author-banner
Reina Putri
Reina Putri
Author

Novels by Reina Putri

Suami Idiotku Ternyata ....

Suami Idiotku Ternyata ....

Demi balas budi, Zea terpaksa menikah dengan Arsen-pria idiot tampan-yang selalu membuatnya berdoa agar Tuhan memberinya keajaiban dengan merubahnya menjadi pria yang normal. Namun, setelah doanya terjawab dan semuanya terungkap, kenapa Zea justru diliputi ketakutan yang luar biasa? Siapa sosok Arsen yang sesungguhnya? Mampukah Zea bertahan dengannya?
Read
Chapter: Titik Bahagia
Sudah genap satu bulan sejak kejadian mengerikan malam itu. Sejauh ini akhirnya aku dan Arsen bisa kembali bernafas lega. Menjalani hari dengan normal tanpa ada gangguan ataupun ancaman.Bang Gavin dan Keyla sendiri nampaknya juga sedang menikmati momen indah mereka sebagai pengantin baru. Ya, ternyata saran Arsen saat di rumah sakit disetujui oleh Bang Gavin. Mereka akhirnya pergi bulan madu tanpa harus membuat ulang pesta.Tadinya Arsen hendak membayarkan tiket untuk mereka sebagai hadiah, namun sepertinya Bang Gavin merasa kasihan pada kondisi keuangan kami yang sedang acak-acakan hingga ia menolaknya dengan halus."Ah, syukurlah, Ze! Akhirnya resto itu bisa kembali lagi ke tangan kita. Lusa, mungkin berkas-berkasnya sudah beres, jadi ... kita bisa kembali mengelolanya," ucap Arsen seraya duduk disampingku."Syukurlah. Semoga kali ini berjalan lancar," sahutku penuh harap.Aku baru saja hendak menyandarkan kepalaku di bahunya, akan tetapi dering ponsel justru membuat Arsen bangkit
Last Updated: 2024-11-23
Chapter: Keyla : "Ada yang lebih seru lagi?"
"Sorry, gue gak bisa tepatin janji gue dulu!" ucap Arsen pada Bang Gavin yang baru saja datang.Sekarang Arsen sudah dipindah ke ruang rawat. Kondisinya sudah jauh lebih baik dari tadi malam. Bahkan, dia baru saja menghabiskan semangkuk penuh bubur yang kuberikan."Wuih ... gak bisa gitu dong! Jangan mentang-mentang loe lagi sakit gini. Janji tetap janji, loe harus tepatin bro!" sahut Bang Gavin.Pria itu mengambil alih tempat duduk ku. Tatapannya dan Arsen saling beradu, hal itu membuatku sedikit khawatir, apa mungkin dalam keadaan seperti ini pun mereka akan tetap berantem?"Ya loe mikirlah! Memangnya dalam kondisi gue yang seperti ini gue bisa apa?!" ketus Arsen kemudian memalingkan wajahnya."Ya emangnya loe udah tau gue mau minta apa?" sahut Bang Gavin tak kalah sengit.Arsen kembali menoleh. Tatapan mereka kembali beradu. Untuk beberapa saat, keheningan terjadi hingga membuat suasana cenderung menjadi menegangkan."Hahaha!"Tawa mereka pecah bahkan hampir bersamaan.Aku, Keyla d
Last Updated: 2024-07-06
Chapter: Seperti Mimpi
Lima pistol sudah mengarah ke kepala kami masing-masing. Tanganku sudah hilang rasa. Aku tak bisa menggambarkan ketakutan ku saat ini. Dalam hati, mungkin inilah akhir dari hidupku.Kutatap Arsen dengan lekat. Aku tak ingin kehilangan momen terakhirku untuk menatap wajahnya yang kini tak sadarkan diri.Dialah pria yang sudah membawaku kedalam cerita ini. Cerita yang penuh dengan konflik dan juga rahasia yang harus selalu kujaga.Dialah pria yang sudah membuatku jatuh cinta dengan segala kegilaannya.Dialah pria yang membuatku mengerti kenapa orang berkata bahwa cinta itu buta."Ze," Lirih Bu Hanum memanggilku.Aku menoleh padanya. Wajahnya sudah dibanjiri oleh keringat dan juga air mata.Kami sama-sama takut. Kami sama-sama tak bisa berbuat apa-apa."Tolong jangan bunuh aku! Aku gak tau apa-apa!" lirih Keyla.Pandanganku beralih pada Bang Gavin, ia memang nampak lebih tenang daripada kami. Namun, wajahnya tetap saja tak bisa menyembunyikan ketakutannya saat ini."Melenyapkan kami sebe
Last Updated: 2024-07-04
