author-banner
Evi Barokah
Author

Novels by Evi Barokah

Kupinang Dia Tanpa Restu Ibu

Kupinang Dia Tanpa Restu Ibu

Tiara Putri, wanita sederhana yang bukan berasal dari keluarga terpandang. Demi menghidupi kedua orang tuanya, dia rela menjalani pekerjaan yang sering dipandang sebelah mata. Hidupnya berubah ketika dia dipertemukan kembali dengan Mahesa, teman masa SMA yang kini telah sukses. Melihat perjuangan Tiara, Mahesa mengulurkan tangan dan menawarkan sebuah pernikahan. Namun, cinta mereka tidak semudah yang dibayangkan. Perbedaan status sosial dan masa lalu Tiara membuat keluarga Mahesa menolak hubungan mereka. Bahkan, ibu Mahesa rela menawarkan uang dalam jumlah besar agar Tiara meninggalkan putranya. Mampukah Mahesa mempertahankan rumah tangganya di tengah penolakan keluarganya? Ataukah tekanan dan kebencian akan memisahkan cinta yang telah mereka perjuangkan?
Read
Chapter: Bab 53 Mahesa Menemui Karina
"Kamu menuduh Mami, Sa?" Karina melebarkan matanya, sambil bercak pinggang.Mahesa menghela napas."Mahesa mohon sama mami. Mami kan, yang melakukan ini?"Karina berdecih."Mami memang tidak merestui kalian, tapi ... Mami tidak akan melakukan hal itu."Mahesa mengangguk-angguk. "Kalau ini?" Mahesa mengeluarkan ponselnya, lalu dia perlihatkan kepada Karina mengenai chat dan foto dirinya dan juga Siska. Mata Karina sedikit membelalak, dan kembali merubah raut wajahnya.Karina menunjuk fotot tersebut. "Itu foto kamu sama Siska, kan? Terus urusannya sama Mami apa?"Mahesa mebgacak rambutnya frustasi."Mami buntutin Mahesa dan mencoba mempotret semua kegiatan Mahesa dan Siska, lalu mengirimkannya kepada Tiara. Iya kan?"Karina tertawa renyah, seolah tuduhan Mahesa sama sekali tidak masuk akal. Dia bahkan sempat menggelengkan kepala sambil melipat kedua tangan di depan dada.“Ya ampun, Mahesa. Kamu ini sudah besar, tapi masih saja berpikir macam-macam.” Karina mendecakkan lidah. “Memangnya Ma
Last Updated: 2026-10-19
Chapter: Bab 52 Aku Akan Mempercayaimu,Mas
"Tentu saja aku lembur." Mahesa mengerutkan keningnya. "Kamu enggak percaya sama Mas?"Tiara menggelengkan kepala."Bukan itu maksudnya, hanya saja ...."Mahesa menggenggam lengan Tiara."Katakan saja, ada apa? Aku tidak mau jika hubungan kita renggang hanya karena kesalahpahaman."Tiara menelan salvinya, keringat dingin membanjiri tangannya. "Baiklah Mas. Aku akan katakan yang sebenarnya."Mahesa mengangguk."Iya bilang aja."Tiara mengeluarkan ponseonya, lalu dia berikan pada Mahesa. Pria itu menerimanya dan beberapa detik kemudian wajahnya terkejut bukan main.Mahesa menatap layar ponsel Tiara lekat-lekat. Foto yang memperlihatkan dirinya sedang makan bersama Siska di restoran sushi terpampang jelas di sana. Bahkan, sudut pengambilan gambarnya membuat mereka terlihat begitu dekat. Seketika, wajah Mahesa berubah.“Ini ....” Mahesa memperbesar foto tersebut. “Kamu dapat dari mana?”Tiara menatapnya dengan dada berdebar. Dia tidak menyangka Mahesa justru menanyakan asal foto itu, bukan
Last Updated: 2026-10-18
Chapter: Bab 51 Pikirannya Berkecamuk
Dia menunjukkan foto Mahesa dan Siska di restoran sushi. Nina menerimanya, lalu memperhatikan gambar tersebut dengan saksama.“Ini Mahesa?” tanyanya memastikan.Tiara mengangguk lemah. Nina terdiam beberapa saat. Dia tidak ingin langsung berprasangka buruk, tetapi ada sesuatu yang membuatnya ikut merasa tidak nyaman.“Dia bilang ke kamu kalau semalam mau makan bersama Siska?” Nina menunjuk foto tersebut.“Enggak.” Tiara menggeleng. “Dia cuma bilang pulang terlambat karena pekerjaan. Aku bahkan sudah menyiapkan makan malam untuknya, tapi akhirnya semua makanan itu aku bagikan ke tetangga.”Nina menghela napas panjang. “Ya ampun, Ra.”“Aku enggak tahu harus bagaimana. Aku ingin percaya sama Mas Mahesa, tapi kenapa dia enggak cerita?” Tiara mengusap sudut matanya. “Apa aku terlalu menuntut kalau cuma ingin dia pulang tepat waktu?”“Enggak, Ra. Kamu istrinya. Wajar kalau kamu ingin menghabiskan waktu bersama suamimu sendiri.” Nina mengusap bahu Tiara. “Tapi, jangan mengambil keputusan saa
