author-banner
R-One Channelz
R-One Channelz
Author

Novels by R-One Channelz

Gairah Terpendam Ibu Kost

Gairah Terpendam Ibu Kost

Demian Prasetyo, seorang pemuda asal Jogja dengan sopan santun yang kental, datang ke Jakarta dengan ambisi membangun karier jurnalis. Untuk bertahan hidup, ia menyewa kamar di *Almira Residence*, sebuah hunian eksklusif milik Eva Almira, seorang janda kaya yang elegan namun berbahaya. Di mata dunia, Demian hanyalah jurnalis magang yang lugu dan mudah dimanipulasi. Namun, di balik kemeja rapi dan sikap menunduknya, Demian adalah predator ulung yang menyamar—ia adalah pewaris tunggal kerajaan media global yang sedang menjalankan misi rahasia. Kehidupan Demian berubah menjadi medan perang hasrat dan intrik. Ia terjebak dalam jaring gairah yang rumit dengan Eva, serta terlibat dalam permainan saling menguasai dengan Dila, atasannya yang obsesif. Situasi semakin kacau ketika Siska dan Rara, putri-putri Eva, mulai melancarkan aksi pemerasan dan rayuan untuk menjadikannya budak hasrat mereka. Di sisi lain, Darius Amarta, pemilik perusahaan media sekaligus mantan suami Eva, menyimpan dendam membara karena mencium aroma ancaman pada sosok Demian, serta murka setelah mengetahui pria muda itu telah menodai mantan istri dan kedua putrinya. Darius melancarkan teror fisik dan ekonomi untuk menghancurkan Demian. Namun, setiap pukulan dan hinaan yang diterima Demian hanyalah bagian dari rencana besarnya. Ia dengan sabar mencatat setiap bukti kebejatan keluarga Amarta: mulai dari penggelapan pajak, pemerasan, hingga skandal moral yang membusuk. Demian sengaja membiarkan dirinya dianggap sebagai mangsa agar ia bisa memetakan kelemahan dinasti Amarta dari dalam. Puncaknya terjadi ketika Darius kehilangan kendali dan menyerang Almira Residence. Di saat itulah, Demian melepas topeng "jurnalis miskin"-nya. Dengan dukungan penuh dari tim hukum kerajaan media miliknya, ia menghancurkan keluarga Amarta secara sistematis dan permanen. Kejatuhan keluarga Amarta menjadi saksi bisu bahwa di balik kesantunan yang tampak rentan, Demian adalah arsitek kehancuran yang tak menyisakan ruang bagi musuhnya untuk bangkit.
Read
Chapter: Bab 88 : Ada Orang Lain ikut Memantau
Pendar cahaya biru dari layar gawai yang tergeletak di atas nakas kayu jati berkedip tajam di tengah kesunyian kamar penthouse yang temaram. Aku merayapkan tangan perlahan, menyambar benda pipih tersebut dengan jari-jariku yang masih menyisakan ketegangan sisa perjumpaan subuh dengan Ayah. Satu pesan teks baru terpampang jelas di layar tanpa nama pengirim, namun deretan angka dan gaya bahasa formal yang dingin itu sudah lebih dari cukup untuk mengungkap identitas aslinya. Ibuku, Nyonya Arimbi, tidak sedang tidur di Jogja. “Permainan Ayahmu sudah melewati batas, Demian. Jangan biarkan dia merasa menang. Aku tahu setiap langkah busuknya, dan aku yang akan menutup tirai sandiwara ini dari belakang.”Napas tertahan di tenggorokan. Mataku menyipit membaca bait kalimat bernada ancaman mutlak itu. Ibu tidak hanya sekadar memantau lewat laporan Gendis ; ia kini memegang kendali penuh atas papan catur di Jogja, siap menjatuhkan sanksi terberat pada Bima Prasetyo. Di tengah himpitan dua p
Last Updated: 2026-09-20
Chapter: Bab 87 : Alibi Tuan Besar Yang Mengecoh Keadaan
