author-banner
Ivan Taslim
Author

Romans de Ivan Taslim

Menikahi CEO Rival Demi Warisanku

Menikahi CEO Rival Demi Warisanku

Kematian mendadak sang kakek mengubah hidup Clara Daniswara dalam semalam. Di hadapan keluarga besar yang haus harta, ia mewarisi dua puluh persen hak suara kunci Daniswara Corp, sekaligus menjadi target konspirasi keji pamannya yang berencana menyingkirkannya dengan tuduhan palsu. Terpojok tanpa sekutu, Clara mengambil keputusan paling berisiko: menerima tawaran pernikahan kontrak selama satu tahun dari Rayyan Pratama, miliarder muda pendiri Pratama Capital sekaligus rival bebuyutan keluarganya yang terkenal dingin dan tanpa ampun. Kesepakatannya sederhana di atas kertas: tanpa perasaan, tanpa campur tangan fisik, demi mengamankan tahta dan membersihkan nama keluarga. Namun, tinggal seatap di bawah satu atap dengan pria paling berbahaya di dunia bisnis perlahan meruntuhkan batas-batas dingin yang mereka buat. Ketika sebuah berkas rahasia masa lalu ditemukan di brankas Rayyan, Clara menyadari bahwa jeratan cincin di jarinya bukan sekadar aliansi bisnis, melainkan awal dari pengkhianatan masa lalu yang siap membakar mereka berdua.
Lire
Chapter: Konfrontasi Dua Pewaris
Aroma parfum mawar Prancis yang pekat dan mahal mendadak memenuhi lorong lantai tiga puluh lima gedung Daniswara Holding.Dua daun pintu kayu jati ruang kerja Direktur Utama terdorong terbuka. Dua pengawal bertubuh tegap dalam setelan jas hitam melangkah masuk lebih dulu, berdiri di kedua sisi pintu dengan sikap siaga.Di belakang mereka, Elena Vance melangkah masuk dengan keanggunan yang dingin.Mantel kasmir putih gading yang tersampir di bahunya bergerak anggun seirama dengan langkah sepatu hak tingginya. Wanita berambut pirang tembaga itu melepas kacamata hitam berbingkai emas miliknya, menampakkan sepasang mata abu-abu terang yang memancarkan arogansi seorang pewaris dinasti perbankan Eropa.Pandangan Elena langsung terkunci pada Rayyan yang berdiri tegak di dekat meja marmer."Sudah lama sekali tidak melihatmu dari dekat, Rayyan," suara Elena terdengar begitu halus, namun sarat nada posesif yang tajam."Kau tampak sangat lelah bermain rumah-rumahan di kota yang bising ini. Padah
Dernière mise à jour: 2026-09-24
Chapter: Bayang-Bayang dari Jenewa
Gemerlap panorama gedung-gedung pencakar langit Jakarta dari balik dinding kaca mendadak terasa hampa bagi Clara.Ponsel di tangannya bergetar pelan saat sambungan telepon internasional itu terputus. Kata-kata wanita beraksen dingin itu terus berdenging di telinganya, meremukkan rasa lega yang baru saja ia rasakan di ruang rapat tadi.Rayyan berdiri mematung di samping meja marmer. Sorot matanya yang beberapa detik lalu sempat menghangat kini kembali membeku bagai baja dingin."Siapa dia, Rayyan?" suara Clara jernih memecah kesunyian, menuntut jawaban tanpa basa-basi."Dan apa maksudnya dengan akta pembatalan pernikahan di Mahkamah Sipil Singapura tiga hari sebelum kakekku meninggal?"Rayyan tidak langsung menjawab. Pria itu melangkah ke tepi dinding kaca, menatap arus lalu lintas di bawah dengan kedua tangan dimasukkan ke saku celana panjangnya."Suara itu milik Elena Vance," ucap Rayyan perlahan. Nada bicaranya begitu berat, menyiratkan beban masa lalu yang selama ini terkunci rapat
Dernière mise à jour: 2026-09-23
Chapter: Detik-Detik di Ujung Dermaga
Bunyi bip digital berkecepatan tinggi bergema di dinding seng aula kargo yang berlubang.Layar merah di tangan Richard berkedip cepat, memperlihatkan angka yang merosot tanpa ampun: empat puluh lima detik."Semua tim, evakuasi!" teriak Rayyan memberi komando mutlak.Dua anggota pasukan taktis langsung menyeret anak buah Richard yang pingsan ke arah lubang dinding kendaraan lapis baja. Tangan kanan Rayyan menyambar lengan Clara, berusaha menariknya keluar dari aula."Lari ke kendaraan taktis sekarang, Clara!" seru Rayyan di antara deru angin laut yang menerobos masuk."Tidak!" Clara menahan langkahnya sekuat tenaga, menolak ditarik.Napas wanita itu memburu, namun matanya menatap tajam ke arah lantai panggung kayu tempat Richard mencoba merangkak kabur menuju pintu palka rahasia."Dua puluh kilogram bahan peledak akan meruntuhkan seluruh dermaga ini ke laut dalam hitungan detik!" bentak Rayyan, suaranya sarat kepanikan yang belum pernah ia perlihatkan sebelumnya."Richard tidak berniat
