author-banner
daydreammm_ms
daydreammm_ms
Author

Novel-novel oleh daydreammm_ms

Akademi Natyadharma: Sekolah Para Protagonis

Akademi Natyadharma: Sekolah Para Protagonis

Semua orang mengetahui kemahsyuran Akademi Natydharma. Sebuah sekolah yang dibangun khusus untuk mendidik manusia berdasarkan peran tertentu, agar bisa menjalankan dunia cerita sesuai dengan naskah yang diberikan oleh Kepala Sekolahnya, Adhyaksa. Selama berabad-abad, akademi ini telah berhasil mencetak alumni-alumni genius yang sukses berperan dalam cerita legendaris. Dari Malin Kundang hingga Sangkuriang, Candra Kirana hingga Bawang Putih, semua adalah siswa/i yang mereka didik untuk menjadi sempurna. Akademi yang menentukan peran siswa/i nya berdasarkan warisan peran yang diterima leluhur mereka masing-masing ini telah menjadi simbol keagungan bagi para Protagonis, sekaligus ketakutan bagi para Antagonis, Peran Pendukung, serta Peran Figuran. Tentu saja! Bayangkan, seluruh hidupmu hanya didedikasikan untuk menjadi pion yang membawa Protagonis menuju puncak emas. Tidak adil! Demikianlah, yang dipikirkan oleh Ridhika Maya. Seorang gadis berusia 17 tahun yang mewarisi peran Antagonis dari leluhurnya, Calon Arang. Sekuat tenaga dia menolak untuk menerima undangan masuk ke Akademi tersebut. Sayangnya, dia tidak bisa menghindar. Pada akhirnya, dia harus tetap pergi dan terlibat dalam segala intrik para siswa/i untuk menjadi yang terbaik. Di sana, dia bertemu banyak orang, yang tidak hanya mengubah perspektifnya mengenai baik dan buruk, tetapi juga memperlihatkan padanya bagaimana busuknya sistem yang berjalan di belakang megahnya gedung Akademi Natydharma.
Baca
Chapter: Chapter 90 =Mendaki=
Bukan sekali dua kali saja Ridhika diam-diam menyesali keputusannya untuk bersedia diajak mendaki oleh Bagastya pagi itu. Bukannya apa! Dia tidak menyangka bahwa mereka akan melakukannya di pagi buta seperti sekarang! Dipadukan dengan jalan pendakiannya yang sangat berbatu dan hawa pegunungan yang dingin sekali, dia merasa seperti sudah menjerumuskan dirinya sendiri ke dalam kolam es.Bagastya yang merasakan tangan Ridhika dalam genggamannya terus gemetar juga berupaya untuk berjalan lebih cepat agar bisa segera tiba di puncak. Namun, apa daya, pasangannya itu sendiri terlalu tidak berenergi untuk bisa mengimbangi laju langkahnya. Pada titik ini, bahkan dia pun sudah mulai menyesali keputusannya menjadikan pendakian sebagai acara kencan terakhir mereka sebelum kembali ke akademi nanti sore."Sudah, tinggalkan saja aku disini," ujar Ridhika sambil menyentakkan tangan Bagastya hingga genggaman mereka lepas. "Aku tidak kuat lagi. Teleponkan Tim SAR untuk membawaku turun."Melihat sang pa
Terakhir Diperbarui: 2026-10-31
Chapter: Chapter 89 =Layar Tancap=
Malam berikutnya "berkencan" bersama Bagastya sepenuhnya menguatkan keyakinan Ridhika bahwa desa pria itu memang mendapatkan pendanaan yang baik dari pemerintahnya. Mengapa demikian? Sebab, entah karena waktu kedatangan mereka saja yang tepat atau karena warga di desa tersebut memang senang sering-sering menghibur diri sendiri, setiap hari sepertinya selalu ada hiburan baru. Kemarin karnaval, malam ini pemutaran film di lapangan, besok akan ada apa lagi?Suasana malam itu pun cukup mendukung bagi Ridhika untuk mengkategorikannya sebagai acara kencan yang sukses. Bagastya sudah membelikannya cukup banyak cemilan serta minuman, dan mereka duduk di tempat yang tidak begitu sesak tetapi masih memungkinkan untuk melihat layar dengan nyaman. Jika ada hal yang bisa merusak kombinasi sempurna ini, maka itu hanyalah alur filmnya yang sangat bodoh!"Kenapa sih dia masih mau kembali pada pria itu?! Dia sudah gila, ya?!" Keluh Ridhika frustasi ketima mereka sudah sampai pada bagian dimana si toko
Terakhir Diperbarui: 2026-10-31
Chapter: Chapter 88 =Karnaval=
