Ranjang Panas Pengantin Pengganti
Hidup tak pernah benar-benar berpihak pada Rosélia Deveraux. Sejak kecil, dia dibenci oleh ayah kandung, ibu sambung, bahkan kakek dan neneknya sendiri karena dianggap sebagai penyebab kematian Calestine, ibunya, yang meninggal saat melahirkannya.
Namun penderitaan Rosélia tidak berhenti di sana. Ketika hidupnya mulai merasa tenang, semuanya kembali berubah. Dia tiba-tiba harus menggantikan Valerie, adiknya untuk menikah dengan Maverick setelah penyakit Valerie mendadak kambuh beberapa saat sebelum pernikahan.
Sayangnya pernikahan itu bukan awal dari kebahagiaan. Menjadi istri Maverick, seorang CEO kaya, tampan dan berkuasa justru menyeret Rosélia ke dalam kehidupan yang penuh luka. Satu persatu penderitaan menghampirinya, terlebih karena Maverick membencinya setengah mati.
Di tengah pernikahan tanpa cinta, mampukah Rosélia bertahan? Atau justru dia akan hancur oleh Maverick?
Read
Chapter: Chapter 199Satu tahun kemudian…Atelier de Rosélia berkembang dengan pesat apalagi setelah kembalinya Rosélia. Bukan hanya galeri yang berjalan di sana, tapi juga kelas lukis.Rosélia turun tangan sebagai guru lukis dan sekarang dia dibantu oleh personal asistennya, Rosa.Belum lama Rosa bergabung, terhitung satu tahun lamanya, tepatnya tak lama setelah pernikahan Maverick dan Rosélia berlangsung.“Kelas hari ini cukup sekian. Besok kita akan bertemu di jam yang sama.” Rosélia menutup pertemuan hari ini. Semua muridnya balik kanan membubarkan diri.Kini, tinggal dirinya dan Rosa yang ada di dalam ruangan itu.“Setelah membereskan ruangan ini, kamu bisa pulang lebih awal, Rosa,” ucap Rosélia.“Tapi, Bu, bukankah sore ini ada janji temu dengan dokter kandungan?” “Hmm, aku akan ke sana bersama dengan Cordelia. Jadi kamu bisa pulang,” jawab Rosélia.“Tapi Tuan bilang–”“Tidak, tidak. Aku akan pergi bersama Cordelia!” Tidak membentak, tapi nada bicaranya sedikit lebih tinggi.Tanpa menghiraukan asis
Last Updated: 2026-10-18
Chapter: Chapter 198Kehidupan tepat seperti ini yang pernah Rosélia impikan. Keluarga penuh tawa beranggotakan dirinya, suaminya dan juga anaknya.Pemandangan di depannya membuatnya begitu terharu. Jika akhir pekan kemarin mereka menghabiskan waktu di alam, maka akhir pekan ini mereka menghabiskan waktu di rumah.Mata Rosélia sama sekali tak berpaling dari pemandangan Maverick yang sedang mengajari Elodie berhitung. Senyum di wajahnya mengembang lebar kala beberapa kali Elodie salah membacanya.“Ah susah, Ayah,” rengeknya. Sudah lebih dari lima belas menit lalu Elodie meminta berhenti belajar, namun Maverick sama sekali tidak memberinya izin. Pasalnya, mereka baru sekitar delapan menit belajar.“Bisa, Ayah yakin Elodie bisa,” ucap Maverick memberikan semangat.Meski hendak menangis, Elodie masih melanjutkan kegiatannya. Dia memandang setiap angka yang seolah melayang di atas buku itu, berusaha fokus agar dia bisa melakukannya sehingga bisa cepat menyelesaikan kegiatan belajarnya ini.“Tiga ditambah lima
Last Updated: 2026-10-16
