Chapter: BAB 144 - AKHIR PERJALANAN & MENJEMPUT BAHAGIASebelum Dewi tertangkap, Alfan sudah bergerak lebih dulu. Ia bukan tipe pria yang menunggu sampai musuh menyerang dua kali. Di ruang kerjanya malam itu, Alfan berdiri di depan jendela besar sambil menatap taman belakang rumahnya. Di belakangnya, Putu Hendra membuka beberapa berkas tebal di atas meja. “Semua sudah kita kumpulkan,” ujarnya. Alfan menoleh. “Seberapa besar?” “Lebih besar dari yang kita kira.” Putu mendorong satu map ke depan. “Perusahaan keluarga Dewi ternyata hanya kedok.” Alfan membuka berkas itu perlahan. Isinya membuat rahangnya mengeras. Pencucian uang. Perdagangan ilegal. Pemalsuan dokumen impor. Nama keluarga itu muncul di hampir semua laporan. “Sudah berapa lama?” tanya Alfan. “Bertahun-tahun.” Putu menunjuk beberapa halaman lain. “Yang paling menarik mereka menggunakan jaringan agen penyalur tenaga kerja sebagai jalur transaksi.” Alfan langsung teringat sesuatu. Agen tempat Dewi mendaftar. “Jadi itu sebabnya mereka bisa menyusupkan Dewi ke rumahku,
Last Updated: 2026-03-16
Chapter: BAB 143 - AKHIR KEJAHATANDewi masih menatap foto di tangannya dengan wajah pucat. Tangannya gemetar, tetapi ia berusaha menahan diri agar tidak terlihat panik.“Saya hanya keluar sebentar malam itu,” katanya akhirnya.Alfan tertawa pendek. “Keluar sebentar?” ulangnya pelan. Ia berjalan mendekat, lalu meletakkan kedua tangannya di meja di depan Dewi. “Keluar sebentar sampai bertemu seseorang di luar pagar rumah? Di tengah malam. Diam-diam pula.”Tubuh Dewi menegang. “Saya tidak tahu maksud Tuan.”Putu Hendra menyilangkan tangan. “Jangan berpura-pura bodoh. Foto itu jelas menunjukkan kamu berbicara dengan seseorang.”Dewi menelan ludah. “Itu hanya orang yang salah alamat.”Alfan menatapnya tanpa berkedip. “Lalu kenapa Nena yang melihat kalian justru mati satu jam kemudian?”Kalimat itu membuat Dewi kehilangan kata-kata. Namun ia masih mencoba mempertahankan jawabannya.“Bagaimana Tuan bisa menuduh saya seperti itu? Saya juga sedih atas kematian Nena.”Alfan berdiri tegak. Tatapannya berubah tajam.“Kalau begitu
Last Updated: 2026-03-15
Chapter: BAB 142 - RAHASIA NENA“Kami menemukan ini. Seratus meter dari lokasi kejadian.”Seorang polisi menyerahkan plastik klip bening berisi ponsel dan dompet milik Nena.Alfan menerima benda itu dengan wajah kaku. “Tidak ada penyelidikan?” tanyanya tajam.“Kami akan tetap memburu pelaku, Tuan,” jawab polisi itu hati-hati. “Kesimpulan sementara tabrak lari. Namun kasus bisa naik kapan saja jika pelaku tertangkap dan motifnya terungkap.”“Plat mobil yang digunakan tidak terdaftar. Jadi cukup sulit untuk mengidentifikasi.”Rahang Alfan mengeras.“Terima kasih. Tolong lakukan apa saja untuk menangkap pelaku. Ini menyangkut nyawa seseorang.”“Lakukan yang terbaik.”Polisi itu mengangguk hormat sebelum akhirnya pergi meninggalkan rumah besar itu.Usai para petugas pergi, Alfan berdiri lama di ruang tamu. Plastik berisi ponsel Nena masih berada di tangannya.Tatapannya kosong.Tabrak lari.Kalimat itu terus berputar di kepalanya.Namun, entah kenapa … Hatinya mengatakan ada sesuatu yang tidak beres.Dengan langkah bera
