Chapter: Bab 8: Orang di Balik AktaCassandra berdiri di depan sebuah rumah sederhana di pinggiran kota. Ia harus menyetir selama dua jam tanpa berhenti untuk mencapai tempat ini. Punggungnya sedikit pegal setelah perjalanan panjang, tetapi ia tidak ingin menunda rencananya sejak menerima informasi dari Gia.Menemui orang ini bisa jadi pintu masuk dan senjata lain.Tidak ada plang nama di depan rumah. Pagar besinya mulai berkarat, sementara tanaman liar tumbuh di sepanjang tepi halaman. Dari luar, rumah itu tampak seperti rumah keluarga biasa. Tidak ada sesuatu yang langsung menunjukkan bahwa alamat ini menuju sebuah PT yang menjalin kerja sama dengan perusahaan sebesar Prava.Ia memeriksa alamat di ponselnya sekali lagi, memastikan tidak salah tempat. Benar kata Adrian tadi, perusahaan fiktif selalu memiliki bangunan tidak jelas.Cassandra mengetuk pintu tiga kali.Beberapa saat berlalu sebelum terdengar langkah kaki dari dalam. Pintu terbuka, memperlihatkan seorang pria berperut buncit dengan kaus rumahan. Pria itu se
Terakhir Diperbarui: 2026-10-15
Chapter: Bab 7: Pertolongan (1)Adrian menyelesaikan pekerjaannya lebih cepat. Rapat laporan mingguan manajemen perhotelan yang biasanya makan waktu dua jam, diselesaikan dalam waktu satu jam.Peserta rapat di ruangan boardroom lantai dua puluh tujuh itu sesak napas mengikuti ritme kerja bos mereka. Proyektor menampilkan grafik occupancy minggu lalu, ADR per segmen, RevPAR vs budget, dan daftar guest complaints dari 3 properti. Angka-angka tetap detail dibaca, pertanyaan dilontarkan cepat, dan tentu saja email berisi revisi SOP serta action plan untuk tiap department head sudah menanti mereka di depan mata.“Mau nge-date, toh.” Gio, sekretaris pribadi Adrian menyindir saat mengantar bosnya ini ke tempat tujuan.Adrian yang sedang memeriksa beberapa pesan di ponselnya langsung mengangkat wajah.“Hanya tetangga komplek yang pernah bantu kasus hukum perusahaan salah satu kenalanku. Udah nikah juga. Jangan mikir macam-macam.” Cincin yang melingkar di jari manis Cassandra cukup jadi penanda status pengacara satu ini.**
Terakhir Diperbarui: 2026-10-15
Chapter: Bab 6: Mengambil Tindakan“Aku punya satu nama. Haris Wijaya. Mantan pegawai catatan sipil. Selidiki di mana dia sekarang, sejak kapan keluar dari sana, dan siapa yang masih berhubungan dengannya. Selidiki apa pun yang terkait dengannya, sekecil apa pun.”Cassandra mematikan sambungan telepon ke Gia. Asisten sekaligus ketua tim investigator internal firma hukumnya yang paling bisa diandalkan. Ia tahu tidak boleh buang-buang waktu. Sembari Gia mencari informasi keberadaan Haris, ia tahu tempat mana yang harus ia tuju selanjutnya.Kantor PT Prava Food.Singkatan dari Pratama Hanjaya dan Valencia Hanjaya. Orang tua Cassandra mendirikan perusahaan healthy fast food sehat dan berhasil membangun bisnisnya menjadi jaringan nasional. Setelah keduanya meninggal, sebagai anak tunggal Cassandra mewarisi saham atas nama mereka. Namun, karena sejak awal fokus mengejar impiannya di bidang hukum dan tak punya keahlian di bidang bisnis makanan, Cassandra menyerahkan manajemen perusahaan ke pihak profesional. “Hai, Dam. Kamu
Terakhir Diperbarui: 2026-10-10
