Chapter: Bab 38.terjerat rencana sendiri" Sekarang aku harus bagaimana?" lirih Rina. Wanita itu, duduk di sebuah kafe sederhana yang sepi, Rina terpuruk dalam keheningan. Kopi dingin di hadapannya tak lagi menarik selera. Ia tak pernah menyangka akan berakhir seperti ini. Dijanjikan kebebasan oleh Sang Naga Malam, namun malah dijadikan umpan dalam sebuah rencana pembunuhan. Anindira memang licik. Seluruh pergerakannya bagai tarian indah, sementara Rina terus terjerat dalam jurang kesalahan. Rina memandang tangan kanannya yang mulai memucat. Tangan yang takkan pernah bisa terobati, meski Anindira membiarkannya bebas dari penjara. Sang Naga Malam, pria yang memberinya segenggam harapan palsu itu, ternyata hanya menjadi perantara. Ada rencana besar yang harus ia jalankan, sebuah rencana yang membahayakan dirinya, namun ia tak punya pilihan. Anindira punya cara untuk menjebaknya agar tetap tunduk, dan kali ini, ia tak punya tenaga untuk melawannya. "Kamu pikir bisa lolos dari aku, Rina?" sebuah suara serak dan dingi
Last Updated: 2026-07-19
Chapter: Bab 37. Rencana pembunuhan"Semua sudah siap, Arion?" tanya Anindira, suaranya terdengar halus namun menusuk tajam.Anindira menyesap teh herbalnya perlahan, menikmati setiap tetes yang menyejukkan tenggorokannya. Kebiasaan wanita itu benar-benar tidak berubah sama sekali namun, di balik ketenangan ritual pagi itu, gejolak di dadanya begitu hebat.Di layar holografis yang membentang di hadapannya, rangkaian data tak henti-hentinya mengalir. Semua mata rantai kejahatan yang selama ini ia lacak, kini mulai menyatu menjadi satu titik krusial. Puncak balas dendamnya sebentar lagi akan tercapai. Arion berdiri di sampingnya, tenang namun penuh kewaspadaan, siap untuk setiap perintah. Ia tak pernah terlihat begitu dingin dan perhitungan sebelumnya. Mata safirnya menatap langsung ke inti layar, ke nama yang menjadi pusat dari segalanya Rudi. "Siap, Madam," jawab Arion mantap."Seluruh jaringan kita sudah aktif dan memantau setiap pergerakan mereka. sang Naga Malam pun sudah mulai beraksi, sesuai instruksi kita. Peng
Last Updated: 2026-07-18
Chapter: Bab 36. Kehancuran Yang Direncanakan"Kamu menyalahkan dirimu sendiri? Sejak dulu memang ini salah mu," ucap Rina, nadanya terdengar datar. Tiba-tiba, sebuah bayangan wanita muncul dari balik tumpukan kontainer. Sesosok wanita dengan rambut tergerai kusut, bergaun putih lusuh yang entah dari mana ia dapatkan. "Dan Anindira, dia memang sudah seperti itu, ia hanya suka melihatmu sengsara." sambung Rina. Dia adalah Rina. Mantan istrinya, yang kini telah ditolong keluar dari penjara oleh Anindira dengan satu syarat harus berjuang melawan kejahatan. Rina mendudukkan diri di samping Bayu, ekspresinya sedikit merenung. Bayu menggeleng kuat. "Tidak! Mama tidak seperti itu. Dia hanya ingin aku jadi orang yang lebih baik. Tapi aku terlalu lemah." Bayu kembali terisak. Air mata yang terus menetes itu mulai membasahi tanah kering di sekitarnya. "Dia menolong mu keluar dari penjara karena dia ingin menggunakan aku untuk menghancurkan mu," lanjut Rina, matanya menyapu sekitar dengan tajam. "Dan aku tahu persis apa yang dia
Last Updated: 2026-07-17
