author-banner
RKamila
RKamila
Author

Novels by RKamila

Gadis Tawanan Tuan Mafia

Gadis Tawanan Tuan Mafia

Dijual demi membayar utang, Alena Volkov (20) menjadi tawanan monster mafia paling ditakuti di kota Novara, Kieran Voss (25). "Sepenuhnya sudah milikku, kontraknya berlaku malam ini!” - Kieran Voss ‘Apa hanya sampai di sini saja hidupku?’ - Alena Volkov
Read
Chapter: Bab 188. Siapa Dalang Sebenarnya
"Belum,” kata Ashley. "Kenapa?" tanya Alena. "Karena Samuel sedang menyimpan sesuatu,” ucap Ashley. Alena mengerutkan keningnya. "Apa?"Lalu Ashley mengambil sebuah kotak kecil dari meja. "Kunci,”Alena menatap kotak itu. "Kunci apa?""Brankas milik Richard!” ketus Ashley. Jantung Alena berdegup kencang. "Papa tidak pernah memberitahuku tentang brankas?”"Karena dia menyembunyikannya,” Ashley tersenyum. "Dan hanya ada satu orang yang bisa membukanya,”Alena terdiam sesaat. "Siapa?"Ashley menatapnya. "Kamu!”Hening! Kieran langsung memahami sesuatu. "Jadi itu alasan kalian membutuhkan Alena?”Ashley mengangguk. "Richard menyimpan bukti terakhir tentang jaringan Viktor,”Samuel tiba-tiba berkata. "Jangan percaya dia, Alena!”Ashley menoleh. "Diam!”Samuel hanya tertawa kecil. "Sudah terlambat,”Alena lalu memandang Samuel. "Di mana brankas itu?"Samuel tidak menjawab.Kemudian Ashley mendekat. "Kalau kamu ingin tahu, maka kamu harus mengikuti kami,”Kieran berdiri di depan Alena.
Last Updated: 2026-09-17
Chapter: Bab 187. Malam Ketika Alena Memilih
Samuel menatap foto tersebut. “Alena?”“Ya!” kata pria itu. _____Malam pun semakin larut dan di ruko kecil Rajut Asri, Alena berdiri di dekat jendela. Ia memandangi William kemudian menatap Kieran. “Besok malam kita datang,”Kieran mengangguk. “Bukan untuk memilih salah satu dari keluargaku,” ucap Alena lalu tatapannya berubah tegas. “Kita datang untuk mengambil semuanya,”Kieran tersenyum tipis. “Itu baru istriku!”Alena menggenggam foto Richard, Eleanor, dan Adrian. Seketika air matanya masih jatuh.Tetapi kali ini ia tidak membiarkannya melemahkan langkah.Karena di balik rasa takut itu, sesuatu yang lebih kuat telah tumbuh. Yaitu darah Volkov.Bahkan besok malam, dunia mafia akan mengetahui bahwa Alena bukan lagi gadis yang menunggu keluarganya untuk diselamatkan.Ia akan datang sendiri dengan Kieran yang berada di sisinya dan siapa pun yang berani menjadikan Richard, Eleanor, Adrian, atau William sebagai pion. Maka mereka akan berhadapan dengan keluarga yang sudah tidak punya
Last Updated: 2026-09-17
Chapter: Bab 186. Tidak Bisa Memilih
Tidak ada yang turun, hanya berdiri seperti bayangan dan para warga mulai panik.“Pak Kepala Desa, suruh semua warga masuk rumah!” Kieran berbicara dengan tenang. “Tutup pintu! Jangan keluar,”Salah seorang warga menatapnya. “Kenapa kami harus mendengarkan Anda?”Kieran menatapnya. “Karena orang-orang itu tidak datang untuk mengambil saya!”Kieran lalu berhenti. “Mereka datang karena Alena!”Semua mata langsung beralih kepada Alena.Dadanya terasa sangat sesak karena ia tidak ingin para warga desa ikut terseret. “Aku akan pergi dari sini!” Kieran langsung menoleh. “Tidak!”“Kalau aku pergi, mereka akan pergi juga,” kata Alena. “Tidak!” bentak Kieran. “Kieran…,” panggil Alena lembut. “Mereka sudah menemukan kita!” seketika tatapan Kieran mengeras. “Kalau kamu pergi sendirian, mereka akan mengejarmu!”Alena terdiam.Pak Kepala Desa kemudian berkata. “Pak Kieran, sebenarnya siapa Anda?”Tidak ada jawaban.Warga semakin mendekat. “Kami mengenal Anda sebagai orang biasa!”“Kenapa orang
