author-banner
panmie
panmie
Author

Novelas de panmie

Menahan Hasrat Demi Sang Sahabat Masa Kecil

Menahan Hasrat Demi Sang Sahabat Masa Kecil

Menahan Hasrat Demi Sang Sahabat Masa Kecil Oleh: PANMIE Memiliki wajah tampan rupawan dan kecerdasan di atas rata-rata tidak membuat kehidupan Rian (21 tahun) di kampus tenang. Di kampus, ketampanannya dan kepintarannya adalah sebuah magnet. Setiap langkahnya memancing godaan dari para wanita-wanita seksi, mahasiswi populer, hingga dosen muda. Berbagai jebakan gairah dan bisikan nakal terus menghampirinya tanpa henti. Namun, di balik riuhnya wanita yang membuai, mata dan hati Rian hanya terkunci pada satu nama: Sisca, teman masa kecilnya yang menggemaskan, galak, dan sering cemburu berlebihan. Bisakah Rian menjaga kesetiaannya di tengah lautan godaan yang kian hari kian membara? Dan bagaimana jadinya saat rasa cemburu Sisca justru meledak menjadi malam puncak yang tak terlupakan di atas ranjang? "Tubuhku mungkin dikejar banyak wanita, tapi jiwaku hanya milikmu sejak kita masih kecil."
Leer
Chapter: BAB 20: TANDA BAHAYA DI MALAM MINGGU
Sinar jingga kemerahan perlahan surut di ufuk barat, digantikan oleh langit malam akhir pekan yang bertabur bintang tipis di atas kawasan kampus Universitas Nusa Bangsa. Suasana akhir pekan selalu membawa ritme hidup yang lebih santai bagi sebagian besar mahasiswa. Namun, bagi Rian dan Sisca, malam minggu memiliki arti yang jauh lebih sakral—sebuah waktu rutin yang biasanya mereka habiskan berdua untuk menikmati udara malam kota sambil mencari jajanan favorit.Rian berdiri di depan pintu kamar kos Sisca, mengetuk permukaan kayu dengan ketukan teratur. Pemuda berusia 21 tahun yang menjabat sebagai Ketua BEM itu mengenakan kemeja katun lengan panjang berwarna hitam legam yang digulung rapi hingga siku, dipadukan dengan celana jins gelap. Penampilannya tampak begitu memukau; garis wajahnya yang tegas, postur tubuhnya yang tinggi tegap, serta aura karismatiknya berpadu sempurna, menciptakan pesona luar biasa seorang pemuda jenius yang selalu berhasil memikat perhatian siapapun.Klek.Pint
Última actualización: 2026-10-13
Chapter: BAB 19: BEKAL CINTA BENTUK HATI
Pagi berganti dengan pendar sinar matahari yang hangat, menyapu sudut-sudut pelataran dan gazebo utama Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Nusa Bangsa. Kantin kampus yang berkonsep outdoor itu sudah dipenuhi hiruk-pikuk mahasiswa yang menikmati sarapan atau sekadar mengobrol sebelum jam kuliah pertama dimulai.Rian duduk di salah satu meja kayu panjang di bawah naungan pohon rindang. Pemuda berusia 21 tahun yang menjabat sebagai Ketua BEM itu mengenakan kemeja putih kasual berkerah rapi dengan lengan tergulung sebatas siku. Garis rahangnya yang tegas, sorot mata elangnya yang tenang, serta ketampanannya yang luar biasa tak pelak kembali menjadi pusat perhatian. Beberapa mahasiswi dari meja seberang tampak berbisik-bisik sembari mencuri pandang ke arahnya, mengagumi pembawaannya yang cerdas dan karismatik.Rian yang sedang membaca draf dokumen laporan BEM di ponselnya hanya menghembuskan napas halus. Ia sudah terbiasa menjadi pusat perhatian, namun kesendirian di meja itu tak berta
Última actualización: 2026-10-13
Chapter: BAB 18: TERJEBAK DI RUANG PENYIMPANAN TEATER
Lorong gedung kesenian Universitas Nusa Bangsa tampak lengang pada sore menjelang senja itu. Sebagai Ketua BEM yang selalu bertanggung jawab penuh terhadap koordinasi acara antar-UKM, Rian terpaksa menyetujui permintaan pengurus Klub Teater untuk membantu memindahkan beberapa kotak besar berisi kostum pementasan lama ke ruang penyimpanan bagian belakang.Rian berjalan mantap dengan langkah tegap, membawa kardus besar di tangan kanannya. Di depannya, Mila—senior Klub Teater yang tadi sempat bersitegang dengan Sisca—berjalan memimpin jalan sambil membawa kunci akses ruangan tersebut. Penampilan Mila tampak semakin mencolok dengan balutan busana ketat berpotongan asimetris yang membalut lekuk tubuhnya dengan sempurna."Taruh saja kotaknya di dekat rak besi sudut itu, Rian," ujar Mila dengan suara lembut yang mendayu-dayu, menunjuk area paling dalam dari ruang penyimpanan yang temaram. Ruangan berukuran tiga kali empat meter itu dipenuhi aroma kain beludru tua, debu halus, dan deretan kos
