author-banner
Tinta_Jojon
Tinta_Jojon
Author

Novels by Tinta_Jojon

Semua Wanita Menginginkan Sentuhannya

Semua Wanita Menginginkan Sentuhannya

KHUSUS PEMBACA DEWASA (21+) Dengan sentuhannya, para wanita elite yang selama ini sulit ditaklukkan justru jatuh hati... Hingga ketagihan ingin merasakannya lagi.
Read
Chapter: Chapter 29
“Apa maksud Bunda Laras?” tanya Raka.“Aku memiliki seorang klien yang bergerak di industri perbankan. Anaknya mengalami kelumpuhan yang hingga kini belum diketahui penyebabnya,” jelas Bunda Laras.“Berbagai pengobatan sudah dicoba, tetapi kondisinya tidak juga menunjukkan perkembangan.”“Jadi, Bunda ingin aku mengobati anak dari klien Bunda?” tebak Raka.“Benar, Raka. Aku percaya kemampuan unikmu itu mungkin bisa membantu menyembuhkan anak klienku,” jawab Bunda Laras.Bunda Laras kemudian menjelaskan bahwa ia bekerja sebagai konsultan hukum untuk beberapa perusahaan ternama. Salah satu kliennya, pemilik sebuah bank swasta, tengah mengadakan sayembara bagi siapa pun yang mampu menyembuhkan putrinya. Bagi siapa pun yang berhasil menyembuhkannya, pasti hadiah yang disiapkan cukup besar.“Aku sendiri tidak tahu secara pasti hadiah apa yang ditawarkan,” lanjut Bunda Laras. “Namun, melihat siapa yang mengadakan sayembara itu, hadiahny
Last Updated: 2026-08-10
Chapter: Chapter 28
Saat ketiganya tengah asyik membicarakan Ibu Anin, tiba-tiba terdengar langkah kaki dari arah tangga. Ibu Anin berlari menuruni tangga dan, begitu mencapai tiga anak tangga terakhir, ia melompat lalu melakukan salto. Anin, Tante Mira, dan Raka sontak terbelalak melihat aksi tersebut.“Ibu! Hati-hati!” teriak Anin cemas karena takut ibunya terjatuh.Begitu berhasil mendarat dengan sempurna di lantai, ketiganya langsung mengembuskan napas lega.“Tenang saja, Anin,” ujar Ibu Anin sambil tersenyum. “Ibu hanya ingin menguji apakah tubuh Ibu sudah benar-benar pulih atau belum.”Ibu Anin kemudian menatap Raka dengan heran.“Anin, kenapa terapis itu sampai babak belur begitu?” tanyanya.“Jangan panggil Mas Raka dengan sebutan terapis, Ibu!” tegas Anin. “Itu semua karena ulah Ibu ketika sedang tidak sadarkan diri.”“Ah... begitu ternyata,” jawab Ibu Anin santai, sama sekali tidak menunjukkan rasa bersalah.“Kamu ini bena
Last Updated: 2026-08-09
Chapter: Chapter 27
Kurang lebih dua jam berlalu. Tante Mira dan Anin tampak duduk di ruang tamu, menunggu Raka menyelesaikan sesi terapinya."Anin, sepertinya ibumu sangat kesakitan," ujar Tante Mira cemas."Iya, Nek. Mungkin itu efek terapi yang dilakukan Mas Raka," sahut Anin."Tapi kemarin waktu Nenek dipijat Raka, rasanya enak sekali," balas Tante Mira heran."Iya, Nek... aku juga—" Anin mendadak menghentikan ucapannya, menyadari ia baru saja keceplosan."Kamu dipijat Raka juga?" tanya Tante Mira menyelidik."I-iya, Nek..." aku Anin pasrah."Oh, jadi ternyata..." Tante Mira tersenyum penuh arti."Nek... kenapa memandangku seperti itu?" gumam Anin malu."Kamu dan Raka pasti..." Tante Mira manggut-manggut seolah paham betul apa yang terjadi."Tidak... Ini tidak seperti yang Nenek bayangkan!" sergah Anin dengan wajah yang kian memerah.Di tengah percakapan mereka, Raka tiba-tiba tampak menuruni tangga d
Last Updated: 2026-08-09
Chapter: Chapter 25