Chapter: Tak Sesuai Ekspektasi
"Loh, tempat apa ini? Kok sepi banget?" gumam Keyla begitu kami sampai.Saat ini kami memang bukan mengunjungi kantor polisi tempat aku dan Arsen dijebak tempo hari.Erlangga, atau lebih tepatnya Jendral Erlangga suaminya Dokter Siska yang menurutku tak pantas dipanggil gelarnya itu memintaku untuk datang ke tempat ini.Ternyata selama beberapa hari kebelakang, Arsen dikurung di tempat kumuh dan terpencil ini. Mereka seharusnya tak pantas disebut sebagai polisi karena mereka menangkap untuk mendapatkan keuntungan bagi diri mereka sendiri.Memang mereka tak sepenuhnya salah. Karena yang mereka tangkap dan mereka peras adalah orang yang salah juga. Hanya saja, apa yang mereka pinta sungguh diluar batas kemampuan manusia biasa sepertiku dan Arsen.Mereka benar-benar memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan kami. Lalu, apa bedanya mereka dengan kami para penjahat?"Kamu yakin ini tempatnya, Ze?" tanya Bang Gavin seraya menoleh ke arahku."Menurut lokasi yang Dokter Siska share sih, benar
Last Updated: 2024-07-04
Chapter: Berbagi Rahasia
Setelah acara selesai, aku dan Bu Hanum memilih untuk duduk di luar. Menjauh dari keramaian adalah salah satu cara kami untuk lebih menenangkan diri."Ze, kira-kira kita harus jual apalagi untuk mengumpulkan uang sebanyak itu?" ucap Bu Hanum memecah keheningan diantara kami."Entahlah, Bu. Bukannya yang kita punya saat ini hanya tinggal rumah itu saja?" sahutku."Jika rumah itu dijual, lalu dimana kita akan tinggal?" sambungku."Iya Ze. Kamu benar. Tapi, gimana kalau sebagian uangnya kita belikan rumah yang lebih kecil. Yang penting jumlah uang yang kita butuhkan bertambah," timpal Bu Hanum membuatku langsung mengangkat wajah."Tak ada salahnya juga sih, Bu! Ayo, kita tawarkan mulai hari ini juga, semoga bisa cepat laku!" ucapku antusias."Gak usah!"Bang Gavin tiba-tiba saja sudah berada dibelakang kami. Ia dan Keyla mulai mendekat menghampiri aku dan Bu Hanum."Aku ada cara lain buat membebaskan Arsen. Ya, semoga saja berhasil!" ucap Bang Gavin seraya duduk disampingku."Cara apa, b
Last Updated: 2024-07-04
Chapter: Rapuh
Rumah, mobil, butik, dan juga restoran sudah terjual. Semuanya lenyap hanya dalam tiga hari. Itu juga berkat bantuan Bang Gavin, namun nyatanya uang yang diperlukan masih kurang banyak. Sedangkan, besok adalah hari pernikahan Bang Gavin dan Keyla.Entahlah!Aku tak bisa menggambarkan perasaanku saat ini. Kini, yang tersisa hanyalah rumah yang kami tempati. Bahkan isinya saja sudah berkurang. Karena kami benar-benar menjual apapun yang bisa diuangkan."Bagaimana ini, Bu? Rasanya aku gak akan bisa hadir ke pesta jika Arsen tak ada," gumamku saat aku dan Bu Hanum sedang duduk berdua."Ibu juga pusing Ze," sahut Bu Hanum singkat.Hari ini Bu Hanum nampak lebih murung dari kemarin. Mungkin lelahnya sama denganku, atau justru mungkin lebih?"Bu?" Kuusap bahunya pelan saat ia tertunduk lesu."Kita pasti bisa, Bu! Katanya, doa seorang ibu dan istri itu menembus langit. Kita perkuat lagi doa dan ikhtiar nya, ya! Kita harus semangat!" ucapku mencoba untuk menguatkan.Menguatkan diri sendiri dan
Last Updated: 2024-06-28
Dimadu Saat Koma

Dimadu Saat Koma

Tersadar dari tidur panjangnya pasca melahirkan, Inara mendapati kenyataan bahwa sang suami ternyata telah menikah lagi. Kehadiran orang ketiga tentu merubah segalanya. Bahtera rumah tangganya bersama sang suami kini tak lagi sama. Rasa sakit hati itu lalu membuatnya kembali dekat dengan mantan kekasihnya dan diam-diam menjalin hubungan dengannya. Pengkhianatan, dibalas dengan pengkhianatan! Lalu, bagaimana dengan nasib pernikahannya?