Sewaktu Ridhika masih tinggal di desa, ada sepasang anak yang mengklaim bahwa mereka berpacaran. Makanya, kedua orang itu sering terlihat pergi bersama, bertukar hadiah atau memanggil satu sama lain dengan nama yang ... agak aneh untuk didengar. Akan tetapi, sungguh bukan itu masalahnya!Masalah sebenarnya adalah suatu hari si gadis pernah melabrak Ridhika ke rumah dan menuduhnya menggoda sang kekasih. Ibu Ambar sampai harus berkali-kali meminta maaf agar si bodoh itu mau pergi, padahal jelas-jelas Ridhika tidak tahu apa-apa! Sejak saat itu, meski dia tidak terlalu paham konsep berpacaran, Ridhika selalu menganggap bahwa orang-orang yang melakukannya pastilah kurang kerjaan.Namun, dia tidak menyangka akan ada saatnya dimana dia menjadi bagian dari orang kurang kerjaan itu dan ternyata ... tidak begitu membencinya."Kau mau hadiah yang mana" Tanya Bagastya, membuat Ridhika segera melayangkan pandangan ke arah semua seleksi hadiah yang bisa mereka dapatkan apabila pria itu berhasil men
Terakhir Diperbarui: 2026-10-31
Chapter: Chaper 87 =Rumah Bagi Bagastya Dewa=
Pemandangan pertama yang dilihat Ridhika ketika turun dari sepeda motor Bagastya adalah seorang wanita paruh baya berkebaya hijau yang sedang memindahkan beberapa tangkai bunga mawar putih dari pot ke tanah. Lalu, pada saat wanita tersebut menyadari kedatangan mereka, dia segera meninggalkan kesibukannya, membersihkan tangan menggunakan kain jarik yang dikenakannya untuk menyambut dengan senyuman.Ridhika tahu dia seharusnya berjalan ke arah wanita itu. Akan tetapi, rasa gugup yang tiba-tiba menyerang membuatnya justru membatu di depan pekarangan, selagi berusaha membalas senyuman si wanita dengan menarik paksa kedua ujung bibirnya. Tindakan yang kemudian dia sadari pasti membuatnya tampak bodoh.Bagastya, di sisi lain, sama sekali tidak membantu. Bukannya menenangkan atau setidaknya mencairkan suasana agar Ridhika bisa bersikap lebih natural, pria itu malah tertawa kecil seraya menyenggol bahunya, lantas berlalu begitu saja."Hm, Bagastya Dewa," panggil wanita tersebut dengan nada me
Terakhir Diperbarui: 2026-10-31
Chapter: Chapter 86 =Rencana Pembalasan=
"Hanya ada ... satu keturunan pria di keluarga Airlangga yang seharusnya menjadi Adhyaksa," gumam Jordan tidak percaya. "Dia anak pria itu?!"Bima mengangguk, tanpa mengalihkan tatapannya dari Ridhika, "Berdasarkan peraturan keluarga Airlangga, ketika pria itu meninggal, yang berhak menggantikan posisinya adalah keturunannya atau jika keturunan tersebut masih belum mampu, maka Adhyaksa yang sedang menjabat akan mengisi jabatannya hingga waktu yang ditentukan. Tapi, karena Ridhika tidak berdarah murni protagonis, banyak anggota keluarga Airlangga menolak kenaikannya dan memilih untuk menunjuk anak lain untuk menjadi Adhyaksa. Meskipun begitu, karena takut suatu hari nanti para tetua akan berubah pikiran terhadap penunjukan ini, Sikha Airlangga berusaha untuk menyingkirkan Ridhika.""Gila!" Jordan Darling berdiri dari duduknya. "Bahkan keluarga Darling saja tidak memperlakukan anak tidak sah sekejam ini!"Mendengar perkataan Bima dan Jordan membuat wajah Ridhika kian memucat. Pada saat
Terakhir Diperbarui: 2026-10-30
Chapter: Chapter 85 =Anak Perempuan Keluarga Airlangga=
"Keluarga kami pertama kali bertemu dengan wanita itu saat aku baru melahirkan," ungkap Nirmala, membuka ceritanya di depan Ridhika, Bagastya dan Jordan Darling. "Adishra ditahan di Rumah Sakit karena kami tidak memiliki cukup uang untuk melunasi biaya perawatannya. Wanita itu datang seperti malaikat yang menawarkan bantuan dan kami menerimanya. Namanya Sikha Airlangga."Penyebutan nama Airlangga membuat Ridhika mengeratkan genggaman tangannya dan Bagastya. Sekarang, sudah terbukti bahwa memang keluarga Ayahnya lah yang selama ini sedang mengincarnya. Adapun, bagaimana perasaannya setelah mengetahui kebenaran tebakannya tersebut? Bingung dan ... anehnya lega. Seolah menemukan sumber cahaya di ujung jalan yang gelap."Untuk membalas budi, kami bersedia untuk membuatkan obat apapun yang dibutuhkannya. Awalnya, semua baik-baik saja, sampai dia meminta kami untuk membuatkannya ramuan yang bisa menjadikannya kembali muda.Ketika kami menolak dan bahkan mengatakan bahwa kami tidak tahu baga
Terakhir Diperbarui: 2026-10-30
Anda juga akan menyukai
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status