Chapter: 18. Elena Mengejutkan LagiAdrian yang awalnya mengira Elena benar-benar membuat masalah karena kecerobohannya, kini hanya bisa diam di kursinya.Pria itu menyaksikan dengan mata kepalanya sendiri bagaimana Elena memiliki kecerdasan administrasi yang tajam.Kepala pelayan senior itu hanya bisa menggigit bibir, menahan rasa malu yang luar biasa. Tak bisa menjawab pembelaan dirinya.Sunyi dengan ketegangan.Adrian, yang sejak tadi duduk mengamati, akhirnya turun tangan sedikit.Tindakannya ini bukan karena emosi atau rasa simpati kepada sang istri, melainkan murni karena logika rasionalnya: hasil pemeriksaan Elena terbukti benar secara mutlak.“Mulai hari ini,” ucap Adrian. “Semua laporan keuangan dan administrasi internal mansion harus melalui pemeriksaan Duchess terlebih dahulu sebelum sampai ke mejaku.”Perintah pendek itu dijatuhkan. Dengan satu kalimat itu, Adrian secara resmi melegalisasi kekuasaan Elena.Kepala pelayan tidak langsung menjawab. Namun, akhirnya, kepala pelayan pun membungkuk dalam dengan sik
Zuletzt aktualisiert: 2026-05-27
Chapter: 17. Keheningan yang BerubahUsai pesta. Kereta kuda mewah berlogo singa emas itu bergerak pelan meninggalkan gerbang istana kerajaan. Suasana di dalam ruang kabin terasa begitu sunyi cukup lama.“Wanita itu… sejak kapan dia memiliki sepasang mata seberani itu?” batin Adrian, seulas monolog batin yang asing merayap di kepalanya.“Selama ini dia hanya pasrah menanti kematian. Tapi tadi, dia tegak berdiri seolah siap menantang siapa pun yang menghalangi jalannya.” Batin Adrian."Yah, dia mulai tau bagaimana berperan sebagai Duchess Laurent." Batin Adrian lagi.Lalu, akhirnya Adrian membuka suara, memecah kesunyian.“Tidak buruk. Kau tidak terjatuh di hadapan orang lain.”Elena sedikit menolehkan kepalanya. Ia jelas tidak menyangka bahwa pria sedingin Adrian akan membuka percakapan lebih dulu.Beberapa detik berlalu dalam kecanggungan sebelum Elena akhirnya menjawab dengan nada pelan namun tegas.“Saya anggap itu sebagai sebuah pujian, Duke.”Adrian tampak diam sesaat, rahangnya mengetat tipis seolah menyesali kalim
Zuletzt aktualisiert: 2026-05-26
Chapter: 16. Elena Menarik PerhatianElena menarik napas dalam-dalam, membiarkan tubuhnya dipandu oleh dominasi pergerakan Adrian.Ternyata, Elena tidak seburuk yang dibayangkan orang-orang. Sebagai putri bangsawan yang pernah mengecap pendidikan kelas atas sebelum keluarganya runtuh, ia memiliki dasar yang kuat.Ia cepat beradaptasi dengan ritme tempo yang cepat.“Dia tidak seburuk rumor yang beredar…”“Gerakannya cukup anggun untuk seseorang yang dikabarkan sekarat.”Adrian tentu menyadari itu. Ia bisa merasakan bagaimana tubuh Elena yang semula kaku perlahan mulai mengalir luwes mengikuti arahannya.Namun, sang Duke tetap diam, tidak mengatakan apa-apa untuk memuji atau menjatuhkan.Di sudut aula yang agak temaram, pria berambut pirang yang tadi ditolak oleh Elena berdiri bersandar pada pilar marmer.Pria itu hanya menyesap minumannya perlahan, mengulas senyum kecil yang misterius sembari matanya terus mengunci pergerakan pasangan Laurent tersebut.“Menarik…” gumamnya berbisik pada dirinya sendiri. “Duke Laurent terny
Zuletzt aktualisiert: 2026-05-25
