author-banner
Hanana
Hanana
Author

Novels by Hanana

Lelaki yang Datang di Mimpiku Setiap Malam

Lelaki yang Datang di Mimpiku Setiap Malam

Dekapanmu terasa nyata. Pun dengan aroma tubuh yang sudah kuhapal dengan sungguh-sungguh. Ini memang hanya sekadar mimpi. Namun, mengapa kamu tak pernah bosan menjadi bunga tidurku di setiap malam? Tolonglah. Hatiku tidak sekuat itu. Aku takut mencintaimu. Aku takut mencintai lelaki yang sebenarnya ... tidak pernah ada. - Azura Jasmine. ______________________________________ Sejak masih berusia 19 tahun, Azura selalu memimpkan seorang lelaki asing. Lelaki itu datang di mimpinya nyaris setiap malam. Namun, betapa mengejukan saat tiba-tiba lelaki itu muncul secara nyata di hadapannya. Mungkin ini terdengar mustahil. Namun, lelaki itu benar-benar ada dan menjadi penyelamat Azura dalam situasi bahaya. Namanya Gavin Stewart, seorang arsitek landscape yang menjadi pelindung setelah kematian tragis kedua orang tua Azura. Pertemuan takdir yang mengejutkan membuat mereka terjebak dalam serangkaian masalah yang tidak mudah. Dengan mimpi sebagai petunjuk dan cinta sebagai kekuatan, dapatkah Azura dan Gavin menemukan kebahagiaan yang mereka impikan?
Read
Chapter: 69. Di Balik Tirai Rumah Sakit
Azura memeluk dirinya sendiri. Penolakan tegas dari Darren cukup menampar dan bisa membuatnya sadar. Dia sudah terlalu gegabah.Ketakutan dan kekhawatiran yang berlebihan membuat Azura terlalu ingin cepat menemukan Gavin. Dia terkesan terlalu memaksakan diri. Sampai-sampai, dia lupa kalau dirinya mulai menjadi egois dan tidak rasional."Maaf," ucap Azura lirih. "Aku yang seharusnya minta maaf."Ada rasa sakit yang tak bisa dijelaskan ketika menyadari bahwa setiap langkah yang dia ambil mungkin akan menyeret Darren dan Laura ke jurang yang tak seharusnya. Ini salah. Ini terlalu jauh.Azura tidak ingin membuat siapa pun masuk ke dalam luka yang pada awalnya hanya miliknya sendiri.“Aku….” Suara Azura pelan, hampir tak terdengar. “Aku nggak ingin ada yang dirugikan karena aku. Termasuk kalian berdua.”“Azura—”Suara dari ponsel kembali terdengar. Darren belum menutup sambungan. Nada bicaranya masih terdengar berat, tapi juga tidak sekeras sebelumnya.“Aku bisa mengerti posisimu,” kata Da
Last Updated: 2025-04-17
Chapter: 68. Antara Hidup dan Mati
Cahaya.Begitu silau, tapi tak menghangatkan.Begitu dekat, tapi tak bisa digapai.Gavin mencoba mengangkat kelopak matanya, tapi tubuhnya tak merespons. Raganya seolah masih tertinggal di tempat yang gelap, jauh di kedalaman yang tak bernama.Lamat-lamat, dia lantas mendengar suara. Pelan. Samar. Namun, jelas menusuk ke dalam kesadarannya yang rapuh.“Tingkatkan dosisnya. Dia belum boleh sadar. Belum sekarang.”Ada desis perintah. Ada langkah-langkah yang tergesa.Suara alat medis berdenting halus, monoton, seperti detak waktu yang terus berbunyi tanpa empati.Gavin ingin bertanya. Dia ingin tahu di mana dia, kenapa dia di sini, dan siapa yang sedang berbicara. Namun, semua pertanyaan itu hanya menggema di dalam pikirannya sendiri.Satu-satunya hal yang bisa dia rasakan hanyalah dingin. Dingin yang menjalari tulang, memeluk nyawanya erat-erat. Dalam kegelapan yang kembali menelannya, satu nama lantas melintas.Azura.Nama itu muncul seperti bisikan paling jujur di tengah kekacauan. M
Last Updated: 2025-04-15
Chapter: 67. Kehabisan Waktu
Warna senja sudah menjilat tepian cakrawala saat Laura mengulirkan jari di layar ponselnya. Dia sedang mencari sebuah nama di daftar kontak yang saat ini mungkin bisa membawanya ke jalan keluar. Rowan Stewart, kakak laki-laki Gavin.“Aku nggak tahu dia masih pakai nomor ini atau nggak,” gumam Laura pelan, nyaris seperti minta izin untuk merasa gugup.David mengangguk. “Coba saja. Kita nggak punya banyak pilihan.”Azura tak ikut berkomentar. Namun, tatapan penuh harap darinya sudah cukup untuk memberikan Laura dukungan, atau bisa disebut juga dengan permohonan. Sungguh, wajahnya senada dengan langit mendung yang hanya sedikit disiram dengan rona jingga yang murung."Semoga tersambung," ucap Laura kemudian.Setelah mengembuskan napas panjang, Laura menekan tombol hijau. Tak lupa, dia juga membiarkan telepon berada pada mode loud speaker. Hanya butuh jeda satu detik hingga suara nada sambung berhasil mempercepat laju detak jantung.Sekali.Dua kali.Tiga kali.Lalu terdengar jawaban lela