Last Updated: 2026-03-15
Chapter: BAB 141 - MENINGGAL“Kamu kenapa menatap kami seperti itu, Dewi?”Ayesha bertanya kala melihat Dewi menatap mereka tanpa berkedip. Ia tersenyum. Berhasil menggoyahkan pertahanan gadis itu. Dengan sengaja ia mempertontonkan kemesraan bersama sang suami saat gadis itu mengantar minuman.Sengaja.Biar terbakar sekalian.“Tidak apa-apa, Nyonya. Hanya kagum dengan keluarga Anda yang harmonis. Memiliki anak dan suami yang manis. Saya berharap suatu nanti bisa mendapatkan suami seperti Tuan Alfan.”Ayesha terkekeh pelan. “Kamu tidak tahu saja sebrengsek apa suamiku dulu.”“Maksudnya, Nyonya?”“Aku tidak ingin mengumbar aib suamiku, tapi apa yang kamu lihat manis hari ini adalah buah dari apa yang telah kami lewati. Jika hari ini kami masih bersama, itu karena takdir Tuhan yang masih memberi kami kesempatan kedua.”Alfan mengeratkan pelukan, lalu mengecup kening sang istri singkat. “Terima kasih karena masih mau menerimaku.”“Mom, Dad, yang benar saja. Jangan mengumbar kemesraan di depan anak kecil.” Arzen prote
Last Updated: 2026-03-15
Chapter: BAB 140 - SENGGATA DEWI AMBARANIDewi menggenggam erat pintu kamar mandi, tubuhnya benar-benar tak terkendali. Wajahnya memerah, keringat bercucuran, napasnya terengah. Bayangan Alfan seolah mengepung dari segala sisi. Membuat tubuhnya semakin bergetar hebat menahan ledakan gairah yang membuncah. “Kenapa bisa begini?!” desisnya panik. Ia tak menyangka obat itu justru berbalik melawan dirinya. Ketukan keras di pintu membuat jantungnya hampir meloncat. “Dewi, kamu kenapa?” suara Nena terdengar keras. “Tidak apa-apa, Mbak. Perutku melilit sekali,” sahut Dewi dengan suara gemetar, berusaha menormalkan nada suaranya. Panik menyeruak. Buru-buru membasuh wajahnya dengan air dingin, lalu membuka pintu sedikit. “Maaf, Mbak. Aku tadi masih di kamar mandi. Panas sekali rasanya.” Nena mengamati wajah Dewi yang basah, pipinya merah padam, tubuhnya bergetar pelan. “Kamu sakit?” tanyanya curiga. “Cuma kecapekan, Mbak.” Dewi tersenyum kaku, berusaha menutup pintu lagi. Namun, tatapan tajam Nena menelisik hingga ke hatinya. “K
Last Updated: 2025-09-30
Chapter: BAB 139 - SENJATA MAKAN TUAN “Mas, kamu baik-baik saja, kan?” Ayesha yang sejak pagi gelisah, menghubungi suaminya.“Ada apa?” tanya Alfan dengan nada heran.“Tidak apa-apa, hanya saja perasaanku tidak enak.”“Cepatlah pulang. Sepertinya kamu sangat merindukanku,” godanya sambil terkekeh.“Aku serius, Mas!” desis Ayesha.“Semuanya baik-baik saja, Sayang. Cepatlah pulang. Aku merindukanmu.”Ayesha singkirkan perasaan itu dari dalam dirinya. Namun, ketukan pintu di kamarnya membuat wanita itu berpaling.Di depan pintu, kliennya berdiri dengan senyum lebar. Seolah bisa menebak apa yang terjadi, Ayesha langsung menggeleng tegas.“Kali ini tidak ada tawar menawar lagi, Nona. Sudah cukup saya memaklumi permintaanmu.”“Hanya kali ini saja, Nyonya. Saya mohon.”“Saya tidak bisa.”“Saya akan membayar waktu Anda selama di sini.”Ayesha lemparkan senyum lebar, garis halus di sekitar matanya terlihat samar. “Ini bukan tentang nominal, Nona. Ini soal rasa profesional. Kesepakatan Anda sudah terlalu melenceng jauh. Demi bertah