Last Updated: 2026-09-16
Chapter: Bab 185. Ketika Desa Tidak Lagi Aman
Tiba-tiba suara kendaraan terdengar dari ujung jalan dan membuat Kieran langsung berdiri, hingga Alena juga ikut bangkit.Sebuah mobil berwarna hitam berhenti di depan rumah, tak laka kemudian pintu terbuka dan ada seorang pria yang turun.Ia tampak tidak membawa senjata, tidak pula menunjukkan sikap mengancam. Ia hanya berjalan mendekat, kemudian berhenti beberapa meter dari Kieran.“Tuan Voss,” kata pria itu. Kieran menatapnya dalam dingin. “Siapa kamu?”Pria itu lalu menundukkan kepalanya. “Orang lama,”“Katakan tujuanmu!” sental Kieran. Kemudian Pria itu mengeluarkan sebuah amplop. “Pesan dari Raven!”Alena langsung mendekat dan Kieran segera mengambil amplop itu, di dalamnya hanya ada satu lembar kertas.“Keluarga Volkov tidak akan selamat jika Alena tetap tinggal di desa,” Kieran membaca kalimat itu tanpa ekspresi.Alena merebut kertas tersebut dan di bagian bawah terdapat tulisan lain.“Richard bersekutu dengan Viktor! Eleanor mengetahui alasannya! Adrian mengetahui siapa yan
Last Updated: 2026-09-16
Chapter: Bab 184. Masalalu yang Mengetuk Pintu
Alena hanya memperhatikan dari balik jendela.“Kenapa mereka melihat kita?”Kieran tidak menjawabnya, karena mereka sudah beberapa bulan hidup sederhana di desa itu tanpa kemewahan yang mereka bawa dari kota Novara City. Tidak ada pengawal, tidak ada orang-orang yang berpakaian hitam. Tidak ada mobil mewah dan warga mengenal Kieran hanya sebagai suami Alena.Seorang pria yang sering membantu memperbaiki rumah warga, pria yang mengantar William ke sekolah. Pria yang sesekali duduk di warung sambil minum kopi.Namun pagi itu, tatapan warga berubah. Seperti ada rasa takut dan ada rasa ingin tahu.Ada sesuatu pula yang belum Alena pahami.Begitu turun dari mobil, Pak Kepala Desa datang menghampiri. Wajahnya tampak serius.“Pak Kieran?”Kieran mengangguk. “Ada apa?”Pak Kepala Desa melihat sekitar terlebih dahulu. “Bisa kita bicara sebentar?”Mereka lalu masuk ke balai desa dan Alena ikut, beberapa warga yang melihatnya juga langsung menundukkan kepala.Alena semakin bingung. “Pak, sebena
Last Updated: 2026-09-15
Chapter: Bab 183. Darah yang Tidak Pernah Hilang
Kieran menatapnya. "Lalu apa?"Samuel tersenyum pahit. "Mereka datang untuk melihat apakah Alena benar-benar sudah kembali,”Hening! Hingga beberapa detik kemudian mobil itu akhirnya pergi, tidak ada serangan, tidak ada ancaman. Tetapi pesan yang mereka tinggalkan terasa jauh lebih besar.Dunia lama sedang memperhatikan Alena.