Pelakor XXL
Reya Yasmitha (22) sadar bahwa tubuhnya tambun dan wajahnya standar jaya. Dengan kata lain, tak ada yang spesial dari gadis itu. Sepertinya, selain Juniar Adi Pranaja (42), tak ada yang mau menjadikan dirinya kekasih. Oleh karena itu, Reya rela menjadi simpanan om ganteng itu walaupun dia tahu bahwa itu adalah hal yang salah. Lagi pula, ada banyak keuntungan menjadi simpanan si om ganteng itu.
Namun, Reya tidak ingin selamanya dalam posisi pelakor. Dia ingin mandiri dari segala kemudahan yang biasa Om Jun berikan. Sayangnya, pria tersebut justru kesal. Bagaimana nasib Reya? Apakah dia bisa lepas dari posisi pelakor?
Read
Chapter: Bonus 4Reya dan Kira tidur di tempat tidur, sementara saat ini Yuji tidur di sofa. Reya dan Yuji merebahkan diri dan saling berhadapan. Sejak tadi mereka mengobrol satu sama lain."Mas, besok Ibu Indi ngajak aku untuk ke panti asuhan." Reya memberitahu. "Ke panti asuhan? Mau ngapain ke sana?" Pria itu bertanya karena cukup heran juga. Kenapa mereka akan ke panti asuhan besok.Reya duduk, kemudian menatap kepada Yuji. Yuji juga ikut duduk dan mereka berdua saling berhadapan. "Ibu Indi ada niat buat ngangkat anak dari panti asuhan. Buat nemenin dia di rumah.""Ya udah, nggak apa-apa kalau kamu mau ikut.""Tapi besok katanya kamu mau ngajak aku ke panti asuhan tempat kamu gede dulu?""Kita masih punya waktu beberapa hari di sini kan? Bisa lusa atau habis pulang dari panti asuhan juga bisa kan?" Reya menganggukkan kepalanya mengerti. "Sebenarnya nggak apa-apa ya kalau kita di sini?"Yuji bangkit, mengambil tongkat yang berada di sampingnya, lalu berjalan mendekat. Ia kemudian duduk di samping
Last Updated: 2024-12-31
Chapter: Bonus 3"Nginep sini aja Rey." Indi membujuk. Kini semua sedang duduk di ruang tamu. Membujuk Reya untuk menginap di rumah Jun saja. Sebenarnya hal itu membuat Reya jadi sedikit merasa tidak nyaman. Namun, bagaimana lagi dia tidak bisa menghindar."Iya, kalau kamu butuh apa-apa atau mau ke mana-mana di sini ada sopir yang siap nganterin ke mana kamu mau." Kuki kini menimpali. Sementara Jun duduk sedikit menjauh, dia tidak berbicara apa-apa dari tadi dan juga tidak berusaha membujuk. Pria itu ingin menghargai Indi takut jika sang istri cemburu atu berpikir aneh-aneh. Ia juga tau Reya tak nyaman berada dekat dengannya. "Iya, aku tidur di sini." Reya akhirnya mengalah dan ia memutuskan tinggal di sana selama di Surabaya.Kira turun dari pangkuan Lili lalu berlari menghampiri Reya. "Ibu nen." Kira seperti biasa setelah ia melihat sang Ibu sudah selesai dengan pembicaraannya meminta untuk disusui. "Enggak boleh di sini kan banyak orang sayang," kata reya. Kira membecik, menggembungkan pipi
Last Updated: 2024-12-31
Chapter: Bonus 2Indi bersama dengan Lili dan Lis sedang duduk bersama di ruang makan. Kuki, Jun dan Kira sedang berjalan-jalan menggunakan mobil untuk berkeliling komplek pagi ini. Kira sudah berada di sana selama dua hari, anak itu senang sekali. Apalagi setiap pagi sang kakak tiri, dan juga sang papi mengajaknya berjalan-jalan.Jika di Jakarta, Kira lebih banyak menghabiskan waktu bersama Yuji jika pagi sampai sore hari dikarenakan sang ibu yang harus berkuliah. Di Surabaya, Kira juga sangat senang mendapatkan banyak perhatian."Reya benar-benar enggak mau datang ke sini ya?" Indi bertanya, agak kecewa juga karena kemarin saat ulang tahun Reya tak datang.Lili menggelengkan kepalanya kemudian menjawab pertanyaan sang tante. "Iya, dia bilang nggak enak kalau datang. Tante tahulah, dia anaknya emang gitu. Tapi nanti kan dia mau ke sini untuk jemput Kira sama Mas Yuji.""Padahal sebenarnya aku kemarin minta dia datang ke sini loh. Mas Jun juga udah nggak apa-apa kok. Kalau ditelepon atau video call d