Last Updated: 2025-08-24
Chapter: Akan kubuat hidupmu tidak tenangFreya menatap Maverick beberapa saat. Tatapan pria itu memang tetap tenang, tetapi rahangnya mengeras. Ujung jarinya bahkan masih menggenggam ponsel terlalu kuat.Dia mengenal Maverick cukup baik untuk tahu satu hal. Pria itu hanya memasang wajah seperti itu ketika ada sesuatu yang benar-benar mengganggunya.“Siapa yang membuatmu setegang ini, Rick?” tanya Freya akhirnya.“Bukan siapa-siapa.”“Rick.”“Aurora.” Maverick balas menatapnya. “Jangan ikut campur.”Freya menghela napas pelan. “Aku hanya bertanya.”“Tidak untuk urusan ini.”“Kenapa?”“Karena aku tidak ingin menyeretmu.”Freya terdiam. Kalimat itu terdengar sederhana, tetapi justru membuat dadanya terasa hangat. Maverick memang tidak pernah pandai merangkai kata-kata romantis. Cara pria itu melindunginya selalu terdengar dingin dan memerintah. Namun, Freya tahu maksudnya. Maverick mencium keningnya singkat sebelum berdiri.“Aku harus pergi.”“Sekarang?”“Ada beberapa orang yang harus kutemui.”Freya ikut bangkit. “Hati-hati.”
Last Updated: 2026-07-10
Chapter: Musuh yang mulai menunjukkan diriAlula bangun dengan kepala yang pusing luar biasa setelah semalam mengamuk dan menangis sepanjang malam.Matanya bengkak, hidungnya memerah, kantung mata hitam seperti seseorang yang tidak tidur berhari-hari.Pandangannya menyapu ke ranjang di samping yang terlihat rapi dan dingin. Menandakan jika semalam Maverick sama sekali tak mendekati ranjang.“Aku harus bagaimana lagi untuk meluluhkan hatimu, Maverick?” batin hatinya perih. Dia sudah berusaha, membuang seluruh harga diri untuk memohon pada pria yang menjadi suaminya, tetapi sekalipun pria itu tak pernah menganggap kehadirannya lebih dari pajangan.Alula menghubungi kepala pelayan untuk bertanya tentang Maverick yang ternyata masih tinggal. Mendengar penuturan itu dia segera membersihkan diri dan mematut dirinya dengan cantik, lalu keluar dan menghampiri ruang kerja yang ternyata kosong.“Di mana suamiku?” tanya Alula pada pelayan yang lewat.“Sepertinya ada di ruang gym, Nyonya.”Alula segera membawa langkahnya naik menuju lant
Last Updated: 2026-07-02
Chapter: Harga diri Alula“Rick, semuanya baik-baik saja?”“Ya. Kau tidak perlu cemas. Istirahat saja. Aku akan keluar menemui Ryan.”“Kau menginap?”“Jika tidak ada hal penting aku akan kembali.”Sebelum pergi Maverick mendaratkan ciuman di bibir kekasihnya. Pria itu memutuskan langsung pulang begitu laporan Ryan mengatakan jika salah satu dari mata-mata yang mengikutinya berhasil lolos.Siapa bajingan gila yang berani menguntit kehidupan pribadinya?Sesampainya di dalam mobil, Ryan menyerahkan iPad yang berisi sebuah rekaman video. Salah satu pria duduk terikat di sebuah kursi di ruangan yang tak asing.Maverick menekan tombol play hingga video berdurasi lima menit itu berputar.“Apa menurut Anda, Nyonya Alula yang melakukannya?” tanya Ryan hati-hati.“Tidak. Alula tidak memiliki akses ke sana. Mustahil. Terlalu nekat jika dia sampai melakukannya.”“Kami masih menyelidiki latar belakang pria itu.”“Informasi apa yang dibawa pria yang kabur?”“Hanya informasi tanpa bukti. Kami berhasil mengambil ponsel dan ka