Chapter: Bab 5: Pernikahan yang Tidak Pernah AdaMungkin masih sekitar pukul tujuh pagi, kantor catatan sipil itu masih tampak sepi. Hanya ada beberapa kursi kosong di ruang tunggu, suara pendingin ruangan yang terdengar samar, serta bunyi ketikan dari balik loket yang sesekali memecah kesunyian.Cassandra sengaja datang sangat pagi. Pelajaran hidupnya sebagai pengacara mengatakan untuk mengumpulkan bukti secepatnya selagi "kasus" masih hangat. Prinsip yang selama ini ia gunakan untuk menangani perkara orang lain harus ia terapkan pada hidupnya sendiri.Dan ironisnya, ia harus memastikan apakah dirinya sedang menjadi korban penipuan, pemalsuan dokumen, atau sesuatu yang jauh lebih besar.Cassandra berdiri di depan loket dengan telapak tangan yang dingin. Ia sudah menyiapkan pertanyaan sejak berangkat, tetapi kini kalimatnya terasa berat di lidah.Ia menarik napas, lalu berkata, “Saya ingin menanyakan legalitas dokumen pernikahan atas nama Cassandra Alena Hanjaya dan Damar Arya Satya.”Petugas loket mengernyit, lalu mengetikkan sesua
Terakhir Diperbarui: 2026-10-08
Chapter: Bab 4: Merencanakan PembalasanPonsel Cassandra bergetar dari dalam tas di atas kursi penumpang. Sebuah notifikasi transaksi masuk dari rekening gabungan miliknya dan Damar. Notifikasi yang biasanya hanya Cassandra abaikan.Transaksi berhasil — Meatman SteakhouseCassandra mengernyit. Ia membuka detail transaksi dan membaca nominalnya sekali lagi. Jumlah transaksinya terlalu besar. Mencapai dua digit.Selama ini, Cassandra tidak pernah terlalu teliti memeriksa pengeluaran dari rekening gabungan mereka. Ia dan Damar sama-sama memiliki penghasilan, dan ia tidak merasa perlu mengawasi setiap transaksi suaminya. Ia percaya Damar akan menggunakan uang mereka dengan bijak.Namun, setelah kejadian malam ini, kepercayaan itu terasa seperti kebodohan yang baru disadarinya sendiri.Cassandra membuka riwayat transaksi beberapa bulan terakhir. Ada pengeluaran di sejumlah restoran mahal, butik, dan toko barang mewah. Beberapa nominalnya bahkan jauh lebih besar daripada yang biasa mereka keluarkan untuk kebutuhan bulanan.Ia men
Terakhir Diperbarui: 2026-10-07
Chapter: Bab 3: Pertemuan dan Tawaran“Anda Pak Adrian?”Adrian mengangguk. “Bu Cassandra tinggal di komplek apartemen ini?”Cassandra sempat terdiam. Ia tidak menyangka akan bertemu Adrian lagi di tempat seperti ini. Selama ini, ia tidak pernah menyadari bahwa pria itu tinggal di gedung yang sama dengannya.“Bapak tinggal di sini juga?”“Iya. Sepertinya kita hanya kurang beruntung karena baru bertemu sekarang.” Adrian tersenyum kecil. “Atau mungkin saya yang kurang memperhatikan lingkungan sekitar.”Cassandra membalas senyumnya sekilas. Ia ingin segera mengakhiri percakapan dan masuk ke mobil, tetapi Adrian sempat memperhatikan ada yang tidak beres di wajah Cassandra.“Maaf kalau saya lancang, Bu Cassandra. Apa Anda baik-baik saja?”“Ya, tentu." Cassandra segera menundukkan wajahnya yang tentu masih kacau. Berpura-pura sibuk merapikan tali tasnya. "Saya hanya sedikit lelah.”Namun, Adrian jelas tidak langsung percaya. Mata Cassandra tampak sembap, dan ada bekas air mata yang belum sepenuhnya hilang di pipinya. Ia tidak b
Terakhir Diperbarui: 2026-10-06