เข้าสู่ระบบTiara Putri, wanita sederhana yang bukan berasal dari keluarga terpandang. Demi menghidupi kedua orang tuanya, dia rela menjalani pekerjaan yang sering dipandang sebelah mata. Hidupnya berubah ketika dia dipertemukan kembali dengan Mahesa, teman masa SMA yang kini telah sukses. Melihat perjuangan Tiara, Mahesa mengulurkan tangan dan menawarkan sebuah pernikahan. Namun, cinta mereka tidak semudah yang dibayangkan. Perbedaan status sosial dan masa lalu Tiara membuat keluarga Mahesa menolak hubungan mereka. Bahkan, ibu Mahesa rela menawarkan uang dalam jumlah besar agar Tiara meninggalkan putranya. Mampukah Mahesa mempertahankan rumah tangganya di tengah penolakan keluarganya? Ataukah tekanan dan kebencian akan memisahkan cinta yang telah mereka perjuangkan?
ดูเพิ่มเติม**Mahesa panik, Tiara langsung menarik beberapa kertas di tangan Mahesa. Mahesa segera langsung merebut catatan itu dari tangan Tiara."Ra, kamu belum tidur?" Mahesa benar-benar gugup dengan tatapan istrinya.Tiara tidak menjawab. Tatapannya justru tertuju pada wajah Mahesa yang terlihat panik."Ini apa, Sa?" Tiara bertanya sembari menghela napas pelan."Itu hanya catatan biasa." Mahesa mencoba berbohong pada Tiara."Kenapa kamu mencatat semua pengeluaran sampai sedetail ini?" Tiara kembali bertanya, kali ini dengan raut wajah yang benar-benar berbeda.Mahesa menghela napas, lalu mencoba tersenyum. "Enggak ada apa-apa. Aku cuma lagi belajar mengatur keuangan.""Jangan bohong sama aku." Tiara mencoba menekan semua pertanyaannya, supaya Mahesa mau mengaku.Senyum Mahesa perlahan menghilang. "Benar Ra, itu cuma catatan keuangan aja."Tiara menatapnya dengan mata berkaca-kaca. "Sejak kamu pulang tadi, aku sudah merasa ada yang kamu sembunyikan."Mahesa menundukkan kepala. "Maaf ... Ra."
**"Bagaimana Mahesa?" Sejak beberapa menit yang lalu, Karina menunggu jawaban sang anak.Mahesa menghela napas panjang. "Maaf Mih, lebih baik Mahesa kehilangan semuanya dibandingkan harus meninggalkan Tiara."Darah di tubuh Karina seakan mendidih, saat Mahesa tetap bersikukuh tidak ingin meninggalkan Tiara. Baru kali ini dia melihat ada yang berbeda dari Mahesa. "Baik, kalau itu mau kamu. Mulai malam ini semua aset benar-benar Mami cabut! Dan kita tidak ada urusan apapun lagi, lebih baik kamu pergi dari rumah ini!" Teriakan dan emosi menggema di rumah itu, suasana semakin memanas membuat Mahesa hanya bisa menghela napas."Maafin Mahesa, Mih. Jangan lupa makan yang banyak dan istirahat. Mahesa pergi dulu." Mahesa menatap beberapa detik, lalu berbalik meninggalkan rumahnya malam ini juga.Dada Karina sesak tak karuan, tiba-tiba dia terduduk dan membuat pekerja rumahnya khawatir. Karina dibawa menuju kamar untuk beristirahat.Dan di dalam mobil, Mahesa sedang menatap ponsel di layar me
**Seperti biasanya, setiap pagi Tiara menyiapkan semua keperluan Mahesa dari pakaian dan juga sarapan. Saat bangun pria itu tersenyum melihat Tiara sedang berkutat di dapur."Kamu sedang apa?" Mahesa memeluk istrinya dari belakang dengan romantis.Tiara terkejut dengan kehadiran Mahesa."Kamu ini hobi banget bikin aku kaget.""Maaf ya kalau aku bikin kaget, habisnya kalau aku bangun kamu udah enggak ada." Dengan penuh manja Mahesa menghirup leher Tiara."Mahesa geli ... iya, yaudah aku maafin. Sekarang kamu duduk kita sarapan." Tiara menyuruh Mahesa, sembari menuangkan nasi goreng ke dalam piring.Mahesa mengangguk dan menuruti perintah sang istri. "Wah, makanan kamu selalu menggugah selera."Tiara terkekeh."Lebay banget sih, sekarang kita sarapan ya."Mahesa mengangguk, dan keduanya makan dengan khidmat. Sampai beberapa menit kemudian, Tiara merasa ingin berbicara dengan Mahesa, tapi sedikit ragu untuk memulai."Kalau kamu mau bicara, katakanlah." Mahesa menatap Tiara yang sedikit ge
**Saat membuka pintu, senyum Tiara memudar saat melihat Karina dengan dua pengawalnya berada di apartemen Mahesa. Tubuh Tiara mematung, suasana terasa mencengkam."Tante?" Wajah Tiara memucat.Karina tersenyum tipis, lalu masuk menerobos ke dalam apartemen Mahesa. Karina duduk di sofa sambil mengangkat sebelah kakinya."Enak sekali ya jadi kamu, tiba-tiba datang di kehidupan anak saya dan langsung menikah." Suaranya masih terbilang santai, tapi menusuk ke dalam hati.Tiara menelan ludahnya susah payah. "Tante sudah tahu?"Karina menatap Tiara dengan amat sangat tajam. "Berapa uang yang kamu butuhkan? Ayo sebutkan!" Karina mengeluarkan sebuah cek berisikan uang dengan nominal 500 juta. "Segini cukup, atau kurang? Berapapun saya akan kasih, asalkan ... kamu pergi dari hidup Mahesa." Ceknya dia lempar ke hadapan Tiara.Jantung Tiara berdegub dengan kencang, bukan karena nominal uang yang dia lihat. Melainkan kata-kata Karina yang seolah melihat Tiara sebagai wanita matre."Maaf Tante, s












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.