Last Updated: 2024-12-31
Chapter: Bonus bab 1Lili kini berada di rumah Reya. Dia sedang bermain dengan Kira. Sudah cukup lama tak bertemu dengan Kira membuat Lili begitu kangen dengan anak itu. Saat ini, Lili dengan Kira berada di ruang tengah. Sementara Reya memasak makan siang. Yuji ingin makan sayur lodeh, ikan asin dan telur dadar. "Masih Yuji ke mana?" Lili bertanya sambil sibuk bermain dengan Kira. "Kemarin, Mas Yuji itu ada rencana mau buka restoran. Jadi, dia lagi cari tempat buat restoran kita berdua. Sekarang, nggak bisa andelin uang dari endorse aja. Lo tau kan gue kuliah, ada cicilan mobil juga." Reya mengeluh. "Om Jun kan kirim uang? Lo pakai aja sedikit." Lili memberi saran."Nggak mau, itu kan emang uang untuk Kira. Semua uang dari Om Jun itu masuk ke tabungan pribadinya Kira. Gue nggak mau ngacak acak ataupun ganggu uang anak gue. Gue enggak tau gimana ke depan, uang itu buat biaya Kira sampai kuliah Li." Reya tidak mau memakai uang Kira Reya selama ini memang tak pernah mengganggu uang yang diberikan Jun u
Last Updated: 2024-12-31
Chapter: Dua tahun kemudian (tamat)Dua tahun kemudian...Indi berada di dapur sibuk memasak sayur lodeh, ayam goreng dan juga telur dadar. Menyiapkan makan siang sang suami. Makanan kesukaan Jun selalu tersaji hasil tangan sendiri. "Mbak tolong masukin ke kotak bekal, saya mandi dulu ya. Minta tolong juga Pak Boris buat panasin mobil." Indi berkata, kemudian berjalan menuju kamar untuk segera mandi dan bersiap menuju kantor Jun.Selesai mandi, segera dia berangkat bersama sang sopir untuk menuju kantor suaminya mengantar makan siang. Sudah jadi kebiasaan dua tahun terkahir. Perjalanan hari itu sedikit terburu-buru karena dia terlambat bangun tadi. Perjalanan menghabiskan waktu sekitar 10 menit Sampai akhirnya dia tiba di kantor. Indi segera turun dari mobil, dan berjalan masuk ke dalam. Seperti biasa mendapat banyak sapaan ketika ia masuk ke dalam. Banyak karyawan yang menyapanya dengan ramah dan juga ia menjawab dengan sangat ramah."Selamat siang Bu, "ucap salah seorang karyawan."Selamat siang, sudah jam maka
Last Updated: 2024-12-31
Chapter: Untung ada diaJun terdiam cukup lama, menatap pada Reya yang hanya memejamkan mata. Menggenggam tangan Reya sambil entah memikirkan apa. Beberapa kali hela napas, tak berhenti berdoa agar Reya lekas sadar. "Li, Om pulang. Kalau ada apa apa hubungi saya."Lili menatap sekilas, lalu anggukan kepala. "Iya Om. Enggak apa-apa, aku juga enggak sendirian."Akhirnya, ia memutuskan pulang ke apartemen meski Reya belum sadarkan diri. Ia berjalan masuk dan melihat Indi yang masih terbangun, sedang membuat susu untuk Kira. "Kamu pulang Mas?"Pria itu anggukan kepala, lalu duduk di kursi makan. "Mau aku buatin minum?""Kopi boleh," jawab Jun."Aku nyelesain buat susu Kira dulu ya." Indi kembali melanjutkan kegiatannya. Lalu ia menyiapkan kopi untuk sang suami. Sambil menunggu kopi ia menuju kamar, mengantarkan susu untuk Kira. Jun bangkit kemudian berjalan menuju kamar kecil untuk membersihkan diri. Mungkin saja jika membersihkan diri akan membuat tubuhnya terasa lebih segar. Apa yang terjadi pada Reya bena
