author-banner
Eve Seraphine
Eve Seraphine
Author

Novels by Eve Seraphine

Hey, Calon Ipar. Ayo Kita Nikah!

Hey, Calon Ipar. Ayo Kita Nikah!

Mentari datang ke rumah keluarga Pradipta dengan harapan dikenalkan sebagai calon istri Andika, kekasih yang telah ia cintai selama tiga tahun. Namun, malam itu seluruh harapannya hancur. Ia memergoki Andika berselingkuh dengan seorang wanita. Yang lebih menyakitkan, wanita itu ternyata adalah calon istri Gavin Pradipta, kakak Andika. Di saat dua keluarga sibuk menentukan tanggal pernikahan, Gavin justru membatalkan pernikahannya tanpa ragu.  Mentari pun memilih mengakhiri hubungannya dengan Andika. Ia ingin mengundurkan diri dari perusahaan agar tak lagi berurusan dengan keluarga Pradipta. Sayangnya, Gavin memiliki rencana lain. Gavin sengaja datang ke perusahaan tempat Andika dan Mentari bekerja. Tujuannya bukan hanya untuk mengambil alih proyek terbesar perusahaan. Melainkan juga untuk merebut perempuan yang telah dikhianati adiknya. Tanpa disadari siapa pun, permainan balas dendam itu perlahan berubah menjadi cinta yang tak pernah direncanakan.
Read
Chapter: Felisha Mulai Panik Karena Gavin Tak Lagi Bisa Dibodohi
Ponsel Gavin yang terhubung dengan sistem mobil tiba-tiba berdering. Nama Felisha terlihat jelas di layar dasbor.Gavin melirik sekilas, lalu menghela napas kesal. Ia sama sekali tidak berniat mengangkat panggilan tersebut."Ngapain lagi sih dia?" gumam Gavin.Ponselnya terus berdering, tetapi Gavin tetap membiarkannya."Seharusnya aku blokir saja nomornya," lanjutnya dengan kesal sambil kembali memusatkan perhatian pada jalan.Gavin tiba di kantor pusat. Ia memang berniat memberitahu staf dan sekretarisnya bahwa mulai besok ia akan lebih sering berkantor di cabang.Begitu memasuki lobi, Gavin langsung menyadari ada sesuatu yang berbeda. Resepsionis dan beberapa staf menatapnya dengan wajah cemas.Gavin mengernyitkan kening."Kamu ngapain di sini, Ra?" tanya Gavin kepada sekretarisnya, Rara.Rara tampak ragu untuk menjawab. Bibirnya baru saja terbuka ketika tiba-tiba terdengar suara seorang perempuan dari belakang."Gavin."Gavin langsung mengenali suara itu."Kenapa teleponku nggak k
Last Updated: 2026-08-29
Chapter: Senjata untuk Menghancurkan Andika
Mentari mengangkat kardus berisi barang-barangnya yang sudah rapi. Wajahnya terasa panas karena kesal. Ia melihat Gavin dengan tatapan tidak senang. Menurutnya, Gavin tidak perlu sampai mengawasinya sedetail ini hanya untuk memindahkan meja kerja, membuat heboh satu ruangan saja. "Sudah selesai, Pak," ujar Mentari. Gavin mengangguk, lalu menoleh kepada Rendra. Rendra langsung memahami maksudnya. Ia melangkah mendekat dan mengambil kardus yang masih dipeluk Mentari. "Sini, saya bawakan barangnya, Mentari." "Terima kasih." Mereka bertiga kemudian keluar dari ruangan. Kepergian mereka langsung diikuti tatapan penasaran seluruh karyawan. Beberapa orang bahkan tampak kebingungan ketika melihat Rendra membawa kardus Mentari, sementara Mentari justru berjalan mengikuti Gavin. Ketiganya masuk ke dalam lift dan menuju ruang sekretaris. Begitu sampai, Rendra menyapa Septi, sekretaris Andika, kemudian meletakkan kardus milik Mentari di meja kosong yang sudah disiapkan. Gavin kembali m
Last Updated: 2026-08-29
Chapter: Dikira Dipecat, Ternyata Jadi Sekretaris CEO
"Apa? Maksud Pak Gavin, dia sedang bertanya apakah aku pernah tidur dengan Andika atau tidak?" batin Mentari, masih terpaku di dalam lift.Mentari menatap Gavin dengan bingung. Pertanyaan macam apa itu?Belum sempat ia membuka mulut untuk menjawab, pintu lift sudah terbuka.Gavin langsung melangkah keluar begitu saja, meninggalkan Mentari sendirian di dalam lift seolah-olah pria itu tidak pernah melontarkan pertanyaan aneh tersebut.Mentari hanya bisa menatap punggung Gavin yang semakin menjauh."Dia serius bertanya seperti itu, lalu pergi begitu saja?"Gavin menoleh ke arah Mentari yang masih terdiam di dalam lift."Kenapa diam? Cepat keluar dari sana," ujar Gavin tegas."Eh, iya, Pak."Mentari terkejut mendengar teguran Gavin. Ia segera menguasai diri, lalu melangkah keluar dari lift."Proses pemindahan posisi kamu sedang berjalan. Saya sudah meminta agar dipercepat. Jadi, sekarang kamu temani saya berkeliling kantor."Gavin berjalan lebih dulu, lalu melanjutkan, "Saya perlu menilai
