author-banner
Riichan
Riichan
Author

Novels by Riichan

Dikejar Mantan, Dipeluk Atasan

Dikejar Mantan, Dipeluk Atasan

Loraine mengira perceraian adalah akhir dari segalanya. Ternyata bukan. Mantan suaminya — lelaki yang semua orang kagumi — tidak terima kenyataan bahwa Loraine benar-benar pergi. Bunga, hadiah, kunjungan tak diundang. Loraine lelah sekaligus takut. Sampai Nathan muncul dengan tawaran yang tidak masuk akal. "Nikahi aku. Kau butuh perlindungan, aku butuh istri. Kita sama-sama untung." Sederhana. Transaksional. Tidak melibatkan perasaan. Setidaknya begitulah rencananya.
Read
Chapter: BAB 105
Bandara siang itu cukup ramai.Mobil yang membawa Nathan dan Loraine berhenti di area keberangkatan khusus. Begitu turun, seorang petugas segera membantu mengambil koper mereka.Loraine merapikan blazer tipis yang dikenakannya sebelum menoleh pada Nathan. “Semua sudah dibawa?”Nathan memeriksa sekeliling. “Dua koper besar, satu koper kabin, dan tasmu.”Nathan tidak membawanya melewati antrean panjang seperti kebanyakan penumpang. Setelah proses pemeriksaan selesai, mereka menuju ruang tunggu khusus. Loraine duduk dengan tenang sambil memeriksa ponselnya.Ada beberapa pesan masuk. Sebagian besar dari orang-orang yang mengucapkan selamat atas pernikahan mereka. Loraine membacanya sekilas sebelum mematikan layar.Nathan yang duduk di sampingnya melirik. “Tidak membalas?”“Nanti saja.”“Kenapa?”“Karena kita sedang honeymoon.”Nathan tersenyum. “Bagus.”Loraine menoleh. Mereka saling pandang kemudian tertawa kecil. Beberapa saat kemudian, terdengar panggilan untuk pesawat yang akan mereka
Last Updated: 2026-09-08
Chapter: BAB 104
Tiga hari berlalu jauh lebih cepat daripada yang Loraine bayangkan.Pagi itu, dua buah koper sudah berdiri di dekat pintu kamar. Salah satunya berukuran cukup besar, sementara yang lain bahkan terlihat terlalu besar untuk perjalanan beberapa hari.Loraine berdiri di depan kedua koper tersebut sambil menyilangkan tangan di dada. Ia menatap koper itu dengan curiga.“Kenapa barang kita sebanyak ini?”Nathan yang sedang memeriksa dokumen perjalanan hanya melirik sekilas.“Barang kita?”Loraine menunjuk koper besar itu. “Itu semua barang kita?”“Sebagian.”“Sebagian?”Nathan mengangguk tenang.Loraine berjalan mendekat lalu membuka koper tersebut. Matanya langsung membesar. “Kenapa bajuku sebanyak ini?”“Karena kau membutuhkannya.”“Untuk apa?”“Untuk dipakai.”Loraine menoleh tajam. “Nathan.”“Apa?”“Kita pergi honeymoon, bukan pindah rumah.”Nathan menahan senyum. “Aku tahu.”“Lalu kenapa kau memasukkan sebanyak ini?”“Karena aku tidak tahu pakaian mana yang ingin kau pakai.”Loraine ter
Last Updated: 2026-09-07
Chapter: BAB 103
Loraine mendengus. “Lalu kita mau pergi ke mana?”Nathan menggeser beberapa lembar kertas ke arahnya. “Ada beberapa pilihan.”Loraine melihatnya, kemudian membaca. Ternyata ada banyak pilihan. Mulai dari resor pribadi, pulau tropis, hotel mewah di luar negeri, vila dengan pemandangan laut.Ia sempat melamun sejenak. Teringat saat pernikahannya dengan Leon. “Jika kuingat-ingat kembali, dulu kami tak pernah honeymoon sama sekali. Bahkan liburan berdua saja juga tak pernah, selama bertahun-tahun menikah,” batinnya. Ia perlahan mengangkat wajah. Betapa beruntungnya dia menjadi istri dari pria di hadapannya ini.“Ini honeymoon atau pindah negara? Banyak sekali pilihannya.” Loraine iseng menggoda suaminya itu.Nathan mengangkat alis. “Ini hanya beberapa pilihan.”“Beberapa?” Loraine menunjuk tumpukan dokumen di depannya. “Ini ada lebih dari sepuluh.”“Aku ingin kau memilih.”Loraine menghela napas.