Last Updated: 2025-04-15
Chapter: 66. Keluarga Gavin
Azura tak ingat kapan terakhir kali dirinya merasa begitu lelah. Bukan sekadar kelelahan fisik, tapi sesuatu yang lebih dalam. Seperti tersesat di tempat yang seharusnya familiar, mencari seseorang yang seharusnya mudah ditemukan, tapi semakin dikejar, semakin jauh bayangannya.Tentu ada seberkas rasa ingin menyerah. Hari-hari yang selama ini Azura lewati bukanlah masa yang mudah. Untungnya, Azura masih menemukan satu nama yang mungkin bisa membantunya bangun dari kubangan lumpur.Laura datang. Langkahnya mantap dan cepat. Mantel panjangnya berkibar tertiup angin, menampakkan tubuh yang tampak lebih berisi. Di sebelahnya, David berjalan lebih pelan sambil mendorong stroller bayi."Azura." Suara Laura pelan, nyaris tenggelam dalam kebisuan.Sejenak, mereka hanya berdiri berhadapan. Dua orang yang dulu saling terikat dalam simpul yang rumit, kini kembali bertemu dalam keadaan yang sama sekali berbeda."Kamu baik-baik saja?" tanya Laura. Dia sadar kalau itu adalah pertanyaan bodoh yang t
Last Updated: 2025-03-26
Chapter: 65. Telepon Laura
"Azura? Itu kamu, 'kan?"Tidak ada sapaan terburu-buru. Nada suara Laura memang terdengar terkejut. Mungkin dia tidak menyangka kalau Azura tiba-tiba menghubunginya. Namun, kalimat kedua darinya sudah meluncur dengan lebih tenang."Ra? Are you there?""Iya, ini aku," timpal Azura. "Hai, Laura."Azura menutup mata sejenak, meresapi kenyataan bahwa akhirnya mereka berbicara lagi setelah sekian lama tidak ada kontak. Ada perasaan aneh di dadanya. Bukan hanya canggung, tapi juga sedikit rindu.Laura pernah menjadi cahaya di tengah kegelapan yang hampir menelan Azura. Sebagai seorang pengacara, Laura tidak hanya menyelamatkan hidupnya dalam arti hukum, tapi juga dalam makna yang lebih dalam. Wanita itu pernah berhasil membebaskan Azura dari jerat yang hampir membunuh dirinya. Azura mengingat hari itu dengan jelas, bagaimana Laura berdiri di depan, berani melawan badai yang nyaris meruntuhkan.Hubungan mereka pun tidak sesederhana itu. Selain interaksi profesional antara klien dan pengacara
Last Updated: 2025-03-19
Chapter: 64. Menyusuri Setiap Sudut Barnton
Azura masih diam pada pijak yang sama.Ada sesuatu.Bahu dan tengkuknya menegang. Bukan karena lelah, tapi lebih seperti ada sesuatu yang menariknya. Kepalanya seolah dipaksa untuk tetap menoleh ke lantai dua.Sejak beberapa detik yang lalu, ruangan itu sudah gelap. Cahaya dari luar hanya menyisakan kilasan samar di balik kaca besar. Semua kosong. Tak ada siapa pun.Namun, … tunggu dulu. Masih ada seseorang di atas sana.Azura menajamkan pandangan, tapi gelap di sana terlalu pekat. Sosok lelaki itu terbungkus dalam siluet yang buram. Namun, meski samar, Azura tetap bisa mengenalinya. Cara lelaki itu berdiri, garis bahunya yang kokoh, kemiringan kepalanya, dan satu tangannya yang diselipkan ke dalam saku, semua terasa begitu akrab."Gavin?" Azura berbisik pada dirinya sendiri.Udara yang semula bisa Azura hirup dengan bebas, kini berubah jadi beban yang menghimpit. Sebelum dia bisa mencari kepastian, sebelum otaknya mampu memproses lebih jauh, sosok itu lantas bergerak. Tak sampai tiga
Last Updated: 2025-03-17
Under His Darkness

Under His Darkness

Nayla Moretti terjerat dalam permainan berbahaya milik Damian Bellucci. Setelah suaminya mengusulkan pernikahan terbuka, Nayla bersumpah tak akan lagi membuka hatinya untuk cinta. Namun, segalanya berubah saat dia melangkahkan kaki ke dalam klub malam milik Damian. Dia adalah sahabat kakaknya. Sosok penuh kuasa dan misteri. Pria yang tak memberi ruang untuk penolakan. Apa yang awalnya hanya pelarian sesaat, perlahan berubah menjadi obsesi yang mencekik. Damian tak sekadar menginginkannya. Dia ingin memilikinya sepenuhnya. Tubuh, pikiran, dan jiwa. Dan semakin Nayla mencoba menjauh, semakin kuat Damian menariknya kembali. Kini, di antara hasrat dan kehancuran, Nayla dihadapkan pada pilihan. Menyerah pada kegelapan, atau memperjuangkan versi dirinya yang bahkan tak lagi dia kenali? Karena satu hal yang pasti, Damian Bellucci tak pernah melepaskan apa yang telah menjadi miliknya.