Last Updated: 2024-12-31
Chapter: delapan puluh empatYogi berada di kantor, ketika tiba tadi ia sudah segera disibukkan dengan jadwal promosi yang akan dijalani oleh Rei. Dia benar-benar memilih lokasi yang dekat ketika hari biasa, kemudian ketika hari libur Rey bisa melakukan promosi di lokasi yang lebih jauh. Yogi memikirkan Strawberry, ia tak ingin Strawberry kehilangan banyak perhatian dan waktu dari ibunya. Menurutnya kalau libur Strawberry bisa diajak untuk bepergian sekaligus menghibur anak itu.Saat sedang memperhatikan dokumen-dokumen di atas mejanya, pintu tiba-tiba saja diketuk."Ini Jimmy." "Masuk." Yogi menyahut dari dalam.Jimmy kemudian membuka pintu dan masuk. Dia jadi lebih sopan ketika terakhir kali masuk nyaris saja melihat apa yang dilakukan oleh Yogi dan juga Rei di dalam ruangan. Sejak itu, Jimmy tak pernah lupa mengetuk pintu sebelum dia masuk ke dalam ruangan Yogi."Duduk," kata Yogi mempersilahkan Jimmy duduk di sofa. Kemudian dia bangkit dan berjalan menghampiri Jimmy dan duduk di sofa. Jimmy duduk kemudian
Last Updated: 2026-06-01
Chapter: delapan puluh tigaKanaya menjalani pemeriksaan, kondisi tubuhnya masih cukup lemah sehingga masih diminta untuk tetap beristirahat di rumah sakit. Dokter juga masih harus memeriksa kakinya pasca amputasi. Gadis itu duduk di tempat tidur seraya menatap keluar jendela.Teo berjalan masuk ke dalam Setelah dia membeli makanan yang diinginkan putrinya. Kanaya ingin sekali makan buah anggur katanya. Jadi pria itu sengaja keluar untuk membeli anggur yang diinginkan oleh Kanaya."Papa sengaja beli banyak nih supaya kamu banyak makannya." Teo katakan membuka bungkus anggur dan memberikan kepada Kanaya."Makasih Pa." Hal itu membuat Kanaya cukup merasa bersalah karena selama ini Dia jarang sekali memberikan perhatian kepada sang ayah.Teo duduk di samping Kanaya dengan senyum menatap Putri kesayangannya itu. "Kamu mau apa lagi? Biar nanti papa beli. Supaya kamu sehat, bayi dalam perut kamu juga sehat selalu." Teo sudah bisa menerima kenyataan bahwa Sang Putri hamil, meskipun dia juga belum mau untuk menemui Deff
Last Updated: 2026-06-01
Chapter: delapan puluh duaRei dan Yogi kini berada di sekolah Bebe. Keduanya berada di sana setelah mendapat panggilan telepon dari wali kelas putrinya."Strawberry tadi bertengkar sama Anin, mereka adu mulut sampai akhirnya pukul-pukulan dan dua-duanya sama-sama nangis. Jadi dua-duanya dapat hukuman yang sama ya Bu, akan diliburkan selama 1 minggu. Tapi harus tetap mengerjakan tugas di rumah dan juga hukumannya harus tetap dijalankan." Itu adalah pesan dari wali kelas.Rei kemudian pulang tidak ada kata-kata yang keluar dari bibir wanita itu. dia duduk di depan di samping Yogi, sementara putrinya duduk di belakang masih sambil sesekali sesenggukan akibat menangis tadi. Yogi sendiri kebingungan bagaimana dia harus bersikap, karena tak tahu masalah apa yang sebenarnya terjadi. Tadi dia menunggu di luar, karena Rei yang tak mengizinkannya untuk masuk.Setelah sampai di rumah mereka bertiga segera masuk ke dalam rumah. Bebe kemudian duduk di ruang tengah, dia sudah tahu kalau sang ibu akan menghukumnya. Gadis k