Last Updated: 2026-09-06
Chapter: BAB 102
Setelah menemukan kejanggalan pada laporan kecelakaan Daisy, Jackson tidak langsung mengambil kesimpulan. Satu laporan yang tidak lengkap belum cukup untuk membuktikan apa pun. Karena itu, ia mulai mencari bukti pendukung lainnya.Jackson membuka kembali catatan perusahaan bus yang terlibat dalam kecelakaan dua puluh tahun lalu. Kemudian memeriksa laporan perawatan, data pemeriksaan, hingga dokumen yang berkaitan dengan pengemudi bus pada hari kejadian.Satu per satu ia susun berdasarkan tanggal.“Harus ada sesuatu.”Jackson menatap layar komputernya. “Kalau memang ada yang tidak beres, aku tidak bisa hanya mengandalkan satu laporan.”Ia kemudian membuat beberapa catatan.Mulai dari perusahaan bus, bengkel pemeriksaan terakhir, pengemudi, saksi kecelakaan, catatan rumah sakit, dan laporan polisi serta masih banyak yang harus diperiksa. Jackson menghela napas panjang.“Sepertinya penyelidikan ini tidak akan selesai dalam satu malam,” gumamnya pelan.Ia menutup salah satu berkas, lalu m
Last Updated: 2026-09-05
Chapter: BAB 101
Malam semakin larut.Pesta pernikahan Nathan dan Loraine yang sejak sore dipenuhi kemewahan, tawa, dan percakapan akhirnya mulai berakhir. Satu per satu tamu meninggalkan aula, meskipun beberapa masih sibuk membicarakan kejutan terbesar malam itu.Daisy Reed.Wanita yang selama dua puluh tahun dianggap telah meninggal ternyata masih hidup dan kini kembali ke keluarga West..Loraine berdiri di samping Nathan sambil memperhatikan suasana aula yang perlahan mulai sepi.“Rasanya baru sebentar kita di sini,” gumamnya.Nathan melirik jam tangannya, “sudah hampir tengah malam.”Loraine langsung menatapnya dengan mata membesar, “pantas saja kakiku sakit.”Nathan tertawa kecil, “tadi kau tidak mau duduk.”“Karena aku gugup.”“Sekarang?”“Sekarang aku menyesal.”Nathan hanya bisa menggeleng sambil tersenyum. Ia kemudian meraih tangan Loraine dan menggenggamnya, “ayo kita pulang.”Loraine menatap tangan mereka yang saling bertaut. Ada sesuatu yang terasa berbeda malam ini.Dulu, kata pulang tida
Last Updated: 2026-09-04
Chapter: BAB 100
Aula megah itu masih dikepung kegaduhan yang memekakkan telinga. Gema bisik-bisik dan seruan tidak percaya beradu di udara, menciptakan atmosfer yang pengap oleh kejutan. Pengumuman Clara tentang Daisy yang ternyata masih hidup, ditambah kemunculan sepasang anak kembar Adrian dan Daisy telah mengambil alih perhatian seluruh tamu undangan.Pesta pernikahan Nathan dan Loraine yang semula dirancang sempurna, kini seketika bergeser wujud menjadi reuni keluarga yang mengharukan. Semua pasang mata tersedot ke satu titik di atas panggung, terhanyut dalam haru yang mendalam. Namun, di tengah gelombang emosi itu, Nathan justru menarik dirinya dari euforia."Ada yang tidak beres di ruangan ini," batin Nathan sembari mengedarkan pandangan dinginnya.Fokusnya terkunci pada satu orang. Kimberly, istri August. Wanita itu masih mematung di kursinya dengan rona wajah pucat pasi. Bibirnya sedikit terbuka, bergetar menahan napas yang mendadak terasa mencekat di tenggorokan. "Alih-alih terkejut, kau pa
Last Updated: 2026-09-03
Kutukan Laut Dan Sumpah Bulan

Kutukan Laut Dan Sumpah Bulan

Bagi seorang duyung, daratan adalah maut. Bagi seorang manusia serigala, laut adalah batasan. Maris melanggar aturan kuno demi melihat matahari. Ia pun berakhir sekarat di atas pasir kasar. Di sana, ia bertemu Lycander—predator bermata emas yang seharusnya memangsa, namun justru mengulurkan tangan mengembalikannya ke laut. Tanpa Maris sadari bahwa pertolongan itu adalah awal malapetaka. "Bagaimana dia bisa berubah? Makhluk apa itu?" gumam Maris tertegun melihat perubahan wujud manusia serigala di depannya.
