로그인Pengorbanan Anindira Putri Adinata (42), seorang ibu yang berpikir bisa membentuk putranya dengan cara mencurahkan kasih sayang dan perhatian, hanya berbuah pengkhianatan yang mematahkan hati. Siapa sangka, itu menjadi hari kebangkitan seorang ratu yang terlalu lama memilih bersembunyi di balik kain lusuh. Mereka yang meremehkan, merendahkan, dan mengkhianatinya akan merasakan penyesalan yang tak bisa dibeli dengan uang. Anindira kembali dan pembalasan pun dimulai.
더 보기" Sekarang aku harus bagaimana?" lirih Rina. Wanita itu, duduk di sebuah kafe sederhana yang sepi, Rina terpuruk dalam keheningan. Kopi dingin di hadapannya tak lagi menarik selera. Ia tak pernah menyangka akan berakhir seperti ini. Dijanjikan kebebasan oleh Sang Naga Malam, namun malah dijadikan umpan dalam sebuah rencana pembunuhan. Anindira memang licik. Seluruh pergerakannya bagai tarian indah, sementara Rina terus terjerat dalam jurang kesalahan. Rina memandang tangan kanannya yang mulai memucat. Tangan yang takkan pernah bisa terobati, meski Anindira membiarkannya bebas dari penjara. Sang Naga Malam, pria yang memberinya segenggam harapan palsu itu, ternyata hanya menjadi perantara. Ada rencana besar yang harus ia jalankan, sebuah rencana yang membahayakan dirinya, namun ia tak punya pilihan. Anindira punya cara untuk menjebaknya agar tetap tunduk, dan kali ini, ia tak punya tenaga untuk melawannya. "Kamu pikir bisa lolos dari aku, Rina?" sebuah suara serak dan dingi
"Semua sudah siap, Arion?" tanya Anindira, suaranya terdengar halus namun menusuk tajam.Anindira menyesap teh herbalnya perlahan, menikmati setiap tetes yang menyejukkan tenggorokannya. Kebiasaan wanita itu benar-benar tidak berubah sama sekali namun, di balik ketenangan ritual pagi itu, gejolak di dadanya begitu hebat.Di layar holografis yang membentang di hadapannya, rangkaian data tak henti-hentinya mengalir. Semua mata rantai kejahatan yang selama ini ia lacak, kini mulai menyatu menjadi satu titik krusial. Puncak balas dendamnya sebentar lagi akan tercapai. Arion berdiri di sampingnya, tenang namun penuh kewaspadaan, siap untuk setiap perintah. Ia tak pernah terlihat begitu dingin dan perhitungan sebelumnya. Mata safirnya menatap langsung ke inti layar, ke nama yang menjadi pusat dari segalanya Rudi. "Siap, Madam," jawab Arion mantap."Seluruh jaringan kita sudah aktif dan memantau setiap pergerakan mereka. sang Naga Malam pun sudah mulai beraksi, sesuai instruksi kita. Peng
"Kamu menyalahkan dirimu sendiri? Sejak dulu memang ini salah mu," ucap Rina, nadanya terdengar datar. Tiba-tiba, sebuah bayangan wanita muncul dari balik tumpukan kontainer. Sesosok wanita dengan rambut tergerai kusut, bergaun putih lusuh yang entah dari mana ia dapatkan. "Dan Anindira, dia memang sudah seperti itu, ia hanya suka melihatmu sengsara." sambung Rina. Dia adalah Rina. Mantan istrinya, yang kini telah ditolong keluar dari penjara oleh Anindira dengan satu syarat harus berjuang melawan kejahatan. Rina mendudukkan diri di samping Bayu, ekspresinya sedikit merenung. Bayu menggeleng kuat. "Tidak! Mama tidak seperti itu. Dia hanya ingin aku jadi orang yang lebih baik. Tapi aku terlalu lemah." Bayu kembali terisak. Air mata yang terus menetes itu mulai membasahi tanah kering di sekitarnya. "Dia menolong mu keluar dari penjara karena dia ingin menggunakan aku untuk menghancurkan mu," lanjut Rina, matanya menyapu sekitar dengan tajam. "Dan aku tahu persis apa yang dia
“Arion,” panggil Anindira. Anindira menyesap teh herbalnya. Senyum tipis terlukis di bibirnya. Ini bukan tentang kemenangan pribadi, tetapi tentang kejayaan warisan leluhurnya yang harus ia jaga. Anindira berterima kasih pada Arion atas semua dukungan yang telah diberikan. Arion, sahabat setianya yang telah menjadi tangan kanan dan pelindung tak terhingga baginya. Namun, di tengah kebahagiaannya, Anindira merenung. Bagaimana dengan Bayu? Ia takkan pernah lupa betapa besar ia mencintai putranya. Betapa sulitnya ia melihat Bayu tenggelam dalam kesedihan dan kehancuran. “Bayu harus segera kita selamatkan. Walaupun ia telah banyak menyakiti aku, tapi ia tetaplah anakku. Aku harus memberinya kesempatan kedua.” perintah Anindira Anindira ingin Bayu belajar dari kesalahan. Namun ia juga tahu, hukuman penjara takkan mengubah apapun. Arion mengangguk. Ia memahami betapa besar cinta Anindira pada putranya. Anindira memang tidak akan pernah membiarkan seorangpun menyakiti anak kandung
“Maling?! Siapa yang maling?!” Bayu, anak semata wayang Anindira, muncul. Lelaki dengan rambut acak-acakan dan kaos rumah yang kusut, menuruni tangga. Netranya mengamati ketiga perempuan yang tengah bersitegang. Belum juga Anindira menjelaskan, Rina sudah berlari merangkul lengan Bayu. “Mas!
"Ya ampun, Bu! Lihat tuh lantainya jadi kotor semua!"Langkah Anindira terhenti mendengar bentakan Rina, menantunya. Anindira menoleh ke belakang. Ia baru sadar ternyata sedikit lumpur dari sandalnya terbawa ke lantai dalam rumah. Dengan suara sedikit parau, Anindira berkata, “Maaf, Rin. Ibu baru
“Ha! Kenapa lagi si Bayu itu?!” Rina mengintip dari balik pintu kamarnya, memperhatikan Bayu yang tengah mengepalkan tangan sambil bicara sendiri. "Seperti orang gila! Tampangnya juga bodoh begitu!” rutuk Rina dengan suara berbisik. “Kalau bukan karena hartanya, mana mau aku sama dia itu!” Rin
"Gerah!” raung Bayu setelah mencoba memejamkan matanya selama 15 menit. “Ibu udah bayar listriknya belum sih? Kok belum nyala juga?" Helaan napas panjang penuh kekesalan terdengar, diiringi rasa malas yang khas. Namun, aroma kopi pagi yang tercium dari arah dapur menggugah selera makannya. Lu












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
리뷰