BERTUKAR RANJANG

BERTUKAR RANJANG

last updateLast Updated : 2026-07-10
By:  Chana LeeUpdated just now
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
Not enough ratings
10Chapters
12views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Istrinya ditukar di depan matanya dan tanpa persetujuannya. Tidak ada satu pun di rumah  itu yang menganggap Bara punya hak untuk menolak. Bara harus merelakan istrinya yang bernama Helend digeser begitu saja ke pria lain yang bernama Jodi yang merupakan suami Anjani, wanita bercadar  yang merupakan kakaknya Helend. Sementara  Bara harus rela menjadi suami Anjani ,Kakak kandung  istrinya yang bercadar itu yang diketahui mandul. Bara tidak langsung marah. Ia hanya diam, karena sejak awal ada sesuatu yang terasa janggal dari cara semua orang di ruangan itu memperlakukannya—seolah keberadaannya tidak pernah benar-benar dihitung. Sampai sebuah fakta tentang identitas Bara tiba-tiba terkuak. Bara ternyata  merupakan pewaris orang terkaya di negeri ini, sekaligus termasuk orang terkaya ketiga di Asia dan kelima di dunia versi daftar kekayaan global yang selama ini tidak pernah ia kaitkan dengan dirinya sendiri. Namun sebelum itu sempat benar-benar dicerna, pukulan datang dari arah yang tidak terduga, membuatnya langsung kehilangan kesadaran. Saat Bara sadar kembali, semuanya sudah berubah. Posisi ranjang sudah berubah, Helend sudah di ranjang Jodi yang menggantikannya, sementara Bara telah di ranjang Anjani wanita bercadar yang merupakan kakak kandung istrinya yang wajahnya belum sekali pun pernah bara  lihat. Konon katanya wajah Anjani buruk ini rupa. Tapi, ternyata tanpa mereka ketahui bahwa di balik cadar itu sebenarnya tersimpan wajah cantik secantik ribuan bidadari.

View More

Chapter 1

Bab 1. BERTUKAR RANJANG

Ruang keluarga besar keluarga Braja sore itu terasa tenang, tapi justru ketenangan itu membuat suasananya terasa tegang , terlebih untuk Bara yang merupakan menantu miskin yang kalah jauh dengan Jodi yang katanya merupakan anak orang terkaya di kota ini..

Bara duduk dengan hati tak karuan dan ketegangan yang melanda.

Di hadapannya, Tuan Braja, menantunya duduk di kursi utama.

Lelaki tua itu tidak perlu meninggikan suara untuk membuat orang lain segan. Cukup dengan duduk dan menatap saja, suasana sudah terasa berat.

Di sisi kanan Tuan Braja, Helend duduk.

Helend adalah istri Bara. Cantik, tenang, dan selalu terlihat rapi. Helend ini disebut-sebut sebagai putri keluarga Braja yang paling berkualitas, selain cantik, ia juga punya tubuh bagus, dan pendidikan tinggi di luar negeri. Tapi ia pun disebut putri yangkurang beruntung karena menikahi lelaki miskin seperti bara. Berbeda dengan Anjani Kakak kandungnya yan katanya berwajah buruk hingga wajahnya ditutupi cadar, tapi Anjani disebut beruntung punya suami anak orang terkaya di kota ibu yang bernama Jodi. Pernikahan Anjani dan Jodi membuatkerjasama bisnis yangmenguntungkan untuk keluarga Braja. Tapi beberapa hari lalu hasil pemeriksaan menyebutkan bahwa Anjani diketahui mandul sehingga. Anjani dan Jodi tak Mungin punya keturunan. Jodi yang dituntut keluarganya untuk punya keturunan awalnya nemutuskan untuk menceraikan Anjani sekaligus memutus kerjasama bisnis dengan seluruh perusahaan Braja milik mertuanya.hal l itu sontak membuat Tuan Braja , sang tetua keluarga Braja merasa gusar. maka dari itu Tuan Brajad memanggil kedua putri beserta suaminya untuk memutuskan sesuatu.

aTuab Braja duduk di kursi utama dengan wibawa yang kuat meskipun usianya sudah tak muda lagi

Di sisi kiri Tuan Braja, Anjani putri pertama yang mengenakan cadar itu duduk diam.

Wajahnya tertutup cadar, hanya matanya yang terlihat. Dia dikenal sebagai wanita yang “beruntung” karena menikah dengan anak orang terkaya yang menguasai separo bisnis di kota kecil ini. Lelaki itu bernama Jodi.