Last Updated: 2026-06-01
Chapter: delapan puluh satuPagi ini Rei terbangun, kemudian berjalan menuju dapur. Kelelahan, setelah semalam menghabiskan malam tanpa henti bersama Yogi. Padahal, katanya hanya ingin menemani, tapi semalaman tak berhenti beradu. Ia terkejut ketika mendapati Yogi yang berdiri di dapur memasak, sudah mengenakan kemeja yang dibawakan oleh sopirnya malam tadi. "Morning love," sapa Yogi. Rei berjalan mendekat, "ada yang butuh dibantu Mas?""Nope, enggak perlu ini udah mau selesai." Yogi menjawab lalu memeluk Rei dan mengecup bibir kekasihnya itu singkat. Rei memerhatikan, "kamu masak apa mas?""Aku tadi masak yang ada di lemari es kamu. Ada garlic chicken, sama mashed potato." Yogi memamerkan kemampuan memasaknya. ya, meskipun dia memang sejak dulu memiliki pelayan, tapi Yogi pernah tinggal sendiri saat menjalani pendidikan yang waktu di luar negeri. "Kamu pintar masak sih, biasanya aku mentok masak nasi goreng aja buat Bebe." "Aku tadinya mau masak nasi goreng, tapi aku pengen yang beda biar anak kita ngga
Last Updated: 2026-06-01
Chapter: delapan puluhClarissa dan juga Satrio masih berada di kamar rawat Deff. Masih heran dengan pemikiran sahabatnya yang satu itu."Jadi lo mau ninggalin kanaya?" Clarissa bertanya, dia heran dengan penuturan Deff yang mengatakan kalau ingin memperjuangkan Rei sekali lagi."Bagaimanapun Strawberry itu anak gue dan gue juga mau mendapatkan hak gue sebagai seorang ayah." Deff katakan itu dengan tegas."Tapi bukannya anak dalam kandungan Kanaya itu juga anak lo ya Deff?" Satrio bertanya.Deff terdiam sejenak sebelum akhirnya dia menjawab pertanyaan Satrio. "Gue nggak tahu lah siapa tahu aja Kanaya main juga sama orang lain."Clarissa yang mendengar perkataan sahabatnya itu menjadi kesal sekali. Dia kemudian dengan keras memukul kaki Deff. Apa yang dilakukan Gadis itu membuat Deff memekik dengan keras."Sakit Clar!""Gue nggak nyangka lo bisa ngomong kayak gitu. Selama ini kan lo pacaran sama Kanaya. Kalian udah sama-sama 7 tahun, wajar kalau tiba-tiba aja kalau kebobolan kayak gitu. Dan lo sekarang bisa
Last Updated: 2026-06-01
Chapter: tujuh puluh sembilanYogi duduk menunggu di kamar Rei saat kekasihnya itu sedang menidurkan Bebe. Dia sudah tak sabar, bingung sendiri juga kenapa mendadak jadi selalu ingin menghabiskan waktu di ranjang dengan Rei. Sedikit melihat saja jadi gila sendiri. Lama menunggu dari tadi, Bebe sempat menolah untuk tidur karena masih banyak tugas katanya. Untung Rei berhasil membujuk, putrinya menurut akhirnya dan minta di keloni sementara Rei meminta ia menunggu di kamar. Pintu terbuka, menunjukkan Rei yang tersenyum, lalu mengunci pintu sebelum berjalan mendekat dan duduk di samping Yogi. Dengan lembut membelai wajah Yogi."Lama nunggu ya," katanya. "It's okay," sahut Yogi menggenggam tangan Rei dan mengecupnya kemudian. Rei menatap Yogi, yang kini tengah menatap tangannya sambil mengusap-ngusap perlahan. Yogi merasa diperhatikan, ia lalu mengarahkan pandangan pada Rei. "Kenapa ngeliatin aku kayak gitu?" "Kamu... Disaat bisa memilih Perempuan yang lebih baik—""Kamu yang terbaik," sahut Yogi memotong ucapan
