
Ketika Atasan Suamiku Mendekapku
WARNING 21+++
Demi menutupi sebuah rahasia besar, Savana, seorang wanita yatim piatu, dijadikan tameng dalam sebuah pernikahan dingin yang penuh pengkhianatan. Tak tahan terus diabaikan dan disakiti, Savana nekat membalas rasa sakitnya dengan menjalin hubungan terlarang bersama seorang pria muda misterius. Di saat yang sama, ia diam-diam bekerja sebagai cleaning service di Rumah Sakit Harapan demi mengumpulkan modal untuk lepas dari cengkeraman sang suami.
Namun, dunia Savana seketika jungkir balik saat mengetahui pria simpanannya ternyata adalah dr. Hanggara, Direktur Utama berdarah dingin sekaligus pemilik rumah sakit tempatnya bekerja.
Terjebak dalam intrik kekuasaan dan utang budi yang mengikat, Savana kini berada di bawah kendali penuh sang Direktur yang mengintimidasi. Di balik sikap dingin dan obsesi sang Direktur yang menolak melepaskannya, tersimpan rahasia masa lalu yang tak pernah Savana duga.
Sanggupkah Savana meraih kebebasannya, atau ia justru akan tenggelam dalam jerat sang bos besar yang diam-diam telah mengincarnya sejak lama?
Read
Chapter: Bab 116"Dokter! Dokter, bertahanlah! Saya panggilkan ambulans sekarang, ya?!" jerit Savana histeris. Air mata mulai menggenang di pelupuk matanya saat melihat pria yang biasanya tampil gagah dan tak tersuntik kelemahan itu kini merintih kesakitan. Jemari Savana yang gemetar buru-buru meraih ponsel di atas meja, berniat menghubungi nomor darurat hotel.Namun, sebelum jemarinya menyentuh layar, sebuah cengkeraman erat dan dingin meremas pergelangan tangannya. Hanggara menggelengkan kepala dengan napas yang terengah-engah, peluh dingin tampak membasahi pelipis dan dadanya yang bertelanjang."Tidak usah... Jangan panggil siapa pun," pangkas Hanggara dengan suara parau yang amat lemah. Pria itu menyandarkan punggungnya ke sandaran sofa, memejamkan mata rapat-rapat seraya memijat pangkal hidungnya. "Aku tidak apa-apa. Cuma butuh tenang sebentar.""Tapi Dokter kelihatan kesakitan sekali!" celetuk Savana penuh kekhawatiran. Ia berlutut di samping sofa, mengusap peluh di dahi Hanggara menggunakan uju
Last Updated: 2026-09-07
Chapter: Bab 115Napas Savana masih bertaburan kasar di dada bidang Hanggara yang naik turun teratur. Di atas ranjang king size yang kini berantakan itu, keduanya berbaring berdekatan di balik selimut tebal. Lengan kokoh Hanggara melingkar posesif di pinggang Savana, merengkuh tubuh mungil yang tampak begitu kontras di samping tubuh tegapnya. Keheningan yang hangat merayapi kamar presidential suite tersebut, menyisakan jejak percintaan panas yang baru saja usai.Beberapa menit berlalu dalam dekapan tenang, hingga Savana perlahan menggerakkan bahunya. Ia berusaha beranjak duduk, berniat menyibak selimut yang membungkus tubuh polosnya. Namun, belum sempat kakinya menyentuh tepi ranjang, pergelangan tangannya ditarik kembali dalam satu gerakan cepat.Brak.Savana kembali telentang di atas kasur, dan dalam sekejap mata tubuh tegap Hanggara sudah kembali berada di atasnya, menatapnya dari jarak beberapa senti saja."Mau ke mana?" tanya Hanggara dengan nada bariton yang masih serak dan dalam."M-mandi, Dokt
Last Updated: 2026-09-06
Chapter: Bab 114Tanpa memberi kesempatan sedikit pun bagi Savana untuk merangkai kebohongan baru, Hanggara bertindak cepat. Pria itu menyusupkan satu tangannya ke balik lutut Savana dan tangan lainnya di pinggang, lalu dalam satu gerakan cepat dan bertenaga, ia mengangkat tubuh wanita itu dan menyampirkannya begitu saja di atas pundak tegapnya seperti membawa karung beras."Dokter! Astaga, Dokter Hanggara! Lepaskan!" jerit Savana terkejut bukan main. Pandangannya seketika terbalik, menatap punggung mantel tegap Hanggara dan aspal trotoar Paris yang berada tepat di bawah matanya. "Dokter, malu dilihat orang-orang! Turunkan saya!"Savana memukul-mukul punggung Hanggara dengan kepalan tangan kecilnya, namun pria itu sama sekali tak bergeming. Langkah kaki Hanggara tetap lebar, tegap, dan penuh dominasi menyusuri trotoar kembali menuju hotel mereka."Dokter, mau dibawa ke mana saya?!" cecar Savana lagi dengan napas memburu, panik melanda seluruh dadanya."Kembali ke hotel," jawab Hanggara singkat, nada s
Last Updated: 2026-09-05
Chapter: Bab 113Pagi harinya, pesona kota Paris yang begitu klasik dan memanjakan mata langsung menyambut Savana begitu ia menyingkap tirai jendela presidential suite. Hamparan bangunan berasitektur megah bergaya Haussmann, deretan pepohonan yang berjejer rapi di sepanjang jalan Champs-Élysées, serta siluet Menara Eiffel yang menjulang elegan di kejauhan membuat wanita itu memekik tertahan. Seumur hidupnya, menginjakkan kaki di luar negeri, apalagi di Benua Eropa, adalah mimpi yang bahkan tak berani ia bayangkan. Kini, ia benar-benar bernapas di udara Paris, dan kenyataan itu membuat kebahagiaannya membumbung tak terkendali.Tanpa membuang waktu lebih lama, Savana segera bersiap dan menyeret Hanggara keluar dari hotel. Ia mengenakan mantel musim semi berwarna krem tebal yang sudah disiapkan oleh sang direktur, lengkap dengan syal rajut yang membungkus lehernya dari hembusan angin dingin yang menusuk tulang.Begitu sepasang kaki mereka menapak di trotoar berbatu yang luas, energi Savana seolah meledak
Last Updated: 2026-09-04
Chapter: Bab 112Pesawat jet pribadi itu akhirnya mendarat mulus di Bandara Charles de Gaulle, Paris, sewaktu fajar baru saja menyingsing. Tanpa buang waktu, Hanggara membawa Savana menggunakan mobil sedan mewah yang melaju kencang membelah dinginnya kota menuju sebuah hotel bintang lima paling eksklusif di kawasan Champs-Élysées.Begitu pintu presidential suite tertutup rapat, Hanggara langsung menarik tubuh Savana ke dalam dekapannya. Pria itu menyergap bibir Savana dengan ciuman yang teramat menuntut, panas, dan sarat akan gairah liar yang sudah ditahannya sejak di Jakarta."Nghh... D-Dokter..." Savana merancac pasrah, jemarinya mengepal di dada bidang Hanggara sewaktu pria itu terus menghujani leher dan rahangnya dengan kecupan-kecupan memabukkan.Hanggara tak membiarkan wanita itu meloloskan diri. Ia mendorong tubuh Savana hingga rebah ke atas ranjang berukuran king size yang empuk. Pria itu langsung mengungkung tubuh Savana di bawah dominasinya, menggerayangi pinggang serta paha wanita itu denga
Last Updated: 2026-09-03
Chapter: Bab 111Sore harinya...Savana terduduk di bangku halte yang mulai sepi, mengusap kedua telapak tangannya yang dingin setelah menyelesaikan shift kerjanya yang melelahkan. Pandangannya lurus menatap jalanan padat, menanti bus kota yang tak kunjung tiba.Dua buah mobil SUV hitam berbingkai kaca gelap mendadak memotong jalur dan berhenti tepat di hadapan halte. Pintu mobil terbuka cepat. Empat orang pria tegap berstelan jas hitam dengan earpiece menempel di telinga melangkah keluar secara bersamaan. Langkah kaki mereka yang berderap mantap seketika menyedot perhatian beberapa orang yang berada di sekitar tempat itu.Savana tersentak kaget, nalurinya mendorong tubuhnya untuk mundur seraya mengeratkan pegangan pada tas kainnya."Nona Savana?" panggil salah satu pengawal dengan postur paling tinggi dan wajah tanpa ekspresi.Savana mengangguk ragu, tenggorokannya mendadak kering. "I-iya, saya... Ada apa, ya?""Kami adalah utusan dari Tuan Hanggara. Beliau memerintahkan kami untuk menjemput dan memb
Last Updated: 2026-09-02