____Pagi berikutnya, Alena bangun lebih awal. Ia duduk di dapur sambil memandangi secangkir coklat panas. Kieran datang dan duduk di hadapannya. "Kamu tidak tidur dengan nyenyak semalam,”Alena tersenyum kecil. "Bagaimana bisa?""Kamu memikirkan keluargamu?" tanya Kieran. "Selalu,” jawab Alena. Kieran meraih tangannya. "Kita akan membuktikan bahwa Richard tidak seperti yang mereka katakan,”Alena menatapnya. "Aku ingin mengunjungi Papa,”"Kita bisa mengaturnya,” jawab Kieran. "Sendirian,” kata Alena. Kieran langsung menggeleng. "Alena?”"Aku hanya ingin berbicara dengan Papa sebagai anaknya,” ucap Alena. Kieran terdiam kemudian mengangguk. "Baik lah,”Al
Last Updated: 2026-09-15
Bangkitnya Pendekar Terbuang

Bangkitnya Pendekar Terbuang

Fitnah merenggut segalanya dari Jaya Wiratama. Kehormatan, perguruan, dan saudara seperjuangan. Dicap pengkhianat oleh Adipati Agung Surya Raksa, ia menjadi buronan persilatan. Hanya Ratri Wulan yang setia. Mereka membangun kembali Padepokan Tirta Kencana, namun konspirasi lama menyeret mereka ke perang antar perguruan. Jaya harus mengungkap dalang fitnah, sementara Ratri mempertaruhkan segalanya.
Read
Chapter: Bab 85. Api Dibalik Reruntuhan
Malam belum sepenuhnya pergi ketika Jaya dan rombongannya meninggalkan rumah persembunyian.Langit masih berwarna kelabu. Kabut tipis menggantung rendah di antara pepohonan, seakan alam pun enggan membuka mata untuk menyaksikan apa yang akan mereka hadapi.Jaya berjalan paling depan, di pinggangnya tergantung pedang. Di tangannya masih tergenggam kain tua yang mereka temukan di malam sebelumnya.Ratri berjalan di sampingnya, tidak banyak yang mereka katakan. Namun setiap kali tangan mereka bersentuhan, ada sesuatu yang terasa menguatkan.Di belakang mereka, Bima, Raka, Arya, Laras, Ratna, dan Ki Jagat mengikuti dalam diam. Mereka menuju satu tempat yang seharusnya tidak pernah mereka datangi lagi.Yaitu Padepokan Tirta Kencana, tempat yang dahulu menjadi rumah dan tempat yang sekarang hanya menyisakan abu.Ketika mereka sampai di bukit tempat padepokan berdiri, Jaya berhenti. Dadanya seakan diremas.Di hadapan mereka tidak ada lagi bangunan yang dahulu ia kenal, bahkan tiang-tiang kay
Last Updated: 2026-09-17
Chapter: Bab 84. Perjalanan Membuka Teka-teki Baru
Ki Jagat mengambil salah satunya dan sorot matanya langsung berubah dengan serius.“In– iini…?”“Apa, Ki?” tanya Jaya. “Ini surat dari beberapa perguruan!” ucap Ki Jagat. Jaya langsung ikut membacanya, rupanya isinya adalah laporan tentang pergerakan dari Persekutuan Persilatan.Namun ternyata ada sesuatu yang lebih mengejutkan lagi, yaitu beberapa surat itu berasal sebelum pembunuhan guru besar terjadi.Jaya lalu menatap Ki Jagat. “Berarti... rencana ini sudah dibuat jauh sebelumnya?”Ki Jagat langsung mengangguk. “Sepertinya jauh sebelum kamu dituduh!”Jaya langsung menggenggam surat itu dengan marah dan seketika dadanya terasa sesak, karena selama ini ia mengira semua kehancuran hidupnya bermula dari pembunuhan seorang guru besar.Ternyata pembunuhan itu hanya salah satu bagian dari rencana yang jauh lebih panjang lagi. Ratri membaca surat berikutnya dan matanya langsung membelalak. “Jaya…,”“Apa?” tanya Jaya. “Dengarkan ini!” Ratri mulai membaca tulisan di bagian bawah. “Pasti
Last Updated: 2026-09-17
