author-banner
Justjeha
Justjeha
Author

Novel-novel oleh Justjeha

Manager Kesayangan Sang Aktor

Manager Kesayangan Sang Aktor

Gina, seorang wanita muda yang bekerja sebagai manajer aktor papan atas, harus terus bersabar menghadapi Rajendra Bimasena, sosok lelaki arogan dan seenaknya yang selalu membuatnya kewalahan. Di depan publik, Rajen dikenal sebagai aktor sempurna dengan citra yang nyaris tanpa cela. Namun di balik layar, hanya Gina yang mengetahui sisi buruknya. Berkali-kali Gina ingin mengundurkan diri, tetapi Rajen selalu menahannya. Hingga perlahan, rahasia tentang trauma dan masa lalu kelam Rajen mulai terungkap. Mampukah Gina tetap bertahan ketika ia akhirnya mengetahui alasan di balik sikap Rajen selama ini?
Baca
Chapter: Sisi yang Tak Terlihat
Rajen menatap Gina dengan ekspresi tidak percaya. Tangannya bahkan refleks menyentuh bagian belakang kepalanya yang sejak tadi terasa nyeri. "Lo semalam mukul gue?! Gila lo!" Gina menundukkan wajahnya sedikit. Ia merasa bersalah, tetapi tetap berusaha menjelaskan kejadian tersebut. "Ya. Lo ngetuk-ngetuk pintu apartemen gue kayak hantu." Nada suaranya mengecil. "Gue juga takutnya ada orang cabul, psikopat, atau pembunuh. Ya udah, gue bawa wajan aja buat alat perlindungan diri." Gina menggaruk pelipisnya. "Untung gue nggak bawa pisau. Kalau pisau yang gue bawa, lo pasti udah gue tusuk." Rajen terdiam. Ia kembali memegangi kepalanya yang terasa sakit. "Sialan! Pantes kepala gue sakit banget." Gina hanya meringis kecil. "Sorry, namanya juga refleks." Untuk beberapa saat, suasana kembali hening. Gina memperhatikan Rajen yang kembali menyantap supnya. Wajah lelaki itu masih terlihat lelah, tetapi kali ini ekspresinya tidak sekaku biasanya. "Lo beneran lagi nggak ada masalah, kan?" t
Terakhir Diperbarui: 2026-10-03
Chapter: Kesalahpahaman
Rajen mengerang sambil memegangi kepalanya yang terasa sakit. Ia berusaha membuka kedua matanya karena sayup-sayup terdengar suara lagu yang diputar sangat keras."Ini gue masih di bar? Kayaknya gue mabuk banget sampai nggak ingat apa-apa", batinnya bingung.Rajen perlahan bangkit dari karpet bulu yang menjadi alas tidurnya sejak semalam. Ia mengucek kedua matanya sembari berusaha mengingat kejadian setelah dirinya mabuk. Namun, semakin ia mencoba mengingat, kepalanya justru terasa semakin pusing. Dengan tubuh yang masih sempoyongan, Rajen berusaha berdiri sambil berpegangan pada sofa. Ia kemudian berjalan terhuyung-huyung mencari toilet karena rasa mual di perutnya semakin menjadi."Oh, lo udah sadar?" tanya Gina santai dari tempat duduknya. Ia melirik Rajen yang berjalan seperti orang kehilangan arah. "Mau muntah? Itu toiletnya ada di ujung."Rajen yang belum mampu berpikir jernih hanya mengangguk. Ia segera mempercepat langkahnya menuju toilet karena sudah tidak tahan ingin memunta
Terakhir Diperbarui: 2026-10-02
Chapter: Bukan Hantu ataupun Maling
Gina membelalakkan matanya, tak menyangka Rajen akan mengatakan sesuatu yang sangat frontal. "Hah? Lo mau nginep di apartemen gue? Lo gak lagi kesambet, kan?" "Gue masih sadar kok ini. Gimana, boleh?" "Stress! Ini makanan lo, terus lo balik ke apartemen lo lagi sebelum gue digrebek fans lo." Ia menyodorkan bungkusan makanan yang dibawanya. Namun Rajen hanya diam, membuat Gina kehilangan kesabaran. Bungkusan itu pun dilempar begitu saja ke arah Rajen. Rajen tersentak dan hampir saja memarahi Gina. Namun, perempuan itu sudah lebih dulu masuk dan menutup pintu apartemennya. Rajen memandang pintu tersebut cukup lama. “Cuma lo yang berani bersikap kayak gini ke gue.” Ia membungkuk mengambil bungkusan makanan tadi. “Gue kira lo sama kayak wanita lainnya di luar sana... ternyata lo beda.” Untuk pertama kalinya malam itu, ekspresi Rajen terlihat sedikit melunak sebelum ia kembali ke apartemennya. Di dalam kamar, Gina justru merasa bersalah. Ia memang kesal kepada Rajen, tetapi buk
