author-banner
Denami
Denami
Author

Novels by Denami

Malam Tak Terduga dengan Boss Dingin

Malam Tak Terduga dengan Boss Dingin

Yiran mempunyai rencana sempurna. Ia tahu kondisi bossnya sedang tidak sehat, sehingga ia menyiapkan obat yang sesuai, lalu ia bisa menghabiskan malam bersama agar bisa menjerat pria berkuasa itu selamanya. Namun, rencana itu hancur saat pacar Yiran yang posesif tiba-tiba muncul di depan pintu hotel. Demi menyelematkan mukanya, ia segera menelpon Meilin dengan kata ajaibnya "tolong"maka Melin akan segera hadir. Yiran pun mengatakan pada pacarnya bahwa Melin yang sudah mengatur itu semuanya dan Melin hanya mengangguk menyetujuinya. Melin pun ditinggal di kamar hotel itu, dan di tempat tidur ia melihat sosok pria yang mempunyai tatapan sangat tajam sehingga membuatnya bergidik ketakutan. Namun tiba-tiba pria iitu tersenyum dengan sinis dan tertidur. Pagi harinya, Melin bangun dan melihat ia hanya sendirian di tempat tidur tersebut namun sama-samar terdengar beberapa obrolan di ruangan lain. Ia pun berjalan dan membuka pintu. Dan ia pun terkejut, ternyata di ruangan tersebut ada pria yang tadi malam sedang duduk bersama dengan beberapa pria lain termasuk ia melihat kakaknya. Dengan reflek, ia pun kembali menutup kamar tersebut dan mulai berkata. "oh tidak, sepertinya lebih baik aku mati sekarang daripada bertemu kakakku di sini".
Read
Chapter: Bab 63 : Jadwal Hari Senin
Meilin seolah menemukan kembali sumbu semangat hidupnya yang sempat padam. Ia mencoba mengikuti saran praktis dari kakaknya untuk menyibukkan diri di dalam rumah. Pagi-pagi sekali, ketika embun masih membasahi dedaunan, sosok mungilnya sudah menyibukkan diri di area dapur bersih yang luas dan bernuansa modern. Jari-jemarinya yang lentik bergerak lincah menyiapkan menu sarapan khusus untuk Hanzhen sebelum suaminya itu berangkat ke kantor. Kali ini, ia memilih untuk memasak semangkuk bubur ayam hangat dengan taburan cakwe renyah dan irisan daun bawang yang segar.Para pelayan rumah tangga pun perlahan-lahan mulai menyesuaikan diri dengan perubahan kebiasaan baru semenjak kehadiran Meilin. Rumah besar yang dulunya terasa sangat kaku, formal, dan senyap laksana hotel berbintang, kini perlahan-lahan mulai terasa jauh lebih hidup dan hangat. Area dapur utama hampir setiap hari selalu dipenuhi oleh aroma harum masakan yang menggugah selera, berpadu apik dengan suara langkah-langkah kecil M
Last Updated: 2026-08-18
Chapter: Bab 62 : Kesibukan Baru
Meilin menyampaikan kepada salah satu kepala pelayan di rumah bahwa ia ingin disiapkan sopir siang ini, dengan alasan ingin keluar mencari makan siang bersama kakak kandungnya, Yuwen. Namun, Meilin tahu betul bahwa permintaan sederhana itu bukan sekadar instruksi operasional biasa di rumah ini. Secara tidak langsung, ia sadar dirinya sedang meminta izin tertulis kepada Hanzhen. Ia sangat yakin bahwa para pelayan yang bekerja di sini pasti akan segera melaporkan setiap gerak-gerik dan langkah kakinya kepada pria itu melalui Sekretaris Chen.Dan benar saja dugaan Meilin, tidak lama setelah pesan itu disampaikan, sebuah sedan hitam mewah beserta sopir pribadi sudah bersiap rapi di area lobi depan mansion. Artinya, Hanzhen memberikan izin baginya untuk keluar rumah siang ini. Entah kenapa, hal kecil yang transaksional itu justru membuat hati Meilin yang sempat didera kepanikan luar biasa terasa sedikit lebih lega. Paling tidak, Hanzhen tidak benar-benar berniat mengurungnya laksana seor
Last Updated: 2026-08-18
Chapter: Bab 61 : Burung di Sangkar Emas