Chapter: Bab 83. Jejak yang Tertinggal
Arya memilih berada di samping Ki Jagat dan Ratri menggenggam tangan Jaya. Namun sebelum Jaya masuk, ia menoleh kepada Surya. “Surya!”Surya berhenti.Jaya menatapnya. “Suatu hari nanti kamu akan menjawab semua pertanyaanku!”Surya tersenyum samar. “Mungkin,”“Dan ketika hari itu tiba…,” Jaya mengangkat pedangnya. “…aku akan datang!”Surya menatapnya dalam-dalam. “Aku akan menunggumu,”Jaya akhirnya masuk ke lorong dan Ratri juga menyusul, tepat sebelum celah batu kembali tertutup, Jaya melihat sesuatu yang membuat langkahnya terhenti sesaat.Surya Raksa tidak mengejar, ia justru berdiri membelakangi para pendekarnya. Tatapannya tertuju kepada Mahesa Kala.Keduanya saling menatap, tidak ada kata-kata.Tetapi dari cara mereka memandang satu sama lain, Jaya merasa ada sesuatu yang belum ia pahami.Sesuatu yang jauh lebih dalam daripada sekadar sebuah perebutan kekuasaan.____Lorong itu sempit dan gelap, mereka berjalan dalam diam.Hingga akhirnya Ratna berkata, “Jaya,”“Ya, Ibu?” jawa
Last Updated: 2026-09-15
Chapter: Bab 82. Teka-teki Baru
Bahkan terlalu tenang untuk seseorang yang baru saja mengepung mereka dan tatapan keduanya saling bertemu.Dahulu, Surya adalah seseorang yang pernah Jaya panggil sahabat. Seseorang yang pernah duduk bersamanya di bawah pohon tua setelah latihan.Seseorang yang pernah juga mengatakan bahwa mereka tetap menjaga persaudaraan di antara para pendekar, lebih berharga dari pada sebuah kedudukan.Namun sekarang lelaki yang sama berdiri di hadapannya, dengan pasukan yang ada di belakangnya. Seolah semua kenangan itu tidak pernah ada.“Kenapa?” tanya Jaya akhirnya.Suara itu lirih bukan kemarahan yang terdengar di dalamnya, melainkan sebuah luka.Surya Raksa menatapnya. “Kenapa apa?”“Kenapa kamu melakukan semua ini?” tanya Jaya. Surya tidak langsung menjawab. “Karena dunia persilatan membutuhkan seseorang yang mampu untuk mengendalikannya!”Jaya tersenyum pahit. “Dengan memfitnahku?”“Dengan menjadikanmu musuh bersama!” ucap Surya Raksa. “Dengan membunuh orang-orang yang tidak bersalah?” ta
Last Updated: 2026-09-15
Chapter: Bab 81. Jalan Keluar
Bukankah akan lebih mudah baginya untuk membiarkan mereka tidak mengetahui apa-apa?Jaya menarik napas. “Kamu berbohong!”Senyum Mahesa Kala perlahan menghilang. “Apa?”“Kamu ingin aku percaya bahwa hanya ada satu jalan?” ucap Jaya lalu mengangkat pedangnya. “Padahal kamu sendiri takut jika kami menemukan jalan lainnya!”Ki Jagat yang sejak tadi mengamati tulisan tua di dinding langsung menoleh. “Jaya…,”“Ada yang salah dengan semua ini, Ki!” lalu Jaya menunjuk tulisan yang ada di dinding. “Kalimat itu mengatakan bahwa gerbang tidak ditutup dengan darah,”Mahesa Kala mendengus. “Tulisan kuno tidak bisa dipercaya!”“Kalau begitu kenapa kamu begitu takut jika kami membacanya?” tanya Jaya. Mahesa Kala terdiam.Bima tersenyum tipis. “Ketahuan kan?”Raka yang berdiri di sampingnya langsung ikut menimbrung. “Sepertinya untuk pertama kalinya orang tua itu sudah kehilangan kata-kata,”Mahesa Kala melirik keduanya. “Kalian terlalu banyak bicara!”Tongkat Mahesa Kala langsung bergerak. Wusss!
