Chapter: Bab 8. Sebuah Permintaan.Alis mata Barney terangkat mendengar perkataan kakeknya.“Uhuk!” Barney mengusap mulutnya yang masih mengunyah. “Secepat itu, Kek?” Ferdinand Noir menatap cucunya. “Apa salah kalau Kakek pengen ngobrol santai dengannya?” Glek!Barney susah payah menelan makanannya. Dia meletakkan piring di meja dekat tempatnya berdiri. Pemuda tampan itu memasukkan tangan dalam saku celananya dan menatap Ferdinand Noir dengan pandangan memelas. “Please, Kek. Aku dan dia itu … kami bukan pasangan kerja yang baik. Kami—,” Barney tak bisa menjelaskan bagaimana hubungan kerja dengan Felicia selama ini. Tangannya menggaruk kepala bagian belakang yang sebenarnya tidak terasa gatal.Ferdinand Noir memandang cucunya sekilas. “Hehehe! Entah gimana caramu, aku mau dia datang ke rumah malam ini.” Beliau melangkah menjauh, bergabung dengan pembesar lainnya. Barney menatap punggung kakeknya sambil berpikir, ‘gimana caranya ngajak dia pulang bareng? Yang nggak mencolok di depan semua orang.’Pukul delapan ma
Last Updated: 2026-08-21
Chapter: Bab 7. Acara di Aula.Brak!Felicia tersungkur, tangannya tak berhasil meraih sesuatu untuk menopang tubuhnya.“Hahaha!”Sebagian tertawa keras. Barney yang duduk dekat situ langsung berdiri dan menghampiri Felicia. “Gimana sih, Fel? Kok bisa-bisanya jatuh di acara seperti ini?” tanya Barney panik.Felicia terkejut, dia melotot menatap Barney dan sedikit menggeleng. Barney sadar, dia menatap sekeliling, beberapa pasang mata menatap heran. Ini bukan kebiasaannya Dia langsung pasang muka jutek.“Dasar! Jalan yang bener!” bentak Barney sedikit salah tingkah.“Urus saja urusanmu sendiri!” jawab Felicia. Grace dan beberapa rekan mendekat, membantu Felicia berdiri. “Udah tau Feli jatuh, bukannya ditolong malah ngomel. Dasar!” gerutu Grace. Barney yang merasa serba salah menghentakkan kaki dan kembali ke tempat duduknya.Felicia berdiri, dia mengibaskan bagian yang kotor. Lalu berbalik menatap Sophia, seseorang yang selalu merasa paling unggul dan iri pada dirinya.“Apa lihat-lihat?” nyinyir Sophia sambil m
Last Updated: 2026-08-21
Chapter: Bab 6. Bisik-bisik di Ruang Arsip.Uhuk! Uhuk!Felicia menutup mulutnya. Dia tersedak mendengar penuturan Ms Carlota. “Anda yakin? Saya rasa itu bukan ide yang bagus, Bu.” Barney melirik Felicia. Dia juga menutup mulutnya dengan tangan. Namun, bukan terkejut, melainkan tertawa geli melihat reaksi si Kitty yang tak lagi jadi rivalnya. Ms Carlota menatap dan tersenyum. “Iya, benar. Saya yakin kalian pasti akan bisa bekerja sama.” “Oke! Saya setuju, Bu. Kami akan mengerjakan proyek ini bersama-sama,” jawab Barney. Felicia melotot pada Barney dan menggeleng pelan. Namun, Barney hanya mengangkat bahu dan kembali tersenyum.“Baiklah. Terima kasih kalian bisa bekerja sama. Jangan lupa nanti sore ada pertemuan.” Ms Carlota mempersilakan mereka kembali bekerja. Felicia dan Barney keluar dari ruangan Ms Carlota. Namun, sebelum sampai di ruangan masing-masing, Felicia menarik ujung lengan pakaian Barney dan mengajak ke ruang arsip yang selalu sepi. “Eeh! Kenapa, Fel?” Mata Barney membelalak karena terkejut. Felicia tak bi
Last Updated: 2026-08-21