Read
Chapter: BAB 185
Beberapa tahun telah berlalu sejak malam ketika dua kehidupan berakhir di dekat Teluk Mati.Hutan tempat Lycander pernah tinggal masih sama. Pohon-pohon tinggi masih berdiri mengelilingi wilayah itu, sungai kecil masih mengalir di antara bebatuan, dan angin malam masih membawa aroma tanah basah yang sama seperti dahulu.Namun bagi Robert, tidak ada satu pun yang benar-benar terasa sama. Ia berdiri di depan sebuah cermin kecil di dalam rumahnya. Di lehernya tergantung sebuah kalung sederhana dengan satu Mutiara Merah di tengahnya.Robert menyentuh mutiara itu perlahan. Benda tersebut masih terlihat sama seperti ketika pertama kali ia memungutnya dari tanah. Merah pekat, halus, dan memantulkan cahaya dengan cara yang aneh ketika terkena sinar bulan."Sudah lama sekali..." Robert tersenyum tipis. "Seharusnya aku sudah terbiasa."Namun ia tahu dirinya berbohong. Ia masih mengingat hari ketika pertama kali membuat kalung itu. Tangannya gemetar ketika memasukkan Mutiara Merah ke dalam tali,
Last Updated: 2026-08-23
Chapter: BAB 184
Pintu ruangan Alpha terbuka menjelang dini hari, Robert masuk dengan langkah berat. Alpha yang masih berada di dalam ruangan langsung mengangkat wajah. Ia hanya perlu melihat ekspresi Robert untuk mengetahui bahwa sesuatu telah terjadi.“Robert.”Robert berhenti beberapa langkah di hadapannya. Alpha menatapnya cukup lama. “Kau tak melapor tadi malam, apa terjadi sesuatu?”Robert tidak langsung menjawab. Keheningan itu sudah cukup memberi jawaban. Alpha perlahan berdiri.“Jawab aku.”Robert menundukkan kepala. “Lycander telah tiada.”Ruangan mendadak terasa sunyi. Alpha tidak bergerak. Tatapannya tetap tertuju kepada Robert, tetapi untuk beberapa detik seolah-olah ia tidak benar-benar mendengar kalimat tersebut.“...Bagaimana?”“Anak panah menembus jantungnya.” Robert menarik napas. “Dia sempat kembali sadar sebelum meninggal.”Mata Alpha sedikit berubah. “Dia kembali?”Robert mengangguk. “Untuk beberapa saat.”Alpha menundukkan pandangan. “Apakah dia mengatakan sesuatu?”Robert terdia
Last Updated: 2026-08-23
Chapter: BAB 183
Malam semakin sunyi setelah napas Maris benar-benar berhenti. Robert masih berlutut di samping tubuhnya dan Lycander, sementara beberapa mutiara merah berserakan di atas pasir di antara mereka. Ia menatap mutiara yang masih berada di telapak tangannya. Benda itu terasa hangat, seolah baru saja terlepas dari tubuh Maris beberapa saat lalu. “Ini bukan mutiara biasa...” Robert perlahan mengangkatnya mendekati cahaya bulan. Permukaannya memantulkan cahaya kemerahan yang lembut, begitu berbeda dari mutiara hitam yang pernah ia lihat sebelumnya. Ia kembali teringat pada cerita tentang air mata duyung yang dapat berubah menjadi mutiara hitam ketika lahir dari kebahagiaan murni. Namun yang ada di hadapannya sekarang berwarna merah. “Air mata kebahagiaan menghasilkan mutiara hitam...” gumam Robert. “Lalu apa yang menghasilkan warna ini?” Tidak ada jawaban. Robert menatap Maris. Wajah duyung itu masih terlihat tenang meski beberapa saat sebelumnya tubuhnya dipenuhi rasa sakit. Bahkan sete
Last Updated: 2026-08-21
Chapter: BAB 182