Udaranya mendadak terasa membeku. Suara serak Dila yang memecah keheningan subuh itu bagaikan hantaman palu baja yang mendarat tepat di tengah-tengah ketegangan antara aku dan Ayah.Dalam sepersekian detik, seluruh sel saraf di tubuhku bergegas merespons. Aroma parfum vetiver dan sisa asap kretek yang masih menguar tipis di udara ruangan ini adalah bukti nyata yang bisa menghancurkan segalanya jika Dila menarik napas terlalu dalam.Tanpa membuang waktu sedetik pun, aku melangkah mundur setengah langkah, menempatkan tubuhku secara natural untuk menghalangi sudut pandang langsung Dila terhadap sosok Ayah yang berdiri di dekat meja bar. Jemariku bergerak cepat, merengkuh pinggang Dila yang baru saja keluar dari ambang pintu kamar tidur, lalu menariknya perlahan kedalam dekapanku.Sentuhan kulit hangat Dila yang berbalut selimut tipis menyentuh dadaku. Napas gadis itu terasa berat, berembus teratur di leherku, membawa aroma khas tidur malam dan sabun mandi vanila yang menenangkan."Kamu b
Last Updated: 2026-09-17
Chapter: Bab 86 : Persaingan Tuan Muda & Tuan Besar Prasetyo
Derit halus engsel pintu utama bergesekan pelan dengan lantai marmer, menciptakan getaran rendah yang langsung merambat di telapak kakiku yang telanjang.Aroma parfum vetiver pekat bercampur samar bau tembakau dingin meruap masuk menembus celah pintu, menyapa indera penciumanku dengan sengatan yang sangat familiar.Aku berdiri tegak dalam balutan jubah mandi hitam, merapatkan diri ke balik sudut dinding lorong masuk.Manik mataku menyipit tajam menembus temaram cahaya koridor luar. Di ambang pintu yang terbuka selebar setengah meter, sesosok bayangan tegap berdiri mematung. Postur tubuh tinggi besar itu berdiri dengan dagu terangkat penuh wibawa—sebuah siluet yang sangat kukenali di luar kepala.Tuan Besar Bima Prasetyo.Ayah tidak mengetuk lagi. Pria paruh baya itu melangkah masuk dengan ritme tenang tanpa suara, seolah ia adalah pemilik mutlak dari setiap jengkal properti hotel mewah ini.Kemeja linen gelap yang dikenakannya sedikit kusut di bagian lengan, memperlihatkan guratan o
Last Updated: 2026-09-13
Chapter: Bab 85 : Taktik Si Tuan Besar Bima
Kepulan napas hangat dan aroma khas tembakau bercampur sandalwood yang menguar di kegelapan kamar itu seketika menyingkap tabir misteri. Di balik siluet remang-remang lampu tidur, jemari kokoh Bima Prasetyo terulur meraba wajahnya sendiri, mengupas perlahan lapisan topeng karet prostetik wajah Darius Amarta yang melekat sempurna di kulitnya. Topeng itu ia lucuti dalam satu gerakan senyap, memperlihatkan garis rahang tegas dan seringai tipis seorang predator licik yang selama ini mempermainkan seluruh skenario di hotel ini.Bima tahu betul bahwa gerak-geriknya sedang dibayangi dan dipantau ketat oleh putranya sendiri, Demian, serta sang pengawal setia, Alfin. Sadar bahwa setiap jengkal lorong hotel diawasi, Bima memainkan langkah paling jenius : ia menyamar menggunakan identitas besannyq sendiri untuk menyusup ke sarang mangsa tanpa mencurigakan siapa pun di bawah pantauan kamera pengawas.Eva menahan napas, dadanya naik turun dengan liar. Gelombang keterkejutan yang hebat menghanta
Last Updated: 2026-09-10
Chapter: Bab 84 : Pesan Dari Jogja & Sisa Gairah Dibalik Selimut