"Aku akan melaporkanmu atas tindakan pelecehan!" Ancam Ibu Anin tegas.Raka mengira keributan itu sudah selesai dan ia hanya perlu melakukan yang terbaik untuk menyembuhkan Ibu Anin. Namun, ucapan wanita itu barusan sukses memancing kekesalannya.Raka hendak menyanggah, tetapi Anin dengan cepat menarik lengannya."Sudah, Mas Raka. Tidak perlu dilanjutkan," bisik Anin sambil menatap Ibunya dengan kesal. "Biarkan saja. Ibuku memang keras kepala."Raka menahan langkahnya dan menatap Anin penuh tanya."Tidak apa-apa, Mas. Aku akan tetap membayar Mas Raka," lanjut Anin. "Lebih baik kita pergi saja sekarang."Ibu Anin tersenyum licik. Luka masa lalu membuatnya menyimpan dendam terhadap laki-laki, hingga ia selalu berusaha mengalahkan mereka dengan cara apa pun.Raka memegang kedua bahu Anin dengan lembut, berusaha menenangkan wanita itu."Percaya padaku," ujar Raka lembut. "Semua akan baik-baik saja.""Aku ti
Last Updated: 2026-08-09
Chapter: Chapter 25
Anin segera menghampiri ibunya, sementara Raka spontan berdiri dan berusaha menampilkan senyum seramah mungkin. Dari celah pintu kamar yang sedikit terbuka, Tante Mira diam-diam mengintip dengan penuh rasa penasaran."Anin! Kenapa ada laki-laki asing di rumah ini?!" seru ibu Anin dengan nada tinggi sambil menepis tangan putrinya yang hendak membantu."Ma-mama... tenang dulu," bujuk Anin terbata-bata. "Dia ini terapis hebat yang Anin bawa untuk bantu menyembuhkan kaki dan tangan Mama...""Mama tidak peduli!" potong sang ibu tegas. "Usir dia dari sini sekarang juga!"Raka yang menyaksikan penolakan mentah-mentah itu tidak terlalu terkejut. Ia memilih tetap tenang membiarkan Anin mencairkan suasana dan membujuk ibunya terlebih dahulu."Mama, ayo duduk dulu sebentar," tutur Anin lembut sambil kembali meraih lengan ibunya. "Dengar penjelasan dari Mas Raka dulu ya, Ma?"Mendengar kalimat itu, mata Raka langsung membelalak. Ia sama seka
Last Updated: 2026-08-08
Chapter: Chapter 24
Malam harinya, Raka mengendarai motor membelah jalanan kota menuju lokasi yang telah disepakati.Sore tadi, ia sudah mengirimkan pesan kepada Anin bahwa dirinya telah siap untuk menangani pengobatan sang ibu. Keduanya lantas berjanji untuk bertemu malam ini di sebuah restoran cepat saji yang letaknya tak jauh dari kediaman Raka."Mas Raka! Di sini!" panggil Anin sedikit berteriak sewaktu menangkap sosok Raka yang baru saja melangkah masuk melintasi pintu kaca restoran.Raka menoleh ke sumber suara. Ia tersenyum kemudian melangkah cepat menghampiri meja Anin lalu duduk berhadapan."Maaf ya, Anin, agak terlambat sedikit," tutur Raka merasa tak enak."Ah, tidak apa-apa kok, Mas Raka. Aku juga baru sampai," balas Anin lembut.Sejenak, pandangan Raka tertahan pada sosok Anin. Wanita di hadapannya ini terlihat cukup berbeda dari malam sebelumnya. Anin tampak begitu anggun dengan riasan tipis yang pas, dipadukan dengan pakaian yang memb
Last Updated: 2026-08-08
Rahasia Gelap Sang Dokter Cantik

Rahasia Gelap Sang Dokter Cantik

“Dewa sialan,” desis wanita itu dengan amarah yang tak mampu lagi disembunyikan. “Aku tidak akan patuh hanya karena hukuman ini.” Ia berendam tanpa sehelai benang pun. Tubuhnya tertutup lapisan es hingga ke bahu, namun nyala api biru terus merambat dari kulitnya, berdenyut pelan seolah ingin melahap tubuhnya sendiri. Siapakah sebenarnya wanita itu? Dan rahasia kelam seperti apa yang membuatnya harus menanggung hukuman dari para dewa?