Read
Chapter: 169. Dibunuh Paksa
Dalam sepersekian detik itu, Damian masih terlihat di kaca belakang. Sialnya, begitu mobil berbelok di tikungan, sosok itu pun tersapu pergi. Selain semak, pohon, dan aspal jalan, Nayla tidak melihat apapun lagi.Dada Nayla langsung mengencang. Udara yang baru saja dia hirup terasa menggantung, menyakitkan di tenggorokan. Nayla akhirnya benar-benar paham bagaimana rasanya dibunuh jiwanya. Tak ada luka, tapi nyawanya seperti dicabut paksa.“Tidak!”Telapak tangan Nayla menghantam kaca jendela berulang kali. Suara benturannya nyaring, beradu dengan deru mesin. Di sela pukulan, mulutnya ikut menciptakan bising dengan teriakan demi teriakan.“Berhenti! Berhenti sekarang!”Kulit telapak tangannya mulai memerah. Namun, Nayla tidak peduli. Hatinya sudah tercabik lebih parah di setiap meter jarak yang tercipta selama mobil bergerak.Adrian lantas meraih kedua pergelangannya. “Nayla, cukup!”“Lepaskan aku!”Nayla masih meronta. Tubuhnya terdorong ke depan seolah ingin menerobos pintu yang terk
Last Updated: 2026-02-16
Chapter: 168. Rupa Sebuah Perpisahan
Adrian sama sekali tidak memberi sedikit pun celah bagi Nayla untuk menolak. Tangannya mencengkeram lengan Nayla dengan tekanan yang mendesak. Di depannya, Andy segera membuka pintu mobil dengan satu gerakan cepat.“Ayo!” tegas Adrian.“Aku tidak mau!”Nayla memberontak. Benar-benar memberontak. Tangannya tak henti memukul dada Adrian sebagai wujud perlawanan. Kukunya pun sempat berhasil mencakar leher dan pelipis. Namun, Adrian tidak sekalipun goyah.Begitu sudah dekat dengan mobil, Nayla berhasil mendorong Andy yang berniat menjagalnya. Nayla waras, tapi kondisinya kini sudah seperti orang tidak waras. Satu saja amukan dari tubuh wanita harus diatasi oleh beberapa pria.Rambut Nayla sudah sangat berantakan. Teriakan dan umpatan mengiringi tangisnya yang tak kunjung padam. Wajahnya sudah basah, seiring dengan suaranya yang pecah.“Lepaskan aku! Lepaskan!” teriak Nayla. “Aku tidak akan pergi tanpa di
Last Updated: 2026-02-15
Chapter: 167. Menunda Kematian
Sunyi mengintimidasi seisi ruang. Semua orang tahu kalau ucapan Damian sepenuhnya benar. Lokasi villa ini sudah bocor, dan entah bagaimana, Jonathan pasti akan segera datang.“Kita tetap jalankan rencana awal,” lanjut Damian. “Nayla pergi bersama Adrian. Dan Andy, kamu ikut dengan mereka.”Andy langsung menggeleng. “Tidak. Aku ikut denganmu.”“Itu perintah.”“Aku tidak peduli.” Suara Andy menegang. “Kamu terluka parah, Damian. Jonathan akan mengirim lebih banyak orang. Kamu butuh aku.”Damian lantas memaksakan diri untuk berdiri. Tubuhnya sempat goyah satu detik sebelum kembali tegak. Darah segera merembes tipis di bawah perban, tapi dia tetap menegakkan kaki seperti seseorang yang menolak dirobohkan.“Aku butuh Nayla hidup, dan dia lebih membutuhkan kamu dibanding aku,” ucap Damian dengan nada yang dibuat setenang mungkin. “Lagipula, aku masih punya ba
Last Updated: 2026-02-14
Chapter: 166. Pasca Kekacauan