Chapter: Bab 5. Bertemu Kembali.“Si Barney abis dari Vestofia, langsung nggak masuk nih!”Seseorang tiba-tiba berceletuk di tengah pekerjaan mereka. 3 hari berlalu setelah Felicia pulang dari Vestofia. 3 hari pula, Barney tak kunjung hadir di kantor. Menurut informasi dari Ms Carlota, Barney ada urusan keluarga. “Apa dia kesel karena Feli yang menang tender?” Yang lain mulai meramaikan topik hangat itu. “Atau malu kali, selama ini dia kan debat melulu sama Feli!” kekeh Grace gemas.Beberapa dari mereka mengangguk setuju. “Bisa jadi tuh, Grace. Bisa jadi!”Felicia tahu Barney bukan lelaki seperti yang ditebak teman-temannya barusan. Namun, ia sendiri juga jadi bertanya-tanya. ‘Apa mungkin ada hubungannya terkait status Barney sebagai orang kaya? Atau karena tunangannya yang marah itu?’“Heh! Udah kalian ini!” tukas Robert yang memang dekat dengan Barney. “Lanjut kerja, woi! Lanjut!”Mereka cekikikan satu sama lain, tapi tidak lagi melanjutkan pembahasan itu. Namun, karena memikirkan kejadian di bandara, Felicia j
Last Updated: 2026-08-14
Chapter: Bab 4. Kesalahan Yang Tidak Terduga.“Mm!”Felicia terbangun secara alami karena kebiasaan. Namun, yang tidak biasa adalah rasa sakit di seluruh tubuhnya, terutama bagian kepala dan bagian di antara pangkuan.Ia bisa menebak rasa sakit di kepalanya pastilah karena 2 botol minuman beralkohol yang tanpa sadar ia habiskan semalam. Namun, rasa sakit di antara pangkal paha adalah hal yang tidak mungkin terjadi kalau bukan—Netra Felicia terbuka mendadak dengan pemikiran itu. Ia terbangun dan langsung mengaduh, “Aduduh! Sialan! Kenapa sakit semua?!”Tak butuh waktu lama sampai Felicia menyadari bahwa tidak ada sehelai kain pun menutupi tubuhnya, kecuali selimut hotel. Dan suara dengkuran halus mengejutkannya. Begitu menoleh ke samping, wajahnya berubah pucat pasi. ‘Mati! Kenapa aku nggak pakai baju dan ada Barney di sini?!’ jeritnya dalam hati, panik. ‘Gimana nendang anak ini keluar dari kamarku?!’Felicia mengamati sekitar dan menyadari bahwa ini adalah kamar hotelnya. Satu-satunya tempat ia bisa bersembunyi adalah kamar man
Last Updated: 2026-08-14
Chapter: Bab 3. Proyek di Pulau Vestofia.“Apa-apaan ini?!”Felicia menatap tiket di tangan dengan pandangan sedikit kecewa. “Bisa-bisanya sistem narik nama dari atas saja. Sistem sialan!” Celine yang tak jadi berangkat juga ikut cemberut. “Mau gimana lagi, Fel. Kita nggak bisa minta ganti.”Entah karena sistem, atau memang pengaturan panitia proyek berubah, tiba-tiba saja Felicia berangkat hanya dengan Barney saja.Felicia bangkit dari tempat duduknya dan berjalan ke jendela. Memandang ke bawah sesaat lalu berbalik seraya menghembuskan napas panjang. “Tapi, ya nggak sama tikus curut itu juga kali!” “Memang mereka menambah peserta dan ruangannya terbatas. Jadi yah … entahlah!” Celine mengedikkan bahu.Tok tok tok! “Fel! Kamu di tunggu di bawah tuh! Buruan! Pesawat berangkat sembilan puluh menit lagi!” Rara melambai pada Felicia. “Cel, aku pergi ya!” pamit Felicia yang dibalas dengan lambaian tangan lemas dari Celine. Dengan menghentakkan kaki, Felicia menarik kopernya dan berjalan menuju mobil yang akan mengantar mereka
Last Updated: 2026-08-14