Chapter: 58. Anak AdrianSuasana mansion seketika menjadi sunyi. Elena yang baru saja keluar dari ruang kerja ikut berhenti di ujung lorong."Anak?" Elena sedikit terkejut. Meski seharusnya ia tidak perlu merasa terkejut.Elena tidak masuk ke aula. Namun dari tempatnya berdiri, Elena masih bisa melihat sebagian kejadian di sana.Dengan suara-suara dari sana terdengar cukup jelas.Adrian perlahan menoleh, tatapan mereka bertemu. Untuk sesaat, Adrian tidak mengatakan apa pun.Kemudian ia mengalihkan pandangannya kepada Larissa. "Aku akan bertanggung jawab." Suara Adrian terdengar tenang.Elena hanya diam.Adrian melanjutkan, "Atas anakku."Elena tetap tenang.Bagaimanapun juga, ia tahu cepat atau lambat hal ini akan terjadi. Ia hanya tidak menyangka... Akan secepat ini.Di samping Adrian, Larissa perlahan tersenyum. Kemudian ia segera meraih lengan pria itu dan memeluknya erat.Elena masih berdiri disana. Tak in
Last Updated: 2026-07-24
Chapter: 57. Kepulangan AdrianDerren menunjuk ke arah para pengawal. "Larissa adalah putriku." Kemudian tatapannya beralih ke arah mereka. "Dan aku tidak akan segan melawan keluarga Laurent jika kalian mencoba menghalangiku."Aula utama mendadak dipenuhi ketegangan.Dua kelompok pengawal berdiri saling berhadapan.Satu perintah saja... dan mansion Laurent bisa berubah menjadi medan pertumpahan darah."Haa.." Elena menahan napas. Adrian tidak berada di sini. Namun pria itu telah meninggalkan satu perintah yang sangat jelas, jangan biarkan siapa pun membawa Larissa pergi.Elena perlahan menatap Larissa. Wanita itu berdiri di tengah ketegangan tersebut. Dan untuk pertama kalinya...Elena benar-benar yakin, Larissa bukan sekadar wanita yang disukai Adrian. Kemungkinan benar-benar cinta mati Adrian.Karena bahkan ketika Adrian tidak berada di mansion...ia masih memastikan tidak seorang pun bisa memisahkan mereka."Jangan memaksaku, Lari
Last Updated: 2026-07-24
Chapter: 56. Larissa Terpaksa PulangElena menoleh. "Larissa."Elena menjawab cukup dingin. Namun, senyum Larissa tidak berubah. Justru entah mengapa, senyum itu terasa sedikit aneh.Elena tidak ingin berbasa-basi. Namun setelah melihat Larissa berada di bagian mansion ini, sebuah pertanyaan akhirnya keluar dari bibirnya. "Jadi, Anda akan tinggal di sini dalam waktu lama?"Larissa sedikit memiringkan kepalanya. "Andai saya tidak tahu lebih baik, saya akan mengira Anda penasaran."Elena menatapnya. "Saya masih Duchess di mansion ini."Senyum Larissa sedikit melebar. "Namun Anda baru bisa menanyakannya sekarang?"Elena terdiam. Sindiran itu terdengar jelas. Selama ini, ia memang tidak pernah benar-benar bisa mendekati Larissa.Bahkan untuk sekadar bertanya tentang keberadaan wanita itu pun, selalu ada pelayan yang berjaga.Dokter khusus.Dan tentu saja... Adrian.Elena menghela napas pendek. "Baiklah. Jika Anda tidak ingin
Last Updated: 2026-07-23
Chapter: 55. Suara Dibalik Pintu KamarElena berbalik, hendak pergi. Namun kemudian suara wanita itu terdengar. "Semalam... bagaimana bisa kamu tidak menahan diri?"Elena refleks menghentikan langkahnya.Suara Larissa terdengar lebih pelan tapi masih bisa terdengar jelas. "Kamu... keluar di dalam, Adrian."Elena menahan napas. Lalu terdengar lagi suara Larissa. "Jika aku hamil...""Tentu. Aku akan bertanggung jawab." Suara Adrian terdengar tenang.Elena membeku.Tidak ada bantahan. Tidak ada penyesalan. Hanya jawaban yang terdengar begitu mudah.Elena sudah tak sanggup lagi, ia perlahan mundur. Kali ini, ia benar-benar pergi dari sana.---Begitu sampai di kamarnya, Elena segera menutup pintu. Ia bersandar di sana sambil memejamkan mata. "Sudah tidak bisa disangkal lagi..." gumam Elena.Adrian dan Larissa memang saling mencintai. Mungkin mereka hanya terpisah karena Larissa pernah dijodohkan dengan pria lain. Dan sekarang, setelah L
Last Updated: 2026-07-23
Chapter: 54. Dibalik Celah Pintu Kamar AdrianSetelah mandi dan merapikan diri, Elena akhirnya menuju ruang makan.Ia berjalan seperti biasa. Setidaknya, ia berusaha untuk terlihat seperti biasa.Malam tadi tidak pernah terjadi. Begitulah yang dikatakan Adrian. Dan Elena akan berusaha menganggapnya demikian.Ketika tiba di ruang makan, Elena langsung duduk di tempatnya.Ia menatap kursi di hadapannya.Kosong.Elena tidak terlalu memikirkannya. Adrian biasanya akan datang. Mungkin pria itu hanya masih bersiap.Elena mengambil cangkir tehnya.Beberapa menit berlalu. Namun Adrian belum juga muncul. Elena akhirnya mengangkat pandangan. "Duke belum turun?"Kepala pelayan yang berdiri tak jauh darinya tampak sedikit ragu. "Duke..."Ia berhenti sejenak.Elena menunggu."Yang Mulia Duke tidak akan sarapan di sini pagi ini."Elena terdiam sesaat. "Kenapa?"Kepala pelayan menundukkan kepala. "Beliau berada di kama
Last Updated: 2026-07-22
Chapter: 53. Jejak semalamAdrian tidak langsung menjawab. Ia hanya menarik Elena lebih dekat ke dalam pelukannya. Kemudian berbisik, "Aku sudah tidak tahan."Elena sedikit terkejut. Dan setelah itu...semuanya berubah.Gerakan Adrian menjadi semakin cepat.Elena yang sejak tadi masih berusaha menahan rasa malu akhirnya kehilangan kemampuan untuk berpura-pura tenang.Napasnya semakin kacau. Jemarinya mencengkeram bahu Adrian.Suara yang sejak tadi berusaha ia tahan akhirnya terlepas begitu saja. Elena bahkan tidak lagi mampu memikirkan apakah seseorang mungkin mendengarnya. Ia hanya tahu bahwa seluruh pikirannya terasa kosong.Seolah-olah ia sedang mabuk.Mabuk oleh sesuatu yang bahkan tidak pernah ia bayangkan akan terjadi di antara dirinya dan Adrian.Dan di tengah kekacauan itu...yang terus terngiang di kepalanya hanyalah suara Adrian yang memanggil namanya.Perlahan, Adrian kemudian sedikit menjauh. Tangann
Last Updated: 2026-07-22