Villa itu tidak lagi terasa seperti rumah. Bau mesiu bercampur darah masih menggantung di udara. Lantai batu yang semula bersih, kini ternoda jejak sepatu, serpihan kaca, dan warna merah yang belum sempat mengering. “Bersihkan sisi utara!”“Angkat dia! Tekan lukanya!”“Pantau kamera luar!”Teriakan demi teriakan saling bersahutan, menciptakan kebisingan. Suara instruksi terdengar tumpang tindih. Telepon di tangan Andy kerap kali berdering. Radio komunikasi yang dipegang beberapa kepala tim pun terus berbunyi tanpa henti.“Tim dua, sapu taman belakang. Pastikan tidak ada yang tertinggal.”“Marco, kumpulkan semua selongsong. Jangan ada jejak.”“Siapa yang tadi tertembak di kaki? Bawa ke ruang tamu.”Di sisi lain ruangan, Adrian sudah sepenuhnya kehilangan kesabaran. Seisi ruang seperti sudah berapi, dan amarahnya yang terlampau besar seolah membuat semuanya semakin terbakar. Sejak tadi, dia berdiri membawa gelombang kemurkaan yang tidak kunjung menemukan tempat untuk menghantam.“Apa i
Last Updated: 2026-02-13
Chapter: 165. Terbunuh
“Tetaplah merapat,” perintah Andy kepada orang-orang di kanan dan kiri.Satu tembakan dengan suara teredam lantas terdengar. Nayla tersentak saat menyaksikan satu tubuh asing terjungkal di depannya dengan darah yang memercik ke lantai batu. Kakinya sempat mundur setengah langkah, seperti hampir menyerah. Namun, tak sampai sedetik kemudian, dia kembali berjalan.“Shit!” pekik Andy saat suara senjata api dari lawan akhirnya menyusul.Di sisi kiri, salah satu orang Damian sudah tersungkur. Peluru menghantam betisnya. Dia mengerang tertahan, tapi tetap mengangkat senjatanya sambil menembak dari posisi duduk.Tubuh Nayla bergetar. Ada rasa bersalah karena dia sadar bahwa keputusannya ini telah mengakibatkan kekacauan yang membuat formasi tim menjadi tidak aman. Namun, saat melihat salah satu tim lain menyeretnya ke balik tempat persembunyian, dia menjadi sedikit lega karena yakin kalau pria itu tidak akan meregang nyawa.“M
Last Updated: 2026-02-12
Chapter: 164. Formasi Rawan
Ruang rahasia itu sunyi, tapi bukan kesunyian yang tenang, melainkan tegang. Nayla duduk di lantai, punggungnya bersandar, dan kedua tangannya gemetar di pangkuan. Dia tidak bisa mendengar dan melihat apa pun yang ada di luar, tapi dia yakin kalau itu pasti bukan sesuatu yang seharusnya terjadi di dunia normal.Adrian berdiri di dekat pintu. Bahunya tegang, wajahnya pucat, tapi dia terus mencoba terlihat tenang. Sebisa mungkin, dia harus menjadi dinding agar Nayla tetap aman.“Damian di luar,” bisik Nayla. “Dan dia berdarah.”Adrian menoleh cepat. “Kamu tidak tahu itu.”“Aku tahu,” balas Nayla lirih. “Aku selalu tahu saat dia terluka.”Kalimat itu bukan metafora. Itu keyakinan yang lahir dari sesuatu yang tidak bisa dijelaskan logika.“Itu hanya perasaanmu saja. Kamu hanya terlalu khawatir. Damian cukup tangguh. Percayalah,” balas Adrian yang sebenarnya juga tidak terlalu yakin dengan ucapannya sendiri.“Tidak, Adrian. Aku yakin dia s
Last Updated: 2026-02-11
You may also like
MEMBUNGKAM MULUT IBU TIRI
MEMBUNGKAM MULUT IBU TIRI
Romansa · El Furinji
6.1K views
Kekasih Taruhan
Kekasih Taruhan
Romansa · Rilla
6.1K views
Annoying couple
Annoying couple
Romansa · Nabill
6.1K views
Dilarang Untuk Mencintai
Dilarang Untuk Mencintai
Romansa · Kaporan
6.1K views
Casabelle
Casabelle
Romansa · Ififah75
6.1K views
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status