Terjerat Cinta Pasien Tampan
dr. Elena Ainsley tak pernah membayangkan seorang pasien akan mengubah hidupnya. Arven Laurent, CEO muda yang nyaris kehilangan nyawa akibat kecelakaan misterius, ternyata menyimpan penyakit jantung kronis sekaligus trauma yang membuatnya menolak setiap tindakan medis.
Saat Elena berusaha menyelamatkannya, rahasia demi rahasia mulai terungkap. Di balik kekuasaan, pengkhianatan, dan masa lalu yang kelam, Elena justru menjadi satu-satunya alasan Arven memilih untuk bertahan hidup.
Namun, ketika seseorang mulai mengincar Elena, mampukah cinta menyelamatkan mereka sebelum detak jantung Arven benar-benar berhenti?
Read
Chapter: Bab 5. Diagnosis yang DitolakRuangan pemeriksaan jantung di lantai tertinggi Eterna Medical Center terasa terlalu hening hingga menimbulkan ketidaknyamanan nyata. Dinding putih bersih, bau antiseptik menyengat, dan cahaya lampu dingin membuat udara terasa berat, seolah ada tekanan tak kasat mata menekan dada siapa saja yang berada di sana.Arven Laurent duduk diam di tepi ranjang. Meski tampak lebih tenang dibandingkan malam sebelumnya di ICU, wajahnya tetap sulit dibaca. Di depan layar ekokardiografi, Elena menatap hasil pemindaian tanpa berkedip. Semakin lama ia melihatnya, semakin dingin rasa yang menjalar di tubuhnya.Bilik jantung kiri Arven membesar tidak wajar, jauh melebihi batas normal. Dinding ototnya menunjukkan penurunan kemampuan berkontraksi yang serius, aliran listriknya pun berirama aritmia berbahaya. Lebih parah lagi, ada bekas pengerasan jaringan lama, kerusakan yang bukan terjadi dalam hitungan bulan, melainkan bertahun-tahun. Kondisi ini sudah lama bersarang di sana tanpa diketahui banyak oran
Last Updated: 2026-08-05
Chapter: Bab 4. Jangan Sentuh SayaLorong menuju ICU dipenuhi deru langkah kaki bergegas dan suara roda brankar yang beradu kasar dengan lantai mengilap. Lampu putih langit-langit terasa terlalu silau, menyayat pandang, sementara udara di sepanjang jalan itu makin dingin dan menyesakkan.Di samping brankar, tangan Arven Laurent tak pernah sekalipun melepaskan genggamannya pada Elena. Cengkeramannya sempat melemah saat rasa sakit menyerang, tetapi dalam hitungan detik kembali mengencang erat, refleks bawah sadar, seolah ia sedang mempertahankan satu-satunya jangkar yang membuatnya tetap waras di tengah kekacauan.“Elena!” seru perawat di depan pintu, lalu mendorongnya terbuka lebar. “Ruangan sudah siap!”Brankar didorong masuk cepat tapi hati-hati. Suasana ICU jauh lebih sunyi, hanya terdengar dengungan mesin medis dan detak ritmis monitor jantung. Kehadiran keluarga Laurent seolah menambah beban udara yang menyelimuti ruangan itu.“Elena, ritme jantungnya turun lagi,” ucap Harris tegas tetapi terburu-buru sambil mengam
Last Updated: 2026-08-05
Chapter: Bab 3. Kedatangan Keluarga LaurentSuara langkah kaki berhenti tepat di depan ruang observasi VIP. Jumlahnya lebih banyak dari sekadar kunjungan biasa. Suasana rumah sakit yang tadinya riuh oleh bunyi alat medis, langkah perawat, dan percakapan samar, berubah menjadi sunyi yang menekan. Bahkan rintik hujan di luar jendela terasa menjauh, tertutup oleh hawa dingin yang merayap menguasai seluruh lantai itu. Elena masih berdiri di sisi ranjang Arven, tangannya tergenggam erat oleh pria itu. Di sampingnya, monitor memancarkan bunyi ritmis yang kacau,BIP… BIP… BIP….Grafiknya bergerak tak beraturan, mencerminkan detak jantung yang bisa melonjak cepat lalu turun drastis dalam hitungan detik. Nafas Arven tersendat berat, sementara genggamannya makin kuat seolah Elena adalah satu-satunya penahan agar ia tidak terjerumus ke dalam kegelapan.Saat alarm berbunyi makin nyaring, pintu terbuka dan Dr. Harris masuk. Ia langsung terhenti melihat kondisi di layar. Wajahnya yang tenang seketika berubah serius.“Elena,” panggilnya wasp
Last Updated: 2026-08-05
Chapter: Bab 2. Pasien yang Sulit DikendalikanBau antiseptik khas rumah sakit bercampur aroma alkohol memenuhi lorong radiologi, menciptakan suasana dingin dan steril. Langkah kaki dr. Elena Ainsley bergema pelan di atas lantai keramik mengilap. Di tangannya tergenggam hasil sementara CT scan yang baru saja keluar.Tatapannya bergerak cepat menelusuri setiap detail laporan. Dari luar, Elena tampak setenang biasanya. Profesional. Terkendali. Namun pikirannya masih tertahan pada kejadian di ruang trauma beberapa saat lalu. Satu nama. Satu kata yang terus terngiang di telinganya."Claire." Nama itu diucapkan Arven Laurent ketika berada dalam kondisi setengah sadar.Bukan dengan nada rindu. Melainkan rasa sakit. Ketakutan. Dan sesuatu yang terdengar seperti penyesalan yang telah lama dipendam. Seolah nama itu adalah pintu menuju masa lalu yang selama ini berusaha ia kubur."Elena." Suara seseorang membuyarkan lamunannya. Ia menoleh dan mendapati dr. Harris berjalan mendekat dengan ekspresi serius."Bagaimana hasilnya?" tanya pria itu
Last Updated: 2026-08-05
Chapter: Bab 1. Hujan yang Membawa Tuan Muda LaurentHujan turun deras tanpa henti sejak sore, menyelimuti kota Surabaya dalam kabut tipis. Di Rumah Sakit Eterna Medical Center, suasana tetap sibuk meski malam semakin larut, suara langkah kaki, roda brankar, dan peralatan medis menjadi latar yang tak pernah berhenti.Dr. Elena Ainsley baru saja selesai menangani operasi bypass koroner darurat selama hampir lima jam. Wajahnya tampak lelah saat ia melepas masker, aroma antiseptik masih melekat kuat di kulit dan pakaiannya.“Operasinya sukses, Dok,” lapor perawat anestesi di sampingnya.Elena hanya mengangguk kecil. Senyum tipis terbit di sudut bibirnya, sebuah bentuk apresiasi sederhana yang tersimpan di balik wajah lelahnya. Di dalam hatinya, ia pun merasa lega, tetapi sebagai seorang dokter yang sudah berpengalaman, ia tahu bahwa tugas belum selesai sampai pasien benar-benar melewati masa kritis pasca-operasi dengan aman.Di sana, ia membiarkan air hangat membasuh lelahnya. Akan tetapi ketenangan itu tak berlangsung lama. Pintu terbuka
Last Updated: 2026-08-05