Chapter: Bab 5 – Topeng yang DipertahankanDalam diamnya Arsen berfikir tentang Naila. entah kenapa, insting yang selama ini membuatnya mengambil keputusan investasi bernilai miliaran rupiah terus mengatakan hal yang sama. Ada sesuatu yang tidak sesuai. Seorang wanita yang mempunyai kemampuan seperti Naila seharusnya jauh lebih dikenal di dunia bisnis. Tetapi saat ia mencoba mencari informasi tentang Naila, hanya sedikit hal yang berhasil ditemukan."Itu yang ingin aku cari tahu tentangnya," jawab Arsen akhirnya.Asistennya mengangguk pelan."Baik, Pak. Saya akan mulai mencari informasinya."Arsen kembali menyandarkan tubuhnya ke kursi. Namun sebelum menutup berkas di tangannya, pandangannya sekali lagi jatuh pada nama yang tercetak di bagian atas halaman. Naila Pradipta.Sudut bibirnya terangkat tipis. "Aku harap instingku kali ini salah," gumamnya pelan."Tapi kalau ternyata benar ….”Kalimat itu terputus begitu saja.Arsen tidak melanjutkannya. Namun tatapannya menunjukkan sesuatu yang tidak bisa dijelaskan dengan kata-kat
Last Updated: 2026-06-19
Chapter: Bab 4 - Pertemuan yang mengusikSuara sang sekretaris membuat langkah Naila terhenti di tengah koridor. Wanita itu segera menyusul sambil membawa tablet di tangannya. Beberapa staf yang berlalu-lalang di sekitar mereka tampak sibuk dengan pekerjaan masing-masing."Ada yang perlu dibahas?" tanya Naila tenang."Sebenarnya bukan soal pekerjaan, Nona," jawab wanita itu sambil tersenyum kecil.Naila mengangkat alis tipis. "Lalu?""Anda belum makan siang,” ucap sekretarisnya mengingatkan. Naila sempat terdiam sebelum terkekeh pelan. "Jadi sekarang Anda mengawasi jadwal makan saya?""Seseorang harus melakukannya, Nona," balas sang sekretaris dengan nada bercanda.Senyum tipis akhirnya muncul di wajah Naila. "Baiklah. Tolong pesan seperti biasa saja ya.""Dengan senang hati, Nona,” balasnya cepat. Naila melanjutkan langkah menuju ruang kerjanya. Saat pintu itu terbuka, hamparan pemandangan kota langsung terlihat dari balik dinding kaca yang menjulang tinggi. Gedung-gedung besar berdiri megah di bawah matahari yang terik,
Last Updated: 2026-06-19
Chapter: Bab 3 - Dunia yang Berbeda"Apa ini?" tanya Naila pelan sambil mengangkat pandangannya dari dokumen yang baru saja dilihat.Suasana ruang rapat mendadak menjadi hening. Beberapa direktur yang sejak tadi memperhatikan proses presentasi saling bertukar pandang, sementara investor yang duduk di seberang meja hanya menyandarkan punggungnya ke kursi dengan ekspresi tenang. Seolah-olah pria itu memang sudah menunggu pertanyaan tersebut sejak menyerahkan dokumen kepada Naila."Itu proposal tahap kedua proyek yang sedang kami pertimbangkan," jawab investor itu sambil melipat kedua tangannya di depan dada. "Namun sebelum melangkah lebih jauh, saya ingin mengetahui bagaimana Anda melihat peluang dan resikonya.”Naila tidak langsung memberikan jawaban. Tatapannya kembali turun ke dokumen yang berada di tangannya. Ia membaca beberapa halaman berikutnya dengan teliti, memperhatikan setiap angka, grafik, dan catatan kecil yang mungkin terlewat oleh orang lain. Semakin lama membaca, semakin jelas bahwa proposal tersebut bukan
Last Updated: 2026-06-19
Chapter: Bab 2 - Hidup Yang terlihat biasaNaila membaca pesan terakhir itu beberapa kali. Tatapannya tetap tenang, tetapi jarinya berhenti bergerak di atas layar."Mohon konfirmasi kehadiran Anda. Investor utama meminta CEO hadir secara langsung,” Bunyi pesan dari timnya. “Saya akan datang,” balasnya singkat. Tak butuh waktu lama hingga ponselnya bergetar, menampilkan pesan baru. “Baik, Bu. Semua sudah kami siapkan.”Naila mengunci layar ponselnya perlahan. Ekspresinya masih terlihat tenang, tetapi sorot matanya tidak lagi sama. Karena besok pagi, dunia yang selama ini ia sembunyikan memanggilnya.***Keesokan paginya, kehidupan Naila kembali berjalan seperti biasa. Rumah sederhana yang ditempatinya masih dipenuhi suasana tenang seperti hari-hari sebelumnya. Dari dapur, aroma teh hangat dan roti panggang mulai menyebar ke seluruh ruangan, sementara suara berita pagi terdengar pelan dari televisi di ruang tengah.Naila keluar dari kamarnya setelah selesai bersiap. Ia mengenakan kemeja putih polos dan celana cutbray hitam yan
Last Updated: 2026-06-19
Chapter: Bab 1 - Perbandingan yang tak pernah usaiSuasana hangat rumah nenek justru terasa dingin bagi Naila. Acara keluarga selalu menjadi panggung cerita siapa yang paling berhasil. Seseorang selalu diagungkan, menjadi contoh kesuksesan yang dipamerkan.Malam itu lampu ruang tamu menyala terang, suara tawa memenuhi ruangan, aroma masakan rumahan menyelimuti udara, dan percakapan saling bersahutan tanpa henti. Semua tampak hangat... seperti keluarga yang sempurna. Bagi orang lain, suasana di rumah itu mungkin merasakan hangatnya keluarga, tetapi bagi Naila justru terasa asing. Ia berdiri sejenak di ambang pintu sebelum melangkah masuk, menatap wajah-wajah yang sudah dikenalnya sambil membalas senyum tipis."fuuu...." Naila menghembuskan napas pelan sebelum akhirnya berjalan masuk, tepat saat suara yang selalu menjadi pusat perhatian terdengar."Regina sekarang lagi sibuk banget," ujar Amara dengan nada bangga yang nyaris seperti pengumuman. "Proyek yang dia pegang itu nilainya besar, bahkan kerjasamanya dengan perusahaan teknologi
Last Updated: 2026-06-18