Last Updated: 2026-08-29
Chapter: Tatapan Dingin dan Pertanyaan Tak Terduga
Andika mendorong pintu ruangannya dengan langkah tergesa. Napasnya masih sedikit memburu karena makan siangnya molor lebih lama dari biasanya. Namun, baru beberapa langkah masuk, ia merasakan suasana yang berbeda. Rendra berdiri di depan sofa dengan wajah canggung. Mentari juga masih berada di sana, sementara Gavin duduk santai sambil membaca sebuah dokumen."Kak Gavin?" Andika mengernyit. "Maaf, aku terlambat."Gavin tidak langsung menjawab. Ia justru menutup map di tangannya."Kamu memang terlambat."Andika tersenyum kaku."Tadi ada urusan sedikit.""Gak perlu dijelaskan."Ucapan Gavin membuat senyum Andika perlahan memudar. Tatapannya bergeser ke arah Mentari. Perempuan itu bahkan tidak sekali pun melihat ke arahnya."Ada apa? Kenapa semuanya diam?"Rendra berdeham pelan."Pak..."Belum sempat Rendra melanjutkan, Gavin sudah lebih dulu berbicara."Mulai besok, Mentari gak lagi berada di bawah divisimu."Andika mengerutkan dahi."Maksud Kakak?""Dia akan bekerja sebagai sekretarisku
Last Updated: 2026-07-08
Chapter: Pengunduran Diriku Ditolak
Di dalam ruang manajer, Mentari mendapati kursi kerja Dika masih kosong. Ia tidak terlalu terkejut. Biasanya, dialah yang selalu mengingatkan Dika agar kembali ke kantor tepat waktu setelah jam makan siang usai. Kini, tidak ada lagi yang melakukan hal itu.Sementara itu, Gavin sudah duduk santai di sofa tamu di sudut ruangan. Kedua kakinya disilangkan, sebuah map tipis berada di atas meja di depannya.Mendengar pintu dibuka, Gavin mengangkat pandangan."Duduk."Rendra dan Mentari segera duduk di sofa yang berhadapan dengannya.Tatapan Gavin sempat berhenti pada Mentari selama beberapa detik. Ia tidak menyangka perempuan itu ikut bersama Rendra. Namun, ekspresinya tetap datar seolah tidak ada yang perlu dipertanyakan."Pak Rendra, saya ingin melihat perkembangan Proyek Pusat Distribusi Logistik Nasional Tahap II secara detail."Proyek Pusat Distribusi Logistik Nasional adalah proyek terbesar yang sedang ditangani perusahaan. Nantinya, kawasan itu akan menjadi pusat penyimpanan dan dist
Last Updated: 2026-07-08
Chapter: Surat yang Mengubah Takdirku
“Biasanya sok eksklusif, nggak mau makan di kantin. Sekarang ke sini juga,” celetuk seorang karyawan perempuan.“Baguslah. Biar napak bumi,” sambung yang lain dengan nada meremehkan.“Dulu enak makan di tempat elit, akhirnya ke kantin-kantin juga.” Mentari pura-pura tidak mendengar bisik-bisik yang ia dengar saat jam makan siang di kantin kantor. Ia mengambil nampan, duduk di sudut, lalu mencoba mencicipi makanan yang telah diambil. Sendok itu terhenti di tengah jalan. Tenggorokannya terasa menutup.Bukan karena makanannya tidak enak, tapi karena perasaan yang menyesak dada.“Sepertinya aku memang harus berhenti dari sini,” batinnya. “Telingaku terasa perih menahan gunjingan sok tau orang-orang. Padahal mereka gak tahu apa-apa,” lanjutnya.Mentari menunduk, menatap piringnya tanpa benar-benar melihat apa pun. Meski tidak sanggup menelan makanan, ia juga tak punya keberanian untuk bangkit dan pergi. Ia enggan melintasi kantin dengan tatapan sinis yang seolah menempel di setiap langkah
Last Updated: 2026-07-08
You may also like
Zee 'n Zeino
Zee 'n Zeino
Young Adult · ayyona
20.0K views
Ketua OSIS
Ketua OSIS
Young Adult · QurratiAini_
19.8K views
Jodoh Dadakan Wasiat dari Ayah
Jodoh Dadakan Wasiat dari Ayah
Young Adult · Vanilla_Nilla
19.4K views
MENGGODA DOSEN GALAK
MENGGODA DOSEN GALAK
Young Adult · Rose Marberry
19.2K views
SARGIO
SARGIO
Young Adult · Fitafyy
19.2K views
Gadis Binalku!
Gadis Binalku!
19.1K views
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status