Dan Jodi sekarang duduk di samping Bara.

Dia adalah menantu yang dibanggakan keluarga Braja. Anak orang kaya, meski tidak setampan bara, tapi harta dan kedudukan yang dimiliki Jodi, membuat dirinya terlihat percaya diri, dan jelas terlihat nyaman berada di sana.

Sementara Bara…

Dia hanya duduk di sampingnya, terlihat paling sederhana di antara semuanya.

Meski sebenarnya dia bertubuh tegap dan wajahnya tampan, statusnya sebagai satpam bank dan suami dari keluarga ini membuatnya selalu dipandang rendah.

Tak lama kemudian, Tuan Braja akhirnya bicara.

‘’Helend, menurut hasil pemeriksaan dokter, ternyata ANJANI, kakakmu itu mandul, sementara Jodi suaminya dan keluarganya membutuhkan garis keturunan sebagai pewaris mereka.karena itu, jodi memutuskan untuk menceraikan kakakmu. jika Jodi menceraikan kakakmu. Ini benar-benar bencana untuk bisnis keluarga kita. kita berada pada posisi yang tak mudah Tapi, Ayah sudah menemukan jalan keluarnya, ayah harap kalian paham dan menerima semua keputusan yang berat ini.," ujar Tuan Braja dengan suara berat.

di saat itu, suasana seketika terasa menegangkan. Bara, suami Helend yang selama ini selalu dihina dan direndahkan karena miskin duduk di kursinya dengan tenang, namun matanya terus menangkap detail kecil di ruangan itu—cara Helend menarik napas lebih dalam dari biasanya, cara Tuan Braja tidak benar-benar menatap semua orang secara setara, dan cara Jodi duduk dengan ketenangan yang terasa terlaluangkuh untuk sebuah percakapan keluarga biasa.

Di dalam pikirannya, Bara mulai merasakan sesuatu yang tidak nyaman. Bukan sekadar firasat, tapi lebih seperti kesadaran bahwa ia sedang berada di tengah percakapan yang hasil akhirnya sudah ditentukan bahkan sebelum ia hadir di sana.

"Jalan keluar apa?" tanya Helend.

"Helend... Ayah ingin kau berpisah dengan Bara dan Bara menikahi Anjani, kakakmu," jawab Tuan Braja setelah menarik napas panjang.

"Ayah gila?" seru Helend sambil berdiri.

Tentu saja ia tak menyangka papanya memutuskan hal segila itu, bagaimana bisa ia menikahi njodi yang detik ini masih berstatus suami Anjani, kakaknya yang bercadar itu.

"Ayah tidak bercanda," tegas Tuan Braja pelan.

"Kalau ini lelucon, ini tidak lucu!" balas Helend dengan mata yang mulai berkaca-kaca.

"Aku yang meminta ini," sambar Jodi sambil berdiri

dengan tenang dari kursinya.

"Kau serius?" tanya Anjani sambil menatap tajam Jodi yang kini masih berstatus suaminya.

"Keluargaku, keluarga Anggara membutuhkan penerus.” tegas Jodi sambil menepuk Dadanya penuh kebanggaan.

"Aku sudah memikirkan semuanya,"imbuh Tuan Braja sambil menatap kedua putrinya secara bergantian.

"Memikirkan semuanya?"timpal Anjani dengan suara yang terdengar mulai bergetar.

"Termasuk menghancurkan perasaan aku sebagai putrimu?" Sambar Anjani terlihat berusaha memberanikan diri karena ia tak rela jika Jodi, suaminya jadi milik Helend yangxmerupakan adik kandungnya.

" ini sudah ketelaluan!" celetuk Bara tanpa sadar sambil menggelengkan kepalanya

celetukan Bara itu membuat Jodi langsung menoleh dan terbelalak.

"Kamu pria tidak berguna tidak punya hak untuk bicara! saya sudah menjelaskan konsekuensinya," timpal Jodi sambil menunjuk batang hidung Bara yang lancip sempurna.

" dasar binatang! pekik Bara yang sedikit hilang kesabarannya kepada Jodi.

Jodi langsung terbelalak, matanya melotot menatap Bara

“ maaf, aTuan Braja, apa kontribusi dia untuk keluarga ini!” lanjut Jodi sambil menunjuk Bara dan menoleh kepada Tuan Braja.

“ tidak ada, " jawab Tuan Braja dengan tegas.