Terakhir Diperbarui: 2026-09-28
Chapter: Rajensinting
“Lo ngomong apa barusan? Takut kehilangan gue? Gue gak salah denger? Seorang Rajen takut kehilangan gue? Hahaha!" Rajen mendengus sebal, managernya itu tak pernah bisa diajak bicara serius sedikit saja. Ia pun langsung menjauh dari Gina sembari memalingkan wajahnya karena malu. "Gak usah dibahas lagi, gue cuma asal ngomong." "Hmm, tapi serius lo udah nggak apa-apa? Nggak perlu gue panggilin Dokter Bram?” Gina masih memperhatikan wajah Rajen dengan cemas. Ia belum pernah melihat pria itu mengalami anxiety separah tadi sampai kemejanya basah oleh keringat dingin. “Gue nggak apa-apa. Nggak usah cerewet lo kalau jadi orang.” Gina langsung mencibir. Seperti biasa. Baru saja hampir tumbang karena serangan kecemasan, masih sempat-sempatnya menyebalkan. Mereka akhirnya berada di apartemen Rajen. Gina sengaja tidak langsung meninggalkannya karena khawatir kondisinya kembali memburuk. “Lo paham, kan, anxiety itu nggak bisa sembuh secepat itu? Udah tahu lo nggak bisa berada di kerama
Terakhir Diperbarui: 2026-09-23
Chapter: Gangguan Kecemasan
“Gina?” Juna membuka suara, memanfaatkan waktu senggang sebelum press conference benar-benar selesai. “Hm?” “Lo betah gitu kerja sama dia?” Gina yang sejak tadi menopang dagu hanya mengangkat bahu. Tatapannya masih tertuju pada pemandangan kota dari rooftop agensi. “Emang kenapa?” Juna menghela napas. Angin sore menerpa rambut mereka, membawa suasana yang seharusnya menenangkan. Namun, ekspresi Juna justru tampak serius. “Gue tahu dari awal lo dibabuin terus sama dia.” Gina terkekeh kecil. “Mau gimana lagi? Gue juga udah mulai terbiasa sama sikap dia.” “Kalau gitu mending lo resign.” Gina menoleh. “Terus?” “Daftar jadi pendamping hidup gue aja.” Gina langsung tertawa terbahak-bahak. Juna memasang wajah sebal. “Kok lo malah ketawa?” “Lo lucu banget, sumpah. Lo baru jadi aktor, masa mau secepat itu nikah?” “Kalau nikahnya sama lo, gue nggak masalah ngelepas karier gue.” Tawa Gina perlahan menghilang. Tatapan Juna kali ini berbeda. Tidak ada senyum jahil, tidak ada nada ber
Terakhir Diperbarui: 2026-09-22
Chapter: Press Conference
New Variety Show Title: The Adventures of Three Travelers in a Mysterious Village Cast: 1. Rajendra Bimasena — Actor 2. Javas Maheswara — Idol “Harmonix” 3. Dimas Dewananda — Singer — Solois --- Rajen mengacak rambutnya dengan frustrasi begitu tiba di apartemen. Hari itu menjadi pertama kalinya Gina menginjakkan kaki di tempat tinggalnya. Namun, bukannya menikmati kesempatan tersebut, Gina justru duduk santai di sofa empuk sambil memperhatikan Rajen yang tengah merobek proposal variety show di hadapannya. Gina sama sekali tidak panik. Ia sudah menyimpan soft file proposal tersebut, jadi tinggal mencetak ulang saja. "Kenapa lo mulai seenaknya begini? Kenapa nggak bilang dulu sama gue?" Rajen berjalan mondar-mandir. Wajahnya terlihat kesal, tetapi Gina sudah terlalu terbiasa melihat ekspresi itu untuk merasa gentar. "Sebagai manajer yang baik, gue cuma mau bantu karier lo berkembang." Gina menaikkan kedua alisnya. "Mumpung Pak Sony suka sama lo, kenapa nggak diambil?
Terakhir Diperbarui: 2026-09-22
Anda juga akan menyukai
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status