Chapter: Bab 8. Ternyata Dia Sang Ghosh The Auditor“Dia orangnya!” kata Jaxon. Jaxon menemukan info Alena dengan sangat detail, pantas saja menjadi tangan kanan seorang monster Mafia seperti Kieran. Ia akan menunggu Kieran pulang dan memberitahunya, Jaxon meminta pembantu untuk memberi makan siang pada Alena terlebih dahulu. Karena tugasnya juga memperhatikan Alena, jangan sampai ia terkena penyakit ataupun yang lainnya. Karena Kieran sangat tidak suka membeli barang cacat ataupun rusak sedikit saja. “Maaf Pak, nona Alena tertidur di depan laptop apa saya bangunkan untuk makan?” tanya pembantu itu. “Biarkan saja,” kata Jaxon. Tak lama kemudian Kieran datang dan duduk di sofa, ia menyodorkan map berisi jual beli tanah pada Jaxon. Memintanya untuk segera mengecek isinya. “Cek berkas ini, aku tidak yakin jika Viktor berkata jujur! Pasti ia akan mengambil keuntungan yang lebih banyak lagi!” ucap Kieran. “Baik bos,” kata Jaxon. Jaxon lalu menyodorkan flashdisk, berisi data tentang Alena dan info yang terkait gadis itu. Kieran men
Last Updated: 2026-06-19
Chapter: Bab 7. Curiga Pada The Ghost Auditor“Ehemm!” Kieran berdehem dan melirik Alena. Alena terkaget dengan deheman Kieran, lirikan matanya mampu membuat Alena salah tingkah. “Jika sudah ada data segera kirim ke emailku!” kata Kieran. “B– baik,” jawab Alena merendah. Kieran berdiri dari duduknya, tanpa kata apa-apa lagi, ia anggap Alena sudah mengerti dan Kieran segera keluar meninggalkan Alena di ruang kerja sendiri. Setelah berlalu pergi, akhirnya Alena bisa bernafas lega. Karena ia tidak perlu lagi canggung dan takut, jika selalu diawasi Kieran si monster itu. Setidaknya ia lebih nyaman bekerja sendiri, tanpa ada pengawasan yang membuatnya gugup. “Aku pasti mendapatkan bukti yang lebih banyak lagi!” ucap Alena. Wajahnya seketika memancarkan semangat yang membara, bahkan semangatnya melebihi sewaktu Kieran ada. ‘Jika di pikir-pikir… kenapa aku malah terlalu bersemangat sekarang? Apa aku mendukung monster itu?’ tanya Alena dalam hati. Ya, rasanya memang aneh. Ia sangat ingin menghancurkan keluarganya sendiri, buka
Last Updated: 2026-06-19
Chapter: Bab 6. Bukti Pertama“A—apa? Bekerja? Bekerja apa?” Alena bertanya-tanya. Kieran menatap datar ke arah Alena, kesal karena masih harus menjelaskan. Ia kemudian mengedikkan kepala ke arah Jaxon dan memberi perintah, “Jax, jelaskan!” Jaxon menyalakan laptop dan membuka map hitam itu di depan Alena, memintanya untuk mempelajari perintah yang ada di dalam map. Nama-nama orang penting, serta jabatan mereka perlu dicek ulang dengan benar. Karena itu salah satu rahasia perusahaan Kieran, semua terperinci secara lengkap. “Jika ada salah sedikit saja, maka bersiaplah untuk menanggung akibatnya!” terang Kieran. Alena hanya melirik sedikit kearah Kieran yang tampak sedang mengetik laptopnya, Alena juga menatap Jaxon dengan eskpresi bertanya-tanya. Setelah Jaxon menjelaskan secara detail, barulah ia meninggalkan Alena beserta bos Kieran untuk kembali bekerja di meja luar. Tugasnya hanya memantau keadaan luar maupun di dalam perusahaan, melalui CCTV yang tersambung ke laptop. Entah mengapa Alena menjadi canggun
Last Updated: 2026-05-13