Suara dentingan es batu yang beradu dengan dinding gelas kaca terasa begitu kontras dengan keheningan mencekam di dalam ruang kerja pribadiku. Aku duduk bersandar malas di atas kursi kerja berlapis kulit hitam di sudut suite hotel, menyesap perlahan ice caffè latte manis yang menyisakan sensasi dingin pekat di kerongkonganku.Ponsel di atas meja marmer mendadak bergetar panjang, memancarkan pendar cahaya terang yang membelah temaram lampu malam.Sebuah panggilan masuk tertera di layar dari nomor Gendis, salah satu dari dua ajudan kepercayaan ibuku di Jogja. Tanpa membuang waktu, ibu jari langsung menggeser ikon hijau."Ya, ada apa, Dis? Ibu aman?" tanyaku langsung to the point, dengan nada datar namun siaga."Ibu baik, Tuan Muda," jawab suara Gendis dari seberang sambungan, terdengar tenang namun menyimpan ketegasan profesional. "Saya dihubungi Nyonya Besar. Beliau meminta saya untuk mengirimkan beberapa berkas dan file penting langsung kepada Tuan Muda.""File apa itu?" dahiku menge
Last Updated: 2026-09-08
Chapter: Bab 83 : Terpaksa Melayani Hasrat Sang Mantan
Jantung Bima Prasetyo sempat berdetak lebih kencang sepersekian detik, namun lapisan pengalaman bertahun-tahun sebagai penguasa bisnis membuatnya langsung memasang topeng ketenangan sempurna. Garis wajahnya tetap datar, wibawanya sebagai kepala keluarga tidak goyah sedikit pun di hadapan pengawal kepercayaan putranya itu."Hanya mencari udara segar, Alfin," jawab Bima dengan suara bariton yang berat dan tenang, sementara tangannya merogoh saku jaket mengambil sebatang rokok kretek. "Udara di kamar terasa pengap, dan aku ingin menikmati malam sejenak sambil merokok. Lalu, apa yang sedang kau lakukan di koridor sunyi ini selarut ini ?"Alfin mengangguk hormat, berdiri tegak dengan postur militer yang tak bercacat. "Saya sedang berpatroli rutin memastikan keamanan area privat lantai ini, Tuan," sahut Alfin datar tanpa mengendurkan kewaspadaannya. "Apakah Tuan memerlukan sesuatu? Bisa saya ambilkan minuman hangat atau membawakan asbak ke kamar?""Tidak perlu. Terima kasih, Alfin. Lanju
Last Updated: 2026-09-06
Bermain Api Dengan Nyonya

Bermain Api Dengan Nyonya

Kendi Sulistyo hanyalah seorang pelayan hotel biasa, sampai aroma Black Opium perpaduan kopi pekat dan vanila yang memabukkan—menjerat kewarasannya. Nyonya Mery, sang predator berwajah malaikat, menyeretnya ke dalam kamar 1202, bukan untuk sebuah pelayanan kamar biasa, melainkan untuk sebuah skandal berdarah yang mengubah hidupnya dalam satu malam. Saat jasad suami Mery ditemukan tak bernyawa dengan sisa racun di gelas anggur, Kendi menyadari satu hal : dia bukan kekasih, melainkan kambing hitam yang sudah dipersiapkan dengan rapi. Terjepit di antara ancaman algojo penjara dan pengkhianatan dingin Mery, Kendi terpaksa melarikan diri ke dinginnya kota Bandung demi satu rahasia yang lebih mematikan daripada pembunuhan itu sendiri—seorang "anak" yang identitasnya bisa menghancurkan dinasti keluarga Waluyo. Di bawah kabut Lembang yang mencekam, Kendi harus memilih : membalas dendam dengan peluru di tangan, atau kembali menyerah pada sentuhan sensual sang Nyonya yang ternyata menyimpan belati di balik punggungnya. Namun, saat sebuah kancing manset berdarah ditemukan di saku seragamnya, Kendi tersadar—permainan ini baru saja dimulai, dan nyawa orang tuanya adalah taruhan terakhir. Siapakah yang akan bertahan saat rahasia paling kelam terkuak di balik aroma vanila yang mematikan?
