author-banner
riska chika
Author

Novels by riska chika

Pembalasan Putri yang Direndahkan

Pembalasan Putri yang Direndahkan

Terbiasa direndahkan membuat Vitara bekerja keras untuk bangkit meraih mimpi. Di tengah usahanya, Narayan hadir memberi uluran tangan. Sayangnya, ketika kepercayaan mulai terbangun dan masa depan terasa begitu dekat, sebuah kebenaran justru menghancurkan segalanya. Akankah waktu kembali mempertemukan mereka? Atau justru membuktikan bahwa tidak semua cinta ditakdirkan untuk memiliki?
Read
Chapter: Bab 18. Permainan Sandrina
Pagi itu, Vitara berangkat lebih pagi dari biasanya. Tentunya setelah ia menyiapkan sarapan untuk keluarga. Vitara sengaja bangun lebih awal agar bisa menyelesaikan pekerjaan rumah sebelum kedua orang tua juga saudara laki-lakinya bangun.“Kamu sakit, Ta?” tanya Ayu ketika melihat wajah pucat sahabatnya.Vitara menggeleng lemah. Ia tetap melanjutkan pekerjaannya, memeriksa laporan keuangan mereka tanpa berniat menatap wajah sahabatnya. “Kangen Rayan, ya?” goda Ayu membuat wajah Vitara semakin murung.Ayu tertawa pelan. “Udah, deh. Mending kalian jadian aja gak, sih? Punya perasaan yang sama juga,” ledeknya lagi.Vitara diam tak menjawab. Hal itu justru membuat sahabatnya semakin penasaran.“Kamu kenapa, sih, Ta? Ada masalah sama Rayan?” Ayu bertanya penuh tuntut.Vitara menghela nafas pelan. Ia menunjukkan sebuah foto di ponselnya.“Menurutmu, gimana dengan foto ini? Ada yang aneh?” tanya Vitara lagi.Ayu mengerutkan dahinya. Sahabat Vitata itu memperhatikan foto yang menampilkan Vit
Last Updated: 2026-09-08
Chapter: Bab 17. Tuduhan yang Tak Pernah Kulakukan
Hari berganti begitu cepat. Vitara yang saat itu baru tiba di rumah merasa terkejut saat melihat beberapa anggota keluarganya berkumpul. Rasa tak enak hati seketika menjalari diri.“Akhirnya dia pulang juga!” seru Bi Ruminah kesal.Vitara diam. Netranya memperhatikan setiap orang yang ada di ruangan tersebut. Seketika jantungnya berdegup kencang, seolah tahu apa yang selanjutnya akan terjadi.“Dari mana aja kamu? Jam segini baru pulang!” sentak sang ibu menatap tajam Vitara.“Dari kafe, Bu. Biasa juga aku pulang jam segini,” suara Vitara semakin mengecil seiring tatapan tajam yang seolah mengunci pergerakannya.“Biasa?” ulang sang ibu tertawa sinis. “Kamu masih bisa bilang itu hal biasa?”Vitara mengerutkan kening. Ia melirik sekilas jam di pergelangan tangannya. Jarum pendek masih menunjuk ke angka tujuh. Itu bahkan belum terlalu malam.“Apa maksud Ibu?” ragu-ragu Vitara bertanya.“Duduk!” titah bu Fitria tegas.Vitara menurut. Perlahan, ia duduk di kursi yang masih kosong. Tangannya
Last Updated: 2026-08-28
Chapter: Bab 16. Si Playing Victim
Sandrina tertawa lepas setelah melihat ponselnya. Senyum kemenangan terus tercetak di bibir merahnya. Ia bahkan terlihat percaya diri dengan apa yang ia lakukan.“Kamu memang gak ditakdirkan untuk bahagia, Vita. Terima aja nasibmu yang cuma jadi seorang waitress. Gak usah mengharap lebih. Apalagi untuk dapetin Rayan,” ujar Sandrina bermonolog.“Walaupun Rayan cuma penjaga toko buku, tapi aku tetep gak rela kalo dia harus sama Vita. Andai aja Rayan kaya, pasti aku pertahanin dia jadi pacarku,” sambung Sandrina lagi bermonolog.Sandrina kembali membuka layar ponselnya. Foto yang baru saja ia kirim ke Vitara menampilkan dirinya sedang bergandengan tangan dengan Rayan. Padahal itu adalah foto lama saat mereka masih bersama. Dengan sedikit sentuhan aplikasi edit, foto itu tampak seperti potret pasangan yang sedang dimabuk cinta."Sekarang Vita pasti lagi nangis di pojokan setelah lihat ini," gumam Sandrina sambil terkekeh.“Kamu gak boleh lebih dariku, Vita. Kamu harus selalu tetap di bawa
Last Updated: 2026-08-12
Chapter: Bab 15. Waktu yang Tidak Berpihak
Setelah bertemu Narayan, Vitara langsung ke kafe lama. Ia meminta Ayu untuk menggantikannya mengurus kafe baru mereka. Saat ini Vitara ingin tenang. Kafe lama adalah tempat yang tepat untuk Vitara.“Aku sayang kamu, Tara. Itu faktanya sekarang!” suara Narayan kembali berputar di kepala Vitara.Vitara meletakkan kepalanya di meja kerja. Ia cukup pusing mencerna keadaan hari ini. Niatnya bertemu Narayan hanya untuk bercerita mengenai perkembangan kafenya. Namun, Narayan malah menyatakan perasaannya pada Vitara.“Kenapa harus di saat kayak gini, sih?” keluh Vitara lelah.Gadis itu kembali menegakkan kepalanya. Wajah lelah masih setia menempel di sana. Padahal, harusnya Vitara bahagia karena ternyata perasaannya tak bertepuk sebelah tangan.“Ini sebenernya … waktu atau keluarga sih yang gak berpihak samaku?” keluh Vitara lagi bertanya entah pada siapa.Dering ponsel mengalihkan atensi Vitara. Ia melirik tanpa berminat menjawab panggilan tersebut. Namun, suara dering yang seolah berteriak
Last Updated: 2026-08-04
Chapter: Bab 14. Peduli atau Cari Informasi?
Pagi-pagi sekali Vitara sudah keluar rumah. Seperti biasa, gadis itu mengabaikan omelan sang ibu yang terus menyuruhnya untuk berhenti bekerja. Padahal, berulang kali Vitara mengatakan pada keluarga bahwa kafe itu miliknya. Namun, tak ada satupun yang percaya dengan ucapannya.“Tara …” suara seseorang terdengar memanggil begitu Vitara berhasil sampai di toko buku yang selalu menjadi favorit gadis itu.Vitara terdiam sejenak. Saat ia menoleh, degup jantungnya meningkat dua kali lebih cepat begitu melihat siapa pemilik suara tersebut.“Akhirnya kamu dateng juga. Aku pikir kamu akan abaikan aku lagi,” lirih Narayan berkata.Senyum bahagia terbit di bibir pria tersebut. Narayan tak bisa sembunyikan kebahagiaannya. Itu jelas terlihat dari binar matanya.“Aku mau bilang sesuatu sama kamu, Ra. Aku gak mau lagi memendam ini semua,” sambung Narayan lagi berkata.Vitara masih diam. Lebih tepatnya, gadis itu masih bingung harus merespon seperti apa. Sikap Narayan berbeda dari terakhir kali merek
Last Updated: 2026-07-29
Chapter: Bab 13. Rindu Kamu
Narayan mengacak rambutnya frustasi. Berkali-kali ia menelpon Vitara, tapi tak kunjung mendapat jawaban. Pesan yang ia kirim juga tak kunjung mendapat balasan. “Tara … tolong angkat!” pinta Narayan lirih sembari menunggu dering telepon terhubung. “Ini semua gara-gara Rina! Harusnya aku gak perlu nuruti kemauan dia!” rutuk Narayan merasa tertipu. Tadinya, Narayan sudah ingin menemui Vitara di kafe lama. Namun, kedatangan Sandrina dengan segala dramanya membuat Narayan tidak bisa mengabaikan mantan kekasihnya itu. Tak disangka, ternyata Vitara juga ada di tempat yang sama dengannya. “Apa aku langsung temui Tara aja, ya? Biar semuanya jelas,” celetuk Narayan. Lelaki itu mengangguk pelan seolah membenarkan ide yang baru saja terlintas di kepalanya. Tak membuang waktu, Narayan langsung bergegas menemui Vitara. Tempat yang menjadi tujuan utama Narayan adalah kafe lama milik Vitara. Setelah ia memastikan Vitara tidak berada di kafe baru lewat temannya yang kebetulan ada di lokasi tu
Last Updated: 2026-07-24
You May Also Like
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status