Chapter: Bab 5. Malam Pertama di Penthouse“Ugh! Sialan!”Alena mendengus kesal setelah sudah berada di kamarnya sendirian. Rencana melarikan dirinya gagal. Tidak di rumah, tidak juga di penthouse mafia ini, ia tidak pernah berhasil lepas dari cengkraman mereka.Tak merasa mengantuk, Alena memutuskan untuk membuka map hitam yang dilempar Kieran tadi. Ancaman Jaxon tadi membuatnya penasaran apa isi di dalam map itu. “Sepertinya aku harus mempelajari benar-benar, kalau tidak mau kena amukan bos mafia itu lagi,” gerutu Alena sambil bergidik ngeri.Alena membaca kata demi kata dengan perlahan. Sampai di lembar kedua kertas it7, netranya melotot kaget. Ia melihat ada nama sang Ayah di sana. “Apa?! Ayah?!” pekik Alena bertanya-tanya. “K—kenapa? Kenapa ada nama Ayah di daftar ini?!”Kali ini Alena menatap tajam satu demi satu urutan nama yang ada di lembaran itu. Sepertinya Kieran mau ia mencari informasi tentang nama-nama itu mulai besok pagi. Setelah membaca lembar per lembar kertas tersebut dengan teliti, Alena menyadari sesua
Last Updated: 2026-05-13
Chapter: Bab 4. Tidak Ada Jalan Keluar“Ayo, aku antar ke kamarmu!” kata Jaxon. Alena hanya menunduk pelan, berjalan tertatih mengikuti arah Jaxon. Sebelum itu Jaxon memotong kabel yang mengikat tangan Alena terlebih dahulu, terlihat tangannya sudah terluka parah akibat ikatan yang terlalu kencang. Jaxon lalu memberinya handuk dengan tangan yang menunjuk ke arah kamar mandi, "Cepat ganti pakaianmu di sana lalu tunggu dokter datang!" Alena kembali menunduk dan berlalu untuk membersihkan diri. Kembali terbesit di pikirannya jika ia akan segera di lecehkan di kamar mandi, dengan begitu Alena mempercepat mandinya dengan tergesa-gesa. 15 menit kemudian, Alena sudah keluar dari kamar mandi. Gadis itu keluar dari pintu kamar mandi, ia sudah selesai membersihkan diri dan kembali membuka pintu kamar. Ia berjalan menuju ruang tamu dengan polosnya berdiri di depan mereka. Tampak seorang dokter sudah menunggunya di sana, mengobrol dengan anak buah Kieran. Alena kembali melirik kearah Kieran yang masih sama seperti posisi semula
Last Updated: 2026-05-13
Chapter: Bab 3. Di Penthouse Kriet! Tubuh Alena berjengit kaget, saat pintu mobil terbuka. Ia masih berdiam diri di mobil, takut kalau-kalau melakukan kesalahan. Alena tertegun melihat bangunan Penthouse mewah yang berada di ketinggian 300 meter dari permukaan laut, dengan pemandangan indah kota Novara City. “Sepertinya aku belum pernah melihat tempat ini di Novara City!” kata Alena dengan suara pelan, bicara pada dirinya sendiri. Bangunan megah itu dihiasi dinding kaca dari lantai hingga ke langit-langit. Di tengah ruangan sudah ada perabot mahal seperti meja kaca, laptop versi baru yang belum pernah ia lihat. Ya, Alena hanya memiliki laptop butut yang sudah sering kali mengalami error yang masih ia pakai. Walaupun ia sudah beberapa kali meminta ibunya untuk membelikan yang baru, tapi permintaan itu tak pernah dituruti hingga sekarang. Mereka hanya memanfaatkannya untuk kepentingan pribadi, tanpa memikirkan masa depan Alena. Bahkan hanya untuk sebuah laptop baru saja, dirinya harus mau menjadi pembant
Last Updated: 2026-05-13

Pelet Kopi Darah Haid
Sumi satu-satunya orang yang berpengaruh penting pada hubungan mereka berdua. Entah rahasia apa, yang Sumi sembunyikan selama 5 tahun belakangan ini.
Tentu saja dijaga rapat-rapat oleh sumi. ia tidak mau kehilangan Tio pasangan yang begitu sempurna baginya, tak sedikit pula para wanita dan teman model Tio yang juga menyukai kekasihnya.
Berbanding dengan Sumi, yang hanya mengandalkan karir yang bagus dan sukses. Bahkan Sumi tidak sempat untuk mengurusi badan mungilnya itu. Bekerja di bawah teriknya matahari membuat kulitnya tidak lah putih bersih melainkan sawo matang.