Chapter: Chapter 197Rosélia sama sekali tak pernah mengira jika dirinya akan ada di masa dia kembali ke tanah kelahirannya, bukan untuk singgah, melainkan menetap. Semua dokumen yang diperlukan, sudah Maverick urus jauh sebelum mereka menikah lagi. Meski Rosélia mengatakan ingin mengurusnya sendiri, tapi tentu saja ada campur tangan Maverick di dalamnya. Termasuk pindahan sekolah Elodie. Pada akhirnya Rosélia tak jadi mengurusnya sendiri.Di sinilah dia sekarang, pagi pertama di penthouse yang enam tahun lalu pernah menjadi tempat bernama rumah untuknya. Tak ada sama sekali yang berbeda selain… pagi ini dia melihat pemandangan wajah suaminya yang masih terlelap.Bibir Rosélia tertarik, dia tersenyum manis memandangi wajah tampan yang akhirnya bisa menjadi miliknya itu. Bukan satu atau dua menit, dia memandanginya sejak lima belas menit lalu, tepatnya begitu dia membuka matanya.“Bukannya kamu harus tidur lagi? Apakah semalam tidak melelahkan?” Suara serak khas bangun tidur itu mengejutkan Rosélia. Pasal
Last Updated: 2026-10-14
Chapter: Chapter 196Hanya perlu waktu satu bulan untuk Maverick menyiapkan acara pernikahan mereka. Rosélia mengetahui, gadis itu juga dilibatkan, tapi bukan untuk mengurus semuanya, melainkan sebagai orang yang ikut serta memilih konsep pernikahan mereka.Pesta pernikahan mereka enam tahun lalu sama sekali bukan tipe pernikahan yang disukai Rosélia sebenarnya. Wajar, karena awalnya pernikahan itu memang bukan miliknya.Dan sekarang, setelah enam tahun berlalu, akhirnya Rosélia bisa menentukan pesta seperti apa yang dia inginkan. Venue pernikahan itu berdiri tepat di bibir pantai, di sebuah area privat yang sengaja disiapkan untuk menyambut hari istimewa mereka.Sebuah altar berdiri menghadap laut dihiasi dengan kain berwarna gading dan juga mawar putih. Tidak ada yang berlebihan, semua terasa cocok pada tempatnya. Beralaskan pasir yang menuju langsung ke altar, pun dengan bunga-bunga di bagian pinggirnya membentuk sebuah jalan lurus.Beberapa bangku disusun rapi menghadap altar. Tidak banyak. Hanya be
Last Updated: 2026-10-13
Chapter: Chapter 195Rosélia masih terdiam menunggu respon Valerie. Namun sepersekian detik kemudian adiknya itu menghela nafas panjang, dia mengangkat pandangannya dan tersenyum tulus pada Rosélia.Saat Valerie menggelengkan kepalanya, Rosélia sempat menahan nafasnya sesaat. “Kakak tidak perlu izinku. Maverick sudah menentukan pilihannya. Dan kami… kami sudah selesai sejak lama. Mungkin sebelum Kak Rosé kembali,” jawabnya. Jauh dalam lubuk hati Valerie, dia masih menyayangi pria itu. Pria yang dulu menjadikannya prioritas nomor satu, pria yang selalu menyayangi dan juga meratukannya.Tapi setelah tragedi mengerikan yang Valerie alami, gadis itu tak lagi terobsesi dengan Maverick. Dia cukup tahu diri untuk tidak bermimpi hidup dengan Maverick. Dia wanita kotor, bahkan pernah mengandung anak haram dari para bajingan itu. Itu sebabnya, rasanya Rosélia lebih pantas bersanding dengan Maverick dibandingkan dirinya.“Aku juga berhutang maaf padamu, Vale,” sesal Rosélia.Valerie mengernyit. Berapa kali pun dia
Last Updated: 2026-10-11
Chapter: Chapter 194Ada banyak sekali rasa yang singgah di hatinya begitu dia melihat Valerie di hadapannya. Marah, sedih, kasihan dan kosong."Valerie, ada yang ingin bertemu denganmu," ucap perawat yang mengantar Rosélia bertemu dengan Valerie.Valerie mendongak menatapnya. "Tidak, aku tidak ingin bertemu siapapun," jawabnya masih tenang meski nafasnya sudah mulai memburu dan dadanya naik turun."Val." Rosélia memanggil ketika sudah mendekat.Fokus Valerie teralihkan. Matanya membulat sempurna saat dia melihat siapa yang datang. Valerie menatapnya cukup lama."Kak Rosé?"Suara itu terdengar ragu. Oleh karena itu, Rosélia tak langsung menjawabnya.Selama bertahun-tahun Rosélia pernah membayangkan pertemuan dengan Valerie. Dalam sebagian bayangannya, dia ingin matah, dalam bagian lainnya Rosélia ingin sekali mengatakan semha hal hang selama ini dia pendam.Namun sekarang, ketika dia benar-benar bertemu dengan Valerie, tidak ada satu pun kalimat itu yang keluar."Iya, ini aku, Val." Hanya empat kata itu a