Chapter: 15. Lantai Dansa PualamRuangan pesta yang megah itu perlahan-lahan menghening. Semua orang kini menanti dengan napas tertahan, menunggu keputusan atau kepanikan apa yang akan ditunjukkan oleh sang Duchess baru di depan publik.Elena menatap tangan kokoh yang terulur di hadapannya selama beberapa saat. Ia mengenali dengan detail siapa pria berambut pirang ini.Namun dari sikapnya yang begitu tenang dan penuh percaya diri, jelas sekali dia bukan berasal dari kalangan bangsawan biasa.Elena menarik napas pelan. Lalu, ia menggelengkan kepalanya dengan sangat halus, sebuah penolakan yang tetap terlihat anggun.“Maaf, Tuan. Saya belum bisa menerima permintaan dansa dari siapa pun malam ini,” ucap Elena dengan nada yang sangat tenang, memecah keheningan.Suaranya mengalir jernih tanpa ada kepanikan. Penolakannya begitu sopan, tanpa menyisakan celah bagi lawan bicaranya untuk merasa terhina atau direndahkan di depan publik.Pria berambut pirang itu ternyata tidak tampak tersinggung sedikit pun. Ia justru perlahan m
Zuletzt aktualisiert: 2026-05-25
Chapter: 14. Menjadi Pusat PerhatianAdrian turun lebih dulu dari dalam kereta. Wajahnya tampak tenang seperti biasa, dingin tanpa ekspresi berlebih meskipun ratusan pasang mata kini tengah tertuju ke arahnya.Tatapannya yang tajam langsung mengarah kembali ke pintu kereta, mengulurkan tangannya yang dibalut sarung tangan hitam.Elena turun pelan, menyambut jemari suaminya.Gaunnya terlihat sederhana, tidak berlebihan dengan permata yang mencolok, tapi potongannya begitu rapi, anggun, dan memancarkan kesan elegan yang berkelas.“Tidak ada keraguan di setiap langkahnya, wanita itu benar-benar berjalan dengan punggung tegak, tak seperti sebelumnya.” bisik seorang wanita bangsawan yang memperhatikannya dari kejauhan.Beberapa tatapan dari para tamu di tangga istana langsung mengarah padanya dengan berbagai macam intensi.“Aku masih penasaran, ingin menebak motif di balik pernikahan mendadak sang Duke,” gumam seorang tetua klan yang berdiri di dekat pilar.“Dia kan dari bangsawan bangkrut, pasti tidak lebih dari pajangan se
Zuletzt aktualisiert: 2026-05-23
Chapter: 13. Kepulangan AdrianMalam itu, suara gesekan roda kereta mewah akhirnya kembali terdengar di halaman depan mansion Laurent.Para pelayan langsung bergerak lebih cepat dari biasanya, berbaris rapi dengan kepala menunduk dalam.Pintu ek besar dibuka lebar, dan Adrian melangkah masuk.Langkahnya tegap, wajahnya sedingin es setelah perjalanan panjang dari perbatasan.Namun, baru tiga langkah memasuki lobi, langkah Adrian melambat sepersekian detik.Sepasang matanya menyapu sekeliling. Mansion terasa berbeda. Tidak ada perubahan mencolok pada dekorasi, tetapi atmosfernya berubah total.Lebih rapi.Lebih tenang.Dan entah kenapa… terasa jauh lebih nyaman.Tidak ada pelayan yang bermalas-malasan atau berbisik-bisik di sudut ruangan.Meski Adrian sudah mengetahui penyebab perubahan ini dari surat laporan ketua ksatria rutin tentang Elena.Namun, melihatnya langsung dengan mata kepalanya sendiri terasa sangat berbeda.Langkah Adrian baru berhenti ketika sebuah suara pelan, namun jernih, terdengar dari arah ruang
Zuletzt aktualisiert: 2026-05-23