Chapter: 21Tangisan melengking seorang bayi laki-laki memecah ketegangan di dalam ruang bersalin rumah sakit swasta terbaik di Jakarta.Damian yang berdiri setia di samping tempat tidur, masih memegang erat jemari Tisa, tak sanggup menahan air mata haru yang menetes membasahi pipinya. Pria tegap yang disegani di dunia bisnis itu berlutut di samping Tisa, mengecup kening istrinya berulang kali dengan napas emosional yang memburu."Terima kasih, Tisa... terima kasih, Sayang..." bisik Damian serak, suaranya bergetar hebat seraya menyatukan keningnya dengan kening Tisa yang basah oleh keringat.Tisa tersenyum lemah namun begitu bahagia. Di dadanya, dokter meletakkan bayi mungil berkulit kemerahan dengan rambut tebal yang sangat mirip dengan Damian. Rasa sakit luar biasa selama proses persalinan luruh seketika, digantikan oleh kehangatan luar biasa yang memenuhi seluruh rongga dadanya."Anak kita, Mas..." bisik Tisa lirih, mengusap pipi halus sang bayi dengan ujung jarinya."Iya, anak kita. Buah cint
Huling Na-update: 2026-10-05
Chapter: 20Satu tahun kemudian. Tisa berdiri di tepi teras kayu, mengenakan gaun panjang berbahan sutra putih yang longgar. Rambut hitamnya dibiarkan terurai indah, melambai ditiup angin pagi. Kedua tangannya mengusap lembut perutnya yang kini membuncit sempurna—menandakan usia kehamilannya yang telah memasuki bulan ketujuh. Di wajah cantiknya, tidak ada lagi bayang-bayang trauma, rasa sakit hati, atau linangan air mata penyesalan. Yang tersisa hanyalah aura kebahagiaan yang sempurna, kedamaian jiwa, dan ketegasan seorang wanita yang telah memenangkan seluruh pergolakan hidupnya. Langkah tegap bergema pelan di atas lantai kayu. Sebuah lengan tegap melingkar dari belakang dengan sangat hati-hati, memeluk tubuh Tisa dan menyandarkan dagunya di bahu Tisa. "Masih dingin, Sayang. Jangan berdiri terlalu lama di luar," bisik Damian serak, menyapukan bibirnya di ceruk leher Tisa yang harum. Tisa menyandarkan punggungnya pada dada bidang Damian, menikmati kehangatan tubuh suaminya yang selalu menjad
Huling Na-update: 2026-10-04
Chapter: 19Suasana di belakang panggung Grand Ballroom Marina Bay Sands, Singapura, terasa bagaikan medan perang bertempo tinggi. Puluhan model bergaun mewah berlalu-lalang di antara penata rias, lampu sorot, dan deretan gaun yang tergantung rapi. Malam itu adalah puncak dari Asia Fashion Summit, ajang paling bergengsi tempat para perancang ternama dari seluruh belaga berkumpul. Tisa berdiri di depan cermin raksasa, jemarinya yang lentik dengan cekatan menyempurnakan lipatan kain pada gaun utama koleksi Resilience. Gaun malam berwarna merah marun berlapis sutra tradisional dengan potongan haute couture modern itu merupakan mahakaryanya—simbol dari kehancuran masa lalu yang berhasil ia ubah menjadi takhta kemenangan. "Mbak Tisa, perwakilan jurnalis dari Vogue Asia dan beberapa pembeli besar dari Paris sudah mengambil tempat di barisan depan," bisik Sintia heboh dengan napas terengah-engah seraya memegang tablet jadwal. "Semuanya penasaran sama koleksi 'TISA Exclusive'!" Tisa menghembuskan napa
Huling Na-update: 2026-10-02
Chapter: 18"Pagi, istriku," bisik Damian dengan tersenyum manja.Tisa membalikkan badan, menatap wajah Damian dari dekat. Garis-garis tegas di wajah suaminya kini tampak jauh lebih tenang, tak ada lagi bayang-bayang ketakutan atau tekanan keluarga yang dulu selalu membayangi."Pagi, Mas CFO," balasa Tisa terkekeh pelan, mengusap rahang Damian. "Jadwal kamu hari ini padat banget, lho. Ada pemaparan laporan keuangan buat tim investor dari Singapura jam sembilan."Damian tersenyum tipis, mencium ujung hidung Tisa dengan gemas. "Sebanyak apapun jadwal kantor, prioritas utamaku cuma satu: memastikan Tisa Anggraeni merasa aman, dicintai, dan tidak perlu khawatir soal bisnisnya lagi."Tisa tertawa manja, memeluk Damian rapat-rapat. "Bagus. Denda kalau kamu terlambat rapat nanti adalah masak makan malam sendiri tanpa dibantu.""Jangankan masak makan malam, mengabdi seumur hidup pun aku siap," jawab Damian dengan tersenyum. Tangannya yang hangat mulai menelusuri punggung polos Tisa, menarik tubuh molek
Huling Na-update: 2026-09-30
Chapter: 17"Laporan keuangan kuartal ini luar biasa, Bu Direktur," bisik Damian rendah seraya meletakkan map tebal di atas meja kerja Tisa. Pria itu melangkah mendekati Tisa yang sedang melepas sepatu tumit tingginya. Tisa mendongak, menyandarkan pinggulnya di tepi meja kerja. Ia menatap Damian dengan tatapan menantang yang memikat. "Cuma laporan keuangan yang mau kamu laporkan malam ini, Mas?"Damian mengikis sisa jarak di antara mereka. Tangannya yang hangat merengkuh pinggang Tisa, menarik tubuh molek wanita itu rapat-rapat ke dadanya. "Aku mau menyerahkan diriku sepenuhnya malam ini. Sesuai aturan baru kamu."Tisa tersenyum menggoda, jemarinya meremas kerah jas Damian lalu menariknya hingga wajah mereka hanya berjarak beberapa sentimeter. "Kamu siap menanggung konsekuensinya kalau berani melanggar janji kamu?""Aku pasrah sepenuhnya di tangan kamu, Tisa," balas Damian.Tanpa menunggu lebih lama, Damian menundukkan kepala dan melumat bibir Tisa dengan ciuman yang sarat akan dominasi dan ra
Huling Na-update: 2026-09-29
Chapter: 16Desir napas Damian yang perlahan teratur beradu dengan keheningan kabin mobil yang hangat. Pria itu menyandarkan keningnya di leher Tisa, jemari kekarnya mengusap punggung polos Tisa yang tertutup sisa keringat. Di atas pangkuannya, Tisa menyandarkan kepala dengan mata terpejam, menikmati detak jantung Damian yang berdebar kencang di balik dadanya. "Kita bakal lewati sidang besok sama-sama," bisik Damian serak, mengecup bahu Tisa yang memerah lembut. "Kamu enggak usah takut lagi, Tisa." Tisa membuka matanya perlahan, merapikan rambutnya yang agak berantakan. "Aku enggak takut, Mas. Yang aku cemaskan itu kamu. Setelah besok, nama kamu bakal dicap buruk sama media karena menjebloskan ibu kandung sendiri." Damian menegakkan tubuhnya, menatap Tisa dengan mata yang berbinar. Tangannya membelai pipi Tisa dengan begitu lembut. "Biarkan saja. Kalau menjadi 'anak durhaka' di mata dunia adalah harga yang harus aku bayar buat menebus dosa-dosaku ke kamu, aku bakal jalani tanpa ragu." Tisa te
Huling Na-update: 2026-09-28