Last Updated: 2026-10-10
Chapter: Alarick Part 39"Nerissa!" Dibantingnya pintu dengan kencang. Gadis itu masuk ke apartemennya setelah mendapatkan kabar dari Nerissa tentang perceraiannya. Dibantingnya tas selempang yang dia gunakan sembarangan. Saking terburu-burunya, dia sampai lupa ada orang lain yang mengekor dari belakang. Kali ini pintu dibuka dan ditutup dengan lebih manusiawi.Nerissa menolehkan kepalanya melihat dua orang yang baru saja tiba. Beberapa menit lalu, Nerissa memberitahu kedua temannya untuk bertemu di apartemen Lovetta. Gadis itu juga memberitahu akan perceraiannya dengan Alarick."Jelaskan!" Masih Lovetta yang menggebu-gebu, sementara Raquil hanya menyimaknya."Kau ingat saat malam aku pingsan dan kau yang membawaku ke rumah sakit?" tanya Nerissa."Tentu saja aku ingat. Aku hampir gila saat itu melihat keadaanmu," jawab Lovetta.Pandangan mata Nerissa kosong. Ingatannya menerawang jauh ke hari di mana dia pingsan."Sebelum menelponmu, aku menelepon Alarick. Tapi, dia tak mengangkat telponnya dan juga tidak ba
Last Updated: 2026-05-09
Chapter: Alarick Part 38Keheningan menyelimuti ruang tamu apartemen Alarick, padahal di sana ada dua orang yang sedang berkecamuk dengan pikiran mereka.Sepasang suami istri itu duduk berhadapan dengan meja sebagai perantara. Di atas meja itu terdapat sebuah map yang malam tadi diberikan oleh Nerissa pada Alarick—lengkap dengan pena yang tergeletak di atasnya.Masing-masing sudah rapi dengan pakaian kerjanya. Ya, Nerissa memuskan untuk pergi menemui Clara setelahnya."Sudah kau tandatangani?" Nerissa memecah keheningan di antara mereka.Alarick membasahi tenggorokannya. "Apa kau sudah memikirkan alasan yang akan kau sampaikan pada kedua orang tua kita?" tanya Alarick.Nerissa berdecak. "Jika yang kau takutkan kau tidak akan mendapatkan semua harta ayahmu, tenang saja. Seperti keinginanmu, kau akan mendapatkan semuanya tanpa kehilangan sepeser pun," jawab Nerissa.Niatnya dulu menikahi Nerissa memang karena sebuah warisan, tapi mendengar Nerissa berkata demikian mengapa rasanya ada yang mengganjal dalam hatin
Last Updated: 2026-05-08
Chapter: Alarick Part 37Pernihakan Nerissa dan Alarick belum genap satu tahun. Bisa dikatakan pernikahan mereka masih seumur jagung. Namun, selama mereka menjadi bagian satu sama lain, Nerissa tak pernah merasakan kebahagiaan.Bukan hanya Nerissa, Alarick juga sama tersiksanya. Bagi Alarick, kebahagiaannya hanya Haleth.Tapi, meski Nerissa sama sekali tak merasakah bahagia, tak mendapatkan perlakuan sebagai seorang istri dan tak mendapatkan haknya dari seorang suami, Nerissa tak pernah meninggalkan kewajibannya sebagai seorang istri.Melayani Alarick setelah pria itu pulang bekerja, berbenah rumah, dan juga memasak, itu sudah menjadi rutinitasnya selama menikah dengan Alarick.Nerissa memandang setiap sudut apartemen milik suaminya—takut suatu saat dia akan merindukannya. Meski dia selama ini hanya tidur di sofa saja.Letak apartemen Alarick yang strategis membuat pemandangan malam kota terlihat begitu memanjakan mata. Nerissa sengaja memindahkan sebuah meja bulat di sudut ruangan ke dekat jendela. Tak lupa,