Last Updated: 2026-06-01
Chapter: pilihan Reres END "Mas Haris?" Reres kemudian berjalan mendekat. "Katanya mau ke sini kemarin?""Masih ada beberapa yang harus diurus. Kamu tahu kan kalau semua itu nggak segampang itu." Haris berujar menjawab pertanyaan yang diberikan oleh Reres.Kemudian reres mengajak Haris untuk berjalan-jalan di depan rumah. Lokasi yang dipilih Reres memang cukup asri. Keluar dari rumah itu langsung dihadapkan dengan sawah dan juga bangunan-bangunan rumah yang masih terkesan begitu tradisional. Nuansa etik begitu kental, namun di bagian belakang rumah yang menjadi toko brownies, memiliki penampilan yang lebih modern. Itulah alasan mengapa Reres memilih tinggal di lokasi itu.Keduanya berjalan keluar bersama si kembar. Haris mendorong stroller yang digunakan oleh Uca dan Una. Kebetulan juga keduanya begitu senang ketika diajak berjalan keluar rumah. Sejak tadi keduanya juga terlihat senang berinteraksi dengan Haris. Mereka sampai di sebuah taman, biasanya Reres memang suka duduk di sana bersama Brian menikmati sor
Last Updated: 2022-12-03
Chapter: Kencan dan perpisahan Reres dan juga Saga kini berada di dalam bioskop. Sengaja Reres memesan film horor karena tau Saga pasti akan merasa ketakutan. Saga sejak tadi sudah hela napasnya berkali-kali, padahal lampu dalam ruangan saja belum dimatikan. Reres melirik dan tersenyum jahil."Takut pasti kamu kan?" tanya Reres."Jangan aneh-aneh kamu, mana ada aku takut nonton ginian doang." Saga protes karena tak mau merasa diremehkan. "Kamu tuh enggak ada apa-apanya sama Mas Ha--" Ucapan reres terputus, belum sempat ia selesai mengatakan nama Haris, Saga udah membungkam bibir wanita itu dengan bibirnya. Saga menatap dengan serius, lalu menghapus bibir Reres yang basah karena ulahnya."Setiap kamu sebut nama Haris aku cium kamu." Saga mengancam. Lalu dengan cepat Reres menutup bibirnya dengan tangan sambil terus menyebutkan nama Haris. "Saga kalah sama Mas Haris, Saga cemen," ledek Reres sambil terus menutup mulutnya. Saga jadi kesal karena dia jelas tak bisa melwan dalam situasi seperti ini. Saga masih menat
Last Updated: 2022-12-03
Chapter: Ketemu Tante Lauren Reres mendadak jadi pusing sekali karena kelakuan nenen Ayu dan Aira tadi. Bahkan Aira mengatakan akan membiarkan Reres kembali setelah memberikan salah satu buah hatinya dan jelas Reres tak akan melakukan itu. Baginya si kembar adalah hal yang paling ia sayangi melebihi dari dirinya sendiri. Dan tentu saja Reres tak akan memberikannya. Ia merebahkan diri dan merencanakan sesuatu. Harus bisa keluar dari rumah ini apapun caranya. Saat itu ponselnya berdering. Reres segera menerimanya. "Halo, Mbak Lauren?""Hai, Res, nomor kamu akhirnya aktif ya? Long time no see. Ketemuan yuk, mau lihat anaknya Saga aku. Saga bilang anaknya cantik-cantik. Mumpung lagi di Indo aku.""Loh memang Mbak Lauren di mana sekarang?""Sekarang di Indo, aku harus balik ke Singapore. Ikut kerja suami. BTW, apa kabar?""Sehat Mbak, Kamu gimana mbak?""Sehat juga, makanya mau ketemu sama kamu. Siapa tau ketularan terus aku punya baby juga. Gimana? Aku jemput deh.""Boleh Mbak,tapi aku ngajak temen ya, karena engg