Ia terlalu berambisi untuk meningkatkan aktivitas kerjanya tanpa ia sadar bahwa wanita juga butuh untuk merawat dirinya sendiri. Dibalik itu semua tentu saja Sumi memiliki rahasia yang tidak diketahui oleh semua orang, hanya ia dan ibunya saja yang mengetahui entah rahasia apa yang ia jalankan selama ini.
Ibu Sumi berperang di dunia ghaib dengan Si Mbah, yaitu Ayah kandung Sophia. Mereka merupakan sepasang kekasih di masa muda dahulu.
Namun, ibu Sumi memilih jalan berbeda dengan Si Mbah, hingga menyalah gunakan ilmu yang dipelajari untuk sarana hal yang tidak benar. Puncak memanas saat Tio hilang kendali, dan dicuci otaknya oleh Ibunda Sumi.
Membuat Mbah marah dan menolong Sophia membantu menyembuhkan teman sekaligus orang, yang dicintai.
Read
Chapter: Bab 38. Tirakat"Besok pagi, aku akan pindah ke gubuk belakang! Untuk memulai puasa bisu!" pekiknya dalam hati. Sumi akhirnya tertidur lelap, dengan menyimpan rasa lara dan dendam yang menyelimuti hati. Hati yang memang sudah kotor sedari awal, kini bertambah gelap. Tidak lagi ditemukan secercah cahaya di dalam hatinya. walaupun ia tidak tahu, selama 40 hari ke depan nanti akan seperti apa. Tapi satu hal pasti, Sumi yang menangis dan selalu meminta perlindungan Ibunya kini sudah mati malam ini. Jiwanya sudah dikuasai iblis sepenuhnya yang bangun menguasai dirinya sekarang, namanya tetap Sumi tapi darahnya sudah berbeda. Pagi itu, matahari sudah menjulang tinggi. Teriknya sampai memasuki celah-celah kecil di kamar tempat Sumi beristirahat. Ia terbangun dari tidur malamnya, membuka mata dengan hati yang luka tanpa ada semangat yang mendorongnya seperti dulu. Namun, ia harus tetap melanjutkan hidup dan menjalankan tugas menjadi dukun dari generasinya. Tak boleh putus, bahkan sampai hari kebangkit
Last Updated: 2026-06-18
Chapter: Bab 37. Percobaan Bunuh DiriGuk! Aummmmm! Dari luar, terdengar suara anjing milik beberapa tetangga melolong panjang. Suaranya serak, seperti menahan lama suaranya dan terdengar semakin berlari menjauh. Sumi merasa, gonggongan tersebut seperti ada yang menjawab. Saat itu ia mengingat sesuatu di waktu kecil, persis seperti kata Ibunya yang pernah berkata. Jika mendengar suara lolongan anjing, hanya sekali di tengah malam, artinya ada pintu ghaib yang terbuka. Pintu antara makhluk hidup manusia, dan makhluk hidup ghaib lainnya. Sumi tidak menggubrisnya, karena selama ini ia tak tahu arti gonggongan tersebut yang sebenarnya. Bisa saja dulu Ibunya hanya menakut-nakuti Sumi, karena menyuruhnya untuk cepat tidur dan Ibunya mengerjakan tugas spiritualnya. Sumi membuka buku itu pelan-pelan, halaman demi halamannya terlihat kosong. Kertasnya tampak berwarna kuning, tebal, tampak seperti kulit yang sudah disamak dan di tata sedemikian rupa supaya tampak halus. Di buku tersebut sama sekali tidak ada tulisan
Last Updated: 2026-05-29
Chapter: Bab 36. Darah yang Tidak Bisa MemaafkanHujan gerimis turun pelan malam itu. Lumayan deras, tapi cukup untuk membuat tanah di depan rumah Sumi menjadi licin dan berbau lumpur. Desanya menjadi sepi tanpa penerangan di sisi jalan, membuat suasana horror lebih terasa panjang. Para warga desa pun sudah banyak yang mengunci rumah mereka, terlihat dari kejauhan para rumah warga sudah tertutup rapat padahal baru jam 8 malam. Tidak seperti di kota saat Sumi bisa pulang kapan saja, ia masih berdiri di jendela menatap rintik hujan yang rasanya menusuk di hati. Setelah kejadian tadi siang di kota yang ia lihat dengan mata kepalanya sendiri, menyaksikan pria yang dicintainya sudah menikahi wanita lain. Sumi tak mau berlarut menghabiskan waktu malam di depan jendela tua, ia memilih untuk segera menutup pintu dan jendela. Tak lupa pula sebelumnya ia sudah mengunci ganda mobil miliknya, Satu-satunya harta yang masih tersisa saat ia menjadi fotografer terkenal. Ia ingin membuka usaha kembali, tapi niatnya masih sedikit untuk saat ini