Read
Chapter: Bab 141 : Jebakan Terbalik Yang Tak Terduga
Klik.Gelap gulita seketika menelan seluruh ruangan server. Layar holografik yang tadinya berpendar terang mati total, menyisakan deru kipas pendingin server yang perlahan melemah sebelum akhirnya benar-benar senyap. Aroma ozon dan debu panas langsung menguap di udara, digantikan oleh kepekatan malam yang menyesakkan.Suara tawa dingin Darius melalui speaker darurat masih menggantung di udara, menciptakan getaran psikologis yang menekan. Namun, di tengah kepungan kegelapan itu, tidak ada satupun suara kepanikan yang keluar dari mulut tim kami.Kenzo mendengus pelan di dalam gelap. Melalui pendengaran tajamnya yang telah terlatih di medan militer, ia bisa mendengar desau angin AC yang bergeser dari arah ventilasi sektor utara."Gretakan murahan," bisik Kenzo dingin. Suaranya nyaris tak terdengar. "Dia pikir kita akan panik."Aku mengangguk dalam gelap. Jari-jariku meraba gagang pisau taktis di pinggang, sementara aliran energi Kundalini berputar hangat di sepanjang tulang belakangku,
Last Updated: 2026-09-20
Chapter: Bab 140 : Umpan Tak Terduga untuk The Eclipse
Wajah Darius Waluyo yang tersenyum lebar di layar konsol holografik mendadak berkedip terdistorsi, menyisakan deru statis frekuensi radio yang memekakkan telinga. Ruang server utama itu mendadak terasa begitu sesak. Aroma ozon dari perangkat elektronik yang bekerja terlalu panas bercampur dengan bau keringat dingin yang mengalir di pelipisku."Jangan dengarkan omong kosongnya !" suara Davina memecah kesunyian, tajam dan dingin bagai belati es.Wanita itu melangkah mendekat, aroma parfum Baccarat Rouge 540 miliknya menusuk penciuman di tengah ketegangan yang membakar. Ia menunjuk layar konsol dengan jarinya yang bergetar tipis. "Sistem transfer data itu baru saja hampir merilis seluruh peta pertahanan markas kita.Jika kau masih ragu untuk mengarantina Mery, maka kau sendiri yang sedang menggali kuburan kita semua, Kendi !"Di hadapan kami, Mery terduduk lemas di lantai semen yang dingin. Air matanya mengalir deras membasahi pipinya. Tangannya mencengkeram erat ujung jaketnya sendir
Last Updated: 2026-09-17
Chapter: Bab 139 : Mery Linglung lagi
Pukul dua pagi, ketika keheningan menyelimuti seluruh sudut markas rahasia Jenderal Yudha dan satu-satunya suara yang terdengar hanyalah deru halus mesin penyaring udara, aku terbangun oleh keheningan yang janggal. Udara di dalam kamar terasa dingin, berbau sedikit sengatan ozon dan sisa-sisa aroma antiseptik rumah sakit yang belum sepenuhnya hilang dari pakaianku.Aku beranjak dari tempat tidur, melangkah tanpa suara menyusuri lorong beton menuju ruang server utama untuk mengambil beberapa data log pemulihan fisik.Namun, saat mendekati pintu geser baja yang sedikit terbuka, penciumanku menangkap aroma yang sangat kontras : Wangi sabun mandi malam bercampur dengan bau khas logam terbakar tipis, disusul oleh suara ketukan jemari yang asing di atas papan keyboard.Aku menghentikan langkah, merapatkan tubuh ke sisi dinding, dan mengintip melalui celah pintu yang sempit.Di dalam ruang server yang diterangi cahaya monitor holografik berwarna kebiruan, Mery berdiri terpaku di depan kons
Last Updated: 2026-09-12
Chapter: Bab 138 : Kekuatan Baru Kendi & Rencana Baru Darius