Mendengar hal itu Jodi langsung mendekati bara dan...

CIH!

Jodi langsung meludahi dada bara dengan cairan kental dari mulutnya kemudian berkata, “ orang miskin, dasar sampah!” sentak Jodi sambil mendorong leher Bara hingga bara mundur satu langkah.

"Ayah..." Helend menatap ayahnya. "Apa yang sebenarnya terjadi?"

"Dengar,Nak!Kalau kita kehilangan Jodi, maka sebagian besar bisnis keluarga kita akan runtuh," jawab Tuan Braja dengan wajah muram.

“jadi daripada kita hancur karena kehilangan Jodi. Alangkah baiknya kalian bertukar posisi. Helend menjadi milik Jodi. Dan Anjani, akan menikah dengan Bara yang gak guna itu,” jelas Tuan Braja dengan perlahan dan hati-hati.

Bara tetap diam. Namun di balik ketenangan wajahnya,

Bara merasakan ada sesuatu yang sedang “menggeser posisinya” tanpa ia diberi pilihan untuk menolak.

Namun sebelum ia sempat menarik kesimpulan dan bereaksi lebih jauh untuk menghajar Jodi sebagai balasan atas tindakannya yang telah meludahinya, tiba-tiba saja ponsel Bara bergetar.

Bara menunduk, membuka pesan yang baru masuk, lalu membacanya perlahan.

[Tuan Bara akhirnya kami menemukan Anda, ayahmu sakit keras dan Anda harus segera pulang,Tuan muda!]

Untuk sesaat, ruangan itu terasa lebih sempit.

Panggilan itu… TUAN MUDA merupakan panggilan yang sama sekali belum pernah didapatkan oleh Bara yang hanya dikenal sebagai satpam miskin dan menantu tidak berguna dan sampah di keluarga Braja.

Belum sempat pikirannya menyambung makna dari kalimat itu, sebuah gerakan datang terlalu cepat dari sisi ruangan.

BRAK.

Sebuah pukulan keras menghantam Bara tanpa peringatan. Tubuhnya tersentak, kursinya bergeser kasar. Sebelum ia sempat mengangkat tangan atau bereaksi, pukulan kedua menyusul lebih brutal, membuat Bara pingsan dan hilang kesadaran.

mata Bara terpejam dan Suara di ruangan itu memudar.

Pandangan Bara mulai kabur dan perlahan menjadi gelap.

Bara jatuh terkulai tak sadarkan diri, tapi ingatan bawah sadarnya mengingat sebuah pesan si ponselnya ...

[uan MUDA , kami akhirnya menemukan Anda. Anda harus segera pulang]

bunyi pesan yang muncul di layar ponsel Bara tadi masih terngiang di ingatan bawah sadar Bara.

Hibgga tiba-tiba tiba saja sebuah suara membuatnya setengah kembali ke kesadaran penuhnya.

"Bara..."

Suara lembut seorang wanita menyambutnya dan menyadarkannya, dengan perlahan netra bara mencari sumber suara hingga netranya berhenti pada sosok wanita bercadar yang tengah duduk angyn di kursi samping ranjang.

Bara semakin membuka mata.

"Kau akhirnya sadar," lanjut wanita bercadar itu dengan suaraserak.

"Apa yang terjadi?" tanya Bara sambil mencoba

duduk.

"Ayah sudah mengambil keputusan," ucap wanita bercadar itu yang sudah pasti Anjani, sang kakak iparnya.

Suara Anjani terdengar lirih, wanita bercadar iruenundukkan kepala sesaat.

"Mulai malam ini, aku adalah istrimu. Perlakukan lah

aku selayaknya istrimu!," kata Anjani sambil menatap Bara dengan matasembap.

“ Tidak!” pekik Bara yang mengingat istrinya.

“ Kamu pikir aku mau nikah sama kamu yang miskin aku juga terpaksa, jangan ge'er dulu! “ sambar Anjani sambil bangkit dan beralih duduk di atas ranjang tepat di samping Bara.

Aroma tubuh Anjani langsung menguarkan di hidung Bara.

“ tapi, sebagai anak, aku harus patuh sama orang tua.

“ Malam ini ... Jika kamu mau, aku relakan tubuhku untukmu, “Lanjut Anjani sambil menoleh dan mendekatkan wajahnya ke wajah bara.

perlahan jari lentik Anjani menarik kain cadar untuk membuka kain penutup wajahnya di hadapan Bara.

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

No Comments
10 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status