Last Updated: 2022-12-03
Chapter: Aira dan nenek Ayu Reres tengah menyuapi si kembar saat pagi ini Saga melangkahkan kakinya masuk ke dalam kamar gadis itu. Reres menatap tanpa senyum, sementara Saga berusaha tersenyum dan melupakan kekesalannya kemarin. Ia berjalam mendkeat lalu duduk di samping Rere. Yang ia lakukan adalah segera menyapa kedua putri kecilnya. Dan mencoba menyuapi Una sementara Uca dibiarkan makan sendiri karena lebih siap untuk metode itu. "Uca memang makan sendiri ya Love?" tanya Saga.Reres anggukan kepala, "Udah lebih siap dan lebih lahap kalau makan sendiri." Reres menjawab seraya memerhatikan Saga yang menyuapi Una. Keduanya benar-benar mirip dan memang acap kali menatap Una reres selalu teringat Saga. Bahkan sama-sama sulit tersenyum. Saga menoleh menatap Reres yang tak mengalihkan tatapannya. Saga mengusap wajah Reres, "Capek ya kamu?"Reres gelengkan kepala, lalu kembali menatap pada Uca. Saga tau Reres masih marah dan ia akan terima itu karena memang ia sudah memutuskan akan membatasi ruang temu Reres dan H
Last Updated: 2022-12-03
Chapter: Ayo kita ceraiReres berada di kamar bersama Brian, setelah tadi adu diam bersama Saga. Saga ada di kamar, tapi ia hanay sibuk dengan si kembar. Bermain bersama kedua buah hatinya itu. Saga memilih untuk mengacuhkan Reres. Karena merasa kesal, Reres memilih untuk keluar bersama dengan Haris. Keduanya sama -sama keras kepala, batu dan bat yang saking diadu kemudian akan hancur. Dan Reres sadar sekali hal itu, mereka terlalu keras kepala dengan keinginan masing-masing dan pada akhirnya akan menyakiti satu sama lain. Brian mengerti itu, melihat Reres selama ini sudah keras kepala sekali, kemudian ia bertemu dengan Saga yang ternyata sama saja. Meskipun ia menyayangi Reres dan bahkan sudah bersama Reres sejak lama sekali. Saga tetap tak bisa menekan rasa egoisnya. Intinya keduanya sama saja. Sama-sama keras dan buat orang -orang yang ada di sekitar mereka jadi pusing sendiri. "Gue capek di sini, sama semua tekanan yang Saga kasih Bri," ucap Reres.'Terus lo mau gimana?""Kita pindah, gue ada rencana s
Last Updated: 2022-11-27
Chapter: Kemarahan Saga Saga baru saja kembali dari rumah sakit. Yang menjadi tujuan utamanya adalah Reres dan si kembar. Dokter mengatakan kalau kondisinya sudah lebih baik. Dan dikatakan juga kalau ia sudah bisa melakukan rutinitas seperti biasanya. Hanya saja, masih belum bisa mengangkat benda-benda berat. Kehadiran wanita yang ia cintai dan juga kedua buah hatinya agaknya menjadi salah satu penyembuh bagi Saga.Si pucat melanggarkan kakinya masuk ke dalam rumah bersama Aira. Sementara akhirnya memilih berjalan menuju kamar karena ingin beristirahat pria itu memilih untuk segera menghampiri Reres dan juga kedua putrinya. Saga kemudian melangkahkan kakinya menuju kamar Reres. Ia cukup terkejut, hanya menemukan Brian yang kini tengah merebahkan tubuhnya sambil membaca artikel dari ponsel. Saga kemudian berjalan mendekat dan duduk di samping Brian. "Reres sama si kembar?" Pria itu bertanya pada Brian."Tadi pergi sama Haris, mau ke rumahnya Haris ketemu sama ibunya." Brian menjawab dengan cuek. Ia tak terla
Last Updated: 2022-11-27