Read
Chapter: Kelahiran Malaikat Maut
Aroma anyir darah tercium dari sudut-sudut aula utama yang kini telah berubah menjadi kuburan massal. Puluhan jasad prajurit istana yang melakukan bunuh diri massal terkapar tumpang tindih dengan sisa pasukan perbatasan yang gugur. Dalam waktu kurang dari satu hari, kemegahan Kerajaan Jayantara runtuh total, menyisakan keheningan yang mencekam dan pemandangan yang amat mengerikan.Putri Jayasari perlahan turun dari atas singgasana berdarah, melangkah gontai melewati genangan cairan merah yang membasahi lantai. Ujung gaunnya yang koyak terseret di atas lantai, sementara tangan kanannya masih menggenggam erat pedang yang telah merenggut nyawa ayahandanya. Langkah kakinya terhenti tepat di samping jasad Rangga Tirta yang kini telah terbujur kaku."Tunggu aku, Rangga... Dunia ini tidak lagi memiliki tempat bagi kita," bisik Putri Jayasari dengan suara lirih yang dipenuhi keputusasaan mendalam sembari menatap tubuh Rangga Tirta.Tanpa ragu sedikit pun, ia membalikkan arah hulu pedangnya da
Last Updated: 2026-07-14
Chapter: Amuk Badai Dendam
Putri Jayasari bergerak bagaikan hembusan angin malam yang mematikan, menebas leher dua prajurit pengawal yang mencoba mendekatinya hingga darah segar menyembur ke pilar batu. Tidak ada lagi kelembutan seorang putri di dalam dirinya, hanya ada seonggok raga yang digerakkan oleh kepedihan dan dendam mutlak.Tebasan demi tebasan ia layangkan tanpa ampun, merubuhkan setiap prajurit istana yang berani menghadang langkahnya menuju altar singgasana. Di sela-sela dentingan besi dan erangan sekarat korbannya, air mata terus mengalir membasahi pipinya yang tercoreng noda merah. Ia mengangkat pedangnya tinggi-tinggi, menatap bilah baja itu dengan pandangan yang kosong sekaligus penuh luka."Lihatlah pedangku, Rangga Tirta..." bisik Putri Jayasari dengan suara parau yang menyayat hati di tengah riuhnya pertempuran. "Bukankah sekarang aku sudah mampu menyaingimu di medan perang?!" Air matanya menetes jatuh tepat di atas sabetan darah baru pada mata pedangnya, merefleksikan kepedihan mendalam ata
Last Updated: 2026-07-13
Chapter: Eksekusi Sang Kesatria
Surya Brama mengepalkan kedua tangannya hingga bergetar menyaksikan sang jenderal diperlakukan layaknya seorang kriminal rendahan. Amarahnya meluap melampaui batas kesabaran, merobek seluruh rasa hormatnya pada institusi kerajaan. Dengan gerakan tegas, ia melangkah maju dan melepaskan seluruh atribut militernya ke tanah berbatu alun-alun."Aku tidak sudi mengabdi pada kerajaan yang memperlakukan pahlawannya seperti binatang!" seru Surya Brama, tatapannya menembus langsung ke arah sepasang mata Patih Wiranegara. "Ikat aku dan bawa aku bersama Jenderal Rangga Tirta, karena aku tidak akan membiarkan beliau berjalan sendirian!""Sangat heroik, Surya Brama. Ikat pria bodoh ini bersama jenderalnya!" balas Patih Wiranegara sembari melambaikan tangan dengan nada meremehkan.Kedua tangan Surya Brama pun segera diikat erat menggunakan tali tambang tebal oleh para prajurit istana. Bersama Jenderal Rangga Tirta, ia digiring melewati koridor-koridor megah menuju aula utama di bawah kawalan ketat p
Last Updated: 2026-07-12
Chapter: Hadangan