Last Updated: 2026-07-01
Chapter: Mata-mata“Kenapa memblokir nomorku, Rora? Dasar tidak tahu diri. Dasar cucu durhaka.”Wajah Areta memenuhi layar ponsel. Wanita tua itu menggunakan video call dengan nomor ponsel Nadya. Ya, sejak terakhir kali wanita tua itu memarahinya, Freya memang memblokir nomornya.“Karena Nenek terlalu berisik. Pasti menghubungiku marah-marah begini setelah mendengar cucu kesayangannya mengadu,” jawab Freya berani.“Freya Aurora, beraninya kau menghina dan mengatakan hal buruk pada Alula. Apa kau sudah gila? Dia saudarimu. Bukannya membantu kau malah membuat kakakmu tertekan.”“Nenek marah-marah kalau aku menghina Alula dan ibunya, tapi kau sendiri sering sekali menghina ibuku. Apa aku sebagai anaknya hanya boleh diam saja? Kalau kau tidak mau dihina, maka jangan suka menghina. Berkaca. Akal dipakai sebelum mulut bicara.”Freya berkata tanpa peduli lagi dengan sopan santun. Toh itu juga tidak akan pernah ada artinya di depan Areta. Apa pun sikap baik yang ditunjukkan, baginya Freya tetap tak pernah benar
Last Updated: 2026-06-29
Chapter: Digempur sampai lemasJujur saja mendengar ucapan Maverick, hatinya berdenyut nyeri. Namun, apa mau dikata, itu memang yang diinginkan.“Kenapa melamun saja?” tanya Maverick yang baru saja membereskan meja makan.“Siapa? Aku tidak.”Freya merebahkan diri di ranjang sambil bermain ponsel, sementara Maverick pergi untuk mandi. Tak lama pria itu keluar hanya dengan handuk yang membalut tubuh bagian bawahnya. Pria itu sudah menganggap apartemen Freya seperti rumahnya sendiri.Ranjang sebelahnya bergerak, Freya tak menoleh. Namun, pelukan pria itu membelit perutnya dengan sangat erat. Bibirnya mulai mencumbu tengkuk Freya dengan sangat lihai, membuat Freya menggeliat pelan karena geli.“Jangan menggangguku, Rick,” keluhnya dengan nada kesal.“Aku merindukanmu, Aurora,” katanya dengan tangan yang sudah bergerilya menyentuh tubuh bagian depan Freya.Cumbuan Maverick di lehernya, usapan pria itu di titik-titik sensitif tubuhnya membuat Freya melenguh pelan. Tubuhnya menggeliat dalam rengkuhan sang pria. “Rick,” d
Last Updated: 2026-06-27
Chapter: Kau dapatkan tubuhku, kudapatkan balas dendamku“Aku baru saja keluar dari area operasi.”“Aku melihat wanita yang pakaiannya mirip denganmu bersama Maverick.”“Hah?” tanyanya setenang mungkin.Freya refleks menunduk melihat pakaian yang dikenakannya. Kemeja putih tulang dan blazer krem sederhana. Sangat normal. Sangat umum. Namun, kalimat Alula tetap membuat dadanya menegang sepersekian detik.Apakah Alula memergokinya saat tengah berpelukan dengan Maverick tadi? Tidak, tidak mungkin.Alula melipat tangan di dada sambil terus memperhatikan ekspresi adiknya. Mencari kebohongan yang mungkin saja terlihat.Freya mendengus pelan. “Jadi sekarang semua wanita berblazer krem adalah selingkuhan suamimu?”“Aku serius, Rora.”“Kau seperti melempar tuduhan tanpa bukti padaku. Jika kau tak percaya padaku, silakan tanyakan pada asistenku apa saja jadwalku hari ini.”Freya bersandar di dinding sambil mengamati Alula yang terlihat frustrasi. Wanita yang kemarin memuji suaminya dan mengagungkan hidup sempurna, kini harus menelan ucapannya lagi. N
