author-banner
Novia Tv
Author

Novel-novel oleh Novia Tv

Dibuang Suami, Bosnya Tergila-gila Padaku

Dibuang Suami, Bosnya Tergila-gila Padaku

Rachel baru saja melahirkan anak kedua. Bukannya bahagia, suaminya, Juan malah membawa pulang selingkuhannya ke rumah karena Rachel dianggap tidak bisa melahirkan anak laki-laki. Rachel memutuskan pergi membawa dua anak perempuannya. Tak disangka bos suaminya sendiri yang menolongnya dan memberikan tempat tinggal dan pekerjaan. Bukan hanya bekerja di sebagai penerjemah di kantornya, tapi juga menjalani kontrak sebagai istri pura-pura. Apakah si bos triliuner dapat menjaga profesionalitas atau malah benar-benar jatuh cinta?
Baca
Chapter: BAB 8 - Oma Ratna Tiba
Pukul sembilan pagi lewat beberapa menit, Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang tampak sibuk seperti biasa. Aku berdiri di dalam area VIP Lounge dengan lutut yang terasa lemas akibat kurang tidur dan ketegangan luar biasa. AC bandara berhembus sangat dingin, tetapi telapak tanganku justru basah oleh keringat. Aku yakin tubuhku mulai menunjukkan gejala anemia ringan karena semalaman terus terjaga.Pagi ini, aku mengenakan dress putih sederhana namun berpotongan elegan yang dibelikan oleh Adrian. Kila, di sampingku, tampak menggemaskan mengenakan dress berwarna pink senada, membuat kami berdua tampak seperti miniatur versi ibu dan anak dari keluarga harmonis sungguhan. Adrian berdiri tepat di sisiku, mengenakan kemeja putih kasual dengan lengan digulung sekenanya, tangannya menggenggam jemariku erat. Terlalu erat, bahkan untuk sekadar ukuran sandiwara."Ingat instruksiku, Rachel," bisik Adrian tepat di dekat telinganya, suaranya rendah namun tegas. "Nenekku
Terakhir Diperbarui: 2026-10-13
Chapter: BAB 7 - Kemewahan Dalam Koper
Apa isi koper-koper yang dibawa Bi Ijah?Jawabannya adalah lautan sutra dan gaun-gaun mahal yang harganya mungkin setara dengan satu unit rumah subsidi di kampung tempatku dibesarkan. Ada sekitar sepuluh gaun desainer, kebaya modern mewah, serta setelan kerja wanita yang memancarkan aura elegan kelas atas.Semua pakaian itu pas di ukuran badanku. Warnanya pun dipilih dengan teliti: krem lembut, dusty pink, hingga maroon—palet warna yang sama sekali tidak pernah berani kubeli atau kupakai selama lima tahun menikah dengan Juan karena ia selalu mencemoohnya dengan alasan "norak" atau "tidak pantas"."Ini semua untuk siapa, Bi?" tanyaku ragu, menatap tumpukan pakaian itu dengan ngeri-ngeri sedap."Buat Nyonya Adrian," jawab suara pria yang tiba-tiba melangkah masuk ke kamar utama.Adrian berdiri di ambang pintu, melepas jas kerjanya dengan gerakan santai seolah apartemen mewah berlantai 20 ini adalah tempat paling biasa baginya. Tatapannya lantas beralih padaku, seolah bisa membaca sel
Terakhir Diperbarui: 2026-10-13
Chapter: BAB 6 - Dia Mengajakku Pura - Pura Jadi Istrinya
Pagi setelah kejadian di basement parkiran, hidupku berubah 180 derajat, bukan 90 derajat tapi benar-benar terbalik. Aku tidak lagi tinggal di lantai 20 sebagai korban yang ditampung bos. Pagi ini, aku dibangunkan oleh Bi Ijah dengan ketukan pelan dan kalimat yang membuat jantungku loncat: "Bu Rachel, Pak Adrian nunggu di meja makan sejak jam 6 pagi. Katanya ada penawaran yang nggak bisa Ibu tolak." Hah, jam 6 pagi? Bos yang biasanya baru turun jam 8 pagi? Aku turun dengan daster tidur sutra bersama Kila dan Bila. Dua anakku sudah rapi dan wangi dengan rambut yang sudah dikuncir. Mataku sembab karena nangis semalam, tapi badanku sudah wangi. Adrian sudah rapi dengan setelan jas abu-abu yang sangat mahal. Rambutnya klimis. Nyaris sempurna. Dia bukan tipe ganteng kaleng-kaleng. Adrian Wijaya itu 185cm, bahu bidang, rahang tajam seperti dipahat. Usianya 32 tahun, tapi sorot matanya tua dan dingin, mata orang yang sudah melihat terlalu banyak pengkhianatan. Kulitnya putih be