Last Updated: 2026-09-14
Chapter: Bab 80. Semakin Rumit
Jaya menggenggam pedangnya dan Ratri berdiri di sisinya, Arya berada sedikit di belakang.Kemudian pintu itu pecah dan debu memenuhi ruangan. Dari balik kepulan debu, beberapa pendekar Gagak Hitam masuk.Di tengah mereka tengah berdiri Wira. Namun wajahnya tidak lagi seperti yang mereka kenal, tidak ada senyum, tidak ada tatapan yang bersahabat. Hanya ketenangan yang dingin.Jaya menatapnya lama. “S– ssejak kapan?”Wira menatap balik. “Sejak sebelum kamu mengenalku!”Kalimat itu terasa seperti pedang yang menembus dada.Raka mengangkat pedangnya. “Wira, jangan bercanda!”“Aku tidak bercanda,” jawab Wira. Bima melangkah maju. “K– kkenapa?”Wira terdiam kemudian ia menatap Jaya.“Karena sejak awal, aku diperintahkan untuk mengawasi pewaris Ardhan!”Jaya mengerutkan keningnya. “Siapa yang memerintahkanmu?”Wira tidak menjawab.Surya langsung berkata. “Mahesa Kala?”Wira tersenyum tipis. “Bukan!”Surya menegang. “Kalau begitu…?”Wira mengangkat wajahnya. “Orang yang lebih tinggi lagi,”J
Last Updated: 2026-09-14
Pelet Kopi Darah Haid

Pelet Kopi Darah Haid

Sumi satu-satunya orang yang berpengaruh penting pada hubungan mereka berdua. Entah rahasia apa, yang Sumi sembunyikan selama 5 tahun belakangan ini. Tentu saja dijaga rapat-rapat oleh sumi. ia tidak mau kehilangan Tio pasangan yang begitu sempurna baginya, tak sedikit pula para wanita dan teman model Tio yang juga menyukai kekasihnya. Berbanding dengan Sumi, yang hanya mengandalkan karir yang bagus dan sukses. Bahkan Sumi tidak sempat untuk mengurusi badan mungilnya itu. Bekerja di bawah teriknya matahari membuat kulitnya tidak lah putih bersih melainkan sawo matang. Ia terlalu berambisi untuk meningkatkan aktivitas kerjanya tanpa ia sadar bahwa wanita juga butuh untuk merawat dirinya sendiri. Dibalik itu semua tentu saja Sumi memiliki rahasia yang tidak diketahui oleh semua orang, hanya ia dan ibunya saja yang mengetahui entah rahasia apa yang ia jalankan selama ini. Ibu Sumi berperang di dunia ghaib dengan Si Mbah, yaitu Ayah kandung Sophia. Mereka merupakan sepasang kekasih di masa muda dahulu. Namun, ibu Sumi memilih jalan berbeda dengan Si Mbah, hingga menyalah gunakan ilmu yang dipelajari untuk sarana hal yang tidak benar. Puncak memanas saat Tio hilang kendali, dan dicuci otaknya oleh Ibunda Sumi. Membuat Mbah marah dan menolong Sophia membantu menyembuhkan teman sekaligus orang, yang dicintai.