Dua hari telah berlalu sejak Jenderal Rangga Tirta ditetapkan sebagai pengkhianat, dan situasi di Kerajaan Jayantara tampak kembali seperti biasa. Namun, keheningan itu mendadak pecah ketika dari kejauhan gerbang kota, kepulan debu tipis membubung ke udara. Tiga puluh lima orang prajurit mengendarai kuda dengan pakaian zirah yang hancur, dipimpin oleh Jenderal Rangga Tirta yang tubuhnya dipenuhi luka serta darah yang mengering.Rangga Tirta berhasil kembali dengan selamat, namun pasukan lainnya banyak yang telah gugur. Tepat ketika hampir sampai di gerbang istana, Jenderal Rangga Tirta turun dari kudanya diikuti oleh pasukan di belakangnya, lalu berjalan menuju pintu gerbang.Tepat ketika kaki mereka hendak menginjak ambang gerbang kota, beberapa tombak besar mendadak disilangkan di depan dada Rangga Tirta. Dua orang prajurit penjaga gerbang berdiri kokoh dengan tatapan dingin, sama sekali tidak menunjukkan rasa hormat kepada sang jenderal. Barisan pasukan di belakang Rangga Tirta sek
Last Updated: 2026-07-10
Chapter: Fitnah
Maharaja Jayawardhana masih duduk termenung di singgasananya, menatap kosong ke arah lantai batu. Guratan kesedihan yang mendalam tampak di wajahnya karena prajurit-prajurit terbaik yang dikirimkannya mungkin telah gugur.Kehadiran sang patih yang tiba-tiba membuat sang raja perlahan mengangkat kepalanya dengan raut wajah yang letih."Maharaja Jayawardhana, mohon ampun atas kelancangan hamba yang kembali secepat ini," ucap Patih Wiranegara sambil menundukkan kepalanya dalam-dalam. "Namun, hamba baru saja menerima sebuah laporan yang sangat mengejutkan mengenai kelakuan Jenderal Rangga Tirta di belakang Anda.""Laporan apa lagi yang kau bawa, Wiranegara?" tanya Maharaja Jayawardhana dengan nada suara berat yang dipenuhi rasa curiga. "Jangan membuatku semakin pusing dengan urusan yang tidak mendasar.""Ini mengenai kehormatan keluarga istana, Maharaja," jawab Patih Wiranegara. Ia sengaja menurunkan intonasi suaranya agar terdengar rahasia dan genting."Hamba mendapatkan bukti bahwa Jend
Last Updated: 2026-07-09
Chapter: Rencana Cadangan
Putri Jayasari berjalan tergesa-gesa menyusuri lorong istana. Langkahnya begitu cepat hingga prajurit yang baru saja menyampaikan laporan kepadanya harus berlari kecil untuk mengimbangi langkah sang putri. Wajah Jayasari memerah, sementara kedua tangannya mengepal erat, menahan amarah yang terus bergolak di dalam dadanya.Semakin dekat dengan aula utama, napas Putri Jayasari semakin memburu. Di dalam pikirannya saat ini hanyalah keselamatan Rangga Tirta yang kini bertarung di perbatasan tanpa bala bantuan.Pintu aula utama terbuka dengan keras. Putri Jayasari melangkah masuk tanpa memedulikan etiket kerajaan, membuat seluruh perhatian di dalam ruangan langsung tertuju kepadanya. Tatapannya segera mengunci Maharaja Jayawardhana yang duduk di atas singgasana, sementara Patih Wiranegara masih berdiri tidak jauh dari sang raja."Ayahanda, apa maksud dari semua keputusan ini?!" seru Putri Jayasari. Dadanya naik turun menahan emosi, sementara suaranya bergetar karena kemarahan yang sudah ti
Last Updated: 2026-07-06
You may also like
Kekuatan Harvey York untuk Bangkit
Kekuatan Harvey York untuk Bangkit
Urban · Kentang Pecinta Serigala
39.5M views
Lelaki yang Tak Terlihat Kaya
Lelaki yang Tak Terlihat Kaya
Urban · Bodhi Si Dua Telinga
24.9M views
Suamiku yang Perkasa
Suamiku yang Perkasa
Urban · Serigala Ciumlangit
7.2M views
Pejuang Terhebat No. 1
Pejuang Terhebat No. 1
Urban · Moneto
6.9M views
Sang Dewa Perang
Sang Dewa Perang
Urban · Kata Memecah Venice
3.9M views
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status