MasukMenceritakan sebuah desa yang memiliki Kepala suku yang menganut agama hitam, dengan mengorbankan gadis perawan lalu memakan daging nya dengan bersama sama
Lihat lebih banyak#Tumbal Darah Perawan Dan Misteri Desa KanibalBAGIAN 21"Biarkan saja dia buk, percuma kita berbicara dengan orang yang keras kepala dan tidak bisa di atur," ujar Raka sambil berlalu pergi.Kinara terdiam sejenak, dia bersikeras untuk membuka pintu tersebut. Bu Tatik, tidak bisa untuk mencegah keinginan gadis itu. Suara pintu berderit. Kinara keluar, matanya mencari keseluruh penjuru. Memanggil nama Lisa, menyusuri jalan setapak dalam keremangan malam, "Lisa, Lisa." Namun, Lisa tidak menampakkan wujudnya sama sekali.Angin malam berhembus, membawa serta bau anyir darah. Suara tangis menyayat hati, juga terdengar. Sesosok wanita mendekat perlahan. Wajah pucat pasi, dan rambut yang acak-acakan tersenyum menyeringai. Bau amis darah semakin tercium, "Lisa... " pekik Kinara histeris.Sosok tersebut berdiri di kejauhan, bibirnya pucat seolah tidak ada darah yang mengaliri. Ia mengulurkan tangannya, seolah mengajak Kinara untuk ikut serta. Kinara berjalan perlahan, mendekati sosok tersebut.
TUMBAL DARAH PERAWAN DAN MISTERI DESA KANIBALBAGIAN 20Kinara hanya terdiam, dia tidak lagi bisa berbuat apa-apa, "Berarti sekarang, yang bisa keluar selamat dari Desa ini hanya saya dengan Arjuna?"Raka mengegangguk perlahan, "Arjuna, pasti selamat karena dia berada di pihak yang tepat. Buk berikan obat yang di bawa mereka. Setidaknya, itu bisa mencegah darahnya keluar."Bu Tatik, segera melakukan apa yang di pinta Raka. Selang beberapa menit, terdengar ketukan beruntun. "Buk buka pintu, Buk..." Mereka saling berpandangan. Bu Tatik segera berdiri, berlari menuju pintu tersebut. Seorang wanita separuh baya menerobos masuk, "Buk, gawat kita gawat.""Gawat kenapa? Apa yang sebenarnya terjadi Lin?" Mata Bu Tatik melirik kearah anak gadis di bawa Ibu tersebut. "Kenapa dengan Dini? Kenapa dia sepertinya ketakutan?""Mereka mulai beraksi lagi. Dari informasi, yang saya dapat Adya Seta kembali mencari tumbal anak gadis. Bagaimana ini Buk? Saya takut Dini akan menjadi korban selanjutnya.""D
#TUMBAL DARAH PERAWAN DAN MISTERI DESA KANIBALBAGIAN 19Tias tersenyum, merapatkan tubuhnya kepada Kinara, "Ki... " belum sempat ia melanjutkan pembicaraannya,terdengar suara gaduh dari luar.Suara ketukan pintu, sangat kuat, "Tatik buka pintu !!" hardik suara tersebut.Mereka terkejut, Bu Tatik segera kedepan dengan tergesa-gesa, "Kalian sembunyi di bawah kolong tempat tidur," ujarnya sambil berbisik.Kinara dan Tias, hanya mengangguk mereka segera bersembunyi di kolong tempat tidur."Heh Tatik, buka pintu ini atau kami dobrak !!" hardik, salah satu di antara mereka.Pintu tersebut terbuka, "Maaf, tadi saya sedang masak air di belakang. Ada apa ini ?""Kami ingin menggeledah rumah ini. Kalian semua, geledah rumah ini segera !!"Bu Tatik segera menghalangi, "Eits atas dasar apa, kalian mengobrak abrik rumah saya? Ini rumah saya, hargai saya sebagai tuan rumahnya. Bos dengan anak buah sama-sama tidak punya etika." Matanya membulat sempurna."Kami mencari dua orang gadis, pasti mereka
#TUMBAL DARAH PERAWAN DAN MISTERI DESA KANIBALBAGIAN 18Alex segera menyeret tubuh tersebut ketepi sungai. Dia, memeriksa denyut nadi Lisa, namun semua sia-sia. Ia menggendong mayat tersebut. Kembali kerumah Pak Pepeng. Bau amis darah, tidak lagi ia hiraukan. Baju yang dia pakaipun, tak luput dari bercak darah gadis tersebut."Arjuna, Anggoro, kalian di mana?" pekik Alex.Kami yang mendengar, segera berhamburan keluar, dari kejauhan kami tidak melihat begitu jelas siapa yang sedang ia bawa. Alex berlari, sambil membawa seorang gadis. Nafasnya mulai tidak beraturan. Kami segera mendekat, aku berharap, itu bukan salah satu dari mereka bertiga. Namun, harapan ku pupus. Ketika melihat tubuh Lisa, sudah dalam keadaan terbujur kaku tidak bernyawa."Sa, bangun Sa ini gue Juna. Sa, bangun Sa... " Hanya air mata, yang bisa berbicara kala itu. Aku masih mengingat janji ku kepada Tante Rosi, untuk melindungi Lisa apapun yang akan terjadi. "Maafin gue Sa, maafin gue seharusnya gue melindungi lu.
#TUMBAL DARAH PERAWAN DAN MISTERI DESA KANIBALBAGIAN ENAM"Usstttt, jangan sampe suara kita memancing mereka." Aku berusaha mengingatkan teman-teman ku.Tias dan Kinara seketika memuntahkan kembali, daging yang mereka santap tadi pagi. Begitupula dengan ku.
#TUMBAL DARAH PERAWAN DAN MISTERI DESA KANIBALBAGIAN LIMAPak Ruli segera menghampiri mereka. Matanya membulat sempurna "Bukannya kamu bilang kamu puasa?""Pak tadi Rinta habis nyuci buah di sungai belakang. Jadi Rinta lansung ke sini. Kak Lisa cuma megang saja. Liat gak ada
#TUMBAL DARAH PERAWAN DAN MISTERI DESA KANIBALBAGIAN 4Kami bergegas menuju sumber suara, "Kamu kenapa Ki?""Anu tadi ada kecoa Sa, spontan aku teriak. Maaf ya." ujar Kinara sambil menggaruk kepalanya."Ya Allah Kinara, kirain ada apaan. Hampir ni jantung
#TUMBAL DARAH PERAWAN DAN MISTERI DESA KANIBALBAGIAN 3"Cling cling" bunyi mata pisau tersebut terdengar semakin nyaring. Berlomba dengan suara jangkrik dan kicauan burung hantu. Jeremi lelaki bertubuh gempal tersebut, tersadar dari pingsannya. Memicingkan mata dan seketika matanya






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Ulasan-ulasan