Read
Chapter: Tamat
Setelah mendengar apa yang Selvia tuduhkan, sepertinya itu hanya sebuah kesalahpahaman karena mungkin semasa hidupnya Karin mengadukan sesuatu yang tidak-tidak padanya. Tapi, meski begitu, aku perlu meluruskan semuanya. Aku tak ingin hidupku terus dibayang-bayangi oleh Karin ataupun Selvia.Untungnya, Selvia tidak terlalu keras kepala, ia mau mendengarkan apa yang hendak kujelaskan tentang masalalu Karin dan Mas Adnan. Beruntungnya saja aku kenal Lila dan sempat mendengar ceritanya. Kuharap, dengan keterangan dari Lila dan bukti nyata itu Selvia bisa percaya bahwa tidak sepenuhnya yang Karin ceritakan itu selalu benar.Tak membuang waktu terlalu banyak, akupun segera mengajak Selvia untuk bertemu Lila sekalian kami makan siang bareng. Aku menghubungi Lila untuk bertemu di restoran terdekat dari toko Mas Adnan.Pertemuan dimulai, aku menceritakan kesalahpahaman Selvia, kemudian meminta Lila untuk kembali menceritakan Karin saat berada di keluarga mereka."Maaf, ya mbak. Tapi, sejak ken
Last Updated: 2025-10-22
Chapter: Tuduhan Selvia
Namun keterkejutan diwajahnya tak berlangsung lama. Selvia tersenyum sinis padaku. Ia melipat kedua tangannya didada seraya membuang muka."Kebetulan kamu sudah mendengar semuanya. Biar sekalian saja kamu tau, semoga kamu lebih kuat dari apa yang Adnan khawatirkan, ya!" ucapnya dengan nada mengejek.Mas Adnan menatapku dengan penuh ke khawatiran. Mungkin ia sedang mengkhawatirkan kondisiku, atau justru ia sedang mengkhawatirkan aku akan kembali salah paham padanya. Aku hanya bisa membalas tatapannya dengan senyum hangat, semoga hal itu membuatnya mengerti bahwa aku akan baik-baik saja.Aku kembali mengalihkan pandanganku pada Selvia. Dengan tenang aku bertanya padanya, "Kenapa kamu mau menuntut kami?" Aku sedikit menarik bahunya agar ia menatapku."Cih, tentu saja karena aku yakin Karin sengaja kalian singkirkan!" sahutnya dengan tatapan tajam."Ini semua kecelakaan. Kami gak sekejam itu!" tekanku.Mas Adnan menarikku untuk duduk, beberapa kali ia mengusap-usap bahuku, ia juga menyuru
Last Updated: 2025-10-18
Chapter: Masalah Baru
Saat memasuki ruang makan, aroma lezat yang menggugah selera langsung memenuhi udara, membuat perutku keroncongan dengan keras. Bau masakan yang harum dan menggoda membuatku tak sabar untuk mencicipi hidangan yang telah disiapkan. Aku sangat terkesan dengan kemampuan memasak ibu yang ternyata sangat handal.Selama menjadi istri Mas Adnan, aku yang selalu bertanggung jawab atas urusan dapur dan rumah. Namun, hari ini aku merasa sedang di ratukan oleh ibu karena ibu telah melakukan semua pekerjaan rumah. Tak hanya makanan yang lezat dan tersaji dengan rapi, rumah pun nampak sudah bersih dan tertata, serta pakaian kotor nampak sedang dicuci dalam mesin cuci.Kuhampiri ibu yang sedang menata piring di atas meja, dan kupegang tangannya hingga ia menghentikan aktivitasnya. "Ibu, kenapa ibu melakukan semuanya sendiri?" tanyaku pelan, sambil memandang ibu dengan penuh haru dan rasa terima kasih.Ibu tersenyum seraya menggenggam tanganku, "Gak papa, selama kamu jadi istrinya Adnan, ibu gak pe
Last Updated: 2025-10-18
Chapter: Sentuhan Pagi
