LOGINSeorang istri bernama Marisa mendapat transferan nyasar dari suaminya. Nominal yang terbilang tidak sedikit membuat Marisa terlejut. Setelah diselidiki ternyata Yuda—suami Marisa hendak melakukan pernikahan tanpa sepengetahuan Marisa. Uang yang tadi Yuda kirim ke Marisa harusnya ia kirim ke Winda—kakaknya Yuda untuk biaya persiapan pernikahannya.
View MoreGARA-GARA TRANSFERAN NYASAR_13"I-i-ibu!" kataku tergagap."Kenapa, kaget liat Ibu ada di sini?" ucapnya sambil berjalan mengitari ruangan tamu.Mau apa lagi perempuan bermuka dua itu hadir ke rumah ini? Bukan aku tidak bisa menghormati orang lain. Hanya saja rasa benci dan kesalku masih melekat. Apalagi jika aku ingat tentang perlakuan ibu mertua sebelumnya kepadaku. Dan melihat sekarang kenyataannya. Semua serasa seperti mimpi buruk, jauh berbanding terbalik. Ibu mertua hanya berpura-pura hanya karena Mas Yuda tampak terlalu mencintaiku."Ibu mau tinggal di sini beberapa hari bersama kita," terang Mas Yuda. Sepertinya ia paham jika aku kebingungan dan butuh penjelasan.Mataku terbelalak ketika mengetahui alasannya. Tidak! Aku tidak setuju kalau Ibu tinggal di rumah ininmeski hanya beberapa hari saja. Dapat kupastikan, tidak akan ada ketenangan selama Ibu di sini."Tap-tapi, Mas ...!" Aku tidak lagi melanjutkan kata-kataku, karena Ibu dan Mas Yuda sudah berlalu meninggalkanku."Sial
GARA-GARA TRANSFERAN NYASAR_12Mobil Mas Yuda berhenti di sebuah kafe. Letaknya tak jauh dari tempat kerjanya dulu. Dari kejauhan tampak Mas Yuda turun dari mobilnya. Kemudian terlihat Rasti keluar dari dalam kafe menemui Mas Yuda.Mereka berpelukan di tempat umum. Benar-benar keterlaluan, tidak punya malu! Momen seperti itu yang aku tunggu. Mengambil bukti untuk menjebloskan Mas Yuda ke penjara. Dengan mudah, aku mendapat bukti pertama. Ternyata tak sulit seperti yang kupikirkan.Kini Mas Yuda dan Rasti sudah berjalan masuk ke dalam kafe. Saat itu juga aku turun dari taksi dan mengikuti langkah Mas Yuda dengan selingkuhannya.Di dalam kafe, pengunjung tampak ramai. Sampai aku kewalahan mencari keberadaan dua manusia pengkhianat itu. Lalu, pandanganku menangkap sosok wanita genit. Dirinya sedang bergelayut manja di lengan seorang lelaki. Siapa lagi kalau bukan Rasti dan Mas Yuda.Lagi, kesempatan untukku mengumpulkan bukti. Bahwa Mas Yuda ingkar dengan surat perjanjian yang telah dita
GARA-GARA TRANSFERAN NYASAR_11"Kak, jujur sama aku! Sebenernya ada urusan apa Kakak atau Ibu atau mungkin Mas Yuda dengan Rasti? Sampai kalian tega mengorbankan rumah tanggaku?" desakku pada Kak Winda.Tampak jelas kegugupan di wajah Kak Winda. Sempat Kak Winda mengelak, tetapi aku tidak lepas begitu saja. Aku harus tau, sebenarnya ada masalah apa mereka dengan Rasti."Pokoknya aku nggak setuju kalau Yuda batalin nikah sama Rasti. Titik! Apa pun alasannya, mereka harus menikah!" bantah Kak Winda, tetap pada pendiriannya.Bagiku tak masalah jika memang Mas Yuda menuruti keinginan kakaknya. Kesempatan untukku menjebloskan Mas Yuda ke penjara."Terserah kalau itu keinginan Kakak! Aku nggak peduli. Asal jangan sampai kalian menyesal dan mencariku nanti!" tegasku, sambil menunjuk wajah Kak Winda.Kak Winda melepaskan tawa. Intinya tawa merendahkan."Apa nggak salah dengar aku? Nyesel? Cari kamu? Yang ada, tuh, kamu nyesel nggak ngizinin Yuda nikah lagi!" Lagi, Kak Winda merendahkanku. Aku
GARA-GARA TRANSFERAN NYASAR_10Hari itu aku dan Mas Yuda pulang ke rumah mertua. Bukan ingin bermalam di sana. Aku dan Mas Yuda hanya ingin mengabarkan berita kehamilanku."Bu, Yuda dan Marisa tidak akan berpisah seperti yang Ibu minta. Yuda akan segera punya anak dari Risa, Bu," ucap Mas Yuda menjelaskan kepada ibunya."Apa? Risa hamil?" tanya Ibu, terkejut, tak percaya dengan berita yang Mas Yuda kabarkan.Aku duduk bersisihan dengan Mas Yuda. Tatapan ibunya Mas Yuda tak lepas dari diriku. Tajam, sini, serta penuh makna. Entah apa maknanya, yang jelas tersirat kebencian. Aku tak terlalu menanggapi hal itu. Aku pun sudah terlanjur benci karena sakit hati dan kecewa oleh keluarga Mas Yuda.Mas Yuda mengangguk menanggapi ketidak percayaan ibunya. Aku hanya diam saja tak bersuara. Bukan karena takut, tetapi malas saja berinteraksi dengan mertua jahat yang pura-pura baik."Kamu yakin itu anakmu?" tanya ibu Mas Yuda curiga.Aku kaget atas pertanyaan. Apa maksudnya Ibu bertanya seperti itu












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.