Pada dasarnya, rumah sakit pusat tempat Meilin mengabdi selama ini memang bukan instansi medis biasa. Rumah sakit tersebut merupakan salah satu aset besar milik keluarga besar dari pihak ibunya. Hampir seluruh anggota keluarga besarnya berkecimpung di dunia medis; ada yang menjadi dokter spesialis bedah ternama, profesor kedokteran, hingga menduduki kursi jajaran direksi. Bahkan, beberapa di antaranya memiliki saham kepemilikan yang cukup besar di sana, termasuk ibu Meilin sendiri.Karena latar belakang itulah, ketika Hanzhen menjatuhkan titah mutlak untuk melarang Meilin bekerja, keputusan itu dieksekusi dengan sangat rapi tanpa celah sedikit pun. Pria itu langsung menggunakan seluruh jaringan pengaruhnya untuk berkoordinasi dengan Direktur Utama rumah sakit, yang tidak lain adalah paman kandung Meilin sendiri.Pagi itu, sebuah pesan singkat masuk ke ponsel Meilin saat ia baru saja mendudukkan diri di tepi ranjang dengan benak yang masih teramat kusut pascakonfrontasi dini hari.—Mei
Last Updated: 2026-08-17
Chapter: Bab 60 : Sangkar yang Terkunci
Jarum jam sudah menunjuk tepat ke angka sebelas malam ketika sedan hitam mewah itu akhirnya memasuki pelataran halaman rumah utama keluarga Lee. Suasana di sekitar rumah besar itu tampak sunyi senyap, diselimuti oleh kegelapan malam yang teramat pekat dan dingin.Begitu roda mobil berhenti sempurna di area carport, Hanzhen langsung membuka pintu, turun dengan gerakan cepat, dan melangkah masuk ke dalam rumah tanpa menunggu Sekretaris Chen yang berada di belakangnya. Langkah kakinya yang berat dan dipenuhi gelora amarah yang terpendam berdentum berat di sepanjang lantai marmer koridor, langsung menuju ke arah tangga lantai dua.Brak!Pintu kayu mahoni kamar utama didorong terbuka lebar dengan satu sentakan kasar, seketika mengejutkan Meilin yang saat itu sedang tertidur lelap. Wanita itu langsung terduduk tegap di atas ranjang dengan jantung yang berdebar kencang akibat serangan kepanikan instan yang menyerang sistem sarafnya. Di bawah pendar temaram lampu tidur yang kuning redup, ia
Last Updated: 2026-08-17
Chapter: Bab 59 : Retakan Komitmen
Lorong berkarpet tebal di lantai teratas hotel mewah itu mendadak kehilangan suhunya secara drastis, menyisakan hawa dingin yang menusuk tulang. Lee Hanzhen berdiri mematung dengan tatapan mata elang yang menggelap sempurna, memancarkan kilat berbahaya. Kalimat yang baru saja meluncur dari bibir Yiran terasa laksana sebuah hantaman palu godam yang menghancurkan telak seluruh harga diri, ego, dan martabat tingginya sebagai seorang pria terhormat.“Meilin... dialah orang pertama yang menceritakan bahwa pernikahan kalian hanyalah selembar kertas kontrak bisnis yang dingin.”Kata-kata provokasi itu terus bergaung bising di dalam kepala Hanzhen, membakar habis seluruh sisa kehangatan dan kedamaian yang sempat singgah di dadanya sejak pagi tadi. Ingatan manis tentang bagaimana Meilin menyiapkan tas baju dinasnya dengan perhatian, kecupan hangat penuh kerinduan yang ia tinggalkan di kening istrinya sebelum berangkat, hingga melodi piano romantis malam lalu—semuanya mendadak terasa laksana
Last Updated: 2026-08-15
Chapter: Bab 58 : Langkah di Luar Rencana
Matahari sudah tenggelam sepenuhnya di ufuk barat ketika Hanzhen melangkah keluar dari ruang konferensi hotel bintang lima di Kota Timur. Perjalanan dinas dua hari ini benar-benar telah menguras seluruh sisa energi di dalam tubuhnya. Meskipun rapat koordinasi dengan para investor lokal berjalan sangat mulus tanpa kendala, denyut halus yang berulang di pelipisnya menandakan bahwa kondisi fisiknya belum pulih benar dari serangan vertigo yang menyiksa tempo hari.Pria tegap itu berjalan dengan tenang namun berwibawa menyusuri lorong panjang berkarpet tebal menuju lift khusus, diikuti oleh Chen yang sibuk mencatat beberapa poin penting hasil rapat di layar tabletnya."Pak Lee,” panggil Chen dengan suara pelan setelah mereka berdua masuk ke dalam lift pribadi yang kedap suara. “Seluruh agenda penting untuk hari ini sudah selesai dengan baik. Jadwal Anda berikutnya adalah makan malam semi-formal dengan kepala dinas pariwisata nanti malam. Setelah ini, Anda bisa langsung beristirahat di pen
Last Updated: 2026-08-15
You may also like
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status