Chapter: Bab 35. Kepintaran Dan Kecerdikan Anindira“Arion,” panggil Anindira. Anindira menyesap teh herbalnya. Senyum tipis terlukis di bibirnya. Ini bukan tentang kemenangan pribadi, tetapi tentang kejayaan warisan leluhurnya yang harus ia jaga. Anindira berterima kasih pada Arion atas semua dukungan yang telah diberikan. Arion, sahabat setianya yang telah menjadi tangan kanan dan pelindung tak terhingga baginya. Namun, di tengah kebahagiaannya, Anindira merenung. Bagaimana dengan Bayu? Ia takkan pernah lupa betapa besar ia mencintai putranya. Betapa sulitnya ia melihat Bayu tenggelam dalam kesedihan dan kehancuran. “Bayu harus segera kita selamatkan. Walaupun ia telah banyak menyakiti aku, tapi ia tetaplah anakku. Aku harus memberinya kesempatan kedua.” perintah Anindira Anindira ingin Bayu belajar dari kesalahan. Namun ia juga tahu, hukuman penjara takkan mengubah apapun. Arion mengangguk. Ia memahami betapa besar cinta Anindira pada putranya. Anindira memang tidak akan pernah membiarkan seorangpun menyakiti anak kandung
Last Updated: 2026-07-15
Chapter: Bab 34. Satu Langkah Didepan Musuh'Akhinya aku kembali ketempat ini, disinilah aku bertemu Anindira pertama kalinya. Masih terbayang sangat jelas wajah ceria gadis pintar itu, aku jatuh cinta semakin dalam dan sampai saat ini perasaanku tidak berubah' lirih batin Arion.' Aku bahagia hanya dengan berada di sampingmu, meskipun belum bisa memilikimu' jeritan batin Arion.Pukul empat sore di Kairo, Mesir. Keterikatan Arion pada kemewahan dan kemegahan kota tua terasa begitu memabukkan. Anindira menyesap kopi dari salah satu kafe terkenal di kota itu, matanya mengawasi layar tabletnya yang kini memancarkan sebuah data kompleks.Skema keuangan lingkaran Berlian yang berhasil diakses oleh keluarga Naga Emas. Jaringan mereka terbentang luas, menutupi setiap sudut pasar gelap di seluruh penjuru dunia. Anindira sedang menunggu Arion untuk laporan terakhirnya. "Arion, bagaimana kemajuan dengan data keuangan yang kita miliki?" tanya Anindira, suaranya terdengar datar namun penuh kewaspadaan. "Semuanya terkumpul, Madam," jaw
Last Updated: 2026-07-12
Chapter: Bab 33. Bahaya yang mengintai"Tentu, Madam," jawab Arion sigap. "Saya akan segera mengerahkan semua personel keamanan untuk berjaga di jantung Negeri. Dan juga, saya menemukan satu detail penting dari percakapan Rina." "Dia menyebutkan tentang Rudi dan mahkota Sang Nebula. Rupanya, Dewi Saraswati tengah membentuk kerjasama baru dengan Rudi." "Keduanya berencana untuk menjual Mahkota itu di pasar gelap, sebagai imbalan untuk dukungan pendanaan yang akan mereka gunakan untuk menguasai seluruh wilayah terlarang di Timur Tengah." Mata Anindira melebar, terkejut namun sekaligus geram. Rudi. Ayah kandungnya yang terobsesi dengan harta, kini bertindak lebih jauh lagi. Bersekongkol dengan pedagang gelap untuk menghancurkan sejarah leluhurnya. Anindira takkan pernah membiarkan itu terjadi. "Mereka berani mempermainkan takdir leluhur kami?" Anindira berkata lirih, matanya memancarkan kilatan kemarahan. "Mereka takkan pernah berhasil." Ia beralih ke layar utama, dan mengetik serangkaian kode pada keyboardny
Last Updated: 2026-07-11