
Malam Tak Terduga dengan Boss Dingin
Yiran mempunyai rencana sempurna. Ia tahu kondisi bossnya sedang tidak sehat, sehingga ia menyiapkan obat yang sesuai, lalu ia bisa menghabiskan malam bersama agar bisa menjerat pria berkuasa itu selamanya. Namun, rencana itu hancur saat pacar Yiran yang posesif tiba-tiba muncul di depan pintu hotel.
Demi menyelematkan mukanya, ia segera menelpon Meilin dengan kata ajaibnya "tolong"maka Melin akan segera hadir. Yiran pun mengatakan pada pacarnya bahwa Melin yang sudah mengatur itu semuanya dan Melin hanya mengangguk menyetujuinya.
Melin pun ditinggal di kamar hotel itu, dan di tempat tidur ia melihat sosok pria yang mempunyai tatapan sangat tajam sehingga membuatnya bergidik ketakutan. Namun tiba-tiba pria iitu tersenyum dengan sinis dan tertidur.
Pagi harinya, Melin bangun dan melihat ia hanya sendirian di tempat tidur tersebut namun sama-samar terdengar beberapa obrolan di ruangan lain. Ia pun berjalan dan membuka pintu. Dan ia pun terkejut, ternyata di ruangan tersebut ada pria yang tadi malam sedang duduk bersama dengan beberapa pria lain termasuk ia melihat kakaknya.
Dengan reflek, ia pun kembali menutup kamar tersebut dan mulai berkata. "oh tidak, sepertinya lebih baik aku mati sekarang daripada bertemu kakakku di sini".
Read
Chapter: Bab 11Sementara itu, di sudut lain kota…Di apartemennya yang tenang, Meilin baru saja selesai mandi. Rambutnya masih sedikit basah saat ponsel di atas meja nakas mendadak berdering nyaring."Halo?""Meilin, kau di mana?!" Suara Yiran menembus speaker, terdengar terengah-engah dan dilingkupi kepanikan yang luar biasa."Kami menunggumu di Hotel Paradise, kamar 1201. Cepat datang ke sini!"Meilin mengernyitkan alis, kerutan bingung langsung tercetak di dahinya. "Hah? Maksudmu apa? Aku tidak—""Jangan banyak tanya!" potong Yiran cepat, nadanya semakin mendesak dan tak terbantahkan. "Kalau kau tidak datang sekarang, semuanya akan hancur!"Klik.Sambungan telepon diputus sepihak. Meilin bahkan belum sempat memproses kebingungannya saat sebuah pesan teks menyusul masuk beberapa detik kemudian.-- Meilin, tolong aku! Yichen menuduhku selingkuh dengan Hanzhen. Kalau kau tidak datang dan mengaku sebagai pacarnya Hanzhen, Yichen akan salah paham. Tolong aku… demi persahabatan kita. --Mata Meilin sek
Last Updated: 2026-06-18
Chapter: Bab 10Dengan wajah memerah padam menahan emosi, Yiran terpaksa bangkit dari pangkuan Hanzhen. Namun saat ia melangkah mundur, sekilas ekspresi di wajah pria itu tertangkap oleh matanya. Sudut bibir Hanzhen sedikit terangkat, menyunggingkan senyuman tipis yang terasa teramat dingin.Seolah-olah, sejak awal pria itu sudah memprediksi semua ini dan kini tengah menertawakan kebodohannya.Yiran menggertakkan gigi rapat-rapat. Ia berbalik dan melangkah lebar menuju pintu dengan amarah yang sudah meluap hingga ke ubun-ubun. Siapa pun jahanam yang berani mengacaukan malam terpentingnya ini, Yiran bersumpah akan membuatnya menyesal telah lahir ke dunia.Namun, begitu jemarinya menarik gagang pintu dan daun pintu terbuka lebar—Seluruh pasokan udara di paru-paru Yiran mendadak amblas. Tubuhnya membeku seketika, dan rona merah di wajahnya berganti menjadi pucat pasi dalam sekejap mata.Di ambang pintu, berdiri seorang pria dengan rahang mengeras menahan amarah yang pekat. Lu Yichen. Kekasihnya sendiri
Last Updated: 2026-06-17
