Chapter: Bab 09. Pujian dan Godaan Ibu Tiri"E-enggak usah, Ma! Gak usah diliat! Fotonya parah banget, Ma! Aku beneran malu,” tolak Adrian panik, tangannya bergerak refleks hendak menarik ponselnya jauh-jauh. Maya perlahan mengurai pelukannya. Wanita itu menatap Adrian dengan raut wajah yang luar biasa lembut. Kedua tangannya terulur, menangkup pipi Adrian yang terasa panas membara."Adrian, dengar Mama ya! Kenapa harus malu sama Mama? Mama ini ibu kamu. Mama sudah menganggap kamu seperti anak kandung Mama sendiri. Gak ada hal di dunia ini yang perlu kamu sembunyiin dari Mama,” ucap Maya halus, suaranya mengalun hangat menembus pendengaran Adrian."Tapi, Ma. Ini benar-benar memalukan. Di foto itu, bagian bawah aku keliatan jelas banget.” Adrian menelan ludah, suaranya tercekat di tenggorokan."Terus kenapa kalau keliatan? Di rumah ini cuma ada keluarga. Kamu gak perlu merasa canggung atau takut dihakimi. Coba tunjukin ke Mama, biar Mama yang menilai. Siapa tau anak-anak di kampus kamu itu cuma berlebihan,” balas Maya sambil te
Última atualização: 2026-09-01
Chapter: Bab 08. Malu Setengah MatiAdrian berlari kencang menyusuri koridor kampus. Sepanjang jalan, pandangan mata dari para mahasiswa dan mahasiswi tertuju padanya. Suara bisik-bisik yang diiringi tawa tertahan menggema di sekelilingnya, menembus lorong-lorong fakultas."Eh, itu Adrian kan? Yang fotonya rame di grup?""Iya, asli! Gak nyangka gue, kelihatannya polos kacamataan tapi ternyata ....""Aduh, gue yang cewek aja malu liatnya, jelas banget keliatan!"Adrian menelan ludah, wajahnya merah padam seperti terbakar. Suasana koridor terasa begitu mencekam dan mempermalukan. Saat lari tadi ia terburu-buru dan belum sempat mencerna detail foto dari HP Viktor, Adrian akhirnya menghentikan langkahnya di dekat kamar mandi kampus yang sepi.Dengan tangan gemetar hebat, Adrian merogoh saku celananya dan meraba ponselnya sendiri. Ia membuka aplikasi percakapan grup kampus yang sedari tadi berdering tanpa henti. “Sialan, sialan!”Begitu foto itu terbuka sempurna di layarnya, mata Adrian terbelalak lebar. Jantungnya serasa be
Última atualização: 2026-09-01
Chapter: Bab 07. Insiden MemalukanMaya terkekeh pelan, sebuah suara yang terdengar sangat manis tetapi menakutkan bagi Adrian. Tangan Maya yang ada di pahanya kini menekan sedikit lebih keras, memutar-mutar kulit paha Adrian dengan ujung jarinya yang sensitif. "Tikus tidak punya kaki dan tidak bernapas seberat itu, Adrian. Suara itu terdengar sangat... ketakutan. Atau mungkin, sangat terkejut dengan apa yang didengarnya?" bisik Maya, mendekatkan wajahnya ke telinga Adrian hingga Adrian bisa merasakan embusan napas hangat sang ibu tiri di lehernya. Adrian mencoba memundurkan posisi duduknya, tetapi tangan Maya di paha bagian dalamnya justru menahan, seolah tidak membiarkannya pergi. "Aku... aku gak tau apa yang Mama bicarakan. Aku tidur nyenyak banget semalam." Maya menatap Adrian tepat di mata, senyumnya kini terlihat lebih misterius dan berbahaya. "Beneran? Padahal Mama merasa ada sepasang mata yang diam-diam menyaksikan kebahagiaan Mama dan Papa dari balik celah pintu." Tubuh Adrian membeku. Keringat dingin m
Última atualização: 2026-09-01
