Malam Tak Terduga dengan Boss Dingin

Malam Tak Terduga dengan Boss Dingin

last updateآخر تحديث : 2026-08-18
بواسطة:  Denamiتم تحديثه الآن
لغة: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
لا يكفي التصنيفات
63فصول
257وجهات النظر
قراءة
أضف إلى المكتبة

مشاركة:  

تقرير
ملخص
كتالوج
امسح الكود للقراءة على التطبيق

Yiran mempunyai rencana sempurna. Ia tahu kondisi bossnya sedang tidak sehat, sehingga ia menyiapkan obat yang sesuai, lalu ia bisa menghabiskan malam bersama agar bisa menjerat pria berkuasa itu selamanya. Namun, rencana itu hancur saat pacar Yiran yang posesif tiba-tiba muncul di depan pintu hotel. Demi menyelematkan mukanya, ia segera menelpon Meilin dengan kata ajaibnya "tolong"maka Melin akan segera hadir. Yiran pun mengatakan pada pacarnya bahwa Melin yang sudah mengatur itu semuanya dan Melin hanya mengangguk menyetujuinya. Melin pun ditinggal di kamar hotel itu, dan di tempat tidur ia melihat sosok pria yang mempunyai tatapan sangat tajam sehingga membuatnya bergidik ketakutan. Namun tiba-tiba pria iitu tersenyum dengan sinis dan tertidur. Pagi harinya, Melin bangun dan melihat ia hanya sendirian di tempat tidur tersebut namun sama-samar terdengar beberapa obrolan di ruangan lain. Ia pun berjalan dan membuka pintu. Dan ia pun terkejut, ternyata di ruangan tersebut ada pria yang tadi malam sedang duduk bersama dengan beberapa pria lain termasuk ia melihat kakaknya. Dengan reflek, ia pun kembali menutup kamar tersebut dan mulai berkata. "oh tidak, sepertinya lebih baik aku mati sekarang daripada bertemu kakakku di sini".

عرض المزيد

الفصل الأول

Bab 1: Terjebak dalam Jerat Sang Iblis

Meilin tersentak bangun dengan napas tercekat, seolah-olah baru saja ditarik paksa dari dasar mimpi buruk yang pekat. Kepalanya terasa luar biasa berat dan berdenyut nyeri. Saat ia mencoba mengingat apa yang terjadi, ingatan tentang semalam berputar samar, terputus-putus seperti potongan pita seluloid yang rusak. 

Hal terakhir yang terekam di otaknya hanyalah dirinya yang kelelahan dan tertidur di sofa setelah semalaman menjaga Lee Hanzhen. Pria itu adalah atasan dari sahabatnya, Yiran, yang mendadak tumbang di hotel ini karena demam tinggi.

Namun, begitu matanya menyapu sekeliling ruangan, tubuh Meilin langsung membeku seketika.

Ranjang King Size di tengah suite room mewah itu sudah kosong. Seprai sutranya berantakan, dan pria yang dijaganya semalam telah tiada.

"Syukurlah..." Meilin mengembuskan napas lega yang panjang, meremas dadanya yang berdegup kencang. Ia benar-benar tidak ingin bertemu pria itu dalam keadaan sadar. Membayangkan tatapan pria itu saja sudah cukup membuat bulu kuduknya meremang.  

Di dunia bisnis, semua orang memuja Lee Hanzhen dengan julukan "Putra Mahkota". Sebuah gelar yang terdengar berkilau, namun bagi Meilin, pria itu tak ubahnya seekor iblis berwajah tampan yang mengenakan setelan mahal buatan Paris. Dingin, kejam, dan menindas.  

Meilin melirik jam dinding. Jarum jam sudah menunjukkan pukul delapan pagi. Saat meraih gawainya, sebuah pesan singkat dari Yiran langsung menyala di layar:  

‘Meilin, terima kasih banyak ya sudah bersedia menjaga Direktur Lee Hanzhen semalam.’  

Meilin memijat pelipisnya. Ia teringat kembali bagaimana Yiran memohon-mohon padanya semalam karena ada urusan mendesak.  

"Dia kenapa sebenarnya sampai harus dijaga seketat ini?" tanya Meilin waktu itu melalui sambungan telepon.  

"Hanya demam karena kecapekan," jawab Yiran menenangkan. "Yichen sudah memeriksanya dan memberinya obat tidur dosis ringan. Dia tidak akan merepotkanmu, Meilin. Tolong ya?"  