Chapter: bab 9Yiran bukanlah wanita bodoh. Ia adalah pemburu yang sabar, tipe yang bersedia mengendap di dalam semak-semak dalam waktu lama demi memastikan mangsanya tidak memiliki jalan keluar.Secara metodis dan rahasia, wanita itu telah menanam banyak "mata" di sekeliling hidup Lee Hanzhen. Mulai dari pelayan rumah yang serakah, resepsionis hotel yang mudah tergoda, sopir cadangan yang butuh uang tambahan, hingga beberapa staf internal di Tianyu Group. Bagi Yiran, prinsip hidupnya sangat sederhana.Selama uang bekerja, kesetiaan siapa pun bisa dibeli.Dan pagi tadi, kesabarannya membuahkan hasil. Yiran akhirnya menemukan satu celah kecil pada dinding pertahanan pria yang selama ini tampak sempurna itu. Lee Hanzhen sedang sakit.Yiran melihatnya sendiri dengan mata kepala dalam rapat pleno pagi tadi. Langkah kaki pria itu yang biasanya tegap dan tegas, sempat goyah sesaat sebelum duduk di kursi kebesarannya. Sepanjang rapat, jemari Hanzhen beberapa kali menekan pelipis dengan dahi berkerut. Waja
Last Updated: 2026-06-16
Chapter: Bab 8Dalam perjalanan menuju kantor pagi ini, Hanzhen bahkan tertangkap basah oleh dirinya sendiri sedang membuka rekaman acara televisi yang menampilkan Meilin sebagai narasumber. Ia menatap layar ponselnya diam-diam. Namun, baru beberapa menit video itu berjalan, sebuah denyutan hebat langsung menghantam bagian belakang kepalanya.Rasa dingin menjalar cepat di sekujur tubuh, sementara pandangan matanya perlahan mengabur.Sakit vertigo itu menyerangnya kembali“Chen,” panggil Hanzhen. Suaranya terdengar berat dan parau.Sekretaris Chen yang sedang memeriksa jadwal di kursi depan langsung menoleh dengan raut panik. “Ya, Pak?”“Berhenti di apotek terdekat. Belikan aku obat demam dan penghilang rasa sakit dosis kuat.”“Baik, Pak. Tapi melihat wajah Anda yang pucat, apakah saya perlu mengalihkan rute kita langsung ke rumah sakit?” tanya Chen khawatir.“Tidak perlu,” jawab Hanzhen pendek. Ia memejamkan mata erat-erat, menyandarkan kepalanya yang terasa kian pening ke kursi mobil. “Kita ke kant
Last Updated: 2026-06-15
Chapter: Bab 7Hanzhen hanya tersenyum sinis membayangkan rencana apa lagi yang akan dilakukan neneknya setelah ini. Sambil memijat pelipisnya yang mulai berdenyut, ia menyandarkan kepala ke kursi mobil, mengingat kembali kelucuan sekaligus kejengkelan dari insiden jebakan di restoran kemarin.Hanya saja, hari ini kepala Hanzhen terasa jauh lebih berat dari biasanya.Beberapa pekerjaan menumpuk di meja kerjanya, memaksa pria itu melakukan beberapa perjalanan dinas berturut-turut hingga memotong habis jam istirahatnya. Namun, di tengah kepungan rasa lelah yang mendera fisik, hal yang paling jelas bergaung di kepalanya adalah ucapan sang nenek. Kalimat-kalimat itu terus terngiang tanpa ampun.Setiap sindiran. Setiap desakan.Setiap tatapan penuh tekanan. Semuanya kini terasa seperti labirin jebakan yang sengaja disiapkan untuk mengurungnya.Sebagai pewaris tunggal Tianyu Enterprise Group, Hanzhen sudah sangat terbiasa menghadapi ruang rapat yang penuh intrik dan negosiasi bisnis bernilai miliaran. N
Last Updated: 2026-06-14
Chapter: Bab 6Ting!Suara denting lift membuyarkan lamunan panjang Hanzhen. Pintu lift terbuka di lantai bawah tanah gedung kantornya.Kini, di usia tiga puluh lima tahun, Lee Hanzhen telah bermutasi menjadi sosok yang sama sekali berbeda dari pemuda rapuh belasan tahun lalu. Keputusannya mutlak dan tidak ada satu pun manajer atau paman yang berani mendiktenya lagi. Sorot matanya telah terbiasa menyaring kepalsuan dunia. Ia sudah terlalu ahli menyembunyikan luka dan beban seorang diri.Orang-orang di luar sana menjulukinya arogan, dingin, sulit didekati, dan manusia tanpa emosi yang hampir tidak pernah tersenyum. Namun, mereka salah. Di balik benteng tinggi yang ia bangun, Hanzhen bukanlah monster tanpa hati. Ia hanyalah seorang anak laki-laki yang dipaksa dewasa oleh keadaan, yang saat ini sedang dicemaskan oleh ketakutan kehilangan wanita tua yang menyelamatkan jiwanya."Mobil sudah siap, Pak," ucap sekretarisnya seraya membukakan pintu kursi belakang mobil sedan mewah hitam yang sudah menyala.H
Last Updated: 2026-06-12