author-banner
daydreammm_ms
daydreammm_ms
Author

Novels by daydreammm_ms

Akademi Natyadharma: Sekolah Para Protagonis

Akademi Natyadharma: Sekolah Para Protagonis

Semua orang mengetahui kemahsyuran Akademi Natydharma. Sebuah sekolah yang dibangun khusus untuk mendidik manusia berdasarkan peran tertentu, agar bisa menjalankan dunia cerita sesuai dengan naskah yang diberikan oleh Kepala Sekolahnya, Adhyaksa. Selama berabad-abad, akademi ini telah berhasil mencetak alumni-alumni genius yang sukses berperan dalam cerita legendaris. Dari Malin Kundang hingga Sangkuriang, Candra Kirana hingga Bawang Putih, semua adalah siswa/i yang mereka didik untuk menjadi sempurna. Akademi yang menentukan peran siswa/i nya berdasarkan warisan peran yang diterima leluhur mereka masing-masing ini telah menjadi simbol keagungan bagi para Protagonis, sekaligus ketakutan bagi para Antagonis, Peran Pendukung, serta Peran Figuran. Tentu saja! Bayangkan, seluruh hidupmu hanya didedikasikan untuk menjadi pion yang membawa Protagonis menuju puncak emas. Tidak adil! Demikianlah, yang dipikirkan oleh Ridhika Maya. Seorang gadis berusia 17 tahun yang mewarisi peran Antagonis dari leluhurnya, Calon Arang. Sekuat tenaga dia menolak untuk menerima undangan masuk ke Akademi tersebut. Sayangnya, dia tidak bisa menghindar. Pada akhirnya, dia harus tetap pergi dan terlibat dalam segala intrik para siswa/i untuk menjadi yang terbaik. Di sana, dia bertemu banyak orang, yang tidak hanya mengubah perspektifnya mengenai baik dan buruk, tetapi juga memperlihatkan padanya bagaimana busuknya sistem yang berjalan di belakang megahnya gedung Akademi Natydharma.
Read
Chapter: Chapter 6 = Ratu Griya Nayika? =
"Widuri, keluarkan orang aneh ini sekarang juga dari sini!" Seru si gadis dengan suara nyaring, meskipun perkataannya ditujukan pada Widuri, matanya tidak lepas menatap Ridhika dengan tajam. "Apa yang pernah kubilang soal membawa masuk siswi rendahan ke Griya Nayika? Otakmu sudah tidak bekerja atau kau minta dihukum, hah?!" Ridhika menarik tubuh Widuri yang gemetar semakin jauh ke belakangnya. "Bisa bicara lebih seperti orang beradab? Apa yang coba kau capai dengan berteriak seperti itu?" Berkebalikan dengan si gadis asing, Ridhika bicara dengan nada yang sangat tenang. Seolah hanya sedang menangani seorang anak yang tantrum. Iya, jika ada hal berharga yang dipelajarinya selama menghadapi pembulli di desa, itu adalah bahwa berbicara sama kerasnya, menunjukkan ekspresi dan bertindak kasar hanya akan memuaskan mereka. Memberikan mereka alasan untuk membenarkan sikap mereka yang salah, karena menganggap reaksinya sebagai bukti bahwa dia memang pantas diperlakukan demikian. Terbukti,
Last Updated: 2026-06-03
Chapter: Chapter 5 = Sekilas Para Protagonis Wanita =
Sehabis mendengar perkataan Mel tentang perintah Adhyaksa agar tidak boleh ada yang mengetahui tentang identitas awalnya, Ridhika tidak bisa berhenti memikirkan kembali kebutuhannya untuk tetap merasa bebas. Mel yang berjalan di depannya juga tidak bicara apa-apa lagi. Pada titik tertentu, Ridhika bersumpah bisa melihat bayangan senyum puas bertengger di wajah wanita itu. Membuatnya seketika merasa sangat kecil dan ingin berjalan lebih jauh saja di belakang. "Orang-orang di sini jahatnya berbeda, ya," pikirnya sambil mencoba mengalihkan perhatian dengan cara melihat-lihat taman yang tengah mereka lewati. Taman itu dipenuhi oleh bunga mawar putih. Namun, setengah di antaranya sedang di-cat dengan warna merah oleh beberapa pria dan wanita tua berpakaian terlalu perlente untuk sekadar dikira sebagai tukang kebun. Pemandangan yang mengingatkan Ridhika pada cerita Alice in Wonderland. Dia pernah dengar bahwa alumni siswi yang menjadi pemeran utama cerita itu kini hidup di sebuah ista
Last Updated: 2026-06-03
Chapter: Chapter 4 = Griya Nayika =
"Hati-hati," ujar pria tersebut. Suaranya rendah dan serak, seperti seseorang yang sudah lama tidak minum. "Maaf." Ridhika mundur beberapa langkah, lalu mengangguk sopan. Intuisinya berkata bahwa dia harus segera menjauh dan memang itulah yang ingin dilakukannya. Namun, keharusan untuk bersikap sopan membuat dia bertahan sebentar. Berdiri di depan pria itu dengan canggung, menunggu barangkali ada hal lain yang ingin si pria sampaikan. Sumpah serapah, misalnya. Akan tetapi, alih-alih mengatakan sesuatu. Pria tersebut diam saja, begitu pula Ridhika. Mereka bertahan dalam posisi itu paling tidak selama beberapa menit dan selama itu pun Ridhika sudah cukup gelisah karena rasa tidak nyaman yang perlahan merayapi punggungnya. Syukurlah, seorang wanita bertubuh jangkung datang menghampirinya di tengah ruangan dengan dua buah map yang cukup besar di tangan. Jadi, dia memanfaatkan kesempatan itu untuk segera pergi. Meninggalkan si pria dengan aura aneh itu. "Saya akan jelaskan semua yang
Last Updated: 2026-06-03
Chapter: Chapter 3 = Akademi Natyadharma =
Ridhika diam mematung di depan Akademi Natyadharma yang kubah-kubah runcingnya menjulang seolah siap menembus awan. Napasnya tertahan untuk beberapa saat dan genggamannya pada pegangan koper bertambah erat. Mobil yang mengantarnya sudah lama pergi. Kini, tinggal dia berdiri sendiri di antara perkampungan yang jauh di belakang dan bangunan megah yang berdiri tepat di depan mata. Sempat terbesit keinginan untuk mundur, tetapi sekuat tenaga ditahannya. Begitu melangkah melewati pagar besi, seluruh bagian kaki hingga lututnya langsung mati rasa. Matanya dengan gelisah menangkap satu persatu benda yang membuat akademi itu terlihat lebih mengintimidasi dibandingkan dengan bangunan-bangunan lain yang dilewatinya sepanjang jalan. Mulai dari pilar-pilar raksasa yang menopang balkon panjang berhias tanaman merambat, hingga jendela-jendela lancip yang berjejer seperti mata yang tidak akan pernah lepas mengawasi para siswa. Semua elemen tersebut membuat bangunan batu putih tulang itu terasa l
Last Updated: 2026-06-03
Chapter: Chapter 2 = Keturunan Antagonis Sebagai Protagonis =
"Kamu tidak akan perlu baju-baju ini, kalau sudah tinggal di Akademi, Ridhi." Ridhika tidak menghiraukan perkataan Ibunya tersebut. Alih-alih, tangannya terus bergerak mengemasi baju-bajunya yang didominasi warna hitam dan merah ke dalam sebuah koper berukuran sedang. Sejak pagi, telinganya sudah dibuat panas oleh nasihat Ibu yang tanpa henti. Di Akademi nanti kamu harus begini, jangan begitu, lebih baik seperti ini, jangan coba-coba begitu. Bla, bla, bla. Semuanya hanya masuk kuping kiri, keluar kuping kanan. "Ridhi! Kamu dengar apa kata Ibu?" "Ck! Iya, iya," Ridhika beranjak dari atas kasur, menarik kasar beberapa selendangnya yang dijemur di luar ambang jendela. "Kalau Ibu cuma mau mengomeli Ridhi, lebih baik Ibu keluar saja, deh!" "Bukan begitu. Ibu cuma-" "Eh! Ridhi," seorang tetangga yang kebetulan lewat menyapa dengan ramah. "Mau siap-siap berangkat ke Akademi, ya?" Ridhika spontan mengangkat sebelah alisnya, lantas memandangi si tetangga dari atas ke bawah dengan ekspr
Last Updated: 2026-06-03
Chapter: Chapter 1 = Undangan Khusus =
"Heh! Minggir!" Bisik seorang pria pada sekelompok wanita yang sedang asyik berbincang-bincang di tengah pasar. "Ih! Kenapa, sih?!" "Iya, ganggu saja! Jalannya kan luas." "Ck! Minggir saja," nada si pria meninggi, dari gerak-geriknya tampak kepanikan yang susah payah disembunyikan. "Keturunan Calon Arang mau lewat, sebentar lagi!" "Hah?! Duh, kami pergi saja deh kalau begitu," balas salah satu wanita sambil menarik lengan temannya agar segera menghindar. "Memangnya kenapa, sih? Pasar ini kan bukan milik dia!" Sungut wanita yang lain. "Sst! Jangan cari masalah. Eh! Itu dia! Ayo, kita pergi saja." Ridhika menyaksikan melalui sudut matanya bagaimana gerombolan pengunjung di pasar segera menghindar begitu dia datang. Disusul oleh suasana riuh yang seketika berubah hening, serta anak-anak yang ikut orangtuanya berbelanja dengan takut-takut mengintip dari balik tiang toko. Aktivitas jual beli seolah terhenti dalam sekejap, meninggalkan atmosfer yang terasa berat. Dulu, perla
Last Updated: 2026-06-03
You may also like
Ibu Muda Anak Mas Duda
Ibu Muda Anak Mas Duda
Young Adult · Ocki yunita
1.7K views
Can I Loved Someone
Can I Loved Someone
Young Adult · Dini Kiyowo
1.7K views
Dokterku Pemburu Roh
Dokterku Pemburu Roh
Young Adult · Red Water
1.7K views
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status