共有

Chapter 27

作者: Tinta_Jojon
last update 公開日: 2026-08-09 19:37:29

Kurang lebih dua jam berlalu. Tante Mira dan Anin tampak duduk di ruang tamu, menunggu Raka menyelesaikan sesi terapinya.

"Anin, sepertinya ibumu sangat kesakitan," ujar Tante Mira cemas.

"Iya, Nek. Mungkin itu efek terapi yang dilakukan Mas Raka," sahut Anin.

"Tapi kemarin waktu Nenek dipijat Raka, rasanya enak sekali," balas Tante Mira heran.

"Iya, Nek... aku juga—" Anin mendadak menghentikan ucapannya, menyadari ia baru saja keceplosan.

"Kamu di
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター

最新チャプター

  • Semua Wanita Menginginkan Sentuhannya    Chapter 29

    “Apa maksud Bunda Laras?” tanya Raka.“Aku memiliki seorang klien yang bergerak di industri perbankan. Anaknya mengalami kelumpuhan yang hingga kini belum diketahui penyebabnya,” jelas Bunda Laras.“Berbagai pengobatan sudah dicoba, tetapi kondisinya tidak juga menunjukkan perkembangan.”“Jadi, Bunda ingin aku mengobati anak dari klien Bunda?” tebak Raka.“Benar, Raka. Aku percaya kemampuan unikmu itu mungkin bisa membantu menyembuhkan anak klienku,” jawab Bunda Laras.Bunda Laras kemudian menjelaskan bahwa ia bekerja sebagai konsultan hukum untuk beberapa perusahaan ternama. Salah satu kliennya, pemilik sebuah bank swasta, tengah mengadakan sayembara bagi siapa pun yang mampu menyembuhkan putrinya. Bagi siapa pun yang berhasil menyembuhkannya, pasti hadiah yang disiapkan cukup besar.“Aku sendiri tidak tahu secara pasti hadiah apa yang ditawarkan,” lanjut Bunda Laras. “Namun, melihat siapa yang mengadakan sayembara itu, hadiahny

  • Semua Wanita Menginginkan Sentuhannya    Chapter 28

    Saat ketiganya tengah asyik membicarakan Ibu Anin, tiba-tiba terdengar langkah kaki dari arah tangga. Ibu Anin berlari menuruni tangga dan, begitu mencapai tiga anak tangga terakhir, ia melompat lalu melakukan salto. Anin, Tante Mira, dan Raka sontak terbelalak melihat aksi tersebut.“Ibu! Hati-hati!” teriak Anin cemas karena takut ibunya terjatuh.Begitu berhasil mendarat dengan sempurna di lantai, ketiganya langsung mengembuskan napas lega.“Tenang saja, Anin,” ujar Ibu Anin sambil tersenyum. “Ibu hanya ingin menguji apakah tubuh Ibu sudah benar-benar pulih atau belum.”Ibu Anin kemudian menatap Raka dengan heran.“Anin, kenapa terapis itu sampai babak belur begitu?” tanyanya.“Jangan panggil Mas Raka dengan sebutan terapis, Ibu!” tegas Anin. “Itu semua karena ulah Ibu ketika sedang tidak sadarkan diri.”“Ah... begitu ternyata,” jawab Ibu Anin santai, sama sekali tidak menunjukkan rasa bersalah.“Kamu ini bena

  • Semua Wanita Menginginkan Sentuhannya    Chapter 27

    Kurang lebih dua jam berlalu. Tante Mira dan Anin tampak duduk di ruang tamu, menunggu Raka menyelesaikan sesi terapinya."Anin, sepertinya ibumu sangat kesakitan," ujar Tante Mira cemas."Iya, Nek. Mungkin itu efek terapi yang dilakukan Mas Raka," sahut Anin."Tapi kemarin waktu Nenek dipijat Raka, rasanya enak sekali," balas Tante Mira heran."Iya, Nek... aku juga—" Anin mendadak menghentikan ucapannya, menyadari ia baru saja keceplosan."Kamu dipijat Raka juga?" tanya Tante Mira menyelidik."I-iya, Nek..." aku Anin pasrah."Oh, jadi ternyata..." Tante Mira tersenyum penuh arti."Nek... kenapa memandangku seperti itu?" gumam Anin malu."Kamu dan Raka pasti..." Tante Mira manggut-manggut seolah paham betul apa yang terjadi."Tidak... Ini tidak seperti yang Nenek bayangkan!" sergah Anin dengan wajah yang kian memerah.Di tengah percakapan mereka, Raka tiba-tiba tampak menuruni tangga d