Aku sedikit terkejut saat sinar mentari yang menyilaukan menembus tirai-tirai di kamarku, membangunkan ku dari tidur lelap. Dengan cepat aku segera bangkit, mengikat rambutku secara asal, benang-benang rambut kusut tergerai di wajahku. Aroma lezat masakan sudah tercium oleh hidungku, sepertinya ibu sudah mulai sibuk di dapur. Aku menggeser tubuhku untuk turun dari tempat tidur, namun belum sempat kakiku menyentuh lantai, tangan Mas Adnan dengan lembut menarikku kembali hingga aku berbaring di sampingnya, wajahnya yang tampan tersenyum manis menghiasi pagi itu. "Belum boleh pergi, masih pagi," bisikannya, membuatku tersenyum dan merasa hangat di hati."Gak enak mas, kayanya ibu udah sibuk di dapur," sahutku, mencoba melepaskan diri dari pelukannya. Namun, Mas Adnan mengeratkan pelukannya, ia menyusupkan wajahnya di ceruk leherku, membuatku merasa merinding dengan jantung berdebar kencang.Ibu bisa masak sendiri, yang penting kamu istirahat dulu," gumamnya, napas hangatnya mengenai ku
Last Updated: 2025-10-06
Chapter: Kehangatan Dibalik Air Mata
Dara menangis seraya memegang nisan yang bertuliskan nama Karin. Aku dan Mas Adnan ikut berjongkok di sampingnya dan mencoba untuk tetap menenangkan Dara."Dala mau bilang sesuatu. Tapi kalau mama di dalam, kedengelan gak, ya?" gumamnya nampak bingung."Gak papa sayang, bilang aja. Insyaallah mama denger kok. Jangan lupa, doain mama juga ya, biar mama bisa masuk surga," ucap Mas Adnan lembut.Dara mengangguk seraya menyeka air matanya. Ia kemudian membenarkan posisi jongkoknya agar lebih dekat lagi dengan nisan Karin. Ia bahkan sedikit mencondongkan tubuhnya seolah ia ingin berbisik pada nisan tersebut."Mama, Dala udah ambil keputusan, Dala gak mau ninggalin bunda. Dala mau tinggal sama ayah dan bunda aja. Bukan Dala gak sayang mama, tapi... Kak Lila bilang yang lahilin Dala itu bunda, dan katanya lahilin itu sakiiiit banget, Dala jadi kasian sama bunda," ucap Dara terbata-bata.Aku lagi-lagi terkejut dengan kata-kata Dara barusan. Entah apa sebabnya dia sampai bicara seperti itu."K
Last Updated: 2025-10-06
Chapter: Kepolosan Dara
"Ayah, mama mana?" tanya Dara, suara kecilnya memecah kesunyian."Uhukk!" Aku dan Mas Adnan yang sedang menikmati makanan langsung terbatuk serentak, saling menatap dengan rasa tidak enak. Kami tahu saatnya Dara harus tahu, tapi aku masih bingung memilih kata-kata yang tepat."Sayang, sebenarnya mama ada di suatu tempat... mungkin Dara tidak bisa bertemu lagi dengan mama," Mas Adnan akhirnya berbicara, suaranya lembut dan hati-hati."Dimana yah? Jauh, ya?" tanya Dara polos, mata besarnya penuh rasa ingin tahu.Aku dan Mas Adnan tersenyum getir, lalu aku mengusap rambut Dara dengan lembut. "Iya, sayang. Mama ada di surga," jawabku, mencoba menjelaskan dengan kata-kata yang sederhana."Mama pelgi kok gak bilang dulu sama Dala? Mama malah ya sama Dala?" gumam Dara, raut kecewanya terlihat jelas di wajahnya yang kecil. Aku merasa sakit hati melihatnya, kupeluk erat tubuhnya dan mencium pucuk kepalanya beberapa kali."Tapi Dara gak usah sedih. Ada ayah dan bunda yang akan selalu jagain D
Last Updated: 2025-10-05
You may also like
DITALAK SUAMI GARA-GARA MAKE UP PUCAT
DITALAK SUAMI GARA-GARA MAKE UP PUCAT
Romansa · Lia M Sampurno
243.9K views
SURAT WASIAT NENEK
SURAT WASIAT NENEK
Romansa · Tha Kusuma
242.4K views
Ketika Istriku Mulai Membangkang
Ketika Istriku Mulai Membangkang
Romansa · Silla Defaline
240.9K views
Kamu Akan Miskin, Mas!
Kamu Akan Miskin, Mas!
Romansa · Rahma La
239.6K views
Gairah Panas sang Model
Gairah Panas sang Model
Romansa · Lucyofheart
239.5K views
The UnMarried Husband
The UnMarried Husband
Romansa · Cherry Blossom
238.2K views
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status