Last Updated: 2026-05-07
Chapter: Alarick Part 36Banyaknya hal yang Nerissa pikirkan membuat gadis itu sulit sekali terlelap. Sudah hampir tengah malam tapi matanya sangat segar. Dia sedari tadi hanya berguling-guling tak menentu di sofa.Suaminya juga belum menunjukkan tanda-tanda akan pulang. Jadi, Nerissa merasa bosan. Meski keberadaan Alarick juga tak berpengaruh sebanyak itu, tapi setidaknya dia tahu suaminya ada di rumah."Ah kenapa sulit sekali tidur," ucapnya pelan.Dia memutuskan untuk bangun. Dengan ponsel dalam genggamannya, gadis itu pergi ke dapur hendak mengambil minum dengan harapan dia akan terlelap setelah minum beberapa teguk air.Namun, begitu dia kembali ke sofa, entah kenapa kepalanya terasa pening. Semuanya terasa berputar. Nerissa beberapa kali menggelengkan kepalanya, menutup dan kembali membuka matanya berharap rasa pusingnya menghilang. Namun, harapan hanya harapan. Nyatanya, bukannya membaik, rasa pusing itu kian menjadi.Beruntung, ponselnya ada dalam genggaman. Menelpon Alarick adalah pilihannya karena
Last Updated: 2026-05-06
Chapter: Alarick Part 35Kondisi Nerissa semakin hari semakin memburuk. Setelah mengganti obatnya, tubuhnya lebih sering terasa lemas, darah dari hidungnya juga lebih sering menetes. Bukan salah obatnya ataupun Raquil yang tidak cakap. Tapi semua ini Nerissa penyebabnya. Deadline yang selalu mengejarnya membuat gadis itu sering kali melupakan obat yang menjadi penopang hidupnya.Hari ini tepat dua minggu setelah dia mendapatkan obat baru. Dan pertemuan dengan Raquil tadi adalah kali kedua bagi Nerissa.Temannya itu memarahi Nerissa karena gadis itu kerap melewatkan obatnya. Ditambah kesibukan Nerissa membuat fisiknya lebih lemah dari biasanya."Aku akan benar-benar mengurungmu di Rumah sakit jika kau berani melewatkan obatmu lagi," ancamnya.Raquil dan Nerissa berjalan beriringan di lorong Sakit yang tak begitu ramai. "Jangankan obat ini, nasi pun kadang aku lupa memakannya." Sambil mengangkat kotak obatnya, Nerissa masih bisa membantah.Raquil sangat geram dibuatnya. Kenapa temannya ini sangat sulit diberi
Last Updated: 2026-05-05
Chapter: Alarick Part 34Dulu, Nerissa sangat mendambakan pernikahan. Dia membayangkan bagaimana bahagianya dia jika bisa menikah dengan pria yang dia sayangi dan keluar sepenuhnya dari keluarganya—yang dia pikir tidak menyayanginya sama sekali.Namun, semua bayangan tentang indahnya sebuah pernikahan itu pupus begitu saja setelah dia merasakannya sendiri. Mengerikan dan hampir membuatnya gila.Dengan mata sembab, gadis itu melakukan tugasnya sebagai seorang istri. Beberes rumah, memasak, menyiapkan pakaian untuk Alarick, dia lakukan semua itu setelah apa yang suaminya lakukan malam tadi.Bekas merah di pipinya masih tercetak jelas. Sakitnya pun masih terasa olehnya, namun dia berpura-pura tidak pernah mengalaminya.Suara langkah yang sudah sangat dia kenali mulai mendekat. Namun, Nerissa memilih untuk melajutkan kegiatannya."Ner—""Makanlah. Aku pergi duluan, ada yang harus aku kerjakan." Tanpa menunggu Alarick menyelesaikan ucapannya, Nerissa pergi setelah membawa tas kerjanya.Sementara itu, Alarick hanya
Last Updated: 2026-05-04