LOGINRaka nekat menjadi terapis panggilan. Namun, tak pernah ia duga bahwa teknik yang dipelajarinya bukan hanya mampu menyembuhkan berbagai penyakit, tetapi juga menaklukkan hati para wanita elite.
View MoreUsai meratakan minyak di telapak tangannya, Raka mulai memijat. Ia mengurut perlahan dari area tengah alis hingga ke ubun-ubun, dilanjutkan dengan sentuhan lembut di sekitar kepala."Tanganmu halus sekali, Raka..." bisik Tante Mira.Raka hanya menyunggingkan senyum tipis, memilih diam agar tetap fokus pada pekerjaannya."Bagaimana rasanya, Tante?" tanya Raka berhati-hati saat menekan titik tertentu."Pijatanmu membuatku merasa sangat nyaman," sahut Tante Mira merem melek.Raka melanjutkan gerak jemarinya, sesekali kembali menuangkan sedikit minyak ke telapak tangan."Ahhh... Nikmat sekali pijatanmu, Raka," desis Tante Mira kian menggebu.Waktu berlalu, kini Raka mengalihkan fokusnya pada peremajaan otot di sepanjang area tulang belakang. Jalur ini merupakan akses menuju titik vital bernama mata air kehidupan, yang terletak persis di dekat tulang pangkal.Tante Mira tampak begitu terhanyut oleh pijatan Raka. Desa
Di ruang tamu, Raka duduk berhadapan dengan pemilik rumah, seorang nenek berusia sekitar tujuh puluh tahun yang akan menjadi pasiennya. Di samping wanita itu duduk wanita cantik yang tadi menyambut kedatangannya di depan pintu.“Kamu cukup tampan, Anak Muda,” puji nenek itu sambil mengangguk pelan.“Terima kasih, Nek,” balas Raka sambil tersenyum.“Jangan panggil aku nenek. Aku belum setua itu,” protes wanita itu sambil menyilangkan kedua tangan di depan dada. “Panggil saja aku Tante Mira.”“Ba-baik, Tante Mira,” jawabnya sedikit kaku.“Nenek, ayo bersiap,” sela wanita muda di sampingnya sambil tersenyum geli. “Jangan menggoda Mas Terapis terus.”“Berisik sekali cucuku ini,” gerutu Tante Mira. Ia kembali menatap Raka dengan penuh rasa ingin tahu. “Oh ya, siapa namamu, Anak Muda?”“Nama saya Raka, Tante,” jawab Raka sopan. “Kalau Tante sudah siap, kita bisa mulai terapinya.”“Kenapa buru-buru sekali?” tanya Tante
“Pijat panggilan?” ulang Raka sambil menatap Ririn.“Iya, Mas,” jawab Ririn antusias. “Mas bisa memanfaatkan media sosial untuk mencari pelanggan. Lagi pula, menurutku kemampuan pijat Mas sudah sangat mantap.”Raka terdiam. Wajahnya memperlihatkan keraguan. Dari yang ia tahu pekerjaan sebagai tukang pijat tidak terlalu menjanjikan dan sulit menghasilkan penghasilan yang besar.“Ibu juga setuju dengan usul Ririn,” timpal Bu Ratna. “Buktinya, pijatanmu berhasil menyembuhkan Ririn dalam waktu singkat.”“Tapi, Bu...” ucap Raka ragu.Bu Ratna kemudian menjelaskan bahwa sebelumnya ia harus membayar tukang pijat sebesar seratus lima puluh ribu rupiah untuk satu kali terapi. Menurutnya, dengan modal yang relatif kecil, keuntungan seorang tukang pijat bisa sangat besar.“Kalau kemampuanmu memang sebagus itu, kenapa tidak dicoba?” ujar Bu Ratna. “Siapa tahu justru di situlah rezekimu.”Raka mengangguk pelan. Penjelasan Bu Ratna me
Hendra menyeringai sinis sambil melepaskan jas mahal yang dikenakannya. “Aku akan membuatmu terbaring di rumah sakit selama beberapa hari.”Raka sama sekali tidak gentar. Ia hanya menggeleng pelan sebelum menatap Hendra dengan sorot mata dingin.“Dua orang yang kau kirim untuk menghajarku saja sudah kubuat babak belur,” ucap Raka tenang. “Sekarang kau sendiri yang datang menantangku. Kalau begitu, majulah. Kita lihat siapa yang akhirnya terbaring di rumah sakit.”Hendra langsung melesat maju. Sebuah pukulan right hook bertenaga penuh meluncur cepat mengincar rahang kiri Raka.Namun, Raka dengan tenang menahan pukulan itu menggunakan telapak tangannya. Dalam sekejap, ia mencengkeram kepalan tangan Hendra, lalu memutarnya hingga terdengar bunyi sendi berderak.“Aaargh...!” Hendra meringis kesakitan.“Apa cuma segini kemampuanmu?” ejek Raka.“K-kurang ajar...! Lepaskan tanganku!” pekik Hendra sambil berusaha melepaskan diri












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviews