author-banner
Arrana
Arrana
Author

Novels by Arrana

Menikahi Pria Culun Konglomerat

Menikahi Pria Culun Konglomerat

Kanaya Anggia Wardana terpaksa harus menikah dengan pria yang cintanya pernah ia tolak saat masih duduk di bangku sekolah. Adalah Leonardo Cakra Barata, pemuda yang sering dibully dan diejek cupu karena berkacamata tebal yang ternyata adalah pewaris dari sebuah group perusahaan besar. Kondisi perusahaan keluarga Kanaya yang bangkrut dan kedua orangtua yang mengalami koma usai kecelakaan, memaksa Kanaya menerima perjodohannya dengan Leon. Sayangnya, Leon yang masih memendam sakit hati malah semakin membenci Kanaya oleh sebab kenyataan bahwa perempuan yang dinikahinya sudah tidak perawan lagi. Dan sejak hari itu, tidak ada kehidupan pernikahan yang indah. Hidup Kanaya terasa seperti di neraka, sebab Leon menjadi pria paling menakutkan bagi Kanaya.
อ่าน
Chapter: Putusan Sidang
Ruang sidang terasa lebih dingin dari biasanya. Bukan karena AC, tapi karena semua yang hadir tahu kalau hari ini sebuah putusan akan dikumandangkan. Keputusan yang akan mengubah masa depan dan kehidupan seseorang.Kanaya duduk tegak di kursi penggugat. Setelan krem sederhana membingkai tubuhnya yang kini tampak jauh lebih tenang dibanding sidang pertama dan mediasi. Tidak ada lagi tangan gemetar dan napas yang terasa sesak.Di sisi seberang, Leon tampak kurus. Wajahnya nampak sedikit kusam. Setelan mahal yang dikenakannya tak mampu menyembunyikan kehancuran yang menggerogotinya dari dalam.Sidang dibuka. Hakim memandang berkas di depannya, lalu menatap kedua pihak.“Kita lanjutkan dengan pemeriksaan saksi dan bukti tambahan.”Pengacara Kanaya berdiri. “Kami menghadirkan saksi pertama yaitu saudari Miranti Suryani.”Seorang perempuan melangkah masuk. Wajahnya tegang, tapi matanya jujur. Ia mengucap sumpah, lalu duduk.“Saudari saksi,” ucap hakim, “Jelaskan hubungan Anda dengan kedua b
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-01-30
Chapter: Kelas Sketsa
Hujan turun tipis sore itu, seolah air langit ragu saat ingin benar-benar jatuh.Kanaya duduk di sudut kafe yang sudah tutup. Beberapa lampunya sudah dimatikan, sehingga suasana terlihat redup, hanya di dekat satu meja yang ditempatinya yang masih menyala.Di depannya, tersaji secangkir teh yang sudah dingin dan ponsel yang sejak tadi tak ia sentuh lagi.Nama Miranti kembali tertera di layar. Kanaya menarik napas, lalu menekan tombol panggil.“Halo, Naya,” suara di seberang terdengar pelan dan hati-hati. “Maaf aku baru berani menghubungi sekarang.”“Tidak apa-apa,” jawab Kanaya. “Kamu bilang ada sesuatu tentang Arya.”Hening sebentar.“Aku nggak tahu harus mulai dari mana,” kata Miranti akhirnya. “Aku takut kamu mengira aku membela dia. Tapi tidak. Aku berani menghubungimu karena seseorang menceritakan masalah kalian.”Kanaya menegakkan punggung. “Baiklah. Aku akan mendengarkannya.”Miranti menghela napas panjang. “Hari pengakuan itu aku ada di ruang siaran.”Jantung Kanaya berdetak l
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-01-30
Chapter: Chat Orang Lama
Ruang mediasi itu lebih kecil dari ruang sidang, tapi tekanannya justru terasa lebih besar. Sebuah meja, tiga kursi di satu sisi dan tiga di sisi lain.Tidak ada palu hakim juga peserta sidang lainnya. Hanya keheningan yang terasa membuat napas menjadi sesak.Kanaya datang tepat waktu.Ia mengenakan kemeja putih lengan panjang, celana kain hitam, dan sepatu datar. Penampilannya rapi dan sopan, tidak terlihat masa bodo.Di depannya terlampir map cokelat tipis berisi dokumen yang tidak terlalu tebal.Leon datang lima menit kemudian bersama sang pengacara yang kemudian duduk di sebelah kiri. Di sisi kanan, sang Bunda hadir.Bunda Leon tidak menatap Kanaya dengan permusuhan. Justru ada kelelahan di sana. Kelelahan seorang ibu yang akhirnya menyadari bahwa ada kesalahan yang tak bisa ia rapikan dengan uang atau pengaruh.Mediator lantas membuka pertemuan dengan bahasa formal. Tentang niat baik dan juga kesempatan damai. Tentang kemungkinan rujuk untuk keduanya.Kanaya mendengarkan dan meng
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-01-30
Chapter: Daisy & Co
Gedung Pengadilan Negeri Jakarta Selatan tidak pernah ramah. Lorong-lorongnya panjang, dingin, dan berbau ketegangan.Kanaya berjalan pelan di antara deretan kursi kayu, mengenakan setelan sederhana dengan gaya rambutnya disanggul rapi.Tidak ada perhiasan mencolok dan berlebihan. Hanya sebuah arloji lama yang dikenakan di tangan kanannya.Ia datang sebagai penggugat.Didi duduk di bangku belakang bersama Bani tanpa banyak bicara. Sejak pagi, mereka tahu kalau hari ini bukan waktunya untuk memberi semangat dengan kata-kata. Mereka hanya cukup hadir sebagai bentuk dukungan moril penuh pada Kanaya.Leon sudah duduk di sisi seberang. Wajahnya tetap dingin. Jasnya tetap terlihat mahal saat dikenakan pada posturnya yang tegak.Dari luar, tidak ada yang berubah. Tapi Kanaya tahu ia melihat sesuatu yang berbeda di balik tatapan itu. Bukan tatapan merasa bersalah, tapi sesuatu yang jauh lebih dalam meski Kanaya tak tahu apa itu.Hakim memasuki ruang sidang dan semua berdiri. Dan sidang percer
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-01-30
Chapter: Retakan Itu
Pagi itu, Jakarta tampak terlalu terang bagi Leon.Cahaya matahari memantul di kaca gedung-gedung tinggi, menyilaukan matanya yang semalaman tak benar-benar terpejam. Bukan karena mimpi buruk, melainkan karena satu perasaan yang bernama kehilangan kendali.Bukan kehilangan Kanaya. Bukan juga kehilangan rumah tangga. Melainkan kehilangan posisi.Telepon dari sekretaris ayahnya datang sebelum jam delapan. Nada suaranya formal seperti panggilan rapat dewan direksi, bukan panggilan keluarga.“Tuan Leon diminta hadir di rumah utama pukul sepuluh. Keluarga besar akan berkumpul.”Tidak ada penjelasan bahwa hal itu penting atau apa yang akan dibahas dalam pertemuan itu. Justru itu yang membuat dada Leon terasa penuh.Rumah utama keluarga Barata berdiri seperti benteng. Tidak pernah berubah, tidak pernah ramah. Di sanalah segala keputusan besar diambil. Pernikahan, aliansi juga pengkhianatan yang dibungkus nama keluarga.Leon datang tepat waktu dengan jas hitam rapi dan wajah dingin seperti bi
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-01-30
Chapter: Surat Untuk Kanaya
Malam itu, rumah keluarga Barata tak lagi seperti biasanya.Lampu kristal di ruang tengah menyala redup, dan bayangannya bergetar di permukaan marmer yang dingin.Aroma kayu manis dari diffuser menyatu dengan hawa hujan yang menyelinap dari jendela besar.Di kursi ruang tamu, Bunda Leon masih duduk diam bersama ponsel di genggamannya.Layar di tangannya menampilkan surat digital dari pengadilan tentang gugatan cerai yang diajukan sang menantu.Sudah berkali-kali ia membaca baris pertama itu, namun tetap saja matanya terasa panas setiap kali menatapnya.Sementara itu, di luar sana hujan turun semakin deras. Air menetes dari atap dan menimbulkan suara yang menyerupai langkah kaki di kejauhan.Tapi bukan hujan yang membuatnya menggigil. Bukan pula udara malam yang mulai menembus ke tulang. Yang membuat Bunda Leon gemetar adalah kenyataan bahwa anak yang ia besarkan dengan cinta dan doa, kini berdiri di ujung kehancuran rumah tangganya sendiri. Bukan karena takdir, tapi karena kesombongan
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-01-30
Wanita Kedua Pilihan Presdir

Wanita Kedua Pilihan Presdir

Terlilit banyak hutang, Riana yang putus asa memutuskan untuk menjadi wanita penghibur demi menghasilkan uang dengan cepat. Namun disaat rencananya berhasil terwujud, sebuah tawaran tiba-tiba datang padanya. Tawaran menjadi istri seorang pengusaha kaya raya. Sayangnya semua menjadi rumit saat Riana mengetahui kenyataan bahwa ia dijadikan pilihan kedua.
อ่าน
Chapter: Janji Ayahku
Kelvin menemui seseorang. Ia meminta orang tersebut untuk melakukan sesuatu. dan untuk hal tersebut Kelvin membayarnya cukup mahal."Ini data-datanya. Cari di mana keberadaan orang tersebut. Dan jika sudah bertemu, amankan sampai waktunya harus muncul.""Baik, Tuan."Kelvin mengangguk lalu pergi meninggalkan tempat pertemuan tersebut untuk menuju tempat yang lain.Namun di tengah perjalanan, ia melihat toko bunga yang sedang memajang rangkaian bunga yang sangat cantik.Kelvin teringat ayahnya yang sering memberikan bunga untuk ibunya. Ia lalu terpikirkan Riana. Berhenti lantas membelinya untuk dibawa pulang.Sayangnya karena Kelvin harus menemui kakeknya dan bertemu dengan Angela, ia terjebak dalam sebuah hal yang tak diinginkan.Angela sengaja menyewa wartawan. Membuat berita baru tentang hubungannya dan Kelvin sehingga berita tersebut menyebar cepat. Membuat Riana tahu kalau suaminya tersebut sudah memiliki tunangan."Jadi, aku adalah perebut laki-laki orang?" gumam Riana menitikkan
ปรับปรุงล่าสุด: 2024-07-08
Chapter: Bau Gosong
Sepnjang perjalanan menuju rumah, Riana terus memikirkan tentang percakapannya dengan Reihan atau Gara. Ia lalu teringat akan keberadaan Renata di tempat David. "Tapi Mas Kelvin pasti tidak akan mengijinkanku menemui Renata," gumamnya lalu menatap ke samping.Mobil sedang berhenti di lampu merah. Riana menatap sekitar. Menemukan beberapa sosok anak yang sedang menjual tisu atau mereka yang sedang ngamen dengan alat musik buatan seadanya.Senyum terukir manis di wajahnya. Riana lalu menatap dan mengusap perutnya yang masih rata. Sambil bergumam seraya mengutarakan harapannya terhadap sang jabang bayi."Ada apa itu?" Riana ikut menoleh ketika sang supir mengatakannya."Ada apa memangnya, Pak?""Itu, Nyonya. Ada pria yang ditarik paksa.""Iya, benar. Kenapa nggak ada yang membantu?"Semua hanya diam. Begitupun pengawal yang duduk di samping supir."Sebaiknya kita tolong, Pak." Pengawal tak bergeming. "Pak!""Maaf Nyonya. Tapi tugas saya hanya mengawal dan melindungi Nyonya."Bukan Riana
ปรับปรุงล่าสุด: 2024-07-07
Chapter: Cinta Yang Tak Tersampaikan
Kretek...Suara tulang belulang yang dipatahkan terdengar begitu kentara. Sang penonton hanya melihat tanpa ekspresi apalagi bersuara."Ah, ampun! Tolong jangan bunuh saya."Seorang pria nampak berlutut sambil memohon agar tangannya dilepaskan. Tidak ada luka pasti yang nampak di sekitar tubuhnya. Hanya saja, kaki dan kedua tangannya kini terasa sangat sakit dan tak berdaya.Hal tersebut tergambar jelas di wajah pria yang beberapa jam lalu tersebut sudah melecehkan Riana di toilet kafe."Ini peringatan pertama dan terakhir," ucap seorang dengan tato yang nampak memenuhi leher hingga telinganya.Jeda keheningan, hanya ada suara napas yang menghela panjang dan berat. Kelvin mematikan ponsel. Menyudahi tontonan video yang dikirim suruhannya.Meski tak seberapa. Namun ia merasa puas karena orang yang sudah mengganggu Riana mendapatkan balasannya.Kelvin meregangkan keduanya tangannya ke atas sebelum kembali ke kamar dan melanjutkan tidur yang terjeda karena rasa penasaran.Paginya...Rian
ปรับปรุงล่าสุด: 2024-07-02
Chapter: Beri Pelajaran!
"Dari mana kalian?!"Langkah Riana dan Gabriella terhenti.Sial sekali memang. Kelvin ternyata pulang lebih awal. Pria itu terlihat sedikit pucat dan kelelahan."Kami habis belanja, Mas.""Iya. Kami tadi belanja ke supermarket. Tuh belanjaannya!" unjuk Gabriella kepada satpam dan pelayan pria yang sedang menjinjing belanjaan."Bibi bilang kalian pergi sebelum makan siang.""Iya. Tadi kami–""Kami mampir ke kafe untuk makan siang dan mengobrol." Gabriella menyela lebih dulu.Selain karena merasa bersalah lupa memberi kabar pada Kelvin, wajah sang sepupu yang terlihat suram membuatnya enggan membuat masalah.Tapi...Masa, sih? Apa Riana ngidam nongkrong di kafe? Batin Kelvin.Satu alis Kelvin yang menanjak ke atas menggambarkan pertanyaan yang enggan ditanyakannya tersebut."Kenapa tidak izin?" Alih-alih, Kelvin malah mengintrogerasi Riana dengan tatapan yang membuat wanita itu menunduk."Saya sudah bilang kalau kamu–""Maaf, Mas. Aku salah."Hah... Riana menangis lagi. Dan itu membua
ปรับปรุงล่าสุด: 2024-06-23
Chapter: Sial!
Berbelanja itu seharusnya menjadi momen menyenangkan bagi kebanyakan wanita. Termasuk berbelanja kebutuhan rumah tangga. Hanya saja karena insiden yang terjadi sebelumnya mood Riana jadi berubah drastis. "Ri, kita nongkrong di cafe, yuk?"Perubahan mood yang nampak jelas di wajah Riana membuat Gabriella berinisiatif mengajaknya pergi lagi daripada pulang ke rumah.Dan lagi, sudah lama sekali Gabriella tidak nongkrong-nongkrong cantik di cafe. Apalagi ia juga berencana mengajak temannya untuk bertemu.Siapa tahu bukan, Riana jadi bisa terhibur dan melupakan kejadian buruk yang menimpanya di supermarket tadi."Aku izin mas Kelvin dulu, ya."Gabriella langsung merampas ponsel Riana."Loh, aku mau chat Mas Kelvin.""Nggak usah. Nanti aku yang laporan saja. Kalau kamu minta izin sekarang, pasti nggak dibolehkan."Riana terdiam. Gabriella ada benarnya. Meski dalam hati ia tetap merasa takut jika tidak menghubungi Kelvin dan meminta izin."Ya sudah. Tapi jangan sampai sore, ya. Aku harus mas
ปรับปรุงล่าสุด: 2024-06-22
Chapter: Orang Gila
Riana terbangun dini hari karena perut yang bergejolak. Kelvin yang sedang memeluk Riana tentu saja langsung terbangun dan mengikuti istrinya ke kamar mandi.Tangannya dengan peka memijat tengkuk leher Riana. Sesekali juga mengusap pungungnya, menyalurkan kenyaman untuk sang istr yang terlihat kesusahan.Kelvin juga menggendong Riana hingga kembali ke ranjang karena tubuh Riana yang lemas setelah muntah-muntah.Aneh memang.Riana selalu muntah di waktu dini hari sementara ketika pagi hingga petang, perempuan itu malah terlihat sehat bugar bahkan selalu bersemangat setiap melakukan hal yang disukainya beberapa waktu ini, berkebun."Sepertinya anak ini ingin menjadi petani."Riana terkekeh setelah meminum obat mual yang diberikan dokter bersama segelas teh manis yang dibuatkan bibi kepala pelayan."Boleh?""Hmm?" Kelvin mengerutkan kening."Boleh tidak kalau dia nanti jadi petani?"Kelvin tak langsung menjawab setelah mengendiikan bahunya. "Mas?""Tidak masalah. Tapi dia harus jadi peta
ปรับปรุงล่าสุด: 2024-06-21
บางทีคุณอาจจะชอบ
AKAN KUBUAT KAU MENYESAL, MAS!
AKAN KUBUAT KAU MENYESAL, MAS!
Romansa · Aura_Aziiz16
224.4K views
Manusia 30 Triliun
Manusia 30 Triliun
Romansa · Lembayung
223.1K views
Terjerat Hasrat
Terjerat Hasrat
Romansa · Frank R
223.0K views
Bingkisan Daster Bekas Mertua
Bingkisan Daster Bekas Mertua
Romansa · Silla Defaline
222.6K views
Nafkah Istri Pertama
Nafkah Istri Pertama
Romansa · Silla Defaline
222.1K views
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status