Suara derap sepatu lars yang menghantam matras latihan bergemuruh di ruang kebugaran markas bawah tanah. Udara terasa panas dan pengap, dipenuhi aroma keringat segar yang bercampur dengan bau karet matras yang pekat. Aku melompat, menghindari ayunan balok kayu, lalu melancarkan pukulan beruntun ke arah kantong tinju berat hingga rantai penyangganya berderit nyaring.Latihan fisik intensif ini adalah harga yang harus dibayar untuk mengembalikan otot-ototku yang sempat membeku selama berminggu-minggu di ruang ICU.Di sudut ruangan yang lain, Mery berkonsentrasi penuh di atas matras yoga berwarna biru gelap. Dengan napas teratur yang berhembus lembut, ia melatih keseimbangan kakinya, meregangkan otot-otot yang lama lumpuh, serta menenangkan batinnya melalui meditasi ringan. Suara gesekan kulit telapak kakinya dengan matras terdengar selaras dengan detak jantungnya.Setiap orang di markas ini memiliki cara sendiri untuk bersiap menghadapi badai berikutnya. Kenzo berdiri bersidekap di d
Last Updated: 2026-09-08
Chapter: Bab 137 : Pulihnya Sang Jagoan
Jep... jep... jep...Suara desis tumpul yang memecah kesunyian malam itu bukan berasal dari alat medis, melainkan dari ujung laras pistol berperedam yang menyalak tiga kali berturut-turut. Cairan hitam di dalam jarum suntik yang tadinya dipegang oleh sosok berjubah hitam itu tumpah berantakan ke lantai linoleum putih, berpadu dengan cipratan darah segar begitu peluru menembus bahu kanannya.Sosok penyusup itu terpekik tertahan, menjatuhkan jarum suntik ke lantai sebelum tubuhnya terhuyung ke belakang dan tersungkur di samping ranjangku.Dari balik tirai kaca ICU yang terbuka, Dira berdiri tegak dengan napas memburu. Asap tipis masih mengepul dari moncong pistol Glock berperedam di tangan kanannya. Bau mesiu yang tajam langsung menguar, memotong aroma antiseptik ruangan. Wanita itu bergerak cepat, menendang pisau yang hendak ditarik si penyusup, lalu menindih punggung pria itu dengan lututnya sambil memborgol kedua tangannya ke belakang.Pintu kamar mendadak terbuka lebar. Kenzo berl
Last Updated: 2026-09-02
Chapter: Bab 136 : Terbangun Dari Labirin Mimpi
Di dalam kepekatan malam bawah sadar yang panjang, batinku terombang-ambing di antara batas kesadaran dan ketiadaan. Bau tanah basah sehabis hujan, aroma daun pinus yang menguap disengat matahari pagi, dan hembusan angin pegunungan yang sejuk tiba-tiba menyeruak tajam di indra penciumanku. Aku tidak lagi merasa sakit. Aku kembali menjadi anak remaja di perkampungan asri Cianjur, berlari kencang menyusuri jalan setapak berlumpur bersama Kenzo.Tawa kami berderai di antara rimbunnya belukar hutan bambu. Kami memegang senapan angin mainan, berpetualang menembus semak belukar demi mencari jejak burung liar, hingga sore harinya pelipis kami berdarah kecil akibat berbenturan saat berlatih jurus dasar Kundalini di halaman padepokan di bawah pengawasan Abah Usman yang memegang sebilah rotan. Suara benturan kaki di atas tanah liat, debu yang mengepul, dan rasa lelah yang membakar otot-otot remaja terasa begitu hidup.Lalu, ilusi itu mendadak patah. Dalam bayangan mimpi itu, aku terpeleset di
Last Updated: 2026-09-01
You May Also Like
Adik Tiriku Selalu Minta Jatah
Adik Tiriku Selalu Minta Jatah
Urban · Callista_ Ivan
2.0K views
Sang Pelindung Mafia Cantik
Sang Pelindung Mafia Cantik
Urban · Haryulinda
2.0K views
MENIKahi ARJUNA
MENIKahi ARJUNA
Urban · Bu Dhe
2.0K views
The Billionaire Trap
The Billionaire Trap
Urban · annaxolovely
2.0K views
Bangkitnya Johan
Bangkitnya Johan
Urban · Penjelajah Kata
2.0K views
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status