Read
Chapter: Bab 54. Benang Terakhir
Naya jatuh terduduk, jarum bening di tangannya kini punya garis kesembilan. Garis berwarna merah muda. Rumput bening di halaman berdiri lagi dengan tegak, Naya tersenyum rasanya lelah sekali. “Kak, ternyata menjahit orang jahat juga bagian dari menjaga ya?” Angin menjawab dengan desiran pelan, malamnya ia menulis di buku kecilnya. “Hari ini benang kesembilan, Sophia bukan dijahit tapi sengaja dipulangkan, ternyata ada orang yang benangnya kusut karena tidak pernah diberi rumah dan tugasku memberi jalan pulang,”Naya menutup buku, di luar saung Tio datang lagi kali ini bersama Sophia. Ia sedang membawa benang putihnya sendiri, bahkan sudah tidak kusut lagi. “Latihan,” katanya sambil tersenyum malu. Naya mengangguk, kini Desanya semakin tenang. Karena sekarang, bahkan benang yang paling kusut pun punya kesempatan untuk pulang. Naya mengerti satu hal lagi, kak umi memilih kosong agar orang lain bisa bebas. Naya memilih menjaga agar orang lain bisa pulang, dua sisi dari benang yang
Last Updated: 2026-06-30
Chapter: Bab 53. Benang yang Kembali dari Kota
Tiga malam setelah Tio berhasil dirapikan, rumput bening di halaman Naya telah berubah menjadi layu. Bukan mati hanya menunduk, semua helainya mengarah ke timur. Ke arah kota. Naya duduk di depannya dengan hati yang cemas dan gelisah, jarum bening ia letakkan di pangkuannya. Garis pelangi di jarum itu kini sudah menjadi delapan. “Kak Sumi,” bisiknya. “Ada yang tidak beres?”Rumput itu bergetar sekali dengan keras, angin malam itu datang dengan membawa bau. Bau parfum yang mahal, Naya menebaknya itu datang dari kota. Namun bau itu tidak seharusnya ada di desa mereka. Pagi harinya, ada seorang kurir yang datang ke saungnya. Ia tampak membawa kotak kardus, tidak ada nama pengirim yang ada hanya alamat Naya, itupun ditulis dengan spidol hitam. “Dari kota,” kata kurir. “Katanya penting!”Naya membuka kotak itu di luar saung, tidak di dalam karena takut akan terjadi apa-apa. Di dalamnya ada bungkusan kain sutra berwarna merah. Saat kain itu dibuka, Naya mundur dengan terkejut. “Ben
Last Updated: 2026-06-30
Chapter: Bab 52. Naya Menjadi Dukun Baru di Desa
Berita menyebar dengan sangat cepat, karena anak Mbak Lurah bisa berbicara lagi. Bahkan Mbak Lurah merekomendasikannya, pada orang-orang kota dan juga desa sebrang. Malam itu juga Dimas makan hingga habis dua piring, membuat ibunya merasa sangat senang. Karena Naya yang masih kecil sudah bisa menyembuhkan orang. Desas-desus warga terdengar di telinga Naya, rumah bekas Pak Wira, atapnya roboh dengan sendirinya di keesokan paginya. Orang-orang desa mulai menyebut saung itu “Saung Benang”. Bahkan mereka juga ikut menjaga tempat itu, juga menjaga Naya. Hari berikutnya datanglah Pak Karso, seorang petani tua. Benangnya berwarna kuning, Naya melihatnya karena ia berhutang pada tengkulak. Bahkan benang itu menjadi sangat kusut, membuatnya seakan menarik perutnya tiap malam. Naya berhasil meluruskannya kembali. Lalu datang Mbak Yuni, seorang janda muda yang cantik menawan. Benangnya berwarna merah, benang itu ditarik mantan suaminya dari kota. Membuat hidup Mbak Yani terasa kosong dan
Last Updated: 2026-06-30