Dernière mise à jour: 2026-09-22
Chapter: Badai di Pesisir Kalibaru
Bau anyir darah segar dari jaket taktis yang teronggok di depan sepatunya membuat perut Clara bergejolak mual.Namun wanita itu menolak menunjukkan rasa gentar sedikit pun. Ia menegakkan punggungnya, menatap ujung tongkat berkepala rajawali perak milik Richard yang mengarah tepat ke dadanya."Kau membunuh saudaramu sendiri, membunuh keponakanmu, dan sekarang kau ingin membunuhku?" suara Clara jernih memecah kesunyian aula kargo yang lembap."Kau bukan pebisnis, Richard. Kau hanya parasit pengecut yang bersembunyi di balik kematian palsu."Wajah keriput Richard berkedut menahan amarah. Sepasang matanya yang cekung memancarkan kebencian murni."Pengecut?" desis Richard serak seraya melangkah maju satu langkah."Aku mengorbankan sepuluh tahun hidupku di pengasingan untuk membangun Vanguard Phoenix! Aku yang mengendalikan jalur penyelundupan bahan kimia dari Shanghai hingga Rotterdam! Dan seluruh kekayaan itu butuh legitimasi Daniswara Holding untuk dicuci menjadi uang bersih!"Richard me
Dernière mise à jour: 2026-09-21
Chapter: Jebakan di Gedung Kargo Lama
Hujan gerimis membungkus kawasan pergudangan tua di pesisir Kalibaru dengan hawa lembap yang dingin.Lampu jalanan yang remang-remang memantulkan bayangan genangan air bercampur oli di atas aspal retak. Di hadapan Clara, sebuah gedung kargo era kolonial berdinding seng berkarat berdiri angkuh menghadap deburan ombak laut utara.Di dalam mobil Maybach yang terparkir dua ratus meter di balik deretan kontainer kosong, Rayyan memeriksa alat penyadap berukuran kancing baju yang terpasang di balik kerah jaket Clara."Begitu kau masuk, jangan pernah menyentuh apa pun," suara Rayyan terdengar begitu rendah dan tajam.Jemarinya yang kokoh merapikan kerah jaket Clara, lalu menatap lurus ke dalam manik mata wanita itu."Tim taktisku sudah mengepung perimeter dermaga belakang. Sinyal audio ini terhubung langsung ke frekuensi telingaku. Jika ada pergerakan mencurigakan, aku akan mendobrak masuk dalam sepuluh detik."Clara mengangguk pelan. Di tangannya, ia mendekap map kulit hitam berisi dokumen s
Dernière mise à jour: 2026-09-19
Chapter: Retakan di Antara Sunyi
Hening di dalam kabin Maybach yang melaju meninggalkan bandara terasa lebih dingin daripada es.​Clara duduk mematung di sudut kursi belakang, memeluk kedua lengannya sendiri. Suara Hendra di landasan pacu tadi terus bergema di kepalanya bagai dengung lebah yang menyiksa.​Di sebelahnya, Rayyan menatap lurus ke depan. Rahang pria itu mengeras kaku, tidak menoleh sedikit pun ke arah Clara.​"Katakan padaku itu bohong, Rayyan," suara Clara akhirnya memecah kesunyian. Suaranya rendah dan bergetar, menahan sesak yang membakar tenggorokannya.​Rayyan tidak langsung menjawab. Jemarinya yang bertumpu di atas lutut mengepal erat.​"Katakan padaku paman bajinganku itu hanya mengarang cerita untuk mengadu domba kita!" desak Clara, kini menolehkan kepalanya menatap Rayyan dengan mata yang mulai berkaca-kaca.​"Bukan di sini, Clara," sahut Rayyan datar tanpa menoleh. "Kita bicara setelah sampai di rumah."​"Aku ingin jawaban sekarang!"​"Aku bilang setelah sampai di rumah!" potong Rayyan dengan n
Dernière mise à jour: 2026-09-18
Vous vous intéresseriez aussi à
Vice Versa
Vice Versa
Lainnya · Pandalica
3.0K Vues
Behind The Smile
Behind The Smile
Lainnya · Giuliani
3.0K Vues
Buruk Rupa
Buruk Rupa
Lainnya · Sinar gaje
3.0K Vues
Cinta Terhalang Restu
Cinta Terhalang Restu
Lainnya · dwicandraa
3.0K Vues
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status