Last Updated: 2026-06-17
Chapter: Kenikmatan (21+)Semenjak kejadian penculikan dan pelecehan yang dialami, Alexa lebih banyak diam. Dia bahkan menjadi pribadi pemurung dan selalu mengurung dirinya di kamar. Mereka sudah pindah ke rumah baru yang dibeli oleh Lucas beberapa waktu yang lalu. Lengkap dengan segala isinya. Pria itu juga telah menyiapkan segala keperluan untuk sang kekasih. Sebenarnya rumah ini adalah kejutan, tetapi semuanya tidak berjalan sesuai rencana gara-gara ulah si brengsek Sergio Semak. Ah, ingin sekali Lucas membunuh pria itu dengan tangannya sendiri saat setiap malam, dia harus melihat sang pujaan hati gelisah dalam tidurnya. Saat peluh membanjiri tubuhnya dengan teriakan tak berdaya yang memilukan. Mendengar itu setiap malam membuat emosinya selalu memuncak. Dia hanya mampu menenangkan dengan pelukan. Saat mata itu kembali terbuka, dia akan berteriak jika didekati oleh seorang pria. Seolah semua pria yang mendekatinya berwajah Sergio Semak. Setiap pukul sebelas malam, Lucas yang telah menyelesaikan pekerja
Last Updated: 2022-09-09
Chapter: DitemukanSergio Semak sebenarnya bukanlah pria miskin seperti yang diceritakan pada teman-temannya. Pria itu adalah pemilik cafe, restoran dan juga beberapa hotel yang ada di Venesia. Salah satunya adalah restoran tempat mereka bekerja.Pria berperawakan tinggi dengan garis wajah yang tegas itu cukup tampan. Memilih menyamar menjadi Sergio si pria yatim piatu miskin adalah caranya untuk bisa dekat dengan Alexa, wanita yang pada pertemuan pertama mampu mencuri hatinya.Selama satu tahun dia mencoba mendekati Alexa, tetapi dia harus kalah dengan orang baru yang justru bisa lebih dulu mendapatkannya.Sergio marah. Dia merasa Alexa sama seperti wanita di luar sana yang tergoda dengan uang dan kemewahan. Jika tahu seperti itu, dia tidak akan susah payah menyamar menjadi pria miskin.Sergio menatap Alexa yang kini menatap matanya seolah menantang. Pria itu tersenyum sinis dan kembali mendekat ke arah ranjang. Ditatapnya tubuh wanita yang membuatnya tergila-gila.
Last Updated: 2022-09-03
Chapter: Pengakuan SergioDi dalam ruangan kamar yang temaram, seorang wanita terbaring di atas ranjang dengan kedua tangan terikat ke atas. Wajahnya tampak damai, tetapi dingin yang menyapu kulitnya membuat mata dengan bulu mata lentik itu berkedip beberapa kali sebelum akhirnya manik mata berwarna cokelat itu terbuka. Dia tampak bingung. Matanya menjelajahi seisi ruangan. Dia seperti mencoba mengingat sesuatu hingga bisa berakhir di tempat ini. “Brengsek! Sergio sialan!” makinya dengan kaki yang menendang-nendang. Dia mencoba untuk melepaskan tali yang mengikat tangannya. Menggoyangkan dengan kasar supaya simpulan itu bisa terlepas. Namun, justru tangan kecil itu terasa perih dan panas. Wanita itu kembali memejamkan mata sambil berpikir. Sebenarnya dia sekarang ada di mana dan ke mana perginya pria sialan yang telah menculiknya. Saat masih asyik berpikir, pintu terbuka dan sosok wanita yang tadi dilihat sebagai pelayan cafe datang membawa nampan berisi makanan. “Oh, kalian semua bersekongkol,” ucapnya
