author-banner
Biee
Biee
Author

Novels by Biee

Pria Desa Penakluk Wanita

Pria Desa Penakluk Wanita

"Sstt... Bapakmu sudah tidur pulas. Dia tidak akan tahu." Bara datang ke rumah mewah ayahnya hanya untuk bertahan hidup setelah ibunya meninggal. Dia siap menghadapi dinginnya sang ayah dan hinaan adik tirinya. Namun, dia sama sekali tidak siap menghadapi Marissa, ibu tirinya yang justru menggoyahkan imannya.
Read
Chapter: Bab 131
Bara berdiri tegak di sela paha Marissa yang terbuka lebar. Matanya yang gelap terus menatap lekat pada dua gundukan indah yang hanya tertutup kain renda hitam tipis itu. Napasnya terasa panas dan berat."Tante benar-benar cantik pagi ini," kata Bara dengan suara serak.Marissa hanya bisa mendesah pendek. Tangannya yang lentur merambat naik ke dada bidang Bara. Dia merasakan otot-otot keras di sana berkedut."Jangan cuma dilihat, Bara. Ambil apa yang kamu mau," tantang Marissa dengan suara yang sangat rendah.Bara tidak menunggu perintah kedua. Dia segera menundukkan kepalanya. Tangan besarnya yang kasar dan penuh kapalan langsung meremas kedua payudara Marissa dengan sangat mantap."Ah! Pelan sedikit, Bar!" teriak Marissa tertahan."Maaf, Tan. Tangan orang desa memang begini kadarnya," jawab Bara tanpa sedikit pun melonggarkan remasannya.Dia kemudian menggunakan giginya untuk menarik tali bra Marissa ke bawah. Setelah kain itu melorot, keindahan di depannya terekspos sepenuhnya. Bar
Last Updated: 2026-03-19
Chapter: Bab 130
Tiba tiba Bara mengangkat kedua tangannya yang besar.Tangan kasarnya yang penuh kapalan langsung mencengkeram pinggang Marissa dengan kuat. Genggamannya sangat mantap dan bertenaga.Marissa tersentak kaget, tapi sedetik kemudian dia tersenyum puas menatap mata Bara yang sudah terbakar nafsu.Bara tidak banyak bicara lagi. Sifat tegas dan kasarnya dari desa mengambil alih. Dia mengangkat tubuh Marissa dengan sangat mudah, seolah wanita berlekuk padat itu hanya seberat karung beras kosong.Dia mendudukkan Marissa ke atas pinggiran meja makan kayu yang lebar. Tepat di sebelah sisa cangkir kopi Pak Handoko yang masih setengah penuh."Ah, Bara," desah Marissa saat bokongnya menyentuh permukaan meja kayu yang keras dan dingin.Bara langsung melangkah masuk ke sela sela paha Marissa yang terbuka.Pakaian tidur sutra merah wanita itu tersingkap tinggi sampai ke pangkal paha. Paha putih mulus yang sangat berisi itu kini terekspos sempurna di depan mata Bara.Bara menatap paha itu dengan napas
Last Updated: 2026-03-18
Chapter: Bab 129
Suara pintu gerbang depan yang ditutup dengan bantingan keras terdengar sampai ke ruang makan.Bara langsung membuang napas panjang. Bahunya yang sejak tadi tegang kini melorot turun. Dia mengusap dahi lebarnya yang ternyata sudah basah oleh keringat dingin.Pemuda itu mengusap wajahnya dengan kedua tangan. Rasa lega yang luar biasa membanjiri dadanya. Semalam dia benar benar berpikir hidupnya akan hancur dan dia akan diusir kembali ke kampung.Suasana rumah mewah berlantai marmer itu mendadak sunyi senyap. Pak Handoko sudah berangkat kerja ke kantor. Keyla baru saja pergi ke sekolah dengan kepala tertunduk lesu.Kini hanya tersisa Bara dan ibu tirinya di ruangan makan yang luas tersebut.Klik.Suara kunci ganda pintu ruang makan yang diputar membuat Bara menoleh dengan cepat. Dia sedikit terkejut.Marissa baru saja mengunci pintu ganda dari kayu jati itu dari dalam. Wanita dewasa tersebut memutar tubuhnya perlahan menghadap Bara.Ekspresi wajah Marissa kini berubah total. Wajah ibu t