Last Updated: 2026-10-16
Chapter: Bab 50 Foto Yang mengusik Hati
Pagi harinya, Tiara kembali sibuk menyiapkan sarapan di dapur. Seperti biasa, dia menyiapkan segala keperluan Mahesa sebelum pria itu berangkat bekerja.Namun, pagi ini tidak ada senyum hangat yang biasanya menyambut Mahesa. Pria itu keluar dari kamar, lalu menghampiri istrinya yang sedang meletakkan piring di atas meja makan.“Pagi, Sayang.” Mahesa mengecup pelan kening Tiara.“Pagi, Mas.” Tiara menjawab singkat tanpa menoleh.Mahesa mengernyit. Dia menarik kursi, kemudian memperhatikan istrinya yang kembali sibuk di dapur.Mahesa menatap istrinya.“Ra, kamu masih marah sama aku?”Tiara menggeleng sambil membawa segelas air putih ke meja makan.“Enggak, Mas. Kenapa harus marah?”“Kalau enggak marah, kenapa dari tadi kamu diam saja?” Mahesa meraih tangan Tiara, berusaha membuat istrinya menatapnya.Tiara terdiam sesaat. Dia tidak ingin mempermasalahkan hal kecil, apalagi mengetahui Mahesa sedang berjuang mempertahankan usahanya. Namun, bukan berarti dirinya tidak membutuhkan perhatian
Last Updated: 2026-10-15
Chapter: Bab 49 Senyum Yang Mulai Berubah
"Terima kasih, Siska. Aku tidak sangka kita akan berhasil mendapatkan gedung ini." Mahesa tersenyum lebar, tanpa sadar sambil menggenggam lengan Siska. Siska tersenyum tipis. Ada perasaan bahagia yang sulit dia sembunyikan. Bukan hanya karena mereka berhasil mendapatkan gedung yang diinginkan, tetapi juga karena perhatian Mahesa yang selama ini selalu dia harapkan. “Sa, kamu tahu enggak? Aku senang banget bisa membantu kamu,” ucap Siska pelan, dengan pipi yang terlihat memerah. Mahesa menoleh, lalu tertawa kecil. “Aku juga senang. Kalau bukan karena bantuan kamu, mungkin aku masih kesulitan mempertahankan usaha ini.” Siska menunduk sesaat. Genggaman tangan Mahesa di lengannya membuat jantungnya berdebar. Dia tahu pria itu sudah memiliki istri, tetapi perasaannya kepada Mahesa tidak pernah benar-benar hilang. “Kalau begitu, kamu harus traktir aku makan,” goda Siska, berusaha mencairkan suasana. Mahesa langsung mengangguk. “Boleh. Kamu mau makan apa? Kali ini aku yang baya
Last Updated: 2026-10-15
Chapter: Bab 48 Menurunkan Ego
"Hari ini kita habiskan waktu berdua ya." Mahesa duduk berhadapan dengan Tiara.Mahesa merasa menyesal karena telah membuat Tiara berpikiran yang tidak-tidak. Menebus kedalahannya Mahesa berencana membawa Tiara pergi berjalan-jalan.Tiara mengangguk."Tapi ... kamu tidak sibuk di kafe?"Mahesa menggeleng."Urusan kafe biar nanti aja. Pokonya hari ini aku mau berdua sama kamu."Tiara tersenyum lebar."Makasih, Sa. Dan ... maaf."Mahesa mengusap pipi Tiara dengan lembut."Kamu enggak usah minta maaf. Kamu enggak salah, Ra."Tiara terdiam sesaat. Perkataan Mahesa membuat hatinya terasa lebih tenang. Selama beberapa hari terakhir, dia terus dihantui pikiran buruk, takut kehilangan pria yang kini menjadi bagian terpenting dalam hidupnya."Kalau begitu, hari ini aku mau kamu benar-benar istirahat. Jangan mikirin pekerjaan dulu," ujar Mahesa.Tiara mengerutkan hidung. "Kamu juga, dong. Jangan cuma nyuruh aku. Kamu sendiri akhir-akhir ini sibuk banget."Mahesa terkekeh. "Iya, Bu Bos. Hari ini say
Last Updated: 2026-10-13
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status