Last Updated: 2022-09-02
Chapter: Rahasia Sergio“Sayang, berhentilah bekerja di restoran. Aku akan bertanggung jawab dan memenuhi semua kebutuhanmu.” “Aku tidak mau mati kebosanan hanya menghabiskan waktu di tempat sempit ini, Luke.” Sejak Alexa menyerahkan diri, Lucas menawarkan banyak keistimewaan padanya. Namun, ditolak dengan banyak alasan. Contohnya beberapa waktu yang lalu saat Lucas memberikan debit card, credits card dan uang tunai. Alexa menolaknya, dia hanya mengambil beberapa lembar uang yang diperlukan untuk membeli bahan makanan dan membayar sewa apartemen. Selebihnya dia kembalikan lagi. Gaji yang diterima Alexa akhirnya utuh tak terpakai, karena Lucas juga melunasi hutangnya pada Emily. Bahkan memberikan lebih dari yang dia pinjam. Hidupnya benar-benar berubah. Dia dimanjakan dengan perhatian dan juga materi. Pria tampan itu benar-benar gila, tidak waras dan banyak sebutan lain yang bisa mendeskripsikan sikapnya. Bagaimana tidak, pria itu memenuhi apartemen kecilnya dengan barang-barang yang tidak diperlukan. Ba
Last Updated: 2022-09-02
Chapter: Takluk Alexa menyerah. Dia membiarkan Lucas menempati ruang tamu karena pria itu bersikeras tinggal bersamanya. Bahkan beberapa lembar pakaian sudah berpindah di lemarinya. Genap seminggu keduanya tinggal bersama. Lucas melakukan pekerjaannya selepas Alexa pergi bekerja. “Kau semakin terlihat berisi, Alex.” Emily mengamati tubuh sahabatnya yang nampak segar. “Kau mau bilang aku gemuk?” tanya Alexa sinis. Harus diakui bahwa dirinya juga merasa demikian. Lucas memanjakannya dengan berbagai makanan enak dan melimpah. Dia tidak lagi kekurangan hanya untuk sekadar makan. Emily mengangguk. “Tapi kau semakin cantik dan kelihatan segar.” “Aku bisa besar kepala mendengar pujianmu.” Alexa balas terkekeh pelan. Sejujurnya dia sudah melarang Lucas menghamburkan uang hanya untuk membeli makanan mahal. Namun, sepertinya pria itu tidak pernah peduli dengan protes dan tetap melakukan apa pun semaunya. “Bagaimana dengan Luke?” “Ya begitulah,” ucap Alexa dengan helaan napas kasar. Tidak mungkin dia menj
Last Updated: 2022-09-01
Chapter: Pikiran liar‘Jadilah wanitaku seutuhnya.’ Kalimat itu terus berulang-ulang dalam ingatannya. Juga tawaran-tawaran yang diberikan oleh Lucas sedikit banyak mengusik hari-harinya. Sebenarnya, jika dipikirkan tawaran pria itu begitu menguntungkan. Alexa hanya perlu jadi wanitanya dan kehidupannya akan terjamin. Namun, sekali lagi ego dan harga dirinya terlalu tinggi untuk menyetujuinya begitu saja. Sudah hampir lima hari Lucas tak datang menemuinya. Pria itu mengirimkan pesan lewat pengawalnya, bahwa dia sedang ada urusan di Savona selama beberapa hari. Ketidakhadiran Lucas juga untuk memberikan Alexa waktu untuk berpikir, walaupun pria itu tak menerima penolakan, tetapi sebagai pria sejati dia ingin jawaban ‘ya’ tanpa paksaan. “Terus saja kau melamun,” kata Emily mengejutkan. “Kau mengganggu saja,” balas Alexa datar dengan raut wajah serius. “Kau terlihat serius sekali. Ada apa denganmu? Kau sedikit aneh beberapa hari ini.” “Tidak ada,” jawab Alexa acuh tak acuh. Lagipula Emily tahu bahwa di
Last Updated: 2022-09-01