Chapter: Bab 17. Projek Kehancuran 2"Rina!" lirih Rudi. "Dia tidak penting lagi. Yang penting sekarang adalah membangun kembali perusahaan kita." "Dengan aset Anindira dan sisa kekayaan nya." ujar Rudi dengan semangat. "Kita akan ambil semua dari Bayu, dan kita kembangkan menjadi lebih besar dari siapa pun. Kau dan aku, Sandra." sambung Rudi. "Kita akan menggenggam kekuasaan yang sesungguhnya." Rudi mulai menanam jualan dan harapan kosong. Rudi membisikkan kata-kata penuh rayuan, memanfaatkan keinginan Sandra untuk meraih posisi yang lebih tinggi. Ternyata khayalan Rudi, dan Sandra tidak bertahan lama. Tak lama kemudian, terdengar notifikasi dari ponsel Rudi. Pesan teks dari seseorang yang tak teridentifikasi, berisi daftar lengkap transaksi ilegal Rina. Sangat detail bukti perselingkuhannya, bahkan beberapa bukti kolusinya dalam skandal pasar gelap. "Ini bukanlah dari sumber resmi, melainkan dari pasar gelap yang tak tersentuh." lirih Rudi. "Apa ini, Rudi? Bagaimana bisa…?" Sandra terheran-hera
Last Updated: 2026-06-21
Chapter: Bab 16. Projek Mematikan"Siap, Madam. Proyek ini memiliki prioritas tertinggi," ucap Arion. Anindira mendengar laporan yang diberikan Arion, ia tidak akan pernah mundur pada keadaan apapun. "Keluarga Naga Emas memang sedikit… membutuhkan upaya lebih untuk membangkitkannya kembali setelah periode non-aktif selama bertahun-tahun" "Koneksinya sangat dalam, terbentang dari negara-negara yang Anda kunjungi sepuluh tahun lalu." Jawab Arion penuh keyakinan. "Dan Bayangan Penjaga Langit, aset ini selalu menjadi tulang punggung strategi Anda, bukan?" Anindira menghembuskan nafas pelan, ternyata kerja kerasnya dulu, harus ia tinggalkan dan non-aktif kan karna kasih sayangnya pada sang anak. "Memang, Arion," jawab Anindira. "Aset ini yang akan membantuku memahami skenario penuh dari semua pemain di panggung ini. Keluarga besar saya, Rudi, Sandra, bahkan Rina yang kini berada di penjara, mereka semua hanyalah bidak." ucapnya berhenti sejenak. Anindira tau betul bagaimana sifat keluarga besar dan sem
Last Updated: 2026-06-20
Chapter: Bab 15. Satu Langkah Menghancurkan Segalanya“Aku beli ini pakai uang sendiri!” teriak Merry, tangannya menarik-narik kalung emas di lehernya. Tanpa di sadari ketiga nya, anak buat Arion masih berada disana. Salah satu anak buah Arion menyeringai tipis. Ia mengeluarkan ponselnya, lalu memutar sebuah rekaman audio. “Sepertinya wanita tua ini tidak sadar, sudah menyinggung Madam,”lirihnya. “Mereka serakah, mana mungkin menyadari itu semua,” jawab temannya. Tiba-tiba suara Anindira yang tenang namun tegas memenuhi ruangan. Rekaman audio itu begitu terasa nyata. Beda dengan dulu Anindira memiliki tutur kata lembut dan lemah penuh kasih sayang, berbeda dengan sekarang tegas dan berwibawa. ‘Untuk Ibu Merry Harini,’ ‘Apa anda lupa! Semua barang-barang mewah yang Anda gunakan itu dari siapa?’ ‘Sepertinya anda semakin tua sampai lupa semuanya, baiklah saya akan ingatkan kembali’ ‘Mulai dari perhiasan hingga kendaraan, yang Anda beli menggunakan dana dari saya!’ ‘Bukan memang seharusnya Anda bayarkan kembali kepada
Last Updated: 2026-06-19