Terakhir Diperbarui: 2026-10-05
Chapter: BAB 5 - Berlutut di Parkiran Basement
Dari kaca mobil, aku melihat Juan berlutut di lobi. Bukan berlutut padaku.Dia memegangi kepalanya, menatap Siska yang juga terduduk lemas di lantai sambil memegangi perut 6 bulannya.Hancur.Dan di sampingku, Kila tertawa senang sambil memakan coklat yang diberikan Adrian."Mama, Om Ganteng baik ya? Kila suka Om Ganteng, nggak suka Papa," ucap Kila polos.Adrian menatapku. Matanya dalam."Dengar itu, Rachel? Bahkan anak 3 tahun tahu mana yang baik dan mana yang brengsek. Kamu sekarang di bawah perlindungan saya."Mobil melaju meninggalkan gedung kantor. Di dalam mobil yang dingin dan wangi itu, untuk pertama kalinya setelah melahirkan Bila, aku merasa hangat.Kila duduk di pangkuan Adrian. Anehnya, Adrian yang terkenal anti anak kecil di kantor, membiarkan Kila memainkan dasinya. Bila tertidur pulas di gendongan depan yang dibelikan Bu Rina pagi tadi."Om Ganteng, dasinya bagus," kata Kila polos sambil menarik-narik dasi biru dongker Adrian seharga 2 juta itu.Adrian tidak marah. Dia
Terakhir Diperbarui: 2026-10-04
Chapter: BAB 4 - Rahasia di Balik Perut Buncit Siska
Meeting dengan investor Singapura selesai jam 11 siang. Aku tidak menyangka aku masih bisa. Selama 3 jam aku menerjemahkan istilah-istilah bisnis yang bahkan Juan saja kurang paham.Investor dari Singapura, Mr. Lee, sampai bertepuk tangan."Your translator is excellent, Mr. Adrian. Very smart woman," kata Mr. Lee. Adrian menatapku. Bukan tatapan bos ke karyawan. Tatapan seorang pria yang menemukan berlian di tempat sampah."She is," jawab Adrian singkat, tapi matanya tidak lepas dariku.Setelah meeting, Adrian menyuruh semua orang keluar. Hanya tinggal kami berdua di ruang kaca lantai 28."Rachel, kamu luar biasa," katanya. Dia melepas jasnya."Juan bodoh sudah menyia-nyiakan kamu." Aku menunduk."Terima kasih, Pak. Kalau tidak ada Bapak semalam, mungkin saya dan anak-anak tidur di emperan.""Jangan panggil Bapak. Panggil Adrian saja kalau hanya berdua," ucapnya pelan. Dia berjalan mendekat. Terlalu dekat. Aku bisa mencium wangi kopinya lagi."Rachel, aku mau tanya jujur. Kamu masi
Terakhir Diperbarui: 2026-10-03
Chapter: BAB 3 - Juan Melihatku Turun dari Mobil CEO
Aku terbangun jam 6 pagi karena bau roti panggang. Ini bau mentega mahal. Aku membuka mata. Aku lupa dimana aku. Kamar ini terlalu putih, terlalu bersih. Kasur ini terlalu empuk. "Mama, lihat! Ada beruang!" Kila sudah bangun, memeluk boneka beruang besar yang bahkan lebih besar dari tubuhnya. Bila tertidur di box bayi baru yang masih ada plastiknya, dengan baju bayi yang harganya mungkin sama dengan gajiku sebulan dulu. Pintu diketuk. Wanita paruh baya berseragam rapi masuk membawa nampan. "Selamat pagi, Bu Rachel. Saya Bi Ijah, yang ditugaskan Pak Adrian untuk jaga Ibu dan anak-anak di sini. Sarapan sudah siap. Baju Ibu sudah saya siapkan di lemari." Aku melongo. Di lemari, tergantung 3 set baju kerja wanita. Blazer hitam, kemeja putih, rok span. Semua baru, semua ukuranku pas yang masih ada labelnya. Semua branded. "Ini... dari Pak Adrian?" tanyaku lirih. "Iya, Bu. Pak Adrian pesan tadi malam jam 12. Katanya Ibu ada meeting penting jam 8 pagi dengan investor Singapura
Terakhir Diperbarui: 2026-10-03
Anda juga akan menyukai
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status