Teriakan Maris masih menggema di sepanjang pantai. Tubuh Lycander tetap berada dalam pelukannya, tidak lagi memberikan respons apa pun meski Maris terus memanggil namanya.“Lycander!”Maris mengguncang tubuhnya perlahan, seolah berharap pria itu hanya sedang tertidur. Namun tidak ada gerakan sedikit pun, bahkan napas yang tadi masih tersisa kini benar-benar telah berhenti.“Bangun...”Suaranya pecah. “Aku tahu kau masih bisa mendengarku.”Maris menundukkan wajahnya ke dada Lycander. Ia tidak peduli bahwa tidak ada lagi detak jantung yang bisa dirasakan di sana.“Kau tak boleh pergi.”Robert berdiri beberapa langkah dari mereka. Ia ingin menghampiri Maris, tetapi kakinya terasa berat, seolah dirinya sendiri tidak tahu apa yang harus dilakukan setelah melihat Lycander menghembuskan napas terakhir.“Maris...”Maris tidak menjawab. Ia justru memeluk Lycander semakin erat.“Aku sudah bilang...” bisi
Last Updated: 2026-08-20
Chapter: BAB 181
Tubuh Lycander terhuyung setelah anak panah menembus dadanya. Bulu-bulu yang menutupi tubuhnya perlahan menghilang, cakar di ujung jarinya memendek, dan taring yang memenuhi mulutnya kembali menjadi gigi manusia.Dalam beberapa detik, sosok makhluk buas itu benar-benar lenyap, yang tersisa hanyalah Lycander. Tubuhnya akhirnya roboh ke atas pasir. Anak panah masih tertancap di dadanya, darah perlahan merembes dari luka yang berada tepat di atas jantungnya.“Lycander!”Maris berusaha keluar dari air secepat yang ia mampu. Begitu tubuh bagian atasnya mencapai pasir, ia langsung meraih permukaan pasir dengan kedua tangannya dan menarik tubuhnya maju.Ekor duyungnya terseret berat di atas pasir, sementara setiap gerakan membuat tubuhnya semakin kehilangan tenaga. Namun Maris tidak berhenti, ia terus merangkak hanya dengan mengandalkan kedua lengannya menuju tubuh Lycander yang tergeletak beberapa langkah di depannya.“Lycander...”Sua
Last Updated: 2026-08-20
Chapter: BAB 180
Lycander bergerak perlahan ke arah Maris. Setiap langkahnya meninggalkan jejak dalam pasir, sementara tubuhnya yang telah sepenuhnya berubah menjadi makhluk buas peemanen membuat sosoknya nyaris tidak lagi menyerupai Lycander yang selama ini dikenal Maris.Maris masih berada di tempatnya. Ia melihat makhluk itu mendekat, tetapi bukannya mundur, justru tatapannya tetap tertuju pada mata Lycander yang dipenuhi keganasan.“Maris! Menjauh!”Suara Robert terdengar keras dari belakang.Maris tidak bergeming.“Maris!” Robert kembali berteriak. “Jangan dekati dia!”Maris menggigit bibirnya. Tubuhnya memang gemetar, tetapi ia tetap berada di tempat yang sama.Maris mengenal tatapan itu. Tatapan yang pernah ia lihat sebelumnya. Tatapan Lycander yang sedang berusaha melawan sesuatu di dalam dirinya.“Lycander...”Makhluk buas itu berhenti, hanya sesaat. Kepalanya terangkat sedikit ketika mendengar nama tersebut. Namun beberapa detik kemudian, geraman rendah kembali keluar dari tenggorokannya.Ma
Last Updated: 2026-08-20
You May Also Like
Awas, Bos Jatuh Cinta!
Awas, Bos Jatuh Cinta!
Romansa · Anggur Penghangat Bunga
672.5K views
Gairah Berbahaya sang Mafia
Gairah Berbahaya sang Mafia
Romansa · AliceLin
666.5K views
Putri Pengganti Untuk Keluarga Adipati
Putri Pengganti Untuk Keluarga Adipati
Romansa · Si Kecil Tangguh​
625.3K views
Istri Kedua CEO
Istri Kedua CEO
Romansa · Aeris Park
623.6K views
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status