Chapter: Bab 14. Anindira Ratu Di antara Ratu'Ahh sudahlah mungkin perasaan ku aja' batin Anindira. "Arion, kau sudah lihat bagaimana reaksi mereka?" tanya Anindira pada Arion, untuk mengalihkan pembicaraan. Arion yang kini duduki di sebelahnya dengan gestur tubuh tegap, nya berbalik menatap Anindira. Ia meminum tehnya perlahan, matanya tak lepas dari gemerlap kota di bawah dan kekaguman pada wanita di sampingnya. "Sudah, Madam." jawab Arion. "Mereka benar-benar kacau. Merry hampir mencoba menyembunyikan perhiasan. Rina tampak sangat kehilangan aset pribadinya, dan Bayu... well, dia lebih seperti patung yang menangis tanpa suara." Arion melaporkan dengan kembali datar. Anindira tersenyum simpul. "Bagus. Aku ingin mereka merasakan betul bagaimana rasanya kehilangan segalanya." ujar Anindira dengan tegas. "Hidup tanpa kemewahan yang mereka damba-dambakan, kini terlempar ke jurang kehancuran." sambung Anindira tertawa lirih. Seperti nya semua kesempatan dan kesabaran, Anindira sudah dikuras habis oleh ketiga oran
Last Updated: 2026-06-18
Chapter: Bab 13. Kemewahan Yang Direnggut"Apa yang harus aku lakukan sekarang?"lirih Bayu duduk di depan teras. Setelah perdebatan panjang, kini pria itu duduk merenungi semua yang terjadi. "Sebentar lagi malam! Tapi listriknya masih padam, rumah ini justru terlihat semakin gelap." gunam Bayu. Pukulan telak dari Anindira, yang tadinya hanya menimbulkan kebingungan dan ketakutan. "Sialan! Bagaimana bisa wanita tua itu bisa berpengaruh sekarang!" gerutu Rina. "kalau tau ia berguna dan berpengaruh,kita tidak usah mengusirnya karna dia berguna." ujar Merry. Kini perlahan mereka menjadi putus asa yang lebih dalam bagi Bayu, Rina, dan Merry. Listrik padam total, dan bukti pengalihan kepemilikan properti yang mencengangkan semakin menampar wajah mereka. "Ma, sayang. Seperti nya malam ini kita harus tinggal tanpa listrik,"lirihnya. "Apa? Yang benar saja, bagaimana mungkin kamu mau bikin kamu gila!" bentak Merry. Utang yang bertumpuk seperti gunung es, semakin membeku jiwa dan raga mereka dalam dinginny
Last Updated: 2026-06-17
Chapter: Bab 12. Langkah Pertama Kehancuran"Re... Rekaman apa? Jangan fitnah kalian!" bentak Rina dengan gugup. Pria berjas itu menyeringai, "Anda tidak perlu khawatir nona, ini rekaman dan video sudah di pastikan kebenaran nya"Bayu terkesiap. Rekaman suara? Video? Ibunya benar-benar tidak main-main. Rasa takut yang nyata merayap ke seluruh tubuhnya."Siapa ibu sebenarnya? Tidak... Tidak mungkin ibu pasti mencari bantuan orang kaya saja, inj semua hanya kebetulan" lirih Bayu dengan wajah pucat. Ketakutan akan kehancuran total benar-benar menguasai mereka. Bayu selama ini selalu meremehkan Anindira.Mengira ibunya hanyalah wanita polos yang bisa ia perdaya dengan air mata palsu atau rayuan. Kini, ia melihat Anindira yang berbeda dingin, kualitatif, dan sangat berbahaya.Bayu menatap Merry dan Rina, yang sejak tadi diam tanpa kata dengan marah."Mu! Rina! Kalian kenapa diem aja sih?! Kita bisa mati bangkrut ini! Anindira bener-bener gila!" Bayu berteriak histeris, menyalahkan Merry dan Rina. “Ini semua salah kalian! Kalian
Last Updated: 2026-06-15