  • Semua Wanita Menginginkan Sentuhannya    Chapter 25

    "Aku akan melaporkanmu atas tindakan pelecehan!" Ancam Ibu Anin tegas.Raka mengira keributan itu sudah selesai dan ia hanya perlu melakukan yang terbaik untuk menyembuhkan Ibu Anin. Namun, ucapan wanita itu barusan sukses memancing kekesalannya.Raka hendak menyanggah, tetapi Anin dengan cepat menarik lengannya."Sudah, Mas Raka. Tidak perlu dilanjutkan," bisik Anin sambil menatap Ibunya dengan kesal. "Biarkan saja. Ibuku memang keras kepala."Raka menahan langkahnya dan menatap Anin penuh tanya."Tidak apa-apa, Mas. Aku akan tetap membayar Mas Raka," lanjut Anin. "Lebih baik kita pergi saja sekarang."Ibu Anin tersenyum licik. Luka masa lalu membuatnya menyimpan dendam terhadap laki-laki, hingga ia selalu berusaha mengalahkan mereka dengan cara apa pun.Raka memegang kedua bahu Anin dengan lembut, berusaha menenangkan wanita itu."Percaya padaku," ujar Raka lembut. "Semua akan baik-baik saja.""Aku ti

  • Semua Wanita Menginginkan Sentuhannya    Chapter 25

    Anin segera menghampiri ibunya, sementara Raka spontan berdiri dan berusaha menampilkan senyum seramah mungkin. Dari celah pintu kamar yang sedikit terbuka, Tante Mira diam-diam mengintip dengan penuh rasa penasaran."Anin! Kenapa ada laki-laki asing di rumah ini?!" seru ibu Anin dengan nada tinggi sambil menepis tangan putrinya yang hendak membantu."Ma-mama... tenang dulu," bujuk Anin terbata-bata. "Dia ini terapis hebat yang Anin bawa untuk bantu menyembuhkan kaki dan tangan Mama...""Mama tidak peduli!" potong sang ibu tegas. "Usir dia dari sini sekarang juga!"Raka yang menyaksikan penolakan mentah-mentah itu tidak terlalu terkejut. Ia memilih tetap tenang membiarkan Anin mencairkan suasana dan membujuk ibunya terlebih dahulu."Mama, ayo duduk dulu sebentar," tutur Anin lembut sambil kembali meraih lengan ibunya. "Dengar penjelasan dari Mas Raka dulu ya, Ma?"Mendengar kalimat itu, mata Raka langsung membelalak. Ia sama seka

  • Semua Wanita Menginginkan Sentuhannya    Chapter 24

    Malam harinya, Raka mengendarai motor membelah jalanan kota menuju lokasi yang telah disepakati.Sore tadi, ia sudah mengirimkan pesan kepada Anin bahwa dirinya telah siap untuk menangani pengobatan sang ibu. Keduanya lantas berjanji untuk bertemu malam ini di sebuah restoran cepat saji yang letaknya tak jauh dari kediaman Raka."Mas Raka! Di sini!" panggil Anin sedikit berteriak sewaktu menangkap sosok Raka yang baru saja melangkah masuk melintasi pintu kaca restoran.Raka menoleh ke sumber suara. Ia tersenyum kemudian melangkah cepat menghampiri meja Anin lalu duduk berhadapan."Maaf ya, Anin, agak terlambat sedikit," tutur Raka merasa tak enak."Ah, tidak apa-apa kok, Mas Raka. Aku juga baru sampai," balas Anin lembut.Sejenak, pandangan Raka tertahan pada sosok Anin. Wanita di hadapannya ini terlihat cukup berbeda dari malam sebelumnya. Anin tampak begitu anggun dengan riasan tipis yang pas, dipadukan dengan pakaian yang memb

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status