Chapter: Bab 06. Adrian KetahuanAdrian tersentak hebat, seolah baru saja disengat listrik ribuan volt. Mukanya seketika merah padam hingga ke ujung telinga. "E-eh! Ma-Maaf! Maaf banget, Ma!" gagap Adrian setengah histeris.Pandangannya panik liar ke segala arah, tetapi matanya seolah memiliki gravitasinya sendiri untuk kembali melirik bentuk tubuh ibu tirinya sebelum akhirnya ia menarik pintu dengan tangan bergetar hebat.BRAK!Pintu kamar mandi itu tertutup rapat. Adrian menyandarkan punggungnya di pintu luar, menepuk dahinya keras-keras dengan telapak tangan. Jantungnya berdetak begitu gila, seolah hendak melompat keluar dari rongga dadanya."Gila! Bego banget lo, Adrian! Kenapa gak ketuk pintu dulu?!" gumam Adrian penuh penyesalan, memegangi dadanya yang kembang-kempis.Di dalam kamar mandi, suara air shower mendadak dimatikan. Hanya ada keheningan mencekam selama beberapa detik, sebelum terdengar gesekan handuk dan langkah kaki perlahan mendekati pintu.KLIK!Gagang pintu bergerak turun. Adrian refleks mundur du
Última atualização: 2026-08-14
Chapter: Bab 05. Tidak Sengaja LihatDi balik celah, jantung Adrian serasa melompat keluar dari dada. Sensasi dingin membeku menjalar seketika dari ujung kaki hingga ke kepala. Tanpa berpikir dua kali, Adrian berbalik dan melangkah selebar serta sesunyi mungkin, berlari bagai hantu menyusuri lorong gelap kembali ke dalam kamarnya.Klik!Ia menutup pintu kamar dengan amat pelan, menyandarkan punggungnya di balik pintu sambil meremas dada. Napasnya memburu gila-gilaan, peluh dingin bertetesan dari dahinya. “Astaga! Hampir aja gue ketauan.”Sementara itu, Maya melangkah pelan mendekati pintu dengan tubuh dibalut robe sutra. Ia membuka pintu lebar-lebar dan celingukan melihat lorong rumah yang sepi dan remang-remang. Tidak ada siapa pun di sana."Siapa, Sayang?" tanya suaminya, Budi, dari atas ranjang sambil mengusap wajahnya yang masih penuh keringat."Gak ada siapa-siapa, Mas," jawab Maya pelan, sambil memegang gagang pintu. "Aneh ... perasaan tadi pintu udah ditutup.""Oh, palingan angin. Ayo kita lanjut lagi, kamu belum
Última atualização: 2026-08-14
Chapter: Bab 04. Adegan Panas Live"Lo ... lo ngapain di sini?" tanya Clara dengan suara parau khas orang baru bangun tidur, tetapi matanya mulai menyipit curiga. Ia melirik posisi tangan Adrian yang berada sangat dekat dengan dadanya.Adrian menelan ludah, suaranya tercekat di tenggorokan. "Gue ... gue baru pulang, Kak. Gue mau ambil remote tv ... terus gue ...."Clara perlahan bangkit dari posisi tidurnya, membuat kemejanya sedikit bergeser dan memperlihatkan lebih banyak lagi pemandangan yang seharusnya tidak dilihat Adrian. Gadis itu tidak segera menarik kemejanya untuk menutupi tubuh. Sebaliknya, ia menatap Adrian dengan seringai tipis yang mengerikan."Gue bangun karena mimpi buruk," ucap Clara, suaranya rendah dan dingin. "Tapi ternyata, mimpi buruknya berdiri tepat di depan gue sekarang."Adrian mundur selangkah, napasnya berantakan. "Gue ... gue nggak bermaksud gitu, Kak!”"Nggak bermaksud apa, Adrian?" potong Clara. Ia berdiri tegak, sengaja membiarkan kemejanya terbuka lebih lebar, menantang Adrian untuk ter
Última atualização: 2026-08-14