Last Updated: 2026-03-18
Chapter: Bab 128
Pak Handoko mengambil tas kerjanya dan langsung melangkah pergi meninggalkan ruang makan dengan langkah panjang. Pria itu sudah terlalu malas meladeni sikap kekanak-kanakan anak perempuannya pagi ini.Begitu suara pintu utama ditutup dari luar, suasana di ruang makan menjadi sangat sepi. Hanya terdengar suara tangis Keyla yang tertahan di tenggorokan. Gadis itu menutupi wajah cantiknya dengan kedua tangan. Harga dirinya hancur lebur pagi ini. Uang jajannya dipotong drastis dan mobilnya disita. Semuanya terjadi gara-gara pemuda dari desa itu.Marissa kembali duduk di kursinya dengan gerakan yang sangat santai. Dia menyilangkan kaki panjangnya di balik pakaian tidur sutra merahnya. Kulit paha putihnya terlihat jelas dari balik belahan baju tidurnya yang tersingkap ke samping. Wanita itu meminum teh hangatnya pelan-pelan sambil tersenyum tipis ke arah anak kandungnya."Makanya, Keyla. Jangan suka cari masalah buat nyari perhatian papa kamu. Kamu tau kan, papa sibuk kerja. Mama juga gak n
Last Updated: 2026-03-17
Chapter: Bab 127
Kata-kata Bara langsung memukul telak dada Pak Handoko. Ada kilat penyesalan yang melintas cepat di mata pria paruh baya itu. Bara tahu persis, ayahnya punya harga diri yang tinggi, tapi dia juga menyimpan rasa bersalah yang besar karena membiarkan ibu Bara mati dalam kemiskinan dan kesendirian.Bara melanjutkan ucapannya dengan nada yang semakin memelas dan terdengar putus asa."Aku ke kota ini cuma mau kuliah, Pak. Aku numpang di sini karena aku nggak punya siapa-siapa lagi di dunia ini. Ibuku sudah meninggal. Kalau memang aku di sini cuma bikin Keyla risi dan jijik, aku mending pergi aja hari ini cari kosan murah di pinggir jalan. Aku nggak mau bikin keluarga baru Bapak hancur gara-gara aku.""Bara, jangan ngomong begitu," potong Marissa dengan cepat.Wanita berwajah menggoda itu bangkit dari kursinya. Pinggulnya yang padat bergoyang pelan saat dia berjalan memutari meja mendekati Bara. Marissa menyentuh bahu Bara dengan lembut, memainkan peran ibu tiri yang sangat menyayangi anak
Last Updated: 2026-03-17
Chapter: Bab 126
Keyla terus menggeser layar ponselnya ke atas dan ke bawah dengan cepat. Jari tangannya bergetar hebat. Napasnya mulai memburu tidak beraturan. Dada seragam sekolahnya yang pas badan bergerak naik turun seiring rasa panik yang menjalar ke seluruh tubuhnya."Tidak mungkin," kata Keyla dengan suara pelan dan bergetar. "Pasti ada yang salah sama HP ini."Bara duduk diam di seberang meja. Dia menatap wajah gadis itu dengan ekspresi datar yang sangat tenang. Di dalam hati, Bara tertawa puas. Wajah sombong adik tirinya itu kini berubah pucat seperti mayat. Senjata andalan gadis manja itu sudah musnah tidak berbekas dari ponselnya."Ada apa, Keyla?" tanya Bara dengan nada suara yang sangat lembut. Suara itu sengaja dia buat agar terdengar seperti kakak yang tulus dan bingung melihat adiknya. "Kamu mau nunjukin apa ke Bapak?"Keyla menatap Bara dengan mata terbuka lebar. Dia tahu persis senyum kecil di sudut bibir Bara itu adalah ejekan yang nyata. Bara pasti yang menghapus video itu semalam.
Last Updated: 2026-03-17
You may also like
Terjerat Gaya Hidup
Terjerat Gaya Hidup
Urban · Dwif
1.5K views
The Billionaire Trap
The Billionaire Trap
Urban · annaxolovely
1.5K views
CALON TUNANGAN (PALSU)
CALON TUNANGAN (PALSU)
Urban · YUNA IZMAYA
1.5K views
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status