Chapter: Bab 51. Jahitan Pertama Naya
Di malam Jumat Kliwon, Naya selalu duduk di depan rumput bening itu. Ia bercerita tentang desa dan tentang orang, rumput itu selalu bergetar sebagai jawaban. Karena Naya sangat yakin bahwa Kak Sumi tidak benar-benar pergi, bagi Naya kak Sumi menjadi langit dan angin. Menjadi benang bening yang sekarang ada di tangan Naya. Selama ada satu orang yang memilih untuk menjaga, bukan mengikat maka desa tidak akan pernah punya rantai lagi. Naya kini sudah mendirikan Saung yang berdiri di pematang, menghadap sawah dindingnya terbuat dari bambu. Atapnya ijuk dan di dalamnya hanya ada tikar, kendi air, dan satu kotak kayu kecil. Di dalam kotak itu tersimpan dengan baik jarum bening pemberian Sumi, belum pernah ia pakai. Tiga minggu sejak Pak Wira diusir, orang mulai datang kesana. Bukan karena sakit, bukan pula karena kerasukan tapi karena benangnya terasa salah.Mereka berkata bahwa dadanya sesak saat melewati rumah seseorang, jari mereka gatal saat memegang uang dari orang tertentu. Bahk
Last Updated: 2026-06-30
Chapter: Bab 50. Penjaga Baru
Naya tidak menjawab. “Aku tahu kamu bisa melihat benang, makanya aku datang karena desa ini kosong sekarang dan tempat kosong, harus diisi!”Ia menunjuk koper. “Ini warisan, sama seperti buku kulit kambing milik Buyutnya Sumi hanya berbeda bentuk!”“Ka– kkamu mau mengikat kami lagi?” tanya Naya, suaranya kecil tapi jelas. Pak Wira tertawa. “Mengikat itu kata kasar, aku hanya mau menata, manusia tanpa ikatan itu akan kacau,” Naya mengangkat boneka kainnya. “Benangku tidak akan bisa kamu sentuh!”Benang bening itu melesat, menusuk koper. Koper itu berteriak bukan suara manusia, tapi suara rantai. Pak Wira terkejut, ia meraih kopernya tapi sudah terlambat. Benang bening itu membelah koper, gulungan benang di dalamnya perlahan berhamburan. Saat benang merah darah itu menyentuh lantai, tanah mulai bergetar. Dari retakan sumur tua, asap hitam itu keluar lagi. “Tidak!” Pak Wira menjerit. “Itu Rantai Iblis! Kamu membebaskannya!” Naya mundur. “Kamu yang membawanya!”Asap itu berkumpul,
Last Updated: 2026-06-30
Chapter: Bab 49. Sumi Dayang Desa
Dari dadanya keluar benang merah, tipis, kuat dan bebas. Ia menatap ke arah sumur yang sudah rata dengan tanah. “Terima kasih, Kak Sumi,” bisiknya. Angin seakan datang membawa jawaban, bukan sepatah kata tapi hanya suara desir. Seperti seseorang mengangguk dari jauh. Di tempat Sumi berdiri terakhir kali, tumbuh satu helai rumput hitam satu-satunya. Naya memetiknya, lalu ia lilitkan di pergelangan tangannya. Bukan untuk mengikat, tapi ini ia anggap untuk mengingat. Bahwa pernah ada seseorang yang memilih kosong, agar orang lain bisa bebas. Naya akhirnya tahu bahwa rantai yang paling berat bukanlah dari besi, tapi dari harapan untuk dicintai dan mencintai. Bahwa kadang, kemenangan sejati adalah saat kamu bisa melepaskan semuanya, termasuk dirimu sendiri. Tiga hari setelah Sumi menghilang, desa berubah dalam sekejap mata. Tidak ada lagi orang yang tiba-tiba sakit tanpa sebab.Tidak ada anak yang menangis tengah malam karena dicekik sesuatu yang tak terlihat, tidak ada lagi yang me
Last Updated: 2026-06-30
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status