Resep Cinta Miri
Miri, seorang pastry chef yang bermimpi untuk membuka toko kue bersama tunangannya, Baskara, terjebak dalam tekanan sang nenek: jika di usia 30 tahun belum menikah, maka ia akan kehilangan hak atas harta warisan.
Belum lagi kehadiran Arman, si paman tiri yang misterius dan penuh pesona, menggoyahkan pandangan Miri tentang cinta dan komitmen pada pernikahan.
Di tengah persiapan pernikahan, Baskara justru mulai menjauh dan menyimpan rahasia yang dapat menghancurkan masa depan mereka.
Seperti tiramisu yang berlapis, Miri pun harus memilih: menjalani manis dan pahitnya demi mewujudkan toko impian atau menghadapi lukanya satu demi satu agar mendapat cinta yang sempurna.
읽기
Chapter: Bab 86. Dua Garis Biru“Gimana dengan yang ini?” tanya Miri, sambil berputar di depan cermin.Ia mengenakan sebuah gaun pengantin berwarna putih gading, dengan rok panjang satin bentuk A-line yang jatuh lemas ke lantai. Bagian dadanya berbentuk tube, dengan aksen mote berkilauan.Jihan, sambil mencubit dagu, mengamati sahabatnya dalam tatapan serius. Ia menilai gaun itu dari kepala hingga ujung kaki, lalu menggeleng.“Terlalu santai, Mir. Mungkin kalau garden party bakalan cantik banget,” ujarnya.“Anehnya, aku juga berpikir begitu,” balas Miri.Ia membuang napas panjang. Ini sudah ketiga kalinya ia mencoba gaun pengantin di butik incaran. Namun, hasilnya masih nihil.
최신 업데이트: 2026-08-01
Chapter: Bab 85. Dilema Arman“Ngapain kamu di sini?” celetuk Wisnu, muncul dari balik punggung Arman.Arman menoleh, melihat seniornya berjalan mendekat. Tanpa kata, ia kembali mengamati pemandangan kota Jakarta dari rooftop kantor Arkate.Teriknya matahari memanggang puncak kepala, tapi Arman masih betah berlama-lama di tempatnya bersandar. Sikunya bertumpu pada puncak parapet setinggi dada. Angin yang panas menerpa wajahnya, menjaga kesadaran Arman.“Nggak ngapa-ngapain. Lagi santai aja,” jawab Arman santai.Saat berdiri di sisi Arman, Wisnu membuka sekaleng kopi dingin di tangan. Ia meletakkan satu kaleng lagi yang masih utuh di dekat lengan Arman.Dari sudut matanya, Arman tahu Wisnu sedang memindai perangainya. Saat Arman bersiap menerima gerutunya, Wisnu justru turut memandang kaki langit Jakarta. Gedung-gedung tinggi muncul seperti menara pertahanan, menghalangi pandangan mereka dari keteduhan kota yang mulai jarang.“Kayaknya bakal ujan, nih.”Wisnu mendongak, memandang barisan awan putih yang membentang
최신 업데이트: 2026-08-01
Chapter: Bab 84. Jawaban yang Miri Butuhkan“Boleh aku menginap malam ini?” bisik Miri di bibir Baskara.Tubuhnya bersandar pada daun pintu, sementara Baskara merangkulnya erat. Ia mengaitkan helaian rambut Miri ke balik telinga, lalu tersenyum lembut.“Tentu saja, Sayang. Aku nggak mungkin izinin kamu pulang sendirian malam-malam gini,” balas Baskara.Ia mendaratkan ciuman lagi di bibir Miri, mengangkat tubuhnya. Miri merasa ringan dalam dekapan kekasihnya, pasrah saat dibopong ke sofa. Miri berbaring, Baskara naik ke atasnya.Aroma shampo melekat di setiap helai rambut Baskara yang lembut. Miri mendesah, sensasi yang menggetarkan hatinya ketika sang kekasih menciumi lekukan lehernya. Lengan Miri memeluk lehernya erat.“Bas,” panggi
최신 업데이트: 2026-07-31
Chapter: Bab 83. Miri Memastikan SendiriSetelah makan siang mereka, Miri dan Arman kembali ke kamar inaap Nenek Aisha. Keduanya berusaha tampil baik-baik saja, terutama Arman. Ia masih semringah, menghibur Nenek Aisha dengan cerita lucu.“Arman …” panggil Miri, tapi bibirnya tak bisa melanjutkan kata lebih dari itu.Saat Miri mengantarnya ke pintu kamar, Arman melemparkan senyum singkat. Miri melewatkan kesempatan untuk meminta maaf jika ada kata-katanya yang menyinggung. Sikap Arman yang kembali seperti biasa membuat rasa bersalah itu kian menumpuk.“Miri!”Suara itu memecahkan ingatan Miri.Ia tersentak bangun, menyadari dirinya tak lagi di rumah sakit. Suara wajan yang beradu dengan sudip, air mendidih, dan piring bertumpuk di bak cuci. Miri telah kembali ke restoran, mengisi shift malam.“Mana tiramisu untuk meja nomor tiga?!” teriak Chef Dom sambil menggebrak meja.“Maaf! Tiga detik, Chef!” balas Miri.Suara sang kepala koki membahana dari meja depan, bersambung dengan umpatan panjang dalam bahasa Itali. Miri merataka
최신 업데이트: 2026-07-31
Chapter: Bab 82. Miri dan Arman Beradu“Setelah ini kamu balik ke restoran?” tanya Arman, menyuapi diri dengan segunung nasi bersama potongan daging.“Iya,” jawab Miri.Ia mengaduk isi kotak bentonya, menyatukan potongan ayam, nasi dan sayuran. Setelah menelan makanannya, Miri lanjut bicara.“Untuk sementara, aku cuma ambil shift malam. Gajiku kepotong, sih, tapi ya sudahlah. Kasian kalau Citra harus jaga terus-terusan di rumah sakit. Jadi, biar Citra jaga malam, aku jaga pagi,” ucapnya.Dahi Arman mengerut.“Emang nggak ada orang lain yang bisa dimintain tolong?” tanyanya.“Saudara-saudara Nenek tinggal di luar kota. Mereka juga udah sepuh. Aku nggak dekat dengan s
최신 업데이트: 2026-07-30
Chapter: Bab 81. Waktu Miri Bersama Arman“Miri. Temenin Arman cara makan sana. Kamu juga pasti lapar, kan?” panggil Nenek Aisha, menoleh ke sisi Miri.Miri sedang asyik membolak-balik halaman majalah rumah sakit ketika sang nenek memanggilnya. Ia mengerutkan kening. Dalam waktu dua jam, Arman telah menjadi kesayangan baru sang nenek.Menjelang jam makan siang, perut Arman mulai keroncongan. Di saat obrolannya dengan Nenek Aisha sedang seru-serunya, suara perutnya nyaring, memecah suasana. Arman tersipu. Naluri keibuan Nenek Aisha pun bangkit.“Biar saya cari makan sendiri aja, Nek. Miri bisa tinggal di sini menemani di kamar,” sahut Arman.Nenek Aisha menggelengkan kepala.“Kalian pergi berdua aja sana. Nggak enak makan sendirian.
최신 업데이트: 2026-07-30