Kumanfaatkan Status Istri Palsu untuk Membalas

Kumanfaatkan Status Istri Palsu untuk Membalas

last updateTerakhir Diperbarui : 2026-10-15
Oleh:  Anshana MiraBaru saja diperbarui
Bahasa: Bahasa_indonesia
goodnovel16goodnovel
Belum ada penilaian
7Bab
6Dibaca
Baca
Tambahkan

Share:  

Lapor
Ringkasan
Katalog
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi

Cassandra mengira ia memiliki pernikahan yang bahagia, sampai mengetahui suaminya berselingkuh dengan sahabatnya sendiri. Lebih buruk lagi, pernikahan yang selama ini ia yakini ternyata palsu. Akta nikahnya hanyalah tipuan. Sebagai pengacara, Cassandra tahu dirinya telah ditipu. Namun, alih-alih membongkar semuanya, ia memilih diam dan tetap memainkan peran sebagai istri. Kali ini, ia akan memanfaatkan status istri palsunya untuk membalas. Satu per satu, ia menyusun langkah agar orang-orang yang mengkhianatinya membayar semua yang telah mereka lakukan. Mereka mengira Cassandra hanyalah korban yang bisa dibohongi. Mereka belum tahu permainan siapa yang sebenarnya sedang mereka hadapi.

Lihat lebih banyak

Bab 1

Bab 1: Pengkhianatan di Rumah Sendiri

Cassandra tidak pernah berpikir ia akan memergoki suaminya malam ini.

Tubuh Cassandra sangat lelah, sendi-sendi dan tulangnya kaku. Sudah beberapa hari ia lembur di firma hukumnya untuk menangani kasus klien yang cukup rumit. Hampir setiap hari ia pulang larut, menghabiskan waktu berjam-jam di depan berkas. Beberapa malam terakhir, bahkan percakapan dengan suaminya pun hanya berlangsung beberapa menit.

Rindu.

Satu kata yang saat ini memenuhi rongga dada Cassandra.

Rasanya sudah seabad ia tidak banyak berkomunikasi dengan Damar. Mereka praktis hanya bertemu sebentar di pagi hari. Saat Cassandra pulang dini hari, suaminya sudah tertidur lelap. Kadang ia hanya melihat punggung Damar ketika masuk kamar.

Malam ini ia ingin mengubah itu.

Kotak makanan yang dibawanya masih hangat. Cassandra ingat Damar pernah memuji restoran kecil itu berulang kali. Karenanya, ia sengaja mampir sebelum pulang tanpa mengirim pesan pemberitahuan seperti biasanya. Ia ingin melihat wajah kaget Damar ketika pintu dibuka. Mungkin setelah makan malam, mereka bisa berbicara dan duduk bersama sedikit lebih lama.

Namun, alih-alih memberikan kejutan, justru Cassandra menjadi pihak yang terkejut.

“Dia masih belum tahu, kan?”

Langkah Cassandra berhenti di ambang pintu ketika mendengar suara Meira, sahabatnya sejak masa kuliah. Entah bagaimana, pintu apartemen mereka kebetulan tidak tertutup sempurna.

Cassandra mengerutkan kening. Meira ada di sini?

Bukannya curiga, ia justru berpikir mungkin Damar sedang menyiapkan kejutan ulang tahun pernikahan mereka beberapa hari lagi dengan bantuan Meira. Cassandra hampir tersenyum.

“Jangan bicara terlalu keras," jawab Damar.

“Kenapa? Takut ketahuan istri?” Meira tertawa pendek.

Nada mengejek itu membuat senyum Cassandra perlahan menghilang.

“Takut? Sudah bertahun-tahun kita berhubungan, dia gak curiga sama sekali.”

Perkataan Damar membuat Cassandra berhenti bernapas.

Bertahun-tahun ... apa?

Meira bergelayut manja, melayangkan kecupan ringan ke leher Damar. Damar membalas dengan mengeratkan pelukan ke pinggang Meira.

“She loves you so much. But little did she knows, you always choose me over her.”

Cassandra menatap lurus ke dalam ruangan. Dunia seolah berhenti bergerak.

Kuah panas merembes dari kotak makanan dan mengenai jarinya. Kulitnya memerah, tetapi Cassandra tidak merasakan apa-apa. Yang ia rasakan justru dingin. Sangat dingin.