Última actualización: 2026-10-13
Chapter: BAB 17: BEBAN PENDAFTARAN KLUB KAMPUS
Suasana pelataran utama Universitas Nusa Bangsa mendadak berubah riuh dan berwarna. Memasuki minggu pendaftaran Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), deretan stan dari berbagai klub—mulai dari seni, olahraga, sastra, hingga sains—berjejer rapi di sepanjang jalan setapak kampus. Spanduk warna-warni berkibar tertiup angin siang, disertai alunan musik dan suara pameran dari pengeras suara yang bersahutan.Di tengah lautan mahasiswa baru yang sibuk memperebutkan brosur pendaftaran, sebuah titik keramaian tampak mencolok di dekat area stan pusat. Titik pusat perhatian itu tidak lain adalah Rian.Sebagai Ketua BEM sekaligus mahasiswa berprestasi yang namanya tengah naik daun, kehadiran Rian di area pendaftaran langsung menarik magnet dari berbagai penjuru klub. Rian berdiri tenang dengan mengenakan kemeja putih kasual yang digulung rapi hingga siku dan celana jins gelap. Garis rahangnya yang tegas, postur tubuhnya yang tinggi tegap, serta sorot mata elang yang teduh membuatnya tampak begitu menonj
Última actualización: 2026-10-13
Chapter: BAB 16: INTAIAN SANG SAHABAT
Sinar matahari pagi di lantai tiga gedung Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Nusa Bangsa terasa begitu menyengat, namun sama sekali tidak menyurutkan langkah gelisah yang sedari tadi mondar-mandir di depan jendela kaca buram ruang dosen. Sisca. Gadis berusia 21 tahun yang menjabat sebagai Sekretaris BEM itu berdiri resah di balik dinding luar kaca jendela ruangan Bu Dian. Rambut panjangnya yang terikat setengah berayun setiap kali ia menghentakkan kaki kecilnya dengan perasaan tak keruan. Kedua tangannya terlipat erat di depan dada, sementara matanya yang bulat jengkel taksi menyipit tajam menembus kaca, berusaha mengawasi setiap gerak-gerik di dalam ruangan tersebut. Bagaimana Sisca tidak cemas? Sejak sepuluh menit lalu, Rian—sahabat masa kecil sekaligus pria yang sudah mengunci hatinya—dipanggil sendirian ke ruangan dosen muda berparas jelita yang terkenal paling sensual seantero kampus. Dan sialnya lagi, posisi meja kerja Bu Dian berada persis di sudut yang membuat bay
Última actualización: 2026-10-13
Chapter: BAB 15: PENOLAKAN ELEGAN SANG GENIUS
Suasana di dalam ruangan dosen berpendingin udara itu terasa mendadak sunyi, hanya menyisakan desing halus dari pendingin ruangan dan debar napas yang tertahan. Aroma parfum beraroma vanilla musk dan bunga anggrek yang pekat masih mengepung udara di sekeliling meja kerja. Jemari lentik Bu Dian—dengan cat kuku senada—masih menggenggam erat dan mengelus perlahan punggung tangan Rian, menawarkan sebuah jalan pintas akademis yang diidam-idamkan oleh banyak mahasiswa.Rian menatap tangan mereka yang bersentuhan sejenak. Pemuda berusia 21 tahun itu sama sekali tidak menunjukkan kepanikan, keterkejutan, ataupun kegugupan yang biasanya dialami mahasiswa lain saat menghadapi dosen idola berpenampilan sensual. Garis wajahnya tetap tenang, tegas, dan memancarkan wibawa alami yang luar biasa.Dengan gerakan yang sangat halus, terukur, dan penuh kesopanan, Rian perlahan menarik punggung tangannya dari genggaman Bu Dian. Ia merenggangkan jarak duduknya sedikit, lalu meletakkan kedua tangannya di at
Última actualización: 2026-10-13
También te puede gustar
BAYI MILIARDER (A Baby Billionaire)
BAYI MILIARDER (A Baby Billionaire)
Romansa · Adinasya Mahila
497.6K vistas
Istri Keempat
Istri Keempat
Romansa · Asia July
493.7K vistas
Cinta Satu Malam
Cinta Satu Malam
Romansa · Handira Rezza
490.0K vistas
PELAYAN GENDUT TUAN SULTAN
PELAYAN GENDUT TUAN SULTAN
Romansa · Rosemala
489.4K vistas
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status