Last Updated: 2026-05-14
Chapter: Bab 35. Hari BahagiaPagi ini mentari bersinar cerah, burung-burung mulai bersahutan di ranting-ranting pohon. Angin berhembus pelan, seakan sedang menari dengan daun. Jatuh cinta pada keindahan alam, dimana hari ini sangat mewakili perasaan Sophia. Ia memakai gaun putih pengantin yang indah, gaun pengantin luxury full payet. Tampak sangat anggun dan menawan, di tambah postur tubuhnya yang ramping. Dengan tinggi diantara wanita normal, membuat Sophia tampak sangat cantik. Ia menguraikan rambut panjangnya, hanya dengan gaya ombre juga satu mahkota kecil yang melilit kepalanya. Membuat ia tampak anggun, berjalan melewati karpet merah. Di gandeng oleh kedua ibunya, dengan wajah penuh senyum dan bahagia. Riasan wajah yang molek, membuat aura Sophia berbahagia terpancar dengan terang. Ia bahagia sekali, berjalan sembari melenggak-lenggok di karpet merah, yang sudah di siapkan. Sedangkan di depan sana, Tio sudah bersiap untuk menjemputnya. Karena mereka akan segera melewati proses akad nikah. Tio di gande
Last Updated: 2026-05-13
Chapter: Bab 34. Simbah DatangAkhirnya Si Mbah dan istri sampai di depan rumah Denta. Terlihat ia sangat buru-buru, untuk segera masuk kedalam. "Tok.. Tok.. Tok..,"Terdengar suara ketukan pintu, Denta dan Denti segera melihat dan membukakan pintu. Orang yang ia tunggu-tunggu sedari tadi, akhirnya sampai ke rumah. "Mbah! Silahkan masuk," Kata DentaSi Mbah hanya menganggukkan kepala, Mbah melihat jelas di raut wajah mereka tak ada kegembiraan. Mereka terlihat panik dan bersedih, Mbah mulai tak enak hati pada mereka. "Mbah, langsung keatas saja ke kamar, Sophia, kami tak berani mendekatinya, Mbah!" Timpal Denti khawatir. "Baiklah!" Jawab Si Mbah. Si Mbah dan Istri mulai menaiki tangga lantai 2, di rumah megah milik Denta dan Denti. Hingga sampailah mereka di depan pintu kamar Sophia. Suasana menjadi hening, si Mbah hanya mematung di depan pintu. Ia tengah memikirkan cara, untuk membujuk Sophia dengan tenang tanpa ada paksaan. "Bu, bagaimana kalau, Ibu, saja yang berbicara dengan Sophia terlebih dahulu, bias
Last Updated: 2026-05-09
Chapter: Bab 33. KenyataannyaSetelah Sophia mendengarkan cerita panjang dari kedua orang tua, yang sudah tulus membesarkannya sedari kecil hingga sampailah ia menjadi wanita sukses seperti sekarang.Sophia memeluk mereka dengan penuh ketulusan, dan kasih sayang yang nyata. Matanya tak ada hentinya mengeluarkan air mata. Rasa sedih dan kecewa tak bisa lagi ia jelaskan dengan kata-kata, hanya tatapan mata yang mengisyaratkan kesedihan yang mendalam. Terlebih lagi rasa tak mau menerima sangatlah kuat namun, ia tak bisa mengelak takdir di depan matanya tersebut. Pantas saja Sophia merasa, ia memiliki ikatan batin yang kuat dengan keluarga si Mbah. Apalagi lingkungan warga di sana juga banyak, yang menyebutkan jika Sophia sangat mirip dengan istri Si Mbah. Sophia memasuki kamar dengan diam, tanpa sepatah katapun meninggalkan orang tua yang telah merawatnya selama ini. "Bagaimana ini, Pak? kasian Sophia," ucap Denti"ya, mau bagaimana lagi, Bu, sudah saatnya kita memberitahunya!" Kata DentaRuang seketika menjadi
Last Updated: 2026-05-07