Laki-laki yang setiap pagi masih diciumnya sebelum berangkat kerja. Laki-laki yang ia tunggu untuk mengobrol setiap malam. Laki-laki yang beberapa jam lalu masih ia rindukan sampai sengaja membeli makanan kesukaannya. Ternyata selama ini bermain api di belakang bersama Meira.

Meira, perempuan yang pernah Cassandra percayai untuk mendengar semua keluh kesahnya. Perempuan yang tahu bagaimana ia bertemu Damar, bagaimana ia jatuh cinta, dan bagaimana Cassandra mempertahankan pernikahan mereka ketika pekerjaan membuatnya hampir tidak punya waktu.

Meira tahu semua dan tetap memilih mengambil Damar darinya.

“Damar,” kata Meira lebih pelan. “Tapi aku capek main kucing-kucingan begini.”

“Jangan khawatir, Sayang. Setelah semua selesai, aku akan menceraikannya.”

Mereka saling bertatapan, jarak di antara keduanya nyaris tidak ada. Damar melayangkan kecupan di bibir Meira yang disambut rengkuhan Meira ke leher Damar. Bibir mereka bertaut dalam kecupan panjang yang penuh gairah, seolah-olah hari esok tidak pernah ada.

Cassandra memejamkan mata, memastikan dirinya tidak masuk ke dalam ruangan itu dan melakukan sesuatu yang akan ia sesali. Ia bisa saja masuk. Ia bisa membuka pintu lebar-lebar, meneriakkan nama mereka, melemparkan makanan ke wajah Damar.

Sebagian dirinya ingin membuat suara sebesar mungkin agar keduanya tahu bahwa ia telah mendengar semuanya.

Tetapi untuk apa? Agar Damar punya kesempatan untuk berlutut, menangis, lalu mengatakan bahwa ia khilaf? Agar Meira menangis mengatakan bahwa semua ini terjadi tanpa sengaja?

Tidak.

Cassandra tidak ingin mendengar alasan klasik semacam itu.

“Menceraikan?” Meira terkekeh setelah pagutan mereka lepas. “Memangnya kalian pernah benar-benar menikah?”

“Ha-ha.” Damar ikut tertawa. “Aku juga masih gak nyangka. Berhasil mengelabui pengacara yang katanya hebat itu dengan akta pernikahan palsu.”

Cassandra tidak percaya apa yang baru saja didengarnya.

Apa? Akta pernikahan palsu?

Fakta baru ini terasa lebih menyakitkan daripada pengkhianatan. Pernikahan mereka, janji yang pernah diucapkan, tanda tangan, dan dokumen yang selama ini ia anggap sebagai bukti bahwa mereka adalah suami istri, ternyata hanya kepalsuan?

Ia seorang pengacara, menghabiskan hidupnya mempercayai dokumen, bukti, dan fakta. Namun, orang yang paling ia percaya justru berhasil menipunya di bidang keahliannya sendiri.

Suara Meira terdengar lagi.

“Dia terlalu cinta kamu, makanya jadi bodoh.”

Suara tawa kemenangan mereka menggema bersama dentingan gelas wine yang beradu.

Cassandra memilih mundur. Satu langkah, kemudian satu langkah lagi. Ia menutup pintu perlahan tanpa bunyi.

Konfrontasi langsung hanya akan memberi mereka kesempatan untuk menyamakan cerita. Mereka akan punya waktu untuk menyusun kebohongan baru. Mereka akan saling melindungi.

Cassandra tidak mau memberi mereka kesempatan itu.

Berani-beraninya kalian membodohiku dengan status istri palsu. Akan kubalas. Istri palsu ini akan membalas sebelum kalian sadar kebenaran sudah terungkap.

Cassandra menyeka sisa kuah dari tangannya, lalu berjalan menuju lift. Setiap langkah terasa menyakitkan, seperti menginjak bagian kecil dari kehidupan yang baru saja ia pahami sebagai kebohongan.

Jarak yang tidak jauh itu mendatangkan berbagai ingatan masa lalu. Para pengkhianat yang sempat ia sebut sebagai rumah.

Tampilkan Lebih Banyak
Bab Selanjutnya
Unduh

Bab terbaru

Bab Lainnya

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

Tidak ada komentar
7 Bab
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status