasahi dahinya, sang putri berlari kecil menuju pendopo. Rangga Tirta pun mengikuti da
Last Updated: 2026-06-23
Chapter: Keputusan Seorang Ayah"Baik, Maharaja," ucap Patih Wiranega. "Hamba akan menjelaskan pemikiran hamba."Patih Wiranega kembali mengangkat kepalanya dan menatap Maharaja Jayawardhana dengan wajah serius. Para pejabat yang berada di dalam aula pun ikut memperhatikan dengan saksama."Kemampuan Wakil Jenderal Rangga Tirta sudah tidak perlu diragukan lagi," jelas Patih Wiranega dengan suara mantap."Bahkan dalam beberapa peperangan yang pernah dipimpinnya sendiri, beliau tidak pernah mengalami kekalahan."Beberapa pejabat kerajaan menganggukkan kepala mereka. Tidak seorang pun yang membantah ucapan tersebut."Mengenai tugas yang selama ini Maharaja berikan kepadanya," lanjut Patih Wiranega, "hamba memiliki usul lain."Tatapan Maharaja Jayawardhana berubah serius. "Apa maksudmu?" tanya sang raja."Kita dapat menyerahkan tugas itu kepada Jenderal Rudha Wisesa," jawab Patih Wiranega tanpa ragu."Walaupun kemampuan beliau dalam memimpin perang telah menurun, hamba yakin jika hanya menjadi pelindung Putri Jayasari, b
Last Updated: 2026-06-22