Karena Yichen adalah seorang dokter profesional—dan juga kekasih Yiran—Meilin tidak menaruh curiga sedikit pun semalam. Namun sekarang, setelah terbangun dengan seluruh tubuh yang terasa aneh dan ingatan yang bolong-bolong, firasat buruk mulai merayap di dadanya. 

"Aku harus pergi sebelum dia kembali," gumam Meilin panik. 

Ia segera bangkit, merapikan pakaian kremnya yang sedikit kusut dan rambut panjangnya yang berantakan dengan jari, lalu berjalan cepat menuju pintu keluar. Namun, begitu daun pintu suite itu terbuka, langkah Meilin terhenti total. Seluruh darah di tubuhnya seolah lolos begitu saja. 

Di ruang tengah suite room luas yang disulap menjadi ruang rapat darurat itu, beberapa pria berpakaian formal tampak berdiri tegap. Dan di tengah-tengah mereka, Lee Hanzhen sedang duduk santai di sofa kulit sambil menjepit sebatang rokok yang menyala di antara jemarinya. Kakinya disilangkan dengan elegan, memancarkan aura dominasi yang pekat. 

Namun, yang membuat wajah Meilin mendadak pucat pasi hingga menyerupai mayat bukanlah Hanzhen. Melainkan sosok pria tegap yang berdiri tepat di samping sofa sang Direktur. 

Gu Junhao. Kakak kandungnya sendiri. 

"Oh, tidak..." Suara Meilin tercekat di tenggorokan. 

Dalam sekejap, seluruh pasang mata di ruangan itu menoleh serempak ke arahnya. Keheningan yang mencekam langsung merayap. Seorang wanita keluar dari kamar pribadi sang Direktur di pagi buta, dengan pakaian kusut dan rambut berantakan. Tanpa perlu penjelasan apa pun, pemandangan itu sudah lebih dari cukup untuk menyulut skandal kotor di kepala semua orang.

Jantung Meilin berdegup sangat kencang hingga telinganya berdenging hebat. Di seberang meja, rahang Gu Junhao tampak mengeras rapat, menatap Meilin dengan kilat kemarahan dan kekecewaan yang teramat mendalam.

Anehnya, Hanzhen justru tetap tenang. Seolah-olah kehadiran Meilin yang berantakan di sana tidak lebih dari sebutir debu yang lewat. 

"Lalu, bagaimana perkembangan proyek di distrik barat?" Hanzhen memecah keheningan dengan nada suara yang teramat datar dan dingin. Ia mengembuskan asap rokoknya perlahan, sama sekali tidak mengalihkan pandangan dari dokumen di tangannya.

Sikap tak acuh Hanzhen berhasil menarik kembali perhatian para staf profesional itu kepada urusan pekerjaan. Kesempatan emas itu tidak disia-siakan oleh Meilin. Dengan gerakan kilat, ia mundur selangkah lalu membanting pintu kamar dari dalam. 

BRAK!

Napas Meilin langsung memburu kacau. Ia bersandar pada pintu yang tertutup rapat, memegangi dadanya yang naik-turun hebat. 

"Gila... aku benar-benar mati kali ini," bisiknya frustrasi sambil meremas rambutnya sendiri. 

Jika Junhao sudah melihatnya di sini, maka tidak butuh waktu lama bagi seluruh keluarga besarnya yang kolot untuk mendengar kabar ini. Hidupnya yang tenang akan benar-benar tamat dihancurkan oleh isu tak sedap. 

"Apa aku harus lompat dari lantai dua belas saja?" Meilin terduduk lemas di atas lantai marmer yang dingin, memeluk lututnya dengan tubuh gemetar. 

Tepat saat Meilin berusaha mengumpulkan sisa kesadarannya untuk mencari jalan keluar, sebuah ketukan terdengar dari balik pintu tempatnya bersandar. Pelan, berirama, namun terasa begitu mengintimidasi. 

Tok. Tok. Tok. 

Meilin menahan napas, tidak berani bergerak satu milimeter pun. 

Dari balik pintu, suara berat dan dingin yang sangat ia takuti akhirnya terdengar, memanggil namanya dengan nada rendah yang mutlak. 

"Buka pintunya, Meilin. Kita perlu bicara tentang apa yang sudah kamu lakukan padaku semalam."

توسيع
الفصل التالي
تحميل

أحدث فصل

فصول أخرى

للقراء

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

لا توجد تعليقات
63 فصول
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status