LOGIN“Dewa sialan,” desis wanita itu dengan amarah yang tak mampu lagi disembunyikan. “Aku tidak akan patuh hanya karena hukuman ini.” Ia berendam tanpa sehelai benang pun. Tubuhnya tertutup lapisan es hingga ke bahu, namun nyala api biru terus merambat dari kulitnya, berdenyut pelan seolah ingin melahap tubuhnya sendiri. Siapakah sebenarnya wanita itu? Dan rahasia kelam seperti apa yang membuatnya harus menanggung hukuman dari para dewa?
View MoreAroma anyir darah tercium dari sudut-sudut aula utama yang kini telah berubah menjadi kuburan massal. Puluhan jasad prajurit istana yang melakukan bunuh diri massal terkapar tumpang tindih dengan sisa pasukan perbatasan yang gugur. Dalam waktu kurang dari satu hari, kemegahan Kerajaan Jayantara runtuh total, menyisakan keheningan yang mencekam dan pemandangan yang amat mengerikan.Putri Jayasari perlahan turun dari atas singgasana berdarah, melangkah gontai melewati genangan cairan merah yang membasahi lantai. Ujung gaunnya yang koyak terseret di atas lantai, sementara tangan kanannya masih menggenggam erat pedang yang telah merenggut nyawa ayahandanya. Langkah kakinya terhenti tepat di samping jasad Rangga Tirta yang kini telah terbujur kaku."Tunggu aku, Rangga... Dunia ini tidak lagi memiliki tempat bagi kita," bisik Putri Jayasari dengan suara lirih yang dipenuhi keputusasaan mendalam sembari menatap tubuh Rangga Tirta.Tanpa ragu sedikit pun, ia membalikkan arah hulu pedangnya da
Putri Jayasari bergerak bagaikan hembusan angin malam yang mematikan, menebas leher dua prajurit pengawal yang mencoba mendekatinya hingga darah segar menyembur ke pilar batu. Tidak ada lagi kelembutan seorang putri di dalam dirinya, hanya ada seonggok raga yang digerakkan oleh kepedihan dan dendam mutlak.Tebasan demi tebasan ia layangkan tanpa ampun, merubuhkan setiap prajurit istana yang berani menghadang langkahnya menuju altar singgasana. Di sela-sela dentingan besi dan erangan sekarat korbannya, air mata terus mengalir membasahi pipinya yang tercoreng noda merah. Ia mengangkat pedangnya tinggi-tinggi, menatap bilah baja itu dengan pandangan yang kosong sekaligus penuh luka."Lihatlah pedangku, Rangga Tirta..." bisik Putri Jayasari dengan suara parau yang menyayat hati di tengah riuhnya pertempuran. "Bukankah sekarang aku sudah mampu menyaingimu di medan perang?!" Air matanya menetes jatuh tepat di atas sabetan darah baru pada mata pedangnya, merefleksikan kepedihan mendalam ata
Surya Brama mengepalkan kedua tangannya hingga bergetar menyaksikan sang jenderal diperlakukan layaknya seorang kriminal rendahan. Amarahnya meluap melampaui batas kesabaran, merobek seluruh rasa hormatnya pada institusi kerajaan. Dengan gerakan tegas, ia melangkah maju dan melepaskan seluruh atribut militernya ke tanah berbatu alun-alun."Aku tidak sudi mengabdi pada kerajaan yang memperlakukan pahlawannya seperti binatang!" seru Surya Brama, tatapannya menembus langsung ke arah sepasang mata Patih Wiranegara. "Ikat aku dan bawa aku bersama Jenderal Rangga Tirta, karena aku tidak akan membiarkan beliau berjalan sendirian!""Sangat heroik, Surya Brama. Ikat pria bodoh ini bersama jenderalnya!" balas Patih Wiranegara sembari melambaikan tangan dengan nada meremehkan.Kedua tangan Surya Brama pun segera diikat erat menggunakan tali tambang tebal oleh para prajurit istana. Bersama Jenderal Rangga Tirta, ia digiring melewati koridor-koridor megah menuju aula utama di bawah kawalan ketat p
Dua hari telah berlalu sejak Jenderal Rangga Tirta ditetapkan sebagai pengkhianat, dan situasi di Kerajaan Jayantara tampak kembali seperti biasa. Namun, keheningan itu mendadak pecah ketika dari kejauhan gerbang kota, kepulan debu tipis membubung ke udara. Tiga puluh lima orang prajurit mengendarai kuda dengan pakaian zirah yang hancur, dipimpin oleh Jenderal Rangga Tirta yang tubuhnya dipenuhi luka serta darah yang mengering.Rangga Tirta berhasil kembali dengan selamat, namun pasukan lainnya banyak yang telah gugur. Tepat ketika hampir sampai di gerbang istana, Jenderal Rangga Tirta turun dari kudanya diikuti oleh pasukan di belakangnya, lalu berjalan menuju pintu gerbang.Tepat ketika kaki mereka hendak menginjak ambang gerbang kota, beberapa tombak besar mendadak disilangkan di depan dada Rangga Tirta. Dua orang prajurit penjaga gerbang berdiri kokoh dengan tatapan dingin, sama sekali tidak menunjukkan rasa hormat kepada sang jenderal. Barisan pasukan di belakang Rangga Tirta sek
Pintu lift belum sepenuhnya terbuka ketika kata-kata itu terlepas dari bibirnya. “Sepertinya aku harus bertanya langsung kepada Ayah,” gumam Dirga pelan. Tatapannya kosong, terpantul samar di dinding logam lift. “Apa yang sebenarnya terjadi pada masa lalu Nona Adeline…?” Begitu pintu terbuka, ia m
Air menetes dari ujung rambutnya saat Adeline melangkah keluar dari bathtub. Uap tipis masih bergelayut di udara, sementara kilau api biru yang semula menyelimuti tubuhnya perlahan memudar. Namun ada satu hal yang berubah. Rambutnya kini memutih, menciptakan kontras yang mencolok dengan kulitnya yan
Wanita bergaun hitam itu kembali ke ruangan tempat ia pertama kali muncul. Ia duduk di depan meja marmer, punggungnya tegak, napasnya tertahan. Tangan kirinya mencengkeram sesuatu yang berdenyut, berusaha ia tahan agar tidak lepas dari kendali. Pakaiannya telah kembali seperti semula. Namun wajahny
“Kakak datang untuk menjemputmu,” ucap wanita bergaun hitam itu lembut; suaranya seolah mengalun di antara ruang yang terasa asing dan sunyi. Anak kecil itu menatapnya dengan ragu. Bahunya sedikit merapat, jemarinya saling menggenggam di depan dada, seperti mencari perlindungan yang tak terlihat. T






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviewsMore