author-banner
Susu Cabai
Susu Cabai
Author

Novels by Susu Cabai

Dari Cilok Jadi Cinlok

Dari Cilok Jadi Cinlok

"Pergi! Aku enggak mau lihat mukamu lagi!" usir Julia, matanya berkaca-kaca karena menahan sesak di dalam dada. "Dengarkan penjelasanku, Julia," bujuk Hans. "Penjelasan apa?! Penjelasan kalau kamu selama ini mempermainkanku demi mencuri resepku? Kenapa? Kamu sudah dapat resepnya kan? Untuk apa datang lagi? Untuk menertawakan ku? Silakan!" tutur Julia sambil mengusap air matanya yang terus tumpah.
Read
Chapter: Ada Apa Dengan Julia?
Hendra yang sampai di halaman Julia merasa heran karena gerobak cilok tetap kosong dan pintu rumah tertutup. Tidak biasanya jam segini Julia tidak bersiap-siap untuk berangkat jualan cilok. Berdiri di depan pintu dan mengetok pintu beberapa kali. "Julia! Kamu tidak jualan hari ini?!" Hening beberapa saat, tidak ada balasan. Aneh. Hendra sampai menggaruk kepalanya bingung. Saat Hendra membalikan tubuhnya bersamaan pintu terbuka. "Julia, kamu tidak—" Ucapan Hendra terhenti. Ekspresinya semakin bingung ketika menyadari mata Julia yang tampak sembab. "Maaf, Hendra. Hari ini aku tidak jualan. Besok saja kamu datang lagi," ujar Julia cepat lalu akan menutup pintunya lagi. Pintu tertahan, Hendra menghentikan tindakan Julia. Sehingga mata mereka saling menatap. "Apa yang terjadi?" "Apa? Tidak terjadi apa-apa?" elak Julia sambil berusaha terlihat biasa saja. "Kalau tidak terjadi apa-apa kenapa tidak jualan cilok?" "Ya... Karena..." Mata Julia memutar ke kiri,
Last Updated: 2026-10-09
Chapter: Bab 12
"Kemarin murung sekarang tidak jualan. Dia sebenarnya kenapa? Bisa gawat kalau dia tidak mau jualan lagi," monolog Hans dalam hati. Hans menjadi melamun karena masalah ini. Jika Julia benar-benar berhenti jualan, maka rencananya mendapatkan resep cilok itu akan gagal sepenuhnya. "Pak Hans... Pak Hans," panggil manajer Keina. "Oh, iya. Maaf." Hans segera memperbaiki cara duduknya dan berusaha kembali fokus. Ia terlalu memikirkan Julia sampai lupa kalau sedang berada dalam meeting perusahaan. "Anda baik-baik saja, Pak Hans?" tanya manajer Keina. "Ya-ya, it's okay. Lanjutkan saja," ucap Hans tetap bersikap professional. Beberapa orang manajer senior saling memandang. Sikap tidak fokus CEO mereka hari ini sangat tidak lazim dengan Hans yang mereka kenal sebagai CEO yang tegas dan teliti. "Begini, Pak Hans. Dari beberapa data dan masukan dari beberapa meeting sebelumnya, saya menyimpulkan perlunya menurunkan harga pada brand yang telah mengalami penurunan minat dan p
Last Updated: 2026-08-06
Chapter: Bab 11
Kini Julia duduk di depan belasan keluarga Bang Mamat dan hanya didampingi oleh Kendra. "Aku akan terima lamaran dengan dua syarat," ujar Julia.Ia tidak dapat menghindari pertunangan ini. Tapi, ia memilih memberikan syarat. Tapi, bagi bang Mamat sebuah syarat tidak berarti apa-apa asal dapat memiliki Julia."Katakan saja, Julia. Abang pasti akan penuhi," jawab bang Mamat dengan percaya diri. "Pertama, aku tidak suka dihalang-halangi kalau mau kerja. Kedua, tanggal pernikahan diundur sampai Kendra wisuda. Kecuali Bang Mamat berjanji menanggung biaya kuliah Kendra maka pertunangan bisa dipercepat sampai tahun depan." Julia menjadi sedikit murung di kata terakhirnya. Sebenarnya Julia hanya menganggap bang Mamat sebagai abangnya dan tidak lebih. Tapi, ia tidak dapat menolak pertunangan ini. "Tanggung biaya kuliah Kendra?" tanya bang Mamat merasa agak berat. "Kenapa, Bang? Enggak sanggup?" Kendra balik bertanya. Bang Mamat tampak berpikir sejenak. menunggu hingga Kendra wisuda itu
Last Updated: 2026-08-06
Chapter: Bab 10
"Empat juta sembilan ratus, lima juta. Sudah lima juta aja nih!" Julia meletakkan keuntungan jualannya itu di dompet. "Di bank aku sudah punya simpanan dua ratus sepuluh juta. Seharusnya sudah cukup buat perluas usahaku dan simpanan buat modal Kendra lanjut kuliah." Bibir Julia merekah lebar. Usahanya hampir dua tahun akhirnya berbuah manis. "Tapi, aku harus nambah gerobak cilok lagi atau buka tempat permanen?" monolonya sendiri sambil berpikir. Namun fokus Julia segera buyar oleh teriakan Kendra dari luar rumah. "Kak, kakak!" teriak Kendra sambil lari masuk. Alis Julia mengerut karena kesal. "Bisa enggak usah teriak-teriak?! Sakit kupingku!" Omelan Julia tidak terlalu digubris karena Kendra terlalu panik. "Gawat, Kak!" kata Kendra. "Apa yang gawat?" tanya Julia santai sambil memasukkan dompetnya ke saku. "Aku dengar Bang Mamat mau melamar kakak!" ungkap Kendra. Sesaat tubuh Julia membeku sebelum menggerakkan kepalanya menatap Kendra. "What?!" kata J
Last Updated: 2026-08-06
Chapter: Bab 9
Setelah melayani beberapa pelanggan yang membeli cilok, Julia kembali menghampiri Mahendra sambil membawa air minum. “Nih, minum,” kata Julia yang sengaja membawa double botol minuman hari ini. Mahendra segera mengambil air minum itu dan segera meneguk airnya. Julia duduk di atas rumput dan ikut meneguk air minum sambil menatap Mahendra. Sembari menyeka sisa air di bibir, Julia berkata, “kalau kamu enggak kuat mending penelitian di rumahku saja. Enggak usah ikut aku jualan.” Tangan Mahendra memutar penutup botol untuk menutup air minum. “Aku maunya begitu,” kata Mahendra sambil menghembuskan nafas panjang. “Tapi?” tanya Julia. “Kamu tahu DOPEM?” Julia menggelengkan kepala atas pertanyaan Mahendra. “Enggak tahu.” “DOPEM, Dosen Pembimbing yang membimbing proses penyusunan skripsi mahasiswa,” jelas Mahendra. Mulut Julia membentuk huruf ‘o’ tanpa suara dengan sedikit mengangguk-anggukkan kepalanya. “Tadi malam DOPEM mengarahkanku untuk mengikuti semua pr
Last Updated: 2026-08-06
Chapter: Bab 8
“Apa-apaan sih, Bang Mamat?!” Julia segera menarik tangan bang Mamat agar melepaskan Mahendra. “Kamu belain dia berarti ada apa-apa!” tuduh bang Mamat yang semakin tersulut dan kembali ingin menyerang Mahendra.“Bang Mamat!” Julia mendorong bang Mamat supaya menjauh dari Mahendra. “Kami gak ada hubungan apa-apa. Dia itu anak kuliahan semester akhir yang ingin meneliti usaha cilok milikku buat skripsiannya!” lanjutnya menjelaskan dengan nada kesal.“Skripsi? Jadi enggak ada hubungan apa-apa?” tanya bang Mamat amarahnya meredah.“Enggak! Stop biasakan asal mukul sebelum cari tahu! Bang Mamat buat aku malu, tahu Enggak?! His!” omel Julia berbalik ke gerobaknya. “Ayo pergi!” ajaknya pada Mahendra. Mahendra buru-buru mengikuti langkah Julia.Bang Mamat menatap punggung Mahendra dengan tajam.“Mahendra. Tunggu saja kamu!” geram bang Mamat sambil menendang udara.“Sorry ya. Baru hari pertama kamu sudah dapat masalah,” ujar Julia tak berani menatap Mahendra gara-gara perlakuan bang Mam
Last Updated: 2026-08-06
You May Also Like
Anara
Anara
Young Adult · kimmy ara
3.1K views
Asmaraloka
Asmaraloka
Young Adult · Geahirano
3.1K views
Mistery of Life : Daffa Albana
Mistery of Life : Daffa